Meimonews.com – Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan perundungan yang melibatkan peserta didik Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unsrat/RSUP Kandou Manado, pimpinan Unsrat memberikan klarifikasinya.
Ada beberapa poin klarifikasi yang disampaikan pimpinan Unsrat lewat Humas Unsrat Max Reinhart Rembang kepada wartawan dalam keterangan persnya, Selasa (20/10/2026).
Peratama, terkait rumor yang beredar di media sosial, berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan oleh program studi (prodi) serta pernyataan bersama yang ditandatangani oleh kedua residen yang bersangkutan (senior dan junior) pada 19 Oktober 2026.
“Kedua pihak menyatakan sepakat bahwa tidak terjadi tindakan perundungan,” tandas Rembang mengutip pernyataan kedua residen tersebut .
Kedua, sampai dengan diterbitkannya pernyataan ini, residen junior yang bersangkutan masih tercatat sebagai peserta didik PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.
Program Studi telah memberikan pendampingan dan akan terus melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.
Ketiga, antara residen junior dan residen senior yang dimaksud memang sempat terjadi kesalahpahaman. Hal tersebut merupakan permasalahan pribadi yang telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan, serta perlu ditegaskan bahwa tidak pernah terjadi kontak fisik dalam bentuk apa pun di antara keduanya.
Keempat, berdasarkan pernyataan bersama kedua residen, rangkaian unggahan di media sosial tidak dilakukan oleh kedua residen yang dimaksud, melainkan oleh pihak lain luar kedua residen tersebut. Unggahan tersebut telah berdampak merugikan terhadap nama baik institusi serta berdampak secara personal terhadap kedua residen yang bersangkutan.
Kelima, adapun video yang disebutkan dalam unggahan tersebut merupakan kejadian yang bersifat insidental. Video tersebut tidak memiliki makna sebagaimana yang dinarasikan di media
sosial, dan tidak berkaitan secara institusional dengan rumah sakit mana pun.
Program Studi PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi Faked Unsrat menegaskan komitmennya untuk
menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Setiap peserta didik yang mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan dapat melapor melalui kanal resmi dan setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan menjaga kerahasiaan pelapor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta menghormati privasi kedua residen yang bersangkutan,” ujar.Rembang.
Pernyataan klarifikasi telah ditandatangani kedua residen tersebut yakni residen yunior
Warouw Scriven Yosia dan residen senior Jonathan I. Baan, yang diketahui pimpinan Faked Unsrat dan pimpinan RSUP Kandou. (FA





