Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut melaksanakan Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KB/KB di Wilayah Khusus di Desa Poyowa Besar 1 Kota Kotamobagu, Selasa (6/8/2024).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang mitra kerja termasuk Polri, TNI, Dinas Kesehatan, OPD-KB, dan perangkat desa, serta akseptor KB MKJP.

Hadir juga Kepala Dinas OPD KB Kota Kotamobagu Ahmad Yani Umar, SE. Camat Kota Kotamobagu Selatan Rindra Lamaka, SE. Danrawil 1303/01 Kota Kotamobagu, seluruh lurah dan aparat desa yang ada di Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Ketua Tim Kerja Pengendalian Kependudukan.

Dari BKKBN Sulut hadir Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg (Kepala) yang sekaligus memberikan materi, Ketua Tim Kerja Kualitas Layanan KB/KR dr. Alfrida Bayang, M.Kes beserta tim.

Kegiatan yang dibuka oleh Pejabat Walikota Kotamobagu Dr. Drs. Hi Asripan Nani, M.Si ini bertujuan untuk meningkatkan kesertaan KB, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta menurunkan angka kelahiran remaja.

Program ini juga menekankan perluasan akses pelayanan KB, peningkatan cakupan KB MKJP, dan optimalisasi dana BOKB dengan melibatkan mitra kerja terkait.

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan KB/KR di wilayah khusus dan mendukung visi BKKBN untuk penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas. (FA)

Meimonews.com – BKKBN Perwakilan Sulut menetapkan arah kebijakan dan strategi yang berfokus pada meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KB dan kesehatan reproduksi di wilayah khusus.

“Termasuk di dalamnya adalah peningkatan kesertaan KB, pemenuhan hak reproduksi, dan mendekatkan akses pelayanan KB, terutama di wilayah khusus seperti daerah terpencil, perbatasan, kepulauan, dan miskin perkotaan,” ujar Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg.

Hal tersebut disampaikan Kaper saat memberikan sambutan pada acara pembukaan pertemuan Analisis dan Evaluasi Program Pelayanan KB Wilayah Khusus di Kabupaten/Kota Tahun 2024, Selasa (5/3/2024).

Pertemuan yang dilaksanakan di Quality Hotel Manado ini berlangsung hingga Rabu (6/3/2024).

Menurutnya, arah kebijakan dan strategi tersebut ditetapkan BKKBN Perwakilan Sulut berkaitan dengan hasil pencapaian dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program KB dan kesehatan reproduksi, sejalan dengan agenda Program Prioritas Nasional (Pro PN) RPJM Tahun 2020-2024.

“Meskipun beberapa indikator kinerja utama telah tercapai, namun  masih terdapat capaian yang belum optimal, seperti Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih di atas target akhir RPJMN 2024,” sebutnya.

“Untuk mengatasinya, BKKBN Sulut menetapkan arah kebijakan dan strategi fokus pada akses dan kualitas penyelenggaraan KB dan Kespro di wilayah khusus,” tandas Kaper.

Kaper berharap kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan upaya-upaya tersebut.

Adapun poin-poin penting yang dibahas meliputi peningkatan cakupan kesertaan KB, optimalisasi penggunaan dana BOKB, dan peningkatan peran mitra kerja Provinsi/Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi di wilayah khusus.

Dengan demikian, sebut Kaper, pertemuan ini tidak hanya menjadi forum untuk berdiskusi, tetapi juga sebagai langkah konkrit dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan memberikan hasil yang positif dan berkelanjutan bagi kemajuan wilayah Sulawesi Utara,” tandasnya. (Fer)