Meimonews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Kementerian Agama Republik Indonesia pimpinan Zaiyuddin (Rektor) berkunjung ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Selasa (7/10/2025).

Kunjungan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan tim UIN Salatiga (tujuh orang) selama berada di Manado, Senin-Kamis (6-9/10/2025).

Agenda di Unsrat, tim mengadakan Benchmarking tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Aspek pembiayaan dan akademik.

Tim diterima Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu serta Pengembangan Pembelajaran (LPMP2) Unsrat Max RJ Runtuwene, Sekretaris Esry Laoh dan staf di kantor LPMP2.

Warek 1 (Bidang Akademik) menjelaskan, Unsrat merupakan lembaga (universitas) yang unggul sehingga UIN bisa datang benchmarking. “Ini kedatangan yang kedua,” ujarnya.

Tentunya, kedatangan kedua kali membuktikan ada yang baik dari Unsrat yang akan ditiru /dipelajari. Dalam hal ini tentang kelas RPL yang sudah dilakukan oleh Unsrat di Prodi Program Profesi Insinyur.

Ketua Tim (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Salatiga Muh. Saerozi) kepada wartawan mengungkapkan rasa terima kasih kepada civitas.akademika Unsrat yang telah menerika mereka. Ini adalah penghargaan yang tinggi karena telah menerima mereka dengan sepenuh hati.

Mereka bisa belajar tentang RPL untuk sebanyak-banyaknya mendapat masukkan dari lembaga pendidikan yang bukan hanya yang ada di Jakarta tapi juga di Manado karena Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ini PTKIM itu belum sepenuhnya dan belum seluruhnya menerapkan.

“Kami ingin menerapkan ini dengan berbagai pertimbangan, dan pertimbangan itu didapat dari matang pengalaman. Salah satu yang saya anggap matang untuk membuat RPL ini di Universitas Sam Ratulangi,” ujarnya.

Di kesempatan terpisah, Runtuwene menjelaskan, Unsrat, dalam hal ini, LPMP2 Unsrat mendapat kunjungan dari UIN Salatiga dalam rangka mau belajar dan berdiskusi dengan kami tentang RPL dari sisi akademik dan pembiayaan.

“Kami di sini (Unsrat – Red), ada program studi yang menyelenggarakan RPL yaitu Program Profesi Insinyur. Dan, kami sudah menjelaskan mulai dari segi pendaftaran, pelaksanaan pendidikannya, wisuda hingga pembiayaannya,” ujarnya.

Runtuwene mengungkapkan, Unsrat menerapkan RPL untuk Program Profesi Insinyur sejak 2018. Untuk program studi lain, sedang dipersiapkan tahapan pendaftaran atau untuk mendapatkan izin dari Kementerian (Kemendiktisaintek – Red).

“Sedang dalam tahapan mendapat izin pelaksanaan atau operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” ujarnya di dampingi Reynal (Staf LPMP2 Unsrat). (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado membuka penerimaan calon peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Fakultas Kedokteran (Faked) pimpinan Billy Johnson Kepel Semester Ganjil 2025/2026.

Pengumuman pembukaan penerimaan tersebut dilakukan lewat surat bernomor 3808/UN12/2025 yang ditandatangani Wakil Rektor Bidang Akademik Arthur Gehart Pinaria atas nama Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Dalam pengumuman tertanggal 22 Mei 2025 itu disebutkan, pendaftaran dapat dilakukan secara online mulai 22 sampai dengan 28 Mei 2025 pukul 23.59 Wita.

Sesuai SK Rektor Unsrat nomor 613)UN12/PD/2025 yang mendasari pengumuman tersebut, dirincikan jumlah kuota calon peserta PPDS-1 yang akan diterima, yang totalnya berjumlah 68 orang.

Untuk program studi (prodi) ilmu kesehatan mata 6 orang, prodi ilmu kesehatan anak 12 orang, prodi ilmu bedah 10 orang, prodi obstetri dan ginekologi 10 orang.

Prodi ilmu kesehatan kulit dan kelamin 4 orang, prodi ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi 6 orang, prodi ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah 6 orang, prodi neurologi 10 orang serta prodi anestesiologi dan terapi intensif 4 orang.

Pendaftaran online melalui laman https : regmaba,unsrat.ac.id daftar dan memilih jalur masuk Fakultas Kedokteran – Program Pendidilan Dokter Spesialis menjadi mendapatkan nomor pendaftaran dan pin. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Leader’s Talk di Auditorium Unsrat Manado, Senin (24/2/2025).

Tampil sebagai pembicara tunggal (narasumber) pada kegiatan yang diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas-fakultas se-Unsrat dan para Wakil-wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan se-Unsrat ini adalah Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas,

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi Unsrat diberikan kepercayaan sebagai tempat diselenggarakannya Leader’s Talk oleh PT Freeport Indonesia.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat menyampaikan materinya

“Hal ini merupakan bukti nyata dalam mewujudkan kolaborasi antara dunia imdustri dan pendidilan,” ujar Pinaria pada acara yang mengusung tema Pertambangan tembaga terintegrasi hulu hilir menuju Indonesia Emas 2045 ini.

Kolaborasi ini, sambungnya, merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta berdaya saing tinggi.

Dikemukakan, sebagai institusi pendidikan tinggi, Unsrat memegang peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan siap menghadapi tantangan global. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, Unsrat tidak dapat bekerja sendiri. Unsrat membutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, terutama dari dunia industri.

Salah satu mahasiswa saat bertanya kepada narasumber

Kolaborasi Unsrat dan PT Freeport Indonesia, menurut Rektor, dapat meningkatkan kualitas kurikulum, pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan industri serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melalukan praktek kerja atau magang di perusahaan.

“Kolaborasi ini juga dapat membantu dunia industri mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas, mengembangkan inovasi baru serta meningkatkan daya saing,’ ujar Pinaria mengutip Rektor.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria saat membacakan sambutan Rektor Unsrat Oktovian Alexander Sompie

Oleh karena itu, Rektor sangat berharap kolaborasi antara Unsrat dan PT Freeport Indonesia dapat terus ditingkatkan dan diperluas melalui bantuan pendidikan dan bentuk pemberian beasiswa mahasiswa yang berprestasi tetapi memiliki keterbatasan ekonomi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Freeport Indonesia.

“Saya percaya, dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan bangsa dan negara,” tandasnya.

Foto bersama di penghujung acara Leader’s Talk

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tommy Wenas dalam pemaparan materinya mengurai sejarah PT Freeport Indonesia, produk-produk yang dihasilkan serta kontribusinya bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Perusahaan pertambangan kelas dunia ini berawal dari tahun 1936 saat ekspedisi Colijn-Dozy, kemudian ekpedisi Wilson tahun 1963, kontrak karya 1 tahun 1967, eksport perdana dan peresmian proyek dan kota tambang bernama Tembagapura pada tahun 1972-1973.

Setelah itu, kontrak karya 2 tahun 1991, smelter pertama dan kuala kencana tahun 1996, investasi tambang bawah tanah tahun 2004, izin usaha pertambangan khusus dan transisi Grasberg tahun 2018 serta perjalanan sejarah lainnya hingga saat ini.

“Proyeksi pembayaran pajak dan non pajak tahun 2019-2026 berjumlah 26,2 miliar dollar Amerika,” ujar putra asal Tomohon ini seraya merincikan pembayaran tersebut yakni deviden, pajak dan non pajak, royalti dan pajak ekspor, total penerimaan negara, dan penerimaan PCX.

Khusus di bidang pendidikan, ada sejumlah program yang telah dilakukan, yakni lebih dari 12.000 fasilitas beasiswa yang telah diberikan sejak tahun 1996, sebanyak 1527 beasiswa anak Papua dari SMP.sampai perguruan tinggi, dan mendirikan, membiayai dan mengelola 6 asrama untuk 1695 anak Papua.

Selain itu, mendukung penyediaan 85 guru kontrak di 35 sekolah di 6 distrik dengan akses terbatas, kemitraan pengembangan 13 guru SMK di Mimika, melatih sekitar 120 peserta magang dan Papuan Bridge Program pertahun bagi angkatan kerjakerja asal Papua, serta mensponsori 88 peserta beasiswa AMINEF ke Amerika Serikat (10 peserta pertahun).

Di kesempatan tersebut diperkenalkan pula lulusan Unsrat yang bekerja di PT Freeport Indonesia, sekaligus berharap akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

Wenas menjelaskan bahwa sebelum Leader’s Talk, ia dan pimpinan Unsrat (Wakil-wakil Rektor mewakili Rektor) telah bicara-bicara tentang banyak hal terkait kerjasama antara Unsrat dan PT Freeport Indonesia.

Di antaranya agar para mahasiswa dan lulusan Unsrat bisa lebih banyak berkarya di perusahaan pertambangan ini, termasuk di bidang riset.

Hadir pada Leader’s Talk yang diikui ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas-fakultas se-Unsrat ini antara lain, para Wakil-wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan se-Unsrat.

Menariknya, di sela kegiatan yang diwarnai kesempatan bertanya dari banyak mahasiswa, Presdir PT Freeport Indonesia ini mempertunjukkan kebolehannya bernyanyi sambil bermain piano, yang mendapat aplaus dari peserta dan hadirin karena suaranya bagus dan permaianan pianonya mantap. (FA)