Meimonews.com – Usai dilantik menjadi Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) oleh Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, Rabu (18/6/2025), Stary Rampengan melakukan gerak cepat.

‎‎Hari pertama bertugas, Rampengan langsung memimpin rapat perdana dengan seluruh direktorat untuk meninjau kinerja dan pelayanan rumah sakit.

Dalam rapat tersebut yang dilaksanakan di ruang rapat kantor pusat rumah sakit, Senin (23/6/2025), Rampengan menekankan pentingnya pelayanan prima dengan mengedepankan kerjasama tim.

“Intinya kita bekerja dengan hati, memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kita harus memperlakukan pasien seperti keluarga sendiri, sopan, santun, dan ramah,” ujarnya.

‎Selain itu, pentingnya menjadikan standar pelayanan kepada keluarga sendiri sebagai acuan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Salah satu fokus utama pimpinan baru adalah peningkatan kualitas pelayanan RSUP Kandou.

Rampengan mengingatkan arahan dari Menteri Kesehatan untuk memperbanyak peran RSUP Kandou sebagai rumah sakit pengampu.

Rampengan berkomitmen untuk segera mengatasi masalah parkir yang dikeluhkan masyarakat. “Parkir segera diturunkan,” tegasnya.

Dengan semangat baru dan komitmen yang tinggi, diharapkan kepemimpinan Rampengan akan membawa RSUP Kandou menuju kualitas pelayanan yang lebih baik dan terdepan. (Fer)

Meimonews.com – Markus Paulus Rasuh yang baru saja dilantik sebagai Hukum Tua Lolah 3 bersamaan dengan sejumlah Hukum Tua lainnya se-Kabupaten Minahasa, pekan lalu mengungkapkan kesiapannya melaksanakan visi, misi dan program kerjanya sebagaimana disampaikan ketika pencalonan, beberapa waktu lalu.

“Tinggal menunggu selesainya acara penyerahan aset, saya siap melaksanakan apa yang sudah disampaikan pada waktu pencalonan lalu,”  ujarnya kepada Meimonews.com di rumah kediamannya, Sabtu (2/7/2022).

Acara penyerahan aset oleh Pejabat Hukum Tua Lolah 3 Novidi Aroran akan dilaksanakan di Kantor Hukum Tua, Senin (4/7/2022).

Paulus, sapaan akrab pria kelahiran Lolah, 6 Oktober 1962 inipun lantas memaparkan visi, misi dan program umumnya sebagai Hukum Tua masa bakti tahun 2022-2028.

“Visi saya adalah Terwujudnya Desa Lolah Tiga yang Religius, Berdaya Saing, Aman dan Damai serta Menjamin Kesinambungan Pembangunan,” ujar bapak dua anak dan suami dari Costansi Pontoh ini.

Untuk misinya ada enam. Pertama, mewujudkan keimanan dan ketagwaan kepada Tuhan yang Mahaesa. Kedua, meningkatkan sumber daya manusia yang berbasis digitalisasi. Ketiga, memberdayakan potensi sumber daya alam yang berbasis lingkungan hidup.

Keempat, meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana pertanian. Kelima, menjamin keamanan, kenyamanan dan kedamaian hidup bermasyarakat. Keenam, menjamin kesinambungan pembangunan berbasis SDGs (sustainable development goals).

Untuk program kerja, alumnus SMA Katolik St. Aquino Manado ini membagi dalam empat bidang yakni Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat, dan Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak.

Keterpilihan Paulus sebagai Hukum Tua untuk kedua kalinya tak terlepas dari rekam jejaknya yang adalah Hukum Tua dari tahun 2008-2018 yakni pejabat Hukum Tua tahun 2008-2011, Hukum Tua Definitif tahun 2011-2017, dan pejabat Hukum Tua tahun 2017-2018. (af)