Meimonews,com – Komitmen Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan dalam memastikan pelayanan prima kembali terlihat pada Jumat (27/2/2026).

Di dampingi Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta pejabat terkait, Dirut dari ordo Dipteraturun langsung memantau pelayanan di sejumlah unit, mulai dari ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga bagian pelayanan penunjang.

Dalam agenda tersebut, Dirut melakukan visitasi pasien di Irina B dan Irina C dan IGD. Ia tidak hanya meninjau kondisi pasien, tetapi juga memberikan edukasi terkait pola makan sehat sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan.

Bahkan, Dirut turut mewawancarai pasien secara langsung untuk mengetahui pengalaman mereka selama menjalani perawatan di RS Kandou.

Interaksi aktif juga dilakukan bersama dokter penanggung jawab, dokter residen, serta perawat yang menangani pasien.

Dirut menggali informasi terkait perkembangan kondisi pasien, sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional.

Tak hanya fokus pada pelayanan klinis, Dirut turut mengecek sistem rujukan rumah sakit guna memastikan alur rujukan berjalan optimal. “Koordinasi dilakukan dengan pihak rawat inap untuk memantau ketersediaan tempat tidur, sehingga pasien rujukan dapat terlayani dengan maksimal tanpa hambatan, ” ujarnya.

Di IGD, Dirut menanyakan secara langsung waktu tunggu pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi (foto), dan layanan diagnostik lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan respons cepat bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.

Perhatian Dirut juga menyentuh lini pelayanan non-medis. Customer Service, bagian registrasi, dan kasir tak luput dari pemantauan guna menjamin kenyamanan dan kelancaran proses administrasi pasien.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke ruang rekam medik (medrek) untuk memastikan tata kelola dokumen pasien berjalan tertib dan profesional.

Selain aspek pelayanan, sarana dan prasarana menjadi perhatian khusus. Kondisi pendingin ruangan (AC) di sejumlah titik serta atap selasar yang mengalami kebocoran turut dicermati untuk segera ditindaklanjuti.

Langkah ini menegaskan keseriusan manajemen RSUP Kandou dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh, baik dari sisi medis, administrasi, hingga fasilitas penunjang, demi kenyamanan dan keselamatan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo bersama rombongan melaksanakan kunjungan benchmarking ke Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) SulutGo dalam rangka memperkuat sinergi program dan penyelarasan data sasaran.

Kunjungan tersebut disambut Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan.Gizi Regionsl Sulawesi Utara dan Gorontalo Billy Kristian Kereh, di!Kantor BGN SulutGo Senin (23/2/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus koordinasi strategis guna memastikan keterpaduan data penerima manfaat, khususnya dalam mendukung program intervensi gizi bagi sasaran 3B (ibu hamil, ibu menyusui dan Baduta Non- Paud).

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak melakukan penyamaan dan validasi data agar pelaksanaan program di lapangan berjalan tepat sasaran dan terukur. Selain itu, turut dibahas rencana dukungan operasional bagi Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mengantarkan layanan kepada sasaran.

Bantuan berupa sepeda direncanakan untuk mendukung mobilitas kader dalam menjangkau keluarga penerima manfaat, namun pelaksanaannya masih menunggu pengaturan teknis serta standar operasional prosedur (SOP).

Kaper berharap kunjungan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan peningkatan status gizi masyarakat.

Sinergi antara BKKBN dan BGN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi, responsif, dan berdampak langsung bagi keluarga di wilayah Gorontalo. (lex)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Utara dan tim melakukan pemantauan program cegah stunting melalui Gerakan orangtua asuh cegah stunting (Genting).

Ada beberapa kecamatan di Kota Manado didatangi Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan tim yakni Lady D. Ante (Sekretaris), Tim Genting dan Kepala Dinas PPKB Kota Manado Mecky Gosal.

Saat berada di lokasi di sejumlah sasaran kegiatan yang adalah keluarga beresiko stunting, Jumat (28/2/2025), turut hadir aparat Kelurahan, kader dan PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana).

Adapun keluarga-keluarga sasaran yang dikunjungi terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pasca persalinan.

Saat berada di okasi, Kaper melakukan dialog dengan keluarga serta menjelaskan program Pemerintah dan Kemendukbangga/BKKBN punya komitmen untuk berkolaborasi melibatkan banyak pihak secara gotong-royong.

“Program ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Genting sepenuhnya didukung oleh mitra kerja Penthalix. Kita bersinergi bersama,” ujar Kaper.

Program ini juga, tambahnya, mengedepankan metode berbasis data yang terintegrasi (by name, by address), memastikan bantuan tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan, sekaligus memantau perkembangan status kesehatannya untuk mencegah terjadinya risiko stunting.

Menurutnya, melalui program tersebut, bersama kepala daerah, provinsi dan kabupaten, kita akan bersama-sama bekerja keras untuk menyongsong generasi emas 2045.

“Melalui Genting, keluarga dengan balita berisiko stunting akan mendapatkan bantuan gizi, layanan kesehatan, serta edukasi untuk pemberdayaan keluarga,” jelasnya.

Disebutkan, langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup anak-anak dan mengurangi risiko stunting secara signifikan. (elka)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Diano Tino Tandaju dan Tim meninjau pelaksanaan Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran (TA) 2024.

Pelaksanaan seleksi CPNS lingkungan BKKBN ini diadakan di Kantor Badan Kepegawaian Negara ((BKN) Manado, Selasa – Rabu (29-30/10/2024).

Kaper dan Tim yakni Sekretaris Perwakilan, Ketua Tim Kerja Kepegawaian dan Ketua Tim Kerja Umum, Advokasi, KIE dan Kehumasan melakukan peninjauan pada Selasa (29/10/2024).

Tujuan pelaksanaan seleksi ini adalah untuk menjaring calon pegawai yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen tinggi dalam mendukung program BKKBN di Provinsi Sulawesi Utara.

Kaper menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan panitia pelaksana dari BKKBN Sulut yang telah mempersiapkan proses seleksi dengan cermat dan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan.

“Kami berharap, seleksi ini menghasilkan calon-calon pegawai yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki semangat pengabdian tinggi untuk bersama-sama membangun masyarakat Sulawesi Utara yang lebih sehat dan sejahtera,” ujar Kaper. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Andrei Angouw dan tim menghadiri ASEAN-China (Qingdao) Event of Economic and Trade Cooperation and People to People Exchanges yang diselenggarakan di Qingdao Haitian Centre (48 Xianggang West Road, Shinsn District, Qingdao Citu, Standong Province).

Tim yang mendampingi Walikota pada kegiatan yang berlangsung Senin – Rabu (22 – 24/7/2024) tersebut adalah Ketua Dekranasda, Kepala BKAD, Inspektur, Kadis PUPR, Kadis Perumahan dan Permukiman, Kepala Bagian Kerja Sama, dan tiga entrepreneur yaitu John Honandar, Audy Lieke dan Andi Lagonda.

Kegiatan bertemakan Kualitas Baru, Perjalanan Baru, Maju Bersama ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi peluang baru dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Qingdao City dan Negara-Negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) termasuk Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh ASEAN-China Centre dan Pemerintah Kota Rakyat Qingdao, dan juga bersama Kantor Komite Urusan Luar Negeri, Komite Kota CPC Qingdao, Biro Perdagangan Kota Qingdao, Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kota Qingdao, dan Qingdao Conson Development (Group) Co., Ltd.

Peserta kegiatan ini meliputi para diplomat dan delegasi dari 9 negara ASEAN, perwakilan dari perusahaan-perusahaan penting di China, serta beberapa pejabat provinsi dan kota termasuk dari Kota Manado dan delegasinya.

 

Memberikan sambutan pada kegiatan yang turut dihadiri para pejabat-pejabat tinggi China ini adalah Mr. Deng Yunfeng selaku Wakil Gubernur Shandong, Mr. Shi Zhongjun selaku Secretary-General of the ACC, dan Mr. Zhao Haozi selaku Wali Kota Qingdao.

Beberapa pakar dan sarjana industri menyelami dan menganalisis topik seperti situasi perdagangan internasional saat ini dan karakteristik pasar ASEAN, serta memberikan wawasan dan rekomendasi kepada perusahaan yang berpartisipasi.

Pemerintah Kota Manado terundang dalam kapasitasnya sebagai kota sahabat (sister city) dari kota Qingdao China, dimana hubungan persahabatan sister city ini sudah terjalin sejak tahun 2015.

Selama acara, perwakilan dari 9 negara ASEAN memperkenalkan lingkungan investasi dan peluang pasar di negara mereka masing-masing. Semua peserta nampak terlibat dalam diskusi mendalam mengenai berbagai bidang seperti perdagangan investasi, perdagangan umum, perdagangan barang setengah jadi, dan perdagangan komoditas.

Hal unik dalam acara ini adalah kehadiran delegasi Kota Manado sebagai peserta dari level kota. Keunikannya terletak pada keberanian Walikota Manado sebagai satu-satunya peserta dari level kota memenuhi undangan dari Pemerintah Kota Qingdao dan memperkenalkan serta mempromosikan segala potensi yang dimiliki Kota Manado kepada Pemerintah Kota dan masyarakat Qingdao secara khusus dan pemerintah dan masyarakat China secara umum.

Secara lebih terbuka, Walikota Manado mengungkapkan harapan-harapannya ketika didaulat untuk diwawancarai oleh dua media besar di Kota Qingdao yaitu media iQingdao dan Qingdao Media Group (QMG).

Dalam wawancara tersebut, mantan Ketua DPRD Sulut ini menyatakan sangat mengapresiasi undangan dan penerimaan Pemerintah Kota Qingdao dan menyampaikan keterkejutan dan kekagumannya terhadap pembangunan dan perekonomian kota Qingdao yang luar biasa.

Serasa tidak percaya dengan hubungan Sister City ini, Walikota menyampaikan bahwa Kota Manado yang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau GDP nya hanya sekitar 48 triliun rupiah, berterima kasih atas kesempatan Kota Manado berelasi dengan baik selama ini dengan Kota Qingdao China yang memiliki PDRB (GDP) sebesar 3.200 triliun rupiah.

Walikota Manado mengharapkan agar hubungan kerja sama perdagangan antarakota Manado dan Kota Qingdao dapat lebih dimantapkan dan ditingkatkan sampai pada realisasinya, dan kedua kota dapat terus berinteraksi, penduduknya dapat saling melakukan pertukaran dalam banyak aspek seperti pertukaran mahasiswa, perkunjungan wisata, universitas kedua belah pihak dapat bekerjasama di bidang riset, teknologi dan lain-lain.

Perusahaan-perusahaan di kota Qingdao diharapkan dapat melirik peluang-peluang untuk berinvestasi di Kota Manado.

Kota Qingdao diketahui memiliki sejarah panjang dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara ASEAN, yang telah membuahkan hasil yang signifikan.

ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar Qingdao dalam beberapa tahun terakhir, dengan volume perdagangan antara kedua belah pihak terus meningkat.

Kegiatan 3ini menandai tahap baru dalam kerjasama antara kedua pihak, dengan tujuan memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan serta persahabatan, sekaligus membangun komunikasi yang lebih langsung dan kerjasama yang lebih kuat antara perusahaan pada kedua belah pihak.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertukaran ekonomi dan perdagangan antara Qingdao dan negara-negara ASEAN semakin erat, dengan Qingdao telah menjalin hubungan kota bersaudara dengan tujuh kota di negara-negara ASEAN, antara lain dengan Kota Manado Indonesia (sudah sejak 30 Oktober 2015).

Kegiatan “ASEAN-China (Qingdao) Event of Economic and Trade Cooperation and People-to-People Exchanges” ini pun dirangkaikan dengan site visit ke Conson Smart Center, Tsingtao Beer Museum, dan ke Liyuan Courtyard dan diakhiri dengan secara khusus Pemerintah Kota Qingdao mengundang Walikota Manado untuk dinner dengan para Qingdao Leaders seperti Mr. Zhao Yan, Mr. Lin Bin, Mr. Tao Xingcheng, dan Mr. Wang Xiangyu. (Afer)

Meimonews.com – Tim Sentra Tumou Tou Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengadakan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou), Rabu (8/5/2024).

Kunjungan tersebut diterima Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou dr. Wega Sukanto, Sp BTKV (mewakili Dirut Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes) di dampingi Manager Hukum dan Humas Ruslianto Urendeng, SH.

Tim dari Sentra Tumou Tou Kemenkes RI terdiri Astutik, S.ST (Pekerja Sosial Ahli Pertama), Ronald U. Bau, S.ST (Pekerja Sosial Ahli Muda) dan Ariany PH Kaloh, M.Psi. (Psikolog)

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dan melakukan assesmen terhadap keluarga dan pasien (JT) berusia 48 tahun yang berasal dari Minahasa Selatan dan memberikan assessment terhadap kondisi keluarga dan pasien.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan keluarga mendapatkan dukungan yang diperlukan.

RSUP Kandou menyambut baik kunjungan dari Sentra Tumou Tou Kementerian Sosial ini. Dokter Vega atas nama Direksi menyampaikan komitmen RSUP Kandou dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien dan keluarganya.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Sentra Tumou Tou Kementerian Sosial. Kami berkomitmen untuk memberikan perawatan yang terbaik kepada pasien (JT) dan mendukung keluarganya dalam menghadapi situasi ini,” ujar dokter Vega.

Dalam kunjungan ini, pihak Sentra Tumou Tou Kemenkes RI dan RSUP Kandou akan bekerjasama dalam melakukan assesmen terhadap kondisi pasien dan keluarganya. Langkah-langkah akan diambil untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisinya dan keluarga mendapatkan dukungan yang diperlukan.

Kunjungan ini menunjukkan kolaborasi antara RSUP Kandou dan pihak terkait dalam memberikan pelayanan yang komprehensif dan mendukung kepada pasien dan keluarganya. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting.

Rakernas yang diadakan di Auditorium BKKBN RI, Jakarta, Kamis (26/4/2024) ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. (Hc) KH Ma’aruf Amin diikuti perutusan dari BKKBN Perwakilan Sulut yakni Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg (Kepala), Lady D. Ante, S.Pd, MAP (Sekretaris), Ignasius P. Worung, SE. M.Si (Ketua Pokja Dalduk), dan Ferouw RJ Ratu, ST (Ketua Pokja Adv KIE dan Kehumasan).

Dalam sambutannya, Wapres mengingatkan kembali tanggung jawab bersama dalam mengawal kebijakan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Dengan jumlah penduduk usia produktif diproyeksikan mendekati 70 persen dari total populasi, bisa dikatakan bahwa modal besar menuju Indonesia Emas 2045 sebetulnya sudah kita kantongi. Namun, pekerjaan rumah selanjutnya adalah bagaimana memastikan potensi bonus demografi ini bisa terkelola dengan baik,” ujar Wapres.

Tentu, sambungnya,  kita inginkan sumber daya manusia yang ada nantinya betul-betul menjadi aset dan kekuatan bangsa. Apalagi, dihadapkan dengan dinamika dan beragam tantangan dunia yang harus kita antisipasi, strategi dan kebijakan pembangunan manusia yang tepat dan komprehensif menjadi semakin krusial.

Diungkapkan, dalam dua dekade mendatang, penduduk dunia diperkirakan akan mencapai lebih dari 9 miliar jiwa. Kondisi ini tidak hanya dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk usia lanjut, tetapi juga urbanisasi dan arus migrasi. Di sisi lain, sumber daya alam semakin terbatas, berbanding terbalik dengan kebutuhan penduduk yang semakin meningkat.

Tantangan lainnya mencakup pemanasan global, tren perkembangan teknologi, dan perubahan geopolitik.
Oleh karena itu, Wapres menaruh harapan yang tinggi terhadap Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang bisa menjawab berbagai tantangan dimaksud.

Guna menghadirkan generasi penerus bangsa yang sehat, unggul, berdaya saing, serta terdepan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, program ini haruslah responsif dan adaptif terhadap kebutuhan sumber daya manusia.

“Semoga program ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun keluarga dan masyarakat Indonesia yang sehat, terdidik, berakhlak, makmur, dan sejahtera,” tandasnya pada acara yang turut dihadiri sejumlah Menteri ini.

Dikemukakan, daya saing bangsa bertumpu pada mutu sumber daya manusianya. Menyadari hal ini, Pemerintah telah menetapkan percepatan penurunan stunting menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.

Untuk itu, Pemerintah Pusat dan Daerah harus terus bersinergi untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan bagi keluarga-keluarga di Indonesia dengan kualitas yang semakin baik. Di tahun ini, seluruh target dalam RPJMN 2020-2024 akan dievaluasi, termasuk target prevalensi stunting 14 persen tahun 2024.

Wapres berharap beberapa hal agar menjadi perhatian. “Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang sudah dilaksanakan, baik terkait capaian, pembelajaran, maupun rekomendasi,” ajaknya.

Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg

Disebutkan, evaluasi ini penting agar program yang sudah dilakukan dapat berlanjut dan menjadi prioritas pemerintahan, selanjutnya  faktor-faktor yang menyebabkan capaian penurunan stunting semakin melambat dalam dua tahun terakhir ini, agar diidentifikasi dan dinavigasi.

Fokuskan strategi dan pendekatan pada pencegahan terjadinya stunting baru, tanpa mengurangi intervensi pada anak stunting, arahkan berbagai intervensi kebijakan pada hal-hal yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk mempercepat penurunan stunting.

Diingatkan agar komitmen dan visi pimpinan terhadap program penurunan stunting, baik di pusat maupun daerah, tetap terjaga, utamanya memasuki masa transisi dan pergantian kepemimpinan di tahun ini.

Kepala BKKBN RI  Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) dalam laporannya menyampaikan bahwa tema Rakernas tahun 2024 seiring dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden untuk menyiapkan kualitas SDM dengan sebaik-baiknya.

“Kita tahu bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 menjadi akhir dari SDGs dan menjadi batu loncatan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, kita harus bebas dari kemiskinan ekstrem, kelaparan, di mana stunting juga menjadi bagian di dałamnya,” ujarnya.

Dokter Hasto, sapaannya menegaskan, tugas BKKBN sangat simpel. Pertama, menjaga Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS). Kedua, bagaimana menciptakan keluarga berkualitas.

Untuk menjaga pertumbuhan penduduk seimbang, BKKBN menggunakan indikator Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total rata-rata.

TFR Indonesia di 1971 sebesar 5. Bahkan ada yang melahirkan 6 hingga 10 anak.
“Dulu, anaknya banyak. Tetapi dengan program pemerintah yang luar biasa dengan jargon Dua Anak Cukup, angka rata-rata perempuan melahirkan ditargetkan 2,1 tercapai di 2024. Ternyata di 2022 TFR sudah menyentuh angka 2,18,” jelasnya.

Atas capaian ini, dokter Hasto menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan sebagai ujung tombak di lapangan, meski disparitas masih terjadi.

Ada daerah yang TFR-nya sudah 2,1, seperti di Jawa, Bali, DI Yogyakarta , DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur. Namun, di sejumlah daerah secara keseluruhan frekuensi kehamilan masih cukup memprihatinkan, seperti NTT dan Papua. “Kesenjangan ini harus bisa dikurangi,” tegasnya.

Di bagian lain sambutannya, dokter Hasto menyatakan mendukung apa yang menjadi target Menteri Kesehatan terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKI dan AKB menjadi indikator derajat kesehatan bangsa.

“Satu bangsa dinilai derajat kesehatannya baik kalau AKI dan AKB nya juga baik. Dan dengan KB yang baik dan program yang ada, akan menurunkan AKI dan AKB,” ujarnya.

Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian, dalam pandangan dokter Hasto, adalah bagaimana pergerakan Age Specific Fertility Rate (ASFR) rentang usia 15-19 tahun. Ternyata, dari tahun ke tahun angkanya turun cukup signifikan. “Setiap 1000 perempuan kalau ditanya sudah hamil atau melahirkan yang menjawab saat ini di angka 20,” jelas dokter Hasto.

Berkaitan dengan bonus demograsi, dokter Hasto menjelaskan, turunnya TFR membuat dependency ratio antara penduduk yang bekerja dan tidak bekerja dan konsumtif semakin turun. Terbukti, tahun 2020 dependency ratio mencapai angka 44,33. Artinya, 100 penduduk yang bekerja menanggung hanya 44 penduduk yang tidak produktif.

Puncak bonus demografi ini sesungguhnya sudah terjadi di 2020. “Kita sering mengatakan bahwa negara ini tengah memasuki bonus demografi. Tetapi secara nasional sebetulnya kita sudah pelan-pelan meninggalkan window opportunity bonus demografi. Hanya saja satu provinsi dengan provinsi lainnya tidak sama,” ujarnya.
.
Dengan demikian, dicoba meluruskan posisi puncak bonus demografi yang ternyata tercapai lebih awal dibanding proyeksi tahun 2015 yang ketika itu diproyeksikan puncaknya terjadi di 2030.

Kenapa bonus demografi maju ? Menurut dokter Hasto, karena TFR nya turun. Selain itu, tren orang nikah menurun signifikan. Sepuluh tahun lalu pernikahan terjadi sebanyak 2 juta pertahun. Saat ini turun menjadi 1,5 juta pertahun.

Tahapan bonus demografi memang tidak merata antar provinsi. Ada provinsi yang sudah masuk tahapan bonus demografi, ada yang sedang berjalan, ada yang agak memprihatinkan seperti NTT. Bahkan provinsi tersebut belum bisa diramal kapan bonus demografinya dicapai.

Selain itu, meningkatkan kualitas SDM, mau tidak mau harus dilakukan. Ketika kualitas meningkat, bonus demografi akan dicapai.

Terkait pertambahan aging population, dokter Hasto menjelaskan, akan otomatis terjadi karena angka harapan hidup penduduk Indonesia meningkat. Yang pasti, tidak ada program pemerintah untuk mengurangi populasi lansia, kecuali pengendalian kelahiran (bayi) melalui pemakaian kontrasepsi.
“Kita harus berhati-hati menghadapi aging population, di mana ‘sandwich generation’ harus menanggung beban.

‘Kalau sandwich generationnya tidak berkualitas memang cukup berat (bagi bangsa ini untuk maju),” ujarnya

Dalam laporannya, dokter Hasto menyinggung juga soal keluarga berkualitas. “BKKBN harus menciptakan keluarga berkualitas. Karena keluarga merupakan fondasi utama, dan kita fokus di dalam keluarga,” ujarnya.

Adapun ukuran kualitas keluarga adalah iBangga. Indeks Pembangunan Keluarga tersebut di atas dihasilkan dari Indeks Ketenteraman (59.44), Kemandirian (53,58), dan Kebahagiaan (71,26). Jika dilihat menurut provinsi, ketiga indeks tersebut bervariasi antar satu provinsi dengan provinsi lainnya.

“Di beberapa daerah walaupun belum mandiri secara ekonomi tapi bahagia banyak, seperti Aceh dan Kalimantan Utara. Di Daerah itu meskipun sebagian penduduknya miskin tapi kebahagian tinggi,” urai dokter Hasto.

Soal stunting, juga disinggung dokter Hasto. Dikatakan, dari tahun ke tahun prevalensi stunting mengalami penurunan signifikan. Meskipun penurunan tersebut belum sesuai harapan, tetapi jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) mengalami penurunan signifikan.

“Jadi, keluarga yang tidak punya air bersih, jambannya tidak standar, rumah kumuh, mengalami penurunan yang signifikan,” jelasnya.

Data yang dimiliki BKKBN menunjukkan, tahun 2023 jumlah KRS sebanyak 11.896.367 keluarga, turun dari 13.123.418 keluarga di 2022.
Dokter Hasto mengatakan, setiap tahun terjadi 1,7 juta pernikahan di Indonesia . Dari pernikahan itu sering calon pengantin (catin) tidak melakukan persiapan menghadapi kehamilan. Perhatian mereka terhadap pre konsepsi sangat rendah.

“Dari 1,5 juta yang menikah di tahun 2023, catin yang bersedia mengukur lingkar lengannya, berat badannya, hanya sebanyak 613.113 calon pengantin. Dari jumlah itu masih banyak yang terlalu kurus, mencapai 140.163 catin,” papar dokter Hasto.

Sementara catin yang mengalami anemia mencapai 20 persen (anemia ringan, sedang, dan berat). “Sebetulmya kalau yang nikah di screening betul, banyak yang bisa ditangkap (ditangani, red) di tingkat hulu. Seharusnya kalau mau hamil harus sehat dulu agar melahirkan bayi yang sehat, terbebas dari stunting,” ujarnya.

Komitmen di 2024, menurut dokter Hasto, BKKBN harus bergerak lebih cepat. Untuk itu, di sela rakernas diluncurkan program Akselerasi dalam Percepatan Penurunan Stunting (SIDAK Stunting). “Kita akan melakukan akselerasi, mendampingi dan beraksi dalam program tersebut. Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan akan siap mendampingi keluarga berisiko stunting,” ujarnya. (Fer)