Meimonews.com – Pandemi Covid-19 memang telah menurun tapi belum berakhir. Itulah sebabnya, program vaksinasi Covid-19 terus-menurus harus dilakukan, yang saat ini sudah vaksinasi dosis ketiga (boster).

Untuk tingkat Provinsi Gorontalo, capaian vaksinasi dosis ketiga dari Kabupaten Pohuwato tergolong rendah, baru mencapai 19 persen.

Itulah sebabnya, Badan Intelegen Negara (BIN) Gorontalo terus berupaya melaksanakan kegiatan vaksinasi termasuk menggelar vaksinasi dosis ketiga di Desa Maleo Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato, baru-baru.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pohuwato, kani menggelar vaksinasi secara massal di Desa Maleo,” ujar Kabagops BIN Gorontalo Talulembang Sule kepada Meimonews.com via telefon, Selasa (30/8/2022).

Digelarnya vaksinasi ini, sebut Sule, karena antusiasme masyarakat Pohuwato untuk vaksinasi mulai menurun terutama vaksinasi dosis ketiga yang capaian tingkat Provinsi Gorontalo baru 19 persen.

Dikemukakan, dengan adanya gelaran vaksinasi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan capaian vaksinasi dan bisa membuat masyarakat terhindar dari Covid-19.

“BIN Gorontalo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi serta diback-up TNI/Polri terus mendorong agar Pemerintah Daerah tidak jemuh-jemuhnya melaksanakan pelayanan vaksinasi untuk mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi dosis ketiga dan mengajak masyarakat vaksinasi agar terhindar dari Covid-19,’ ujarnya.

BIN Gorontalo, menurutnya, berada pada posisi mengimbau, mendorong dan mengajak.

Dengan pelaksanaan vaksinasi di daerah pelosok ini, diharapkan masyarakat semakin antusias dan giat mengikuti vaksinasi termasuk dosis ketiga, meskipun Pandemi Covid-19 mulai menurun tapi belum berakhir. (af)

Meimonews.com – Paroki St. Kristoforus Gorontalo tampil menarik pada Defile Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM) yang diadakan Minggu (17/7/2022).

Defile yang dilombakan oleh Panitia Pelaksana yang diketuai Theodorus Lumi ini diikuti 50-an KBK yang ada di Keuskupan Manado (tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah).

KBK Paroki Gorontalo yang diketuai Alex Maramis dengan Pimpinan Rombongan Talulembang Sule tampil menarik dalam defile yang start dari Kompleks Gereja Tompaso dan finis di Gereja Paroki St. Joseph Kawangkoan.

Di dalam rombongan, ditampilkan kreasi modern  pakaian Karawo (kerawang) yang merupakan kekayaan seni budaya Gorontalo.

Bagi Pimpinan Rombongan Talulembang Sule, kegiatan defile tidak sekedar baris-berbaris tapi juga membawa misi untuk mempromosikan kreasi seni budaya khas Gorontalo, dalam hal ini, pakaian Karawo.

“Hal ini dimaksudkan agar semakin dikenal dan dicintai semakin banyak masyarakat,” ujarnya dalam percakapan singkat dengan Meimonews.com di sela kegiatan.

Lembang (sapaan akrab aktivis/penggerak umat ini), mengakui bahwa tampilan dalam defile ini berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Gorontalo.

Lembang berterima kasih kepada warga setempat dan pengunjung defile yang terlihat sangat mengapresiasi tampilan rombongannya. Halmana, antara lain dibuktikan ketika rombongan melewati rute defile, banyak warga yang meminta izin untuk foto bersama peserta defile yang berpakaian karawo.

Pantauan Meimonews.com juga terlihat hal tersebut. Baik ibu-ibu, bapak-bapak bahkan orang muda berusaha untuk minta foto bersama. Ada yang berfoto selfi tapi ada juga yang menggunakan orang lain sebagai fotografernya.

“Mereka (rombongan defile Gorontalo) tampil menarik. Pakaian kreasi adatnya sedap dipandang. Makanya, kami suka mo bafoto (mau berfoto-Red) bersama,” ujar seorang ibu.

For (untuk-Red) kenang-kenangan. Soalnya, ndak tau (tidak tahu-Red) kapan lagi boleh seperti ini,” ujar seorang bapak. (af)

Meimonews.com – Ada harapan yang disampaikan Dewan Pertimbangan (Depertim) dan Moderator kepada Pengurus dan Anggota PMKRI Calon Cabang (CC) Gorontalo di momen peringatan Dies Natalis ke-75 PMkRI (nasional) yang diselenggarakan di Sekretariat/Margasiswa PMKRI Calon Cabang (CC) Gorontalo St. Yohanes Paulus II, Jl. P. Kalengkongan Kelurahan Tenda Kota Gorontalo, Rabu (25/5/2022).

Talulembang Sule (salah satu Depertim PMKRI CC Gorontalo) berharap, peringatan Dies Natalis ke-75  PMKRI ini menjadi momen bagi PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II untuk ke depan bisa betbuat yang terbaik untuk negara, masyarakat dan gereja.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

“Sebagai mahasiswa Katolik diharapkan mampu berkipah, memberikan yang terbaik, menjadi kader-kader terbaik yang berjuang negara, bangsa dan gereja,” ujar Lembang, sapaan akrab Talulembang Sule, yang bersama Lexie Kalesaran (Pembina) menjadi pemrakarsa kehadiran PMKRI Gorontalo.

Selain itu, Lembang menegaskan, kader-kader PMKRI harus kritis dan mengambil peran bila ada hal-hal berkaitan dengan permasalahan kebangsaan. “Kader-kader PMKRI termasuk di Gorontalo harus tampil terdepan dalam menanggapi isu-isu nasional,” harapnya.

Baca juga : Wujud Peduli Lingkungan, Karyawan Freshmart Bersih-bersih Muara Sungai Sario

Sementara Pastor Ronny Singal Pr (Moderator) menegaskan, tema yang diusung dalam dies kali ini yakni Kolaborasi Membangun Negeri berarti ada semacam cita-cita untuk mampu bersinergi, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

“Entah dengan Pemerintah dan Gereja, untuk menjadi satu kekuatan dalam membangun Indonesia yang kita cintai,” ujar Pastor Ronny yang adalah juga Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo.

Baca juga : Pertama Kali Ikut Lomba OSN, SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Siapkan 10 Siswa

Dies Natalis ke-75 PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) St. Thomas Aquinas (nasional) 25 Mei 2022 yang diselenggarakan PMKRI Gorontalo diawali Misa Syukur yang dipersembahkan Moderator Pastor Ronny Singal Pr.

Usai misa dilanjutkan dengan Sidang Kehormatan yang dipimpin Ketua Presidium PMKRI CC Gorontalo St. Yohanes Paulus II Jujur Marpaung, dengan agenda antara lain pembacaan sejarah lahir PMKRI (nasional), sambutan-sanbuatan, selayang pandang kegiatan PMKRI Gorontalo dan penyerahan sertifikat bagi yang telah lulus MPAB (Masa Penerimaan Anggota Baru).

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Acara selanjutnya adalah Syukuran yang ditandai pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Presidium PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II Jujur Marpaung dan diserahkan kepada Pastor Ronny Singal Pr, Pembimas Reine Koraag serta Depertim Daud Sandalayuk dan Wimala Weliangan. Setelah itu, makan bersama.

Kegiatan dies ini dihadiri Moderator PMKRI CC Gorontalo Pastor Ronny Singal Pr, Pembimas Katolik Kemenag Gorontalo Reine Koraag, Depertim Talulembang Sule, Daud Sandalayuk dan Wimala Weliangan, Pembina Lexie Kalesaran, Pengurus dan Anggota PMKRI Gorontalo, Pengurus Kelompok Kategorial dan Teritorial Paroki St. Kristogorus Gorontalo serta undangan lainnya. (af)

Meimonews.com – Kepemimpinan dan pengambilan keputusan sangat erat kaitannya. Sebab, dalam menjelaskan fungsinya sebagai pemimpin diharuskan mempu membuat keputusan dengan baik dan tepat.

Salah satu gaya kepemimpinan yang relevan dibahas dalam POF (Pekan Orientasi Fungsionaris) PMKRI Calon Cabang Gorontalo ini adalah kepemimpinan tim. Yaitu kepemimpinan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pengembangan tim yang kuat dan solid dalam mengemban berbagai tugas yang ada dalam organisasi.

Hal tersebut disampaikan Talulembang Sule, SH (Dewan Pertimbangan PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II) ketika berbicara pada POF PMKRI Calon Cabang Gorontalo di sekretariat / margasiswa ormas tersebut, Minggu (20/2/2022).

POF PMKRI Calon Cabang Gorontalo yang diikuti belasan peserta termasuk DPC PMKRI Calon Cabang Gorontalo ini dilaksanakan Sabtu – Minggu (21-22/2/2022) dengan menampilkan sejumlah pembicara / narasumber termasuk Penasehat Rohani PMKRI Calon Cabang Gorontalo RD Ronny Singal yang adalah juga Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo.

“Kepemimpinan tim merupakan gaya kepemimpinan yang diterapkan pada kepengurusan PMKRI yang dikenal dengan istilah kepemimpinan yang kolektif / kolegial yaitu sistem kepemimpinan yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan keputusan,” ujar Sule.

Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquinas ini menjelaskan, team work adalah sekelompok orang yang bekerja demi meraih sasaran / tujuan organisasi / kelompok. Mereka menikmati pekerjaan itu dan mampu meraih hasil terbaik berkualitas tinggi dari kerjasama mereka itu.

Ada 10 syarat team work,.menurutnya. Yaitu memiliki tujuan yang jelas, lingkungan kerja yang kondisif, gaya kepemimpinan yang terbuka, rasa memiliki yang tinggi, menghargai keunikan dari setiap anggota, mendorong kreativitas dan inovasi, mampu mengatasi konflik, menjalankan pola kepemimpinan partisipatif, membuat keputusan bersama-sama, tim terus memperbaiki diri dan bersama – sama.

“Kunci keberhasilan dari team work berada di tangan pemimpin,” tandas Sule yang membawakan materi berjudul Team Work, Empowerment dan Inovasi, yang dipandu Ketua Presidium PMKRI Gorontalo Jujur Marpaung.

Menurut Sule, ada tujuh proses / tahapan pengambilan keputusan yaitu pengenalan masalah, perumusan masalah, pencarian alternatif, pemilihan alternatif, pengambilan keputusan, evaluasi, dan solusi.

Berhubungan dengan empowerment, disebutkan, konsep empowerment (pemberdayaan) dikaitkan dengan adanya dua premise mayor yaitu ‘kegagalan’ dan ‘harapan.’

Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model kepemimpinan dalam menanggulangi masalah manajemen organisasi sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif – alternatif kepemimpinan yang memasukkan nilai – nilai kepemimpinan yang partisipatif.

Perilaku kepemimpinan partisipatif perlu dikembangkan organisasi PMKRI yakni pemimpin yang berkonsultasi dengan anggota (pengurus lainnya) dan menggunakan saran mereka sebelum mengambil suatu keputusan.

“Tujuan organisasi hanya dapat dicapai jika didukung oleh tim kerja yang baik. Metode untuk meningkatkan kinerja yaitu diskriminasi, pemberian harapan, pengembangan dan komunikasi,” ujar Sule.

Terkait dengan inovasi, dijelaskan, inovasi adalah alat bagi organisasi atau individua dalam menciptakan sumber daya baru untuk meningkatkan kinerja atau menghasilkan suatu produk baru.

Inovasi organisasi adalah sebuah adopsi gagasan atau perilaku baru dalam organisasi seperti produk atau jasa baru, teknologi baru, struktur dan sistem administrasi baru atau perencanaan dan program baru dalam organisasi. Inovasi membutuhkan proses dan waktu untuk mencapai tujuannya.

Kepemimpinan di PMKRI, ungkap Sule,.tidak boleh bersifat pasif. menunggu, reaktif tapi harus mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dan secara aktif mengkaji dan mengembangkan inovasi dalam pengembangan manajemen, pola pengkaderan dan strategi perjuangan

“Hal tersebut agar PMKRI mampu menghasilkan kader – kader yang disegani, militan dalam membela kepentingan gereja, bangsa dan negara berdasar empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” jelas Kabagops BIN Gorontalo ini.

Keberhasilan mewujudkan visi masa depan pengkaderan PMKRI, menurutnya, sangat bergantung dari kepemimpinan ada di tubuh PMKRI. Oleh sebab itu, perlu tingkatkan tim kerja yang solid, kuat, inovatif dan berkinerja.

“Lakukan evaluasi dan perbaikan serta peningkatan kualitas dan kuantitas terhadap berbagai program di tiga bidang yakni kristianitas, intelektualitas dan fraternitas,” saran alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado ini. (lk)

Meimonews.com – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Gorontalo dengan menggandeng Dinas Kesehatan, BKKBN dan mitra masyarakat mengelar kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) di Desa Tenggela, Kabupaten Gorontalo, Senin (22/11/2021).

Ratusan lansia mendapat pelayanan vaksinasi gratis di kegiatan yang merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah ini.

Kepala Bagian Operasional (Kabagops) BIN Daerah Gorontalo Talulembang Sule menjelaslam, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah mewujudkan kekebalan komunal dari penularan virus corona jenis baru itu.

“Kami menyasar siswa pelajar baik yang ada di SMP, SMA, madrasah dan masyarakat. Kami laksanakan secara door to door (dari rumah ke rumah). Demikian juga untuk kaum lansia yang kali ini dilaksanakan di Desa Tenggela,” jelasnya kepada Meimonews.com,  Selasa (23/11/2021.

Ditambahkan, vaksinasi tersebut dilakukan agar pada akhir 2021 sasaran strategis pemerintah bahwa vaksin menjangkau seluruh komunitas bisa terpenuhi.

“Pada akhir tahun 2021 ini kita menargetkan menghabiskan 25.700 dosis, dan besok kami akan pusatkan kegiatan di Kabupaten Boalemo dengan akan dihadiri oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Alumni Fakuktas Hukum Unsrat Manado ini mengaku sejak Presiden Joko Widodo mencanangkan seluruh instansi pemerintah untuk mendukung program vaksinasi, BIN langsung melaksanakannya.

“Baik dari segi aspek penjagaan, sosialisasi, maupun terjun langsung bekerjasama dengan lintasinstansi terkait,” sebut Lembang, sapaan akrabnya.

Petugas kesehatan melakukan skrining kesehatan warga lansia sebelum disuntikan vaksin Covid-19. (lk)

Meimonews.com  – Guna mematangkan keberadaan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Boalemo maka Pengurus LP3KD Provinsi Gorontalo menggelar raoat bersama Pengurus LP3KD Boalemo.

Rapat yang dipimpin Handoyo Sugiharto (Ketua LP3KD Gorontalo) di Sekretariat Paroki St. Theodorus Kaaruyen, baru-baru tersebut diikuti Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyen Pastor Nicodenus M. Rumbayan MSC.

Dalam rapat, selain mendengar laporan persiapan pembentukan/pengesahan dari Pengurus LP3KD Boalemo, dibahas pula langkah-langkah agar Pengurus LPK3D Kabupaten Boalemo bisa dilantik oleh Bupati/Pemerintah setempat.

Menurut laporan Ketua Pengurus LP3KD Boalemo Ermanto Banjarnahor, pengesahan/pelantikan Pengurus LP3KD Kabupaten Boalemo belum bisa terjadi karena terkendala di Pemerintah Kabupaten Boalemo.

“Belum bisa dilantik oleh Bupati karena belum ketemu beliau atau staf Pemkab,” ujar Ermanto yang dibenarkan Kathryn Surusa (Sekretais) saat rapat serta berharap agar ada jalan keluarga agar secepatnya Pengurus yang telah ada bisa melakukan aktivitas/kegiatan.

Sejumlah langkah disepakati untuk dilaksanakan dengan melibatkan pihak-pihak terkait agar Pengurus LPK3D Boalemo dapat dilantik oleh Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Bupati Boalemo.

Ada beberapa kegiatan/program disiapkan untuk dilaksanakan setelah adanya pengesahan/pelantikan pengurusnya.

Pastor Nico yang baru menjadi Pastor Paroki Kaaruyen mendukung keberadaan LP3KD di Boalemo dan berharap agar pengurus LP3KD Boalemo segera dilantik/disahkan.

“Dengan telah dilantik dan disahkannya kepengurusan LP3KG Boalemo maka diharapkan ada kegiatan yang sudah bisa dilaksanakan,” ujar Pastor Nico.
Hal senada disanpaikan Humas LPK3D Provinsi Gorontalo Talulembang Sule.

Oleh kiranya, sejumlah langkah disarankan untuk dilakukan Pengurus LP3KD Boalemo.

“Semoga dalam waktu tidak terlalu lama, Pengurus LP3KD Boalemo sudah dilantik dan disahkan oleh Bupati sehingga sejumlah progran yang telah disiapkan bisa segera dilaksanalan,” ujar Sule (lk)