Meimonews.com – Hari ini, Minggu (1/1/2024) gereja Katolik merayakan tiga peristiwa penting secara bersamaan yakni Hari Raya Maria Bunda Allah,Tahun Baru dan Hari Perdamaian Sedunia.

Oleh karena itu, saat memberikan kotbah di gereja Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr (Pastor Rekan) mengupas makna tiga peristiwa penting itu yang didengar umat paroki setempat yang mengikuti misa pertama ini.

Berkaitan dengan Maria Bunda Allah, seperti yang termuat dalam bacaan Injil Lukas 2:16-21, Pastor Made menjelaskan, (Bunda) Maria memberi teladan hari ini, ‘Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya.’

Ditegaskan, menyimpan pergumulan dan pengalaman hidup saja tidak cukup. Jika pengalaman itu baik pasti ada rasa bersyukur, namun jika pengalaman itu buruk maka yang akan lahir adalah dendam, karena hanya menyimpan dendam, karena hanya menyimpan tanpa ada permenungan.

“Maka menyimpan pengalaman dan merenungkan dalam hati adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Merenungkan pengalaman dalam hidup adalah karakter hidup dari Maria Bunda Allah,’ ujar Ketua Komsos Keuskupan Manado ini.

Merenungkan dalam hati atas apa yang dialami, menurutnya, menjadi semangat hidup Bunda Maria untuk bisa mendengarkan dalam hati suara Allah dan apa yang menjadi kehendak Allah di dalam diri.

Merenung bukan berarti kita menghayal akan apa yang akan terjadi ke depan, namun merefleksikan pengalaman seraya memetik hikmah dan belajar dari apa yang terjadi. Bermenung menjadi kesempatan untuk sejenak membuka hati mendengarkan suara Allah di dalam hati kita. Untuk menjadi motivasi bergerak ke depan.

“Maria sebagai Bunda Allah hari ini sungguh memberi teladan bagi kita bahwa dia yang melahirkan Putra Allah tidak larut hanya dalam kegembiraan semata namun mampu memberi sukacita kepada orang yang menjumpainya,” tandasnya.

Dikemukakan, tahun yang baru ini juga memberi kesempatan  kepada kita untuk melahirkan buah damai dari permenungan atas pengalaman hidup yang kita alami. Damai yang lahir dari refleksi atas pengalaman hidup sebagai Bunda Maria yang merenungkan semua kehendak Allah sehingga layak menjadi bunda Allah, Sang Damai.

“Hari ini juga merupakan Hari Perdamaian Sedunia. Jadikanlah pengalaman hidup yang lalu dan yang akan kita jalani sebagai bekal untuk membawa damai bukan permusuhan, dan kesatuan bukan perpecahan. Maka renungkanlah awal perjalanan yang akan kita mulai hari ini agar benar-benar membawa damai dan sukacita,” ujarnya mengajak.

Karena itu, tambahnya, tahun yang baru ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk sejenak bermenung atas apa yang menjadi keberhasilan tahun lalu dan juga mungkin kegagalan untuk bergerak maju dengan iman yang kokoh.

Berilah dalam hari-hari kita waktu sejenak untuk bermenung, membiarkan Allah berbicara dalam hati kita. Memberi waktu sejenak untuk mendengarkan suara Allah. Semua itu akan dapat kita temui dalam doa-doa kita dan dalam perjumpaan kasih dengan sesama. Sehingga hidup kita tetap bersukacita bukan hanya saja pada saat Natal tetapi juga untuk hari-hari selanjutnya. Bukan hanya untuk pribadi kita sendiri tetapi juga untuk orang lain yang kita jumpai.

Semoga tahun ini, sebutnya, kita dapatkan yang baru, lupakan masa lalu, biarlah berlalu. Tahun lalu mungkin kelabu, sampai buat luka membiru, sudahlah tak perlu ada yang tahu. Semoga saja jalan ke depan ini tak berliku.

“Semoga ada semangat yang baru, warnai hidup yang mungkin kadang abu- abu. Maka mulailah hari ini dengan pasti, jangan pernah ragu. Berilah waktu untuk sejenak bermenung dan berseru dalam doa dan syukur, seperti Maria yang berserah pada Allah,” harap Pastor Made. (lk)

Meimonews.com – Ada pesan penting yang disampaikan Walikota Manado Andrei Angouw ketika memberikan sambutan pada acara Doa Bersama Lintas Agama Akhir Tahun 2021.

Walikota berpesan agar kita menutup tahun 2021 ini dengan rasa syukur dan mengajak menyongsong tahun depan (2022) dengan harapan dan komitmen.

“Mari berubah menjadi lebih baik, lebih matang dan lebih bijaksana sekaligus kita jaga kehidupan bersama kita dengan orang lain dimanapun kita berada,” ujar Walikota pada acara yang diadakan di ruang Serbaguna Pemkot Manado, Selasa (28/12/2021).

Walikota menyampaikan rasa syukur karena dapat melalui sepanjang tahun 2021 yang segera akan berakhir ini dengan baik.

Kegiatan doa bersama yang diselenggarakan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Manado ini direspon positif oleh walikota sebagai bentuk kerukunan dalam keberagaman serta keharmonisan hidup antar umat beragama.

Doa bersama dilakukan oleh seluruh agama dengan menyampaikan doa masing-masing.

Hadir dalam kegiatan ini Asisten I Heri Saptono, Bagian Kesra Pemerintah Kota Manado, Ketua BKSUA Kota Manado Pendeta Yudi Tunari beserta para tokoh agama dari semua agama yang ada.

Mengingat situasi dan kondisi saat ini masih terkait dengan wabah Covid-19, sehingga doa bersama ini dilakukan dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Bagi pejabat dan tokoh agama yang tidak hadir secara fisik, mengikuti rapat ini secara online/virtual yang dilakukan dengan menggunakan teknokogi Video Conference melalui Aplikasi Zoom Cloud Meeting yang diakses pada handphone/laptop dari tempat masing-masing. (lk)