Meimonews.com – Langkah/upaya penting yang dilakukan Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan jajaran yakni Pusat Kesehatan Masyarakat terkait frambusia membuahkan hasil baik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengapresiasi langkah/upaya yang dilakukan itu dengan memberikan Sertifikat Bebas Frambusia.

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus di dampingi Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay pada acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang diadakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (25/11/2025).

Hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda Sulut, para Kepala Daerah se-Sulawesi Utara, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, perwakilan tenaga kesehatan, perwakilan organisasi profesi, serta undangan lainnya.

Momentum peringatan HKN 2025 yang mengusung tema Generasi Sehat, Masa depan hebat ini menjadi penguat komitmen pembangunan kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus ajang konsolidasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat Sulut yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Pemberian sertifikat ini karena Pemkot Manado berhasil mengeliminasi penyakit tersebut di ibukota Provinsi Sulut.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja berkelanjutan Pemkot Manado melalui Dinas Kesehatan dan 16 Puskesmas yang secara konsisten melakukan surveilans aktif, deteksi dini, serta penanganan kasus. (elka)

Meimonews.com – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si menerima Sertifikat Bebas Frambusia Tahun 2023 dari Kemenkes RI saat menghadiri acara puncak Peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Penyerahan sertifikat dilakukan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di dampingi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes Dr. dr .Maxi Rein Rondonuwu, MARS.

Penerimaan sertifikat dari Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia) ini membuktikan bahwa kondisi sanitasi di Kabupaten Minahasa sangat baik, meskipun kondisi cuaca kurang mendukung,” sebut Bupati melalui Kadis Kominfo Minahasa Maya Kainde, SH, MAP.

Kainde pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk stakeholder yang sudah bekerjasama dalam mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Untuk mempertahankan status bebas frambusia, tentunya harus menjaga kesehatan melalui pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Diketahui, frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, dan sangat menular. Dan infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk. Penyakit ini juga banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun. (Fer)