Meimonews.com – Sebanyak 46 siswa Sekolah Lansia (Lanjut Usia) Anugerah El’Sadday Tahuna diwisuda bersamaan waktu pelaksanaannya dengan dlaunchingnya 2 sekolah lansia di Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe tersebut.

Wisuda dan launching dilakukan Tim Kerja Lansia dan PEK serta Tim Kerja Latbang BKKBN Sulut mewakili Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg di Gedung Gereja El’Syadday Manente Tahuna, Kamis (22/8/2024).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dimas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe Dra. Olgha Makasidamo (mewakili Pj. Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, para Camat, para Lutah dan Sinode GMIST.

Dua sekolah Lansia yang dilaunching adalah Sekolah Lansia Sengkanaung Efrata Tahuna dan Sekolah Lansia Senggihilang Galilea Tapuang.

Wisuda dilakukan Ir. Ronny Sumilat mewakili Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulut sementata sambutan mewakili Kaper dibawakan Ketua Tim Kerja Lansia dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) Maurend Lesar, S.Sos

Kaper dalam sambutannya diwakili Maurend menjelaskan Sekolah Lansia bertujuan untuk mewujudkan lansia yang SMART (Smart, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat) sebagai bagian dari pembangunan ketahanan keluarga.

Sekolah Lansia dibentuk untuk menjawab tantangan bahwa saat ini Indonesia memasuki periode aging population (populasi menua) dimana semakin meningkatnya angka harapan hidup yang juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat melalui program pengembangan kelanjutusiaan.

Kadis Pendidikan dalam sambutannya mewakili Pj. Bupati mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua pihak yang sudah bersinergi sehingga bisa terselenggaranya wisuda bagi para lansia di Sekolah Lansia Smart Anugerah El-Syadday Tahuna Tahun Ajaran 2023-2024.

“Terimakasih yang tulus serta apresiasi disampaikan kepada Sekolah Lansia Anugerah yang merupakan salah satu sekolah lansia yang dianggap telah sukses dan berhasil membuat lansia hidup lebih berkualitas dan produktif,” ujarnya.

Dijelaskan, sekolah Lansia merupakan salah satu solusi dalam menghadapi ledakan penduduk lanjut usia. Sekolah ini juga merupakan Program Pemerintah mengembangkan potensi dirinya serta memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak yang mulia serta keterampilan. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 25 siswa sekolah lansia (lanjut usia) Maudit Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara diwisuda bersamaan dengan pencanangan tiga sekolah lansia, Jumat (26/7/2024).

Bupati Minahasa Utara Joune JE. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si memimpin prosesi wisuda di dampingi Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg.

Turut hadir Ketua Tim Kerja Ketahanan Lansia dan Pemberdayaan Keluarga/AKU Agustien Mamahit, SE, M.Si dan Tim BKKBN Perwakilan Sulut, Ketua TP PKK Minut Ny. Rizya Ganda-Davega, Kepala OPD KB Minut dr. Jane M.S Symons, M.Kes, Asisten III Kabupaten Minut Drs. Evino Dondokambey.

 

Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan selama enam bulan, dengan dua kali pertemuan setiap bulan. Dari 30 siswa yang terdaftar, 25 siswa berhasil menyelesaikan program dan diwisuda.

Tiga sekolah lansia bsru yang dicanangkan adalah Sekolah Lansia Mata Hari di Desa Kaimo, Sekolah Lansia Sentra Kendis di Desa Talawaan, dan Sekolah Lansia Bahagia di Desa Kauditan I.

Di waktu bersamaan dilakukan pula penyerahan BKB KIT Stunting kepada 31 kelompok, sebagai bagian dari upaya mencegah dan menangani masalah stunting di daerah ini.

 

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kabupaten Minahasa Utara untuk terus berinovasi dalam menyediakan layanan bagi lansia, serta memberikan perhatian yang lebih terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menghadapi isu-isu kesehatan seperti stunting. (FA)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara mewisuda 66 siswa Sekolah Lanjut Usia (lansia) di Desa Munte Kabupaten Minahasa Selatan untuk mengantisipasi terjadinya banjir populasi menua atau aging population.

Kegiatan yang dilaksanakan, Jumat (19/4/2024) ini dihadiri Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dan staf serta Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, Ketua TP-PKK Minsel Elsje Rosje Wongkar Sumual, Sekda Minsel Glady Kawatu, SH, M.Si, Forkopimda Minsel, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Minsel, dan Forum Koordinasi Pimpinan  Kecamatan.

Sekolah lansia adalah pendidikan non formal sebagai upaya pemberian informasi, pelatihan tentang kesehatan, sosial budaya agar lansia dapat hidup bahagia sejahtera.

“Ini merupakan komitmen BKKBN untuk mewujudkan lansia Indonesia yang sehat, mandiri, aktif,  produktif, dan bermartabat (Smart), sebagai bentuk integrasi program bina keluarga lansia (BKL) dan sekolah lansia,” ujar Tandaju saat memberikan sambutan.

Diungkapkan, Sekolah Lansia Smart  Pakalowiren  merupakan sekolah lansia  pertama di Sulawesi Utara dengan sasaran usia pra lansia 45 tahun ke atas.

Sekolah Lansia Smart Pakalowiren   diluncurkan pada 9  September 2023 lalu dengan pembelajaran selama enam bulan (September 2023 hingga April 2024).

Untuk pertama kalinya, sekolah ini telah meluluskan 66 siswa pada angkatan pertamanya dengan predikat Sangat Baik dan Baik.

Tandaju berharap, sekolah lansia ini akan terus berlanjut di desa lainnya di Kabupaten Minahasa Selatan dan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulut.

Menurutnya, alumni Sekolah Lansia Smart Pakalowiren dapat menjadi motivator bagi lansia lainnya yang ada di Desa Munte agar tetap berkarya. “Semangat lansia dalam menimba ilmu ini juga dapat menjadi contoh bagi generasi muda,’ ujarnya.

Disebutkan, pendidikan bagi lansia merupakan salah satu hal penting. Ini menunjukkan bahwa lansia memiliki semangat belajar yang tinggi, menjadi pribadi yang sehat dan produktif.

“Menjadi tua adalah sebuah perjalanan hidup yang pasti terjadi, tetapi menjadi sehat dan terus produktif di usia senja adalah pilihan,” ujar Tandaju.

Sekolah lansia merupakan sebuah upaya dari pemerintah untuk mewujudkan lansia Indonesia yang tangguh dan tujuan program sekolah ini yakni untuk meningkatkan kualitas kegiatan BKL dan tujuh dimensi lansia tangguh, yang mencakup spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional dan kejujuran, serta lingkungan. “Usia tua tidak menjadi penghalang untuk menimba ilmu,” tandas Tandaju.

Bupati Minahasa Selatan Franky Donny  Wongkar, SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para lansia yang diwisuda.

Dengan hadirnya program sekolah  Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL), sebutnya menjadi  Solusi  dalam  meningkatkan potensi lansia khususnya  bagi lansia yang masih potensial dalam  keluarga dan masyarakat  untuk  mewujudkan lansia yang Smart.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Dinas PPKB Kabupaten Minsel dan  Pemerintah Daerah dan segenap  masyarakat Desa  Munte atas  semangat, antusiasme dan dedikasi  dalam pelaksanaan  program ini,” ujar Wongkar.

Bahkan, sambungnya, telah  mengikuti  kegiatan penilaian Kampung  Keluarga  Berkualitas (KB) tahun  2024 dan berbagai kegiatan strategis lainnya yang  merupakan bentuk partisipasi dan  kontribusi yang telah diberikan,’ ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wongkar mengajak seluruh masyarakat  Desa  Munte untuk terus berjuang dan solid bergerak bersama dengan Pemerintah  Kabupaten Minahasa Selatan.

Sebagai siswa terbaik putra diraih Rori  Mongkau sementara putri oleh Lientje  Assa.

Di acara tersebut, turut diserahkan  piagam penghargaan Keluarga  Harmonis kepada keluarga Mongkau-Piri  dan keluarga Ngayow-Piri. (Fer)

Meimonews.com  – BKKBN Sulut menggelar Sekolah Lansia (Pembentukan Sekolah Lansia di Kelompok Bina Keluarga) di Hotel Ibis Manado, Senin-Selasa (14-15/8/2023).

Kegiatan ini dibuka pelaksanannya oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng di dampingi Ketua Pokja Pembangunan Keluarga dr. Alfrida Bayang, M. Kes dan Pelaksana Kegiatan Nelly Mamahit, SH.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Ketahanan Lansia BKKBN Pusat yang diwakili dr. Elsa Pongtuluran, M.Kes, Direktur Institusi Ramah Lansia Dr. Tri Suratmi, M.Pd, Direktur Poltekes Gunung Maria Henny Pongantung, NS, MSN, DN, SC, pengelola program lansia OPD KB, kader/pengurus kelompok Bina Keluarga Lansia, PLKB pendamping kelompok Bina Keluarga Lansia terbaik, Juang Kencana Sulut, PWRI Sulut,  dan Komisi Daerah Lansia Sulut.

Dalam sambutannya, Tandaju mengungkapkan, salah satu permasalahan penting dalam pembangunan keluarga adalah tingkat kualitas hidup lansia yang masih rendah.

BKKBN, sebutnya,  termasuk salah satu lembaga pemerintah yang turutserta melaksanakan program pembangunan keluarga lansia dan rentan dengan tujuan mewujudkan lansia yang SMART (sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat).

Oleh karenanya, perlu adanya upaya pencegahan dan pembinaan non formal mengenai kesehatan, spiritual dan sosial melalui kegiatan sekolah lansia.

Dikemukakan, sekolah lansia merupakan pembelajaran bagi lansia, terutama lansia yang masih potensial di dalam keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan lansia yang SMART melalui 7 Dimensi Lansia Tangguh yakni dimensi spiritual, dimensi fisik, dimensi emosional, dimensi intelektual, dimensi sosial kemasyarakatan, dimensi profesional vokasional dan dimensi lingkungan. (Fer)