Meimonews.com – Dua mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Manado ikut dalam program Summer Session (belajar singkat) di Jepang.

Kedua mahasiawa tersebut adalah Michael Riando Manurung (Program Studi Ilmu Kelautan) dan Mikael Wicaksono Yudiantara (Program Studi Budidaya Perairan).

Kedua mahasiswa ini penerima JASSO Scholarship yaitu beasiswa pemerintah Jepang untuk studi dan biaya hidup selama 2 (dua) bulan.Untuk tiket Manado-Fukuoka (pp) dibiayai oleh Unsrat.

Mereka akan berangkat Rabu (31/7/2024) untuk mengikuti program summer field course di AMBL Kyushu University 1 Agustus sampai 30 September 2024.

Pelepasan kedua mahasiswa tersebut dilakuksn Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng di dampingi Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi, Sc (Wakil Rektor 2 Unsrat/Dekan FPIK Unsrat) di Gedung Rektorat Unsrat, Senin (29/7/2024).

Kedua mahasiswa tersebut mengikuti program ini karena FPIK Unsrat memberi peluang bagi mahasiswa S1 dan S2 untuk mengikuti program belajar singkat (summer session) di luar negeri.

Program sejenis telah dan terus dikembangkan oleh FPIK Unsrat untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk kuliah dan praktik di universitas ternama di luar negeri.

Program ini terlaksana atas kontribusi Dosen FPIK yang pernah studi di luar negeri untuk merintis kerjasama dengan Universitas tempat mereka belajar dahulu.

Pertama, mahasiswa S1 di Amakusa Marine Biological Laboratory (AMBL), Kyushu University Japan. Kedia, mahasiswa S2 Ilmu Perairan, Tropical Fisheries with International Linkage (TFIL).

Kedua program ini adalah program kerjasama yang dilaksanakan oleh FPIK Unsrat dengan Universitas di luar negeri yakni Kerjasama dengan Kyushu University Japan melalui Amakusa Marine Biological Laboratory (AMBL), untuk program summer field course ada 2 (dua) mahasiswa S1. (FA)

Meimonews.com – Pemilu Serentak 2024 telah selesai diselenggarakan, namun sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan pesta demokrasi bangsa Indonesia tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang sulit untuk diselesaikan.

Evaluasi penyelenggaraan Pemilu dan upaya perbaikan sistem tahapan Pemilu yang adil bagi pemilih menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Untuk maksud tersebut FISIP Unsrat akan menggelar seminar nasional (Semnas) tentang Tata Kelola Pemilu Ramah HAM di Aula FISIP Unsrat, Selasa (30/7/2024).

Hal tersebut disampaikan Dekan FISIP Unsrat Manado Dr. Daud Markus “Ferry” Liando, SIP, M.Sie kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (29/7/2024).

Evaluasi ini, sebutnya, bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan faktor penyebab masalah kepemiluan yang terjadi pada penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

‘Evaluasi ini diperlukan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem tahapan Pemilu yang ada. Melalui evaluasi ini, diharapkan lahir suatu rekomendasi perbaikan yang dapat diimplementasikan untuk memperbaiki sistem tahapan Pemilu dan memastikan Pemilu yang adil dan ramah HAM bagi setiap pemilihan,” jelasnya.

Ketua Panitia Jovano Alva Palenewen menambahkan, semnas ini merupakan kerjasama dengan Komnas HAM dan akan menghadikan narasumber Wakil Ketua Komnas HAM Pramono Ubaid TantowiTantowi dan Rektor Unsrat Manado Prof, Dr! Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng.

Peserta semnas terdiri dari aktivis penyelenggara Pemilu, aktivis perempuan, komunitas disabilitas, aktivis lingkungan, kelompok rentan, media, ormas, dosen dan mahasiswa. “Kegiatan dimulai pukul 12.00 wita yang diawali makan siang,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan seminar bertema Peningkatan Kompetensi Dosen yang Belum Memiliki Sertifikat Pendidik di Kantor Pusat Unsrat, Jumat (26/7/2024).

Seminar ini menghadirkan dosen-dosen yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Wakil Rektor Unsrat Bidang Umum dan Keuangan Dr. Ir. Royke Montolalu, S.Pi, M.Si dalam sambutannya mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di universitas.

“Sertifikasi pendidik bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kemampuan mengajar dosen demi terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien,” tandasnya.

Dikemukalan, Universitas Sam Ratulangi berkomitmen untuk terus mendukung dosen-dosen dalam meningkatkan kompetensinya melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.

“Kami berharap dengan adanya seminar ini, para dosen dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka dan segera mendapatkan sertifikat pendidik,” sebutnya. (FA)