Meimonews.com – Unsrat (Universitas Sam Ratulangi) menggelar Sidang Terbuka Senat dengan agenda Wisuda Program Doktor, Magister, PPDS, Profesi dan Sarjana Gelombang II TA 2026/2027.

Pelaksanaan wisuda di auditorium Unsrat Manado, Kamis (22/10/2026) yang diadakan dua sesi yakni sesi pagi dan sesi siang ini dihadiri pimpinan dan anggota universitas, pimpinan dan staf Unsrat, pimpinan dan staf Fakultas se-Unsrat, pejabat mewakili Gubernur Sulut serta para wisudawan dan keluarga.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 1.299 orang yang diwisuda pada gelombang II TA 2026/2027.

Sesi pagi diikuti 706 lulusan dengan perincian Program Doktor (S3) 10 orang, Program Magister (S2) 60 orang, Program Pendidikan Profesi Insinyur 1 orang,, dan Program Sarjana (S1) 635 orang.

Untuk sesi siang 593 lulusan dengan perincian Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS-1) 21 orang, Program Pendidikan Profesi 17 oramg, dan Program Sarjana (S1) 555 orang.

“Dengan demikian, sampai sekarang ini, lulusan Universitas Sam Ratulangi seluruhnya berjumlah 125.768 lulusan,” ujar Pinaria.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutannya menegaskan, semangat Sumpah Pemuda juga sangat dekat dengan makna wisuda. Para pemuda dari berbagai latar belakang menunjukkan, perbedaan dapat dipertemukan dalam tujuan bersama. Semangat tersebut perlu dilanjutkan melalui kerja dan pengabdian.

“Jagalah persaudaraan yang telah tumbuh selama masa studi. Perluas pergaulan Saudara, hormati orang yang berbeda pendapat, dan bangun kerjasama untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ujarnya.

Di ruang digital pun, sambungnya, tunjukkan kedewasaan sebagai insan terdidik. Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sampaikan pendapat dengan santun. Gunakan pengetahuan untuk membantu masyarakat
memahami persoalan dengan lebih jernih.

Menurut Jompa, sesudah hari ini, perjalanan para wisudawan akan menempuh arah yang berbeda. Ada yang melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau kembali ke daerah asal untuk mengabdi. “Apa pun jalan yang saudara pilih, saya ingin menitipkan tiga pesan,” ujarnya.

Pertama, teruslah belajar. Dunia akan terus berubah, dan para wisudawan perlu tumbuh bersama perubahan itu. Bersikaplah terbuka terhadap pengetahuan baru. Jangan malu bertanya atau memulai sesuatu dari dasar. Kemauan belajar akan membantu para wisudawan.menemukan peluang dan menghadapi tantangan.

Kedua, jagalah integritas. Akan ada situasi yang menguji kejujuran dan prinsip para wisudawan. Pertimbangkan setiap keputusan dengan hati-hati. Pilihlah langkah yang dapat dipertanggungjawabkan kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Tuhan.

Ketiga, jadikan ilmu para wisudawan bermanfaat. Mulailah dari lingkungan terdekat. Bantulah menyelesaikan persoalan yang para wisudawan pahami. Sumbangkan gagasan, tenaga, dan keahlian dengan sungguh-sungguh. Pengabdian dapat dimulai melalui pekerjaan sehari-hari yang dilakukan dengan baik.

“Sebagai alumni Universitas Sam Ratulangi, Saudara membawa semangat Si Tou Timou Tumou Tou: manusia hidup untuk memanusiakan manusia. Rawatlah semangat itu melalui kepedulian dan kesediaan membantu orang lain tumbuh,” ujar Jompa. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado menggelar Evaluasi Lapangan Usul Pembukaan Program Studi (Prodi) Biologi dan Kimia Program Doktor yang pembukaanya diadakan di Ruang Senat EA Worang Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Kamis (12/9/2024).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd ini menghadirkan Tim dari Direktorat Kelembagaan Kemendikbudristek RI yakni Osvaldo Sativa AmasthaAmastha, Henriette Minerva Wenno, Deny Kurniawan, Dwi Rosmalasari dan LL Dikti Wilayah XVI.

Selain itu, Niken Subekti (Universitas Negeri Semarang), Eko Hadi Sujiono (Universitas Negeri Makassar) dan Novri Youla Kamdowangko (Universitas Negeri Gorontalo).

Dalam kegiatan ini, setelah acara pembukaan, diadakan presentasi dari Tim Kemendikbudristek, presentasi dari pengusul, diskusi serta evaluasi lapangan.

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan, kunjungan dan visitasi pembukaan program studi (prodi) baru baik S3 Biologi maupun Kimia merupakan peristiwa yang sangat menentukan dan bersejarah bagi Unima. “Visitasi hari ini akan menentukan boleh tidaknya prodi-prodi baru tersebut dibuka,” ujar Rektor.

Oleh karena itu, Rektor memberikan beberapa pertimbangan dan upaya yang dilakukan dalam membuka prodi-prodi tersebut.

Pembukaan prodi baru di Unima, menurut Rektor, adalah dalam rangka menjawab isu-isu strategis pengembangan Unima yaitu perluasan akses pendidikan Tinggi.

Disebutkan, dalam rangka perluasan akses tersebut Unima telah menatanya di dalam Rencana Strategis Bisnis 2020-2025 Unima yaitu rencana perluasan akses pendidikan tinggi melalui pembukaan prodi-prodi baru, pembukaan prodi untuk program baik sarjana, magister maupun doktor.

Disebutkan, implementasi RSB tersebut Unima telah melakukan upaya-upaya baik dalam bentuk kajian-kajian kebutuuan, spesifikasi yang menjadi ciri dan visi keilmuankeilmuan, ketersediaan sumber daya baik sumber daya manusia, sarana dan prasarana maupun ketersediaan pembiayaan yang ditata dalam RBA Unima.

“Untuk itu, telah dibentuk Tim Kerja atau task force dalam melakukan kajian dan menyusun serta menyiapkan semua dokumen yang diperlukan termasuk menyiapkan sarana dan prasarana,” ujar Rektor.

Dikemukakan, kebutuhan utama yang menjadi pertimbangan adalah pengembangan visi keilmuan dalam menjawab kebutuhan-kebutuuan baik kebutuhan dunia kerja maupun kebutuhan pengembangan visi keilmuan yang nerujuk pada bidang science, tecnology, engenering dan math (STEM).

“Oleh sebab itu, kami menetapkan prodi biologi dan kimia program S3 untuk menjadi pusat pengembangan keilmuan biologi dan kimia sekaligus penyiapan tenaga-tenaga ahli dan kompeten yang menjamin pengembangan visi keilmuan,” jelas mantan Rektor 1 Unima ini. (FA)