Meimonews.com – Kota Manado mendapat apresiasi sebagai terbaik 2 kategori kota dalam Program 3 Juta Tumah dengan  250 kuota bedah rumah.

Wakil Walikota Manado Richard Sualang, mewakili Walikota Manado Andrei Angouw menerima apresiasi tersebit pada kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi, dalam acara yang turut dihadiri Mendagri Jenderal Polisi Purn. Muhammad Tito Karnavian.

Trofi penghargaan diterima Wakil Walikota Manado bersama Walikota Makassar Munafri Arifuddin (Juara 1) dan Walikta Bitung Hengky Honandar (Juara 3).

Atas capaian gemilang ini, ketiga pemerintah kota penerima penghargaan mendapatkan insentif fiskal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemkot Makassar menerima Rp. 6 miliar, Pemkot Manado menerima Rp. 4,5 miliar, sementara Pemkot Bitung menerima Rp. 3 miliar.

Apresiasi ini bukan sekadar tentang penghargaan. Yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini bisa diteruskan menjadi kerja nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih layak.

Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi warga Manado. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Program 3 Juta Rumah di Sulawesi Utara, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (16/4/2025).

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, Kepala Daerah se-Sulawesi Utara, serta undangan lainnya.

Program 3 Juta Rumah ini merupakan inisiatif Pemerintah Pusat yang dijalankan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia dalam rangka mengatasi backlog perumahan serta menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dalam implementasinya, Pemerintah mengusung sejumlah strategi utama, antara lain transparansi, optimalisasi aset negara, inovasi pembiayaan, serta dukungan kebijakan melalui pelonggaran regulasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau. (Afer)