Meimonews.com – Sebanyak sembilan petinju disiapkan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulut pimpinan dr. Fransiskus Andi Silangen, SpB-KBD untuk mengikuti ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) kedua di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), 20-31 Oktober 2023.

Kesembilan petinju itu terdiri dari empat petinju wanita dan lima petinju pria. Mereka akan terjun di sejumlah kelas.

Petinju wanitanya adalah Israela Saweho yang akan tqmpil.di kelas 50 kg, Bella Mongan 52 kg, Novenvi Samalang 54 kg dan Maria Manguntu 60 kg. Petinju prianya adalah Richard Bawelle 51 kg, Michael Awuy 67 kg, Christian Kanalung 71 kg, Vinky Montolalu 75 kg dan Charles Katiandagho 80 kg.

Persiapan pelatihan mereka berlangsung 2 bulan mulai 22 Agustus hingga 15 Oktober. Selain latihan teknik taktik, mereka juga mendapat latihan fisik.

Bertindak sebagai pelatih kepala adalah Bonix Jusak Saweho, SE yang adalah juga Ketua Komtek Pertina Sulut dan di dampingi beberapa asiaten pelatih yakni Patrick Timbowo, Toar Somputan, Ipie Pangulimang, Altin Mamitoho.

Kepada Meimonews.com di sela latihan di kompleks GOR Wolter Robert Mongisidi Manado, Selasa (12/9/2023) pagi, Bonix menjelaskan, para atlit tinju yang disiapkan di ajang Pra PON Labuan Bajo ini dilatih pagi dan sore.

“Ada sejumlah latihan teknik taktik dan fisik yang kami berikan kepada atlit tinju yang disiapkan untuk ajang Pra PON tersebut. Pagi latihan fisik sementara sore latihan teknik taktik,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com РKeberhasilan Tim Tinju Sulawesi Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua terletak pada kekompakan semua stake-holder (pemangku kepentingan).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov (Pengurus Provinsi) Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang dalam percakapan lewat telefon dengan Meimonews.com, Rabu (14/10/2021).

“Kunci keberhasilan Tim Tinju Sulut di PON kali ini adalah karena adanya kekompakan semua pihak, pemangku kepeentingan baik petinju, pelatih, pengurus, Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan dukungan dari masyarakat,” ujar Bangkang.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Manado ini menjelaskan, bila tidak ada kekompakan tersebut, ia tidak meyakini Tim Tinju mendulang keberhasilan seperti yang dicapai yakni dua medali emas, satu perak dan satu perunggu dari lima petinju yang diutus ke ajang PON Papua.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Tim Tinju Sulut hanya berhasil meraih dua perunggu yakni dari Irvan Tetonda dan Novly Engkeng dari enam petinju yang diutus.

“Oleh karena keberhasilan ini, saya selaku Ketua Umum Pengprov Pertina Sulut menyampaikan terima kasih atas kekompakkan semua pihak dan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Tim Tinju Sulut untuk PON 2021 dilatih oleh Bonix Saweho (Ketua Komtek dan Kepelatihan Pengprov Pertina Sulut), I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. Para petinjunya adalah Veronika Nicolas (kelas 54 kg putri), Juandly Abbas (kelas 46 kg putra, Adrianus Salamisy (kelas 60 kg putra),. Farrand Papendang (kelas 64 kg putra), dan Toar Sompotan (kelas 81 kg putra).

Sebelum keberangkatan tim, Bangkang mengungkapkqn target yang akan dicapai setelah melihat latihan yang dilakukan Tim Pelatih dan motivasi yang diberikan adalah dua medali emas. Dan, ternyata berhasil. Bukan hanya dua medali emas tapi juga ditambah satu perak dan satu perunggu.

Dengan keberhasilan ini, perolehan medali Tim PON Sulut jadi bertambah dan meningkatkan urutan perolehan medali dan peringkat secara keseluruhan.

Secara terpisah, Bonix Saweho mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keberhasilan ini karena adanya keterlibatan dan dukungan dari banyak pihak dan (terutana) perkenanan Tuhan.

“Terima kasih untuk semuanya itu,” ujar Camat Tuminting itu kepada Meimonews.com. (lk)