Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob melakukan kegiatan sosial berupa berbagi kasih.

Kalau tahun-tahun sebelumnya berbagi kasih dengan sasaran purnawirawan Brimob atau janda purnawirawan Brimob, kali ini sasarannya adalah Brimob yang mendapat masalah kesehatan.

Beberapa anggota Brimob yang mengalami masalah kesehatan fisik didatangi dari rumah oleh Pengurus PPP Brimob untuk menyerahkan bantuan berupa beras, telur dan gula.

Kegiatan penyerahan bantuan kepada beberapa nama yang merupakan rekomendasi dari Staf Brimob Aidin dan Ramli Ramba itu dilakukan Sabtu (4/11/2023).

Selain memberikan bantuan berupa beberapa bahan sembako, Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran memberikan dorongan semangat kepada beberapa anggota Brimob tersebut dalam menghadapi permasalahan kesehatannya, dan berharap bisa pulih/sehat kembali.

Para anggota Brimob dan keluarga yang dikunjungi sangat merasa senang karena adanya perhatian/kepedulian dari Pengurus PPP Brimob dan  berterima kasih atas kunjungan tersebut.

PPP Brimob didirikan di Manado pada 2 November 2012 yang awalnya bernama Perhimpunan Putra Putri Purnawirawan (PPPP) Brimob yang kemudian berubah menjadi PPP Brimob.

Berdirinya organisasi ini mendapat dukungan penuh dari beberapa pejabat waktu itu yakni Dirbinmas Polda Sulut Totok Kasmiarto, Dansat Brimob G. Masnembra dan Kapolda Dicky Atotoy. (*)

Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob menggelar Sosialisasi Keamanan, Keselamatan dan Tertib Berlalulintas (Kamseltiblantas) di  Manado Happy Land School Manado, Rabu (3/5/2023).

Sebanyak 20-an murid sekolah pimpinan Sonya Rumondor menjadi peserta sosialisasi yang menampilkan narasumber Brigadir Adrian Sariowan dari Ditlantas Polda Sulut dan Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob).

Sejumlah hal terkait dengan Kamseltiblantas dipaparkan kedua narasumber kepada murid-murid sekolah tersebut dengan cara dialogis/interaktif serta menyesuaikan gaya dan kondisi peserta, yang merupakan anak-anak berusia sekitar 3-6 tahun.

Sejumlah rambu-rambu lalulintas sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan yakni Rambu Perintah, Rambu Peringatan, Rambu Larangan dan Rambu Petunjuk berbentuk gambar dan alat peraga diperlihatkan kepada para murid agar mereka mudah mengetahui/memahami.

Lagu-lagu bernarasikan pengenalan tentang rambu-rambu lalulintas diputar, diajarkan dan dinyanyikan bersama-sama disertai pendampingan guru-guru.

Di penghujung sosialisasi, diadakan praktik/simulasi menyeberang lewat zebra cross. Semua murid melakukannya, bahkan ada yang sampai.mengulang beberapa kali karena senangnya.

Suasana riang-gembira khas anak-anak balita terlihat saat sosialisasi. Banyak murid antusias untuk menjawab pertanyaan dan ingin bertanya ketika diberikan kesempatan.

Sonya Rumondor berterima kasih atas pelaksanaan sosialisasi ini yang akan bermanfaat bagi murid-muridnya baik saat ini maupun ke depannya.

“Terima kepada kepada Pengurus PPP Brimob yang telah berkenan memberikan sosialisasi ini dengan menghadirkan juga narasumber dari Polda Sulut,” ujar mantan Kepala TK Berkat Manado, yang di TK tersebut pernah mengadakan sosialisasi seperti ini dan juga sosialisasi bahaya narkoba. (**)

Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob memberikan sosialisasi keamanan, keselamatan dan tertib berlalulintas (kamseltiblantas) di SD Katolik 4 St. Johanes Manado. Hampir 200 siswa kelas 3, 4, 5 dan sebagian kelas 2 jadi peserta sosialisasi yang diadakan di halaman sekolah, Rabu (29/3/2023).

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Direktorat Lalulintas (Dikmas Ditlantas) Polda Sulut AKP Sam Dotulong dan Staf Brigadir Adrian Sariowan serta Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran tampil sebagai pembawa materi.

Dalam sosialisasi di sekolah pimpinan Serafin Longdong ini, pemateri memaparkan tentang apa saja yang harus diperhatikan dan dilaksanakan terkait dengan kamseltiblantas.

Dengan memperhatikan dan melaksanakan hal-hal terkait kamseltiblantas maka hal-hal yang dapat merugikan atau berdampak bagi yang tidak memperhatikan dan melaksanakan itu dapat dihindari.

Program kepolisian khususnya Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulut terkait dengan kamseltiblantas lantas diuraikan Dotulong fan Sariowan.. Bagi keduanya, kamseltiblantas sangat penting untuk menjadi perhatian baik pengemudi kendaraan bermotor maupun pejalan kali.

Oleh karena itu, Dotulong berharap semuanya taat aturan karena berkaitan dengan kepentingan semua. Bukan hanya pengendara tapi juga pejalan kaki.

“Keamanan dan keselamatan sangat penting. Tertib berlalulintas juga harus dilakukan, ” ujar Dotulong.

Kalesaran dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang UU Lalulintas dan Angkutan Jalan No. 22 Tahun 2009 di mana di dalamnya diatur antara lain rambu-rambu lalulintas yakni rambu-rambu perintah, rambu-rambu peringatan, rambu-rambu larangan, dan rambu-rambu petunjuk.

Rambu-rambu tersebut dijelaskan Kalesaran disertai contoh gambar-gambarnya agar siswa mudah mengerti dan mengingatnya. Selain itu, diperkuat dengan pemaparan materi dalam bentuk dialogis/interaktif.

Banyak siswa yang ingin menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri. Demikian sebaliknya, ketika pemateri memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya banyak yang ingin diberikan kesempatan.

Para siswa nampak sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi ini, yang dipantau langsung para wali kelas dan guru mereka yakni Stanislas Tompo, Sherly Karamoy, Cyrilus Leyley, Apelina Opit, Dona Ansow, Angelina Runtulalo, Yanti Mandagi, dan Merry Kaunang.

Kepada siswa disarankan agar bila ke sekolah memperhatikan rambu-rambu lalulintas yang ada dan mengikutinya serta tidak lupa memakai helm (bila naik kendaraan bermotor roda dua) atau memasang sabuk pengaman bila berada di kendaraan roda empat atau lebih.

“Sebab, keamanan, keselamatan dan tertib berlalulintas sangat penting baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kalesaran.

Di akhir sosialisasi, diadakan simulasi/peragaan menyeberang di zebra cross yang dipandu Sariowan. (*)