Meimonews.com – Tanggal 18 Juli 2025 menjadi hari yang bersejarah baik bagi Prof. Dr. dr. Starry Homenta Rampengan, Sp.JP (K), FIHA, Mars maupun bagi Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou)

Hal itu dikarenakan Starry (sapaan akrab Starry Homenta Rampengan) diangkat oleh Menteri Kesehatan RI sebagai Direktur Utama RSUP Kandou.

Sejumlah hal penting dilakukan Starry di dampingi jajaran direksi dan staf di masa setahun kepemimpinan yang berdampak pada peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang menjadi kebanggaan bumi Nyiur Melambai.

Menurut data RSUP Kandou, berbagai pembenahan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, yang fokus utamanya diarahkan pada peningkatan mutu layanan, penguatan tatakelola rumah sakit hingga pengembangan sumber daya manusia.

Di antaranya, penurunan waktu antrian pasien, penambahan kapasitas area parkir, pembukaan layanan kedokteran nuklir, penambahan klinik dan layanan spesialis hingga penguatan sistem digital rumah sakit, mengoperasikan clinic research unit, memperkuat layanan kanker terpadu, meningkatkan kesiapan implementasi KRIS.

Selain meraih berbagslai penghargaan nasional termasuk apresiasi dari Kementerian Kesehatan, berbagai kerjasama strategis terus dibangun dengan pemerintah, institusi pemerintah, dunia usaha hingga organisasi profesi untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan di Sulut dan Kawasan Timur Indonesia.

Starry, yang barusan terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sulawesi Utara ini menegaskan, transformasi rumah sakit bukan hanya menghadirkan fasilitas moderen tetapi juga membangun budaya pelayanan yang lebih cepat, aman, nyanan dan berorientaai pada kebutuhan pasien.

“Rumah sakit yang hebat bukan hanya memiliki gedung dan teknologi yang baik, tetapi mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, aman, nyaman dan menyentuh hati masyarakat. Itulah arah yang terus kami bangun di RSUP Kandou,” ujar pejabat kelahiran Manado, 7 September 1973 yang telah mengikuti sejumlah pelatihan internasional dan memiliki sejumlah setifikat seperti Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC).

Sejumlah program prioritas telah pula direalisasikan setahun kepemimpinan Dokter Subspesiqlie Kardiologi Intervensi (sejak 2017),
Wakil Ketua Komite Medik RSUP Kandou (2019),
Sekretaris Bagian/SMF Kardilogi dan Kedokteran Vascular Faked Unsrat (2015-2023) serta Kepala Bagian/SMF Kareiolpgi dan Kedokteran Vascular ini sebagai Dirut RSUP Kandou.

Program tersebut mulai dari renovasi fasilitas, peningkatan kualitas layanan, pembenahan sistem manajemen hingga penguatan budaya kerja yang profesional dan humanis.

Momen setahun kepemimpinan ini diharapkan menjadi pijakan bagi RSUP Kandou untuk melanjutkan transfornasi sebagai rumah sakit rujukan nasional yang unggul, modern, kompetitif dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi maayarakat. (Fer)

Meimonews.com – Pemerintah Provinsi Sulut  dan 10 Koordinator Rumah Sakit Pengampu di bawah koordinasi RSUP Prof. Dr. RD Kandou menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Jakarta, Rabu (31/5/2023).

Acara penandatanganan yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (31/5/2023) ini disaksikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, dan dihadiri langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey serta Direktur Utama RSUP Kandou Jimmy Panelewen, dan kordinator rumah sakit lainnya.

Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Sulut. Dengan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan rumah sakit pengampu, diharapkan masyarakat Sulawesi Utara akan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap perawatan medis yang berkualitas.

Dalam MoU tersebut, Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh rumah sakit pengampu, seperti peralatan medis, tenaga medis, dan fasilitas yang memadai. Pemerintah juga akan memberikan dukungan dalam mengembangkan sistem administrasi dan manajemen rumah sakit yang efisien.

RSUP Kandou sebagai rumah sakit pengampu akan berperan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan layanan kesehatan di daerah tersebut. Mereka akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi untuk menyediakan perawatan kesehatan yang berkualitas, melalui peningkatan infrastruktur rumah sakit, pengembangan program pelayanan, dan pelatihan tenaga medis.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, menyampaikan harapannya, penandatanganan MoU ini akan membawa perubahan positif yang signifikan dalam sektor kesehatan di provinsi ini.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan bahwa masyarakat Sulawesi Utara mendapatkan perawatan yang terbaik. Dengan kerjasama antara pemerintah dan rumah sakit pengampu, kami yakin dapat mencapai tujuan ini,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Kandou, Jimmy Panelewen mengungkapkan kegembiraannya terkait penandatanganan MoU ini. “Kami siap bekerja sama dengan pemerintah provinsi dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara. Melalui kolaborasi yang erat, kami berharap dapat memberikan perawatan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Diharapkan, MoU ini akan membuka jalan bagi kerjasama yang lebih luas antara pemerintah provinsi dan rumah sakit pengampu di masa depan. (Fer)