Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju menghadiri pelaksanaan Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Sulut, di Hotel Best Western, Selasa (29/10/2024).

Kegiatan yang diikuti 16 bidan yang berasal dari Kabupten/Kota di Sulut ini merupakan angkatan kedua dari rangkaian pelatihan di tahun 2024.

Kaper menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi bidan di fasilitas kesehatan agar mampu memberikan layanan kontrasepsi yang berkualitas.

“Melalui pelatihan ini, para bidan dapat meningkatkan kapasitas dalam pelayanan kontrasepsi sehingga mampu mendukung program Bangga Kencana dan percepatan penurunan angka stunting di wilayah Sulawesi Utara,” ujar Kaper.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sulawesi Utara John Wantania hadir pula pada pelatihan tersebut.

Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi dan kualitas layanan KB di daerah.

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makasar Diono Susilo hadir sekaligus menjadi narasumber kegiatan. Materi yang dibawakan adalah tentang Anti Korupsi. (elka)

Meimonews.com – BKKBN Sulut mengadakan Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi bidan-bidan yang bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Sulut. Ada sebanyak 15 dari kabupaten/kota se-Sulut ikut dalam kegiatan inj.

Kegiatan yang merupakan Angkatan I dari rangkaian pelatihan tahun 2024 ini dilaksanakan di Hotel Best Western Manado, Senin-Rabu (7-10/10/2024).

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sulawesi Utara John Wantania dan Pengampu dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar Asmawati Sudin.

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Kalimantan Tengah Jeanny Yola Winokan di dampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju meninjau pelaksanaan kegiatan tersebut

Kehadiran tokoh-tokoh ini menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi dan kualitas layanan KB di daerah.

Kaper BKKBN Sulut menyampaikan pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi bidan di fasilitas kesehatan (faskes) agar mampu memberikan layanan kontrasepsi yang berkualitas.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, para bidan dapat meningkatkan kapasitas dalam pelayanan kontrasepsi sehingga mampu mendukung program Bangga Kencana dan percepatan penurunan angka stunting di wilayah Sulawesi Utara,” ujar Kaper. (elka)