Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengingatkan, sebagai insan akademik di Universitas Sam Ratulangi, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
“Sebagai insan kampus kita harus menjadikan Pancasila landasan berpikir, bersikap dan bertindak,” ujar Rektor sebagai Inspektur Upacara ketika memberikan sambutan pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor pusat Unsrat Manado, Rabu (1/10/2025).
Pada upacara dengan komandan upacara Ronny Mandagi yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan kantor pusat Unsrat ini, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Stella Avanti Reppi membacakan Pembukaan UUD 45 sementara Kepala Biro Akdemik dan Kemahasiswaan William Pangemanan membacakan Ikrar.

Rektor menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukanlah sekedar seremoni melainkan momentun refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, sekaligus perekat bangsa Indonesia.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, sebut Rektor, hendaknya menjadi energi bagi kita untuk terus memperkuat integritas, menolak segala bentuk intoleransi, korupsi dan perpecahan serta mengokohkan rasa persaudaraan sebagai satu bangsa Indonesia.
“Hanya dengan demikian, cita-cita menuju Indonesia Raya, Indonesia yang maju, berdaulat, adil dan makmur dapat terwujud,’ ujar Rektor.
Rektor mengajak untuk menjadikan peringatan ini sebagai pengingat sekaligus peneguhan bahwa Pancasila adalah perekat bangsa dan tugas kita bersama adalah menjaga dan mengamalkannya sepanjang hayat.
Terkait tema peringatan tahun ini yakni Pancasila perekat bangsa menuju Indonesia Raya, Rektor menjelaskan, tema ini mengingatkan kita semua bahwa dalam keragaman suku, budaya, bahasa dan agama, Pancasila hadir sebagai kekuatan pemersatu, penuntun arah pembangunan serta sumber nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa bangsa Indonesia pernah menghadapi berbagai ujian, ancaman bahkan rongrongan terhadap ideologi Pancasila.
Namun, berkat kesadaran kolektif, semangat persatuan serta pengorbanan para pahlawan dan pendahulu kita, Pancasila tetap tegak sebagai ideologi negara yang tidak tergantikan. (FA)




