Meimonews.com – Guna menekan bertambahnya angka kasus Covid-19 di Sulawesi Utara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey kembali menerbitkan Surat Edaran (SE).

Kali ini, SE yang dikeluarkan bernomor 440/ 21.4377/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Cobid-19 di Provinsi Sulawesi Utara.

SE tertanggal 17 Juli 2021 tersebut ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Sulut untuk diterapkan di wilayah masing-masing.

SE tersebut dikeluarkan mengacu pada Instruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Diseases 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019 sebagaimana telah diubah dengan lnstruksi Mendagri No. 20 Tahun 2021 tentang Perubahan lnstruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019,

SE ini berisi 15 poin penting yang harus diterapkan seluruh wilayah baik Kabupaten maupun Kota se-Sulut.

Poin-poin tersebut adalah pertama, bahwa sesuai kondisi epidemiologi di Provinsi Sulawesi Utara, wilayah Kabupahen/Kota masih dalam level kewaspadaan (risiko sedang) adalah : Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Kedua, Bupati/Walikota menetapkan level kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan sesuai kaidah epidemiologi dan tingkat risiko penularan Covid-19;

Ketiga, melakukan monitoring dan rapat koordinai secara berkala dengan Satgas Covid-19 dan pemangku kepentingan terkait (stakeholders);

Keempat, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring;

Kelima, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non esensial diberlakukan 25 % (dua puluh Iima persen) Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Keenam, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi Informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Ketujuh, pada sektor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara karat;

Kedelapan, sektor kritikal sepeti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 % (seratus persen) maksimal Staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Kesembilan, kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25 % (dua puluh lima persen) kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kesepuluh, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50 % (lima puluh persen);

Kesebelas, untuk apotik dan toko obat dapat dibuka selama 24 (dua puluh empat) jam;

Kesuabelas, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat (restoran, warung makan, rumah makan, Kafe, pedagang kaki Iima, lapak jajanan) bank yang berada pada lokasi tersendiri, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasi sampai pukul 20.00 wita dengan kapasitas pengunjung 25 % (dua puluh lima persen);

Ketigabelas, resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak menerapkan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang;

Keempatbelas, kegiatan Keagamaan dilakukan di dalam ruangan dengan kapasttas 25 % (dua puluh lima persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kelimabelas, Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 19 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi Covid-19. (lk)

Meimonews.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional. Indonesia.(KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengungkapkan rasa optimismenya atas perkembangan dan kemajuan olahraga di Sulawesi Utara.

Sulut bakal menjadi pusat pembinaan atlet yang bisa mencapai prestasi dunia. “Besar harapan saya,.Provinsi Sulawesi Utara akan menjadi pusat pembinaan atlet yang bisa mencapai prestasi dunia. Terutama untuk olahraga unggulan seperti berkuda, anggar dan tinju. Ini harus menjadi atensi utama,” ujar Norman saat acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Sulut masa bakti tahun.2021 – 2025 di Manado, Sabtu (19/6/2021).

Norman menilai, Sulut merupakan gudangnya olahraga berkuda. Potensi tersebut diharapkan dapat mendulang prestasi di sejumlah laga bergengsi. Baik di level olimpiade, SEA Games maupun PON.

“Semua terletak dari dukungan kepala daerah, yang memberikan atensi. Khususnya pada olahraga unggulan sehingga dapat mencetak atlet berprestasi secara maksimal,” ujarnya seraya berharap Ketua Umum KONI Sulawesi Utara mendukung Cabor (cabang olahraga) unggulan agar memberikan kontribusi besar bagi daerah.

Norman berharap, tata kelola organisasi olahraga di Sulut dapat mengarahkan para atlet menjadi yang terbaik. “Kepada Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Pak Wagub Steven Kandouw, saya titipkan para atlet agar diarahkan sebaik-baiknya. Demikian juga dengan para Bupati dan Walikota untuk memberikan dukungan agar olahraga semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan optimismenya terhadap masa depan olahraga di daerah ini karena olahraga akan memacu semangat bagi generasi muda.

“Olahraga akan memberikan semangat bagi kita semua. Saya bersama Pak Steven Kandouw akan menjadikan olahraga di Sulawesi Utara lebih maju,” kata Gubernur ketika memberikan sambutan.

Hal itu terbukti, di mana saat ini Pemprov Sulut sedang melakukan pembenahan sarana dan prasarana olahraga. Sarana prasarana olahraga di Stadion Sario, mulai dibenahi sehingga manfaat olahraga, prestasi ke depan menjadi lebih baik. Sulawesi Utara saat ini memiliki SMA Olahraga dan salah satu atlet dapat medali emas

Olahraga, menurut Gubernur, menjadi tanggung jawab pemerintah dan KONI, termasuk Bupati dan Walikota. “Paling banyak dua cabor saja kepala daerah bertanggung jawab, maka pada PON berikut, kita sudah masuk 10 besar,” tegas Olly.

Diungkapkan, sejak awal menjabat Ketua KONI pada beberapa waktu lalu, semua atlet telah mendapatkan pembinaan dari dalam.

Meski dalam suasana pandemi covid-19, ungkapnya, namun berbagai iven olahraga tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Umum baru KONI Sulut Steven OE Kandouw menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kesediaan Ketua Umum KONI Pusat melakukan pengukuhan pengurus.

“Terima kasih atas perhatian Pak Ketua Umum KONI Pusat yang melakukan pengukuhan pengurus. Menjadi komitmen kami untuk dapat bekerja maksimal dengan menghasilkan output dan outcome untuk daerah dan negara yang kita cintai ini,” ujar Kandouw.

Acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Sulut ini dihadiri unsur Forkopimda Sulut, Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen, Bupati dan Walikota, Mayor Jenderal TNI Soedarno serta Ketua Pusat Pordasi Triwati Marciano. (lk)