Meimonews.com – Dukung upaya pengembangan Ekonomi Daerah (PED) serta mengoptimalkan Peran PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo dalam memperkuat akses keuangan bagi sektor produktif di daerah digelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program PED di Kabupaten/Kota Provinsi Sulut dam Gorontalo.

Rapat dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) dengan peserta seluruh Pimpinan Cabang (Pincab) Bank Sulutgo tingkat Kabupaten/Kota di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor OJK, Manado, Selasa (28/10/2025).

Ada beberapa hal termasuk hasil capaian yang dilakukan Cabang-cabang Bank Sulutgo (BSG) terungkap dalam rapat ini, yang diapresiasi OJK Sulutgomalut.

Hal tersebut merupakan bukti nyata kehadiran BSG sebagai agent of development dalam membangun ekonomi daerah. Upaya- upaya tersebut meruakan sektor riil dan UMKM melalui KUR Bohusami.

Pimpinan Divisi Kredit Komersial BSG Nasrudin Herlambang (mewakili Dirut BSG Revino M. Pepah) juga mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Pincab jajaran BSG.

Sinergitas ini, menurutnya, akan terus berlanjut dalam meningkatkan realisasi porto folio kredit produktif BSG dalam meningkatkan bisnis bank bertumbuh dan berkalnjutan tampa mengabaikan prinsip prudencial banking.

Hal-hal ternasuk capaian-capaian tersebut, antara lain, capaian realisasi pelaksanaan lauching dan penyaluran kredit KU R Bohusami BSG terhadap pembiayaan komoditi unggulan masing-masing Bupati/Walikota di Sulut dan Gorontalo.

Selain itu, masing-masing Pincab memaparkan progress atas realisasi pegram komoditi unggulan yang telah dipilih oleh masing-masing Bupati/Walikota/Pemkab/Pemkot.

Terungkap pula bahwa Oktober 2025 ada 2 Cabang yang berhasil melakukan realisasi lauching pembiayaan komoditi unggulan skema ekosistim..dari hulu ke hilir (Pemda-Offtaker-Petani/pelaku usaha) – BSG yaitui Cabang Tilamuta komoditi jagung, Cabang Limboto komoditi penggemukan sapi dan pelaku usaha super mikro untuk KUR perempuan hebat..

Program ini mendapat aprrseasi dan dukungan yang positif dari Gubernur Sulut dan Gubernur Gorontalo,, Bupati Boalemo, Bupati Gorontalo Kepala OJK Sulutgomalut dan Kepala BI Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Untuk wilayah Sulut, sesi pemaparan dari masing-masing Pincab seperti Pincab Bitung, Tondano, Tomohon, Airmadidi, Cabang Utama Calaca. Ratahan, Kawangkoan,.

Untuk Cabang Ratahan dengan komoditi unggulan kopra, dan Kawangkoan dengan komoditi unggulan kacang akan segera dilaunching November 2025 sekalgus penyaluran kredit KUR Bohusami kepada petani dan offtaker. (Afer)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat (LPPM) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Gedung Pancasila Unima, Tondano, Kamis (25/9/2025).

Monev yang digelar dalam rangka mendukung program Kampus Berdampak dari Kementerian Kemdiktisaintek RI (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ini menjadi momen penting unntuk meninjau kemajuan riset dan PKM yang dibiayai Kemediktisantek

Rektor Unima Joseph P.hilip Kambey hadir dan memberikan dukungan langsung kepada para dosen dan mahasiswa peserta program.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bazar kewirausahaan mahasiswa. Sejumlah produk seperti kopi, jajanan khas, dan aneka makanan dipamerkan dan dijual oleh mahasiswa. Rektor bahkan ikut membeli produk sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat inovatif mahasiswa.

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan menjelaskan, Monev ini tidak hanya mengevaluasi output riset, tetapi juga mendorong agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Penelitian tidak boleh berhenti di meja laboratorium. Harus berdampak, harus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tim reviewer internal diketuai Revolson A. Mege bersama para akademisi lintas bidang ilmu. Mereka mengevaluasi luaran riset dan PKM dari aspek kebermanfaatan, publikasi, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Unima semakin mantap dalam membangun ekosistem riset yang kuat, kolaboratif, dan berdampak, sejalan dengan visi sebagai kampus unggul dan relevan bagi masyarakat. (*/FA)

Meimonews.com – ‎Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terkait implementasi Action Plan pencegahan dan penanganan perundungan di ruang rapat kantor pusat rumah sakit, Selasa (24/6/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas program dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang aman dan saling menghormati. ‎

‎Evaluasi tersebut difokuskan pada mekanisme pelaporan dan sistem pencegahan perundungan yang telah diterapkan oleh rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini.

Pihak rumah sakit berkomitmen untuk membangun budaya kerja yang positif, di mana setiap individu merasa dihargai dan terlindungi dari segala bentuk perundungan.

Kegiatan in, menurut Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan, penting untuk memastikan bahwa sistem pencegahan dan penanganan perundungan di RSUP Kandou berjalan efektif dan dapat diandalkan,” ujar Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan.

‎“Kami ingin memastikan bahwa rumah sakit ini menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik, staf, tenaga medis, dan pasien.” ujar Dirut.

Hasil evaluasi akan digunakan untuk meningkatkan sistem yang ada dan memperbaiki kelemahan yang mungkin ditemukan.

Ditegaskan, RSUP Kandou berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan dan mendukung terciptanya budaya saling menghormati dan mendukung satu dan lainnya.

‎Dikemukakan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh pihak. Oleh karena itu, RSUP Kandou mengapresiasi kerjasama dan dukungan dari seluruh staf dan tenaga medis dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

Dirut bertterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kemenkes dapat memonitor dan memberikan solusi yang baikm

‎“Semoga hasil evaluasi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan dan lingkungan kerja di RSUP Kandou,” ujar alumni SMA Negerin1 Manado ini. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Layanan Operasional RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Wega Sukanto di dampingi pejabat terkait melakukan penelusuran langsung ke sejumlah ruangan rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Kamis (8/5/2025),

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi (mobev) pemenuhan fasilitas KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kegiatan ini difokuskan pada aspek teknis seperti ketersediaan oksigen, kamar mandi, nurse call, hingga stop kontak bersama yang menjadi indikator standar pelayanan KRIS.

Dalam kesempatan itu, Wega menegaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan ruangan dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS JKN secara menyeluruh.

“Intinya, kita mengecek persiapan untuk KRIS JKN. Apa yang kurang akan kita bahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan,” ujarnya usai peninjauan.Penelusuran dimulai dari kantor pelayanan hingga ke sejumlah unit, termasuk Irina B,C,D, CVBC, serta IGD.

Menurut Wega, sebagian besar ruangan telah memenuhi standar KRIS, namun masih ada tiga kriteria yang harus dilengkapi di beberapa ruang perawatan. “Tinggal tiga kriteria lagi yang masih perlu dilengkapi. Itu yang akan kita kejar dalam waktu dekat,” katanya.

Diakui, tantangan terbesar terletak pada bangunan lama seperti Gedung Irina C yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an. “Beberapa ruangan di Irina C memang tidak memungkinkan untuk disesuaikan dengan standar KRIS karena faktor usia bangunan. Tapi kita akan tetap optimalkan ruangan-ruangan yang memungkinkan,” ujarnya.

‎Kendati demikian, RSUP Kandou akan tetap memfungsikan ruangan yang tidak masuk kriteria KRIS untuk layanan non-KRIS. “Kita tetap prioritaskan layanan bagi pasien, baik yang masuk skema KRIS maupun non-KRIS. Semua akan kita manfaatkan sesuai fungsinya,” jelasnya.

Wega berharap agar master plan pengembangan rumah sakit bisa segera direalisasikan. Dengan adanya master plan, kita bisa mengatasi isu bangunan tua dan infrastruktur yang sudah tidak memadai, agar pelayanan semakin optimal dan sesuai standar nasional. (Fer)

Meimonews.com – Direktorat Tata Kelola Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. DR Kandou Manado, Selasa (6/2/2024).

Monev ini dilakukan dalam rangka pengecekan sistem informasi monitoring kehadiran dan kinerja dokter di rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou ini.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes di dampingi Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, SpB TKV menyambut baik kegiatan ini menganggapnya sebagai sebuah kehormatan.

“Ini menjadi satu kehormatan bagi kami seluruh civitas rumah sakit Kandou, di mana salah satu inovasi RS Kandou boleh dilakukan monev oleh Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes,” ujar dokter Ivonne, saat menerima tim monev di aula lantai 2 kantor pusat administrasi.

Menariknya, RSUP Kandou termasuk dalam tiga rumah sakit vertikal di seluruh Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk dilakukan monev oleh Kementerian Kesehatan. Ini menunjukkan komitmen RSUP Kandou dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Monev ini dilakukan untuk memastikan sistem tersebut berjalan dengan baik dan dapat memberikan data yang akurat tentang kehadiran dan kinerja dokter, dan kamipun. siap memberikan data informasi yang diperlukan,” ujarnya.

“Hasil dari monev ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.  Sehingga pelayanan kesehatan di RSUP Kandou dan rumah sakit lainnya di Indonesia dapat lebih optimal lagi,” tambahnya. (Fer)