Meimonews.com – Pengedaran dan penyalahgunaan obat-obat terlarang seperti Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif) sesungguhnya bukan sekadar masalah kebutuhan ekonomi atau kejahatan biasa.

Pengedaran Narkoba sesungguhnya berkaitan dengan cara suatu negara dalam melemahkan kekuatan negara lain. Saling melemahkan suatu negara terhadap negara lain disebabkan karena adanya persaingan pasar dan ekonomi, kekuatan militer atau karena kekayaan sumber daya alam.

Hal itu dikatakan Dekan FISIP Unsrat Ferry Markus Daud Liando ketika membawakan sambutan pembukaan pada acara Sosialisasi Bahaya Narkoba kerjasama FISIP Unsrat dan Garda Nusantara Sulawesi Utara, di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik Alfon Kimbal dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Donal Monintja serta sekitar 300 mahasiswa baik dari FISIP Insrat maupun dari fakultas lain.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai Jessica Sendouw ini menampilkan narasumber Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut Standius Bara Prima (mewakili BNN Sulut).

Diungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap menjadi incaran negara asing dikarenakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Sejak dahulu, Indonesia dijajah oleh negara-negara Eropa dan Asia, karena hanya ingin menguasai kekayaan alam Indonesia.

Namun, karena semangat persatuan dan kesatuan, Indonesia tidak bias jatuh meski adanya perang secara militer. Namun demikian pihak asing tidak pernah menyerah untuk mengendalikan negara ini, selalu saja ada upaya untuk melemahkan bangsa ini.

“Salah satu cara yang dilakukan adalah pengedaran Narkoba bagi kalangan anak muda. Mereka tahu bahwa Narkoba dapat merusak kemampuan koginitif, melemahkan produktifitas dan melemahkan mental pengguna,” ujarnya.

Menurutnya, ketika makin banyak yang terlibat kecanduan, maka masa depan bangsa bisa rusak dan peluang bangsa lain akan menguasai kita termasuk kekayaan sumber daya alam.

Menurut Ketua Garda Nusantara Mirel Sengkey menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk tindakan pencegahan agar mahasiswa tidak terpengaruh oleh tawaran-tawaran penggunaan narkoba yang kelak mengancam masa depan generasi muda. (FA)