Meimonews.com – Komisi C DPRD Kabupaten Merauke Provinsi Papua mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Tomohon, Jumat (12/7/2024).

Kedatangan rombongan dewan dari Merauke ini disambut Kepala Bagian Fasilitasi Pengangggaran dan Pengawasan  Tomohon Amelia Tangkawarouw dan Kepala Bagian Umum dan Keuanhan Dra. Wiesye Oroh di ruang rapat DPRD Tomohon.

Kedatangan Komisi C DPRD Kabupaten Merauke dan ataf yang dipimpin Johan Frederik Paulus, SE, MAP (Wakil Ketua Komisi C) ini menyusul adanya surat pemberitahuan DPRD Kabupaten Merauke No. : 100.1.4.4/09 tertanggal 10 Juli 2024 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua II Dominikus Ulukyanan S.Pd, MAP.

Kunker Komisi C dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan mengenai fungsi pengawasan DPRD terkait pembangunan infrastruktur di Kota Tomohon.

Pada intinya, sebut Paulus, Kunker ini bertujuan mempelajari berbagai keberhasilan yang diperoleh Kota Tomohon untuk nantinya bisa diterapkan di Kabupaten Marauke.

“Selain itu, ingin mengetahui strategi Kota Tomohon sehingga sektor pariwisata berkembang sangat pesat bahkan telah dikenal oleh mancanegara,” ujar Paulus, putra Tanawangko yang telah berkarya di Papua.

Ketua KKSU (Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara yang adalah politisi Nasdem itu sangat mengapresiasi penerimaan pihak DPRD dan pejabat Pemkot Tomohon.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon Drs .Gerardus Mogi, MAP memaparkan keberhasilan sektor pariwisata di Kota Tomohon tak lepas dari sinergitas eksekutif dengan legislatif serta semua stakeholder terkait.

“Terutama dalam pengembangan infrastruktur pariwisata seperti akses jalan, bangunan serta promosi,” jelas Mogi. (*/elka)

Meimonews.com – Plh. Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ignasius P. Worung, SE, M.Si dan tim menghadiri kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Launching Aplikasi Mapalus di Kantor Lurah Kelurahan Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, Rabu (20/6/2024).

Walikota Tomohon Carol JA Senduk, SH di dampingi Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc F. Senduk – Karundeng sekaligus Bunda Pendamping Keluarga dan Wakil Ketua TPPS Kota Tomohon membuka kegiatan sekaligus melaunching Aplikasi Mapalus Kota Tomohon.

Selesai Launching Aplikasi Mapalus, Walikota dan Wakil Ketua TPPS Kota Tomohon yg di dampingi  Ignasius Worung, SE, MSi selaku Plh. Kepala BKKBN Perwakilan Sulut dan stakeholder TPPS lainnya melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pengukuran Balita.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemberian PMT berupa telur, beras dan susu kepada 20 orang Balita dari Dinas Sosial Kota Tomohon.

Walikota Tomohon dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka pencegahan penanggulangan serta percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon, perlu dilakukan perencanaan berkualitas dan terintegrasi demi terlaksananya kegiatan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting oleh Pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan.

Menurut Walikota, data survei kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 pada tingkat nasional menunjukkan penurunan prevalensi balita stunting dari 21,6 persen tahun 2022 menjadi 21,5 persen dan peningkatan prevalensi balita wasting dari 7,7 persen menjadi 8,5 persen.

“Untuk Kota Tomohon terjadi tren penurunan positif prevalensi stunting dari 13,7 persen tahun 2022 menjadi 10,5 persen tahun 2023,” ujar Senduk seraya menambahkan, Pemkot Tomohon terus melaksanakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting sehingga dapat menghasilkan anak-anak Kota Tomohon terbebas dari kondisi stunting. (FA)

Meimonews.com – Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg menghadiri dan menjadi narasumber Rembuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Kota Tomohon yang diselenggarakan Bapelitbang Kota Tomohon pimpinan Inggrit Palit.
.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan termasuk Walikota Tomohon Caroll JA Senduk, SH, Ketua TP PPK Tomohon Jeand’arc Senduk Karundeng selaku Wakil Ketua TPPS Tomohon, Wakil Ketua DPRD Tomohon Erens Keren dan undangan lainnya ini diadakan di gedung AAB Guest House Tomohon, Senin (18/3/024).

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan intervensi percepatan penurunan stunting dengan cara yang tepat dan efektif, serta merumuskan agenda perangkat daerah yang dapat mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan dalam RPJMB melalui mekanisme RKPD.

Tandaju memberikan materi yang berkaitan langsung dengan strategi dan inovasi untuk percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon.

Tandaju memberikan wawasan serta solusi yang dapat diimplementasikan secara praktis guna mencapai hasil yang diinginkan dalam percepatan penurunan Stunting .

Walikota Tomohon Caroll J.A  Senduk, SH dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjalankan upaya PPS dengan mematuhi 8 Aksi Konvergensi yang telah ditetapkan.

Langkah-langkah konkrit tersebut di antaranya intervensi gizi spesifik dan sensitif serta memperkuat kerjasama antar stakeholder menjadi fokus utama dalam menjaga momentum penurunan angka stunting di Kota Tomohon.

“Dalam rangka penurunan percepatan stunting di Kota Tomohon, pemerintah melakukan perencanaan yang berkualitas dan terintegrasi agar kegiatan tersebut dapat terlaksanakan sesuai tujuan pemerintah,” ujar Walikota.

Disebutkan, penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang difokuskan pada seribu hari pertama kehidupan.

“Intervensi gizi spesifik adalah peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif adalah intervensi penyedia seperti air bersih, sanitasi, dan sebagainya. Intervensi gizi sensitif memiliki kontribusi yang besar dalam percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya. (Fer)