Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, Kota Manado adalah Kota Multikultur dan rumah bagi kerukunan dalam keberagaman.

Penegasan Walikota Manado tersebut disampaikan ketika memberikan sambutan pada acara Dharma Shanti Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sabtu (16/3/2024).

Hadir dalam kegiatan ini,  Kabag Kesra Setda Kota Manado Otniel Tewal, SS, MM, Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari, Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara dan DPK PERADAH Indonesia Kota Manado, tokoh-tokoh agama Hindu, serta undangan lainnya.

Acara ini terlaksana atas kolaborasi Pengurus Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Sulawesi Utara dan DPK Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia Kota Manado.

“Pemerintah Kota Manado berkomitmen untuk mendukung penuh setiap kegiatan keagamaan yang diselenggarakan semua agama di Kota Manado,” tandas Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengingatkan, acara dan upacara keagamaan seperti ini harus dirayakan, dan masyarakat diharapkan dapat saling mengenal antar umat beragama yang lain agar tercipta kerukunan di Kota Manado.

“Pemerintah Kota Manado sebagai pemerintah mendorong seluruh masyarakat untuk beribadah dengan baik sesuai dengan agamanya,” ujarnya.

Tak lupa pula orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengucapkan selamat merayakan Dharma Shanti Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 untuk saudara-saudara seluruh umat Hindu. (lk)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw (AA) menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Manado yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (28/2/2024).

Walikota berharap agar kegiatan TPID dan TP2DD Kota Manado ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi Kota Manado.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini memaparkan beberapa teori ekonomi disertai beberapa contoh konkrit terkait inflasi dan deflasi.

Inflasi, sebut Walikota, merupakan silent killer yang harus diperangi bersama. “Senjata paling memiskinkan adalah inflasi. Negara dengan inflasi tinggi bisa membuat negara hancur,” ujarnya.

Deflasi juga, sambung mantan Ketua DPRD Sulut ini, tidak baik bagi perekonomian.

Di kesempatan itu juga, AA memaparkan tentang kemiskinan struktural yang ada di Kota Manado berdasarkan hasil survei yang langsung ditangani oleh Pemerintah Kota Manado. Demikian halnya tentang PDRB Kota Manado saat ini yang memudahkan perputaran ekonomi di Kota Manado.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Andry Prasmuko, Kepala Biro Perekonomian Sulut Reza Dotulong, Asisten II Atto Bulo, SH, MM, Kepala SKPD, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Manado Ir. Novri Mokoagouw, Camat se-Kota Manado, serta undangan lainnya. (lk)

Meimonews.com – Pemerintah Kota Manado memberikan kesempatan kepada warganya untuk mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS)

Walau demikian, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar warga Kota Manado memperoleh KIS tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Manado Erwin S. Kontu kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (21/2/2023) menjelaskan, ada delapan persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengurusan KIS.

Pertama, surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan; kedua, fotokopi kartu keluarga; ketiga, surat keterangan dirawat (Rumah Sakit, Puskesmas, dokter atau kartu kronis.

Keempat, sudah sensus lengkap di Manado Hub; kelima, foto peserta dan rumah; keenam, bukti vaksin, dan kedelapan meterai Rp. 10.000.,

“Itu persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapat KIS,” ujar Kontu seraya menambahkan, untuk menjadi perhatian, bayi yang baru lahir harus melapor di bawah 28 hari memakai surat keterangan lahir dan paling lambat melapor di bawah tiga bulan (sudah masuk dalam kartu keluarga). (lk)

Meimonews.com – Meningkatnya kasus kriminalitas di Kota manado pada pekan ini dikomentari oleh Kriminolog Sulut Dr. Rodrigo Elias di Manado, Selasa (20/9/2022).

Dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini mengungkapkan, polisi sudah melakukan tugasnya dengan baik. “Hal tersebut terbukti dengan sudah diamankannya para pelaku tindak pidana ke Polresta Manado,” ujar Rodrigo.

Ia mengakui, upaya kepolisian berupa Patroli sudah banyak dilaksanakan dan penangkapan penjual miras dan sajam telah dilakukan. Hal tersebut belum cukup sehingga Polresta Manado harus melakukan langkah konverhensif dengan melakukan evaluasi agar tindakan preventif polri tepat sasaran.

Menurutnya, pendekatan dan penelusuran lebih lanjut terhadap para pelaku tindak pidana yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana sangat diperlukan untuk mengidentifikasi latar belakang pemicu terjadinya kasus penganiayaan dan kriminalitas .

“Sehingga Polresta Manado lebih mudah mencari langkah tepat apa yang dapat diambil untuk menekan angka kriminalitas,” ujar akademisi kelahiran 14 November 1960 ini.

Untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sebutnya, bukan semata mata tugas kepolisian saja, namun perlu peran serta dari masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan stackholder yang ada.

“Mari kita bersama sama menjaga ketertiban dan menciptakan rasa aman di kota Manado yang kita cintai ini,” imbaunya. (AF)

Meimonews.com – Ada.15 program unggulan Kota Manado di bawah kepemimpinan Andre Angouw dan Richard Sualang (AARS) sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Kelimabelas program unggulan tersebut adalah pertama, pembukaan lapangan pekerjaan, meningkatkan investasi; kedua, menyediakan rumah layak huni; ketiga, menata lingkungan sekitar menjadi indah dan nyaman agar supaya produktivitasbean kreativitas meningkat.

Keempat, mengelola pasar secara profesional untuk penyamaan penjual dan pembeli; kelima, pengelolaan sampah yang baik dan profesional; keenam, memperkuat pelayanan dan pendataan kependudukan agar program-program penanggulangan kemiskinan dan program pemerintahan lainnya tepat sasaran.

Ketujuh, menungkatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan; kedelapan, meningkatkan kualitas pendidikan; kesembilan, melakukan revitalisasi PSU (jalan, drainase, penerangan umum dan lain-lain).

Kesepuluh, penataan dan pembangunan Taman termasuk fassilitas sosial dan fassilitas umum; kesebelas, penataan dan pengelolaan pekuburan umum; keduabelas, insentif rohaniawan; ketigabelas, bantuan sosial kepada lansia dan keluarga tidak mampu.

Keempatbelas, penataan angkutan umum agar supaya masyarakat bisa mendapat sarana transportasi yang efisien dan nyaman; dan kelimabelaa, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Program-program unggulan tersebut mengacu pada 5 misi Pemerintah Kota Manado sebagai penasaran dari visi Manado Maju dan Sejahtera sebagai Beranda Sulawesi Utara dan Indonesia ke Asia Pasifik,” ujar Kepala Bapelitbang Kota Manado Liny Tambajong saat Rapat Pansus RPJMD Kota Manado.

Rapat yang diadakan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Manado tersebut dipimpin Ketua Pansus DPRD Kota Manado Billy Gosal dan dihadiri pimpinan lain dan Anggota Pansus serta Sekda Manado Micler Lakat dan sekitar 16 SKPD.

Lima misi tersebut, sebut Tambajong adalah pertama, peningkatan kualitas manusia Kota Manado; kedua, penguatan ekonomi kota yang bertumpu kepada industri jasa, perdagangan dan pariwisata.

Ketiga, pembangunan infrastruktur, penataan kota dan perluasan konektivitas; keempat, pembangunan daerah yang berkelanjutan; dan kelima, pemerintahan yang baik dan bersih didukung sinergitas antar daerah.

“Dengan memperhatikan 3 isu global yaitu pencapaian target SDGs, revolusi 4.0 dan pandemi Covid-19 serta 16 isu strategi nasional dan 19 isu strategis Sulawesi Utara maka dalam RPJMD 2021-2026 mengangkat 5 isu strategi,” tegasnya.

Lima isu strategis Kota Manado,. sebut Tambajong adalah pertama, pembangunan SDM yang berkualitas (5 poin); kedua, pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih rencana dan terserah (6 poin).

Ketiga, penguatan dan tata kelola dan reformasi birokrasi.(4 poin); keempat, pemulihan ekonomi melalui penguatan sektor-sektor unggulan (4 poin); dan kelima, kelestarian lingkungan dalam mendukung kelanjutan kehidupan (4 poin). (lk)

Meimonews.com – Kunjungan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikun di Sulut, yang baru membuat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Manado bergerak cepat mempersiapkan hal-hal terkait, yang dibutuhkan.

“Kunjungan pak Menkes RI membuat kami, Satgas Covid-19 Kota Manado berkolaborasi untuk tenda, peralatan vaksinasi dan orang yang akan divaksinasi,” ujar Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Manado Donald Sambuaga.

Dalam percakapan dengan  Meimonews.com  di Manado, Sabtu (7/3/2021), Sambuaga menjelaskan, Satgas yang berkolaborasi tersebut terdiri dari Polri, TNI, Dinkes, BPBD, Satpol PP, Dishub, PD Pasar dan Pemerintah setempat.

Sambuaga yang adalah Kepala BPBD Kota Manado ini menjelaskan pula adanya kegiatan BPBD Manado berupa vaksinasi gelombang kedua yang dilakukan Puskesmas Ranomuut di kantor BPBD Manado, pekan lalu.

“Vaksinasi dilakukan bagi petugas publik, ASN dan THL BPBD Kota Manado. Ada 21 pegawai dan 37 THL yang divaksinasi,” sebut mantan Camat Wenang ini. (af)

Meimonews.com – Masa tanggap darurat bemcana banjir dan longsor yang terjadi di Manado pada 15 Januari 202, setelah ada perpanjangan dua kali, berakhir pada Kamis (11/2/2021). Namun, aktivitas petugas dari BPBD Manado dan didukung petugas dari sejumlah instansi terkait seperti Satpol PP, TNI dan Polri masih berlangsung.
“Memang masa tanggap darurat bencana berakhir hari ini (Kamis, 11/2/2021) tapi posko tanggap darurat tetap sampai tanggal 14 Februari karena posko ini berlaku selama satu bulan,” ujar Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Posko, Pendopo Kantor Walikota Manado, Kamis (11/2/2021).
Sambuaga menjelaskan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Manado bersama instansi terkait masih bekerja, melaksanakan tugas penanganan paska banjir dan longsor yang terjadi Januari lalu.
Aktivitas posko masih teus berlangsung dalam hal pembenahan atau kegiatan-kegiatan penanganan pasca banjir dan longsor termasuk penyerahan bantuan lewat camat-camat dan lurah-lurah untuk diteruskan kepada warga yang terdampak.
Pihaknya, didukung Sapol PP, aparat TNI dan Polri, ungkapnya, terus memantau perkembangan yang ada di wilayah-wilayah terdampak. Bila mssih ada wanya yang membutuhkan bantuan, petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan tugas sesuai dengan kebutuhan.
“Setiap hari, petugas BPBD, Satpol PP TNI dan Polri bergerak ke wilayah-wilayah terdampak untuk melihat apakah masih ada lumpur, sampah, dan lain-lain yang membutuhkan bantuan untuk dibersihkan,” tegas mantan Camat Wenang ini.
Diakui, dana bantuan dari Pemerintah Pusat belum ada sehingga dana yang dipakai adalah yang berasal dari dana Pemerintah Kota Manado. “Sampai saat ini, belum ada dana bantuan dari Pemerintah Pusat. Dana yang digunakan adalah dana tak terduga dari Pemerintah Kota manado,” jelasnya.
Dana tersebut digunakan untuk kegiatan family kid, pembelian busa, kasur dan terpal. Bantuan tersebut, rincinya, untuk warga masyarakat yang betul-betul terdampak seperti rumahnya hancur karena longsor atau saat banjir rumahnya rusak.
Ssmbuaga sangat berterima kasih atlas dukungan dari instansi termasuk TNI dan Polri. (lk)