Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengapresiasi pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Manado Tahun 2027 yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (25/2/2026).

Walikota menegaskan, perencanaan (planning) merupakan hal yang sangat krusial dalam merumuskan program agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan persepsi setelah melalui berbagai tahapan dan mekanisme pembahasan, termasuk Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan -red),” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan pentingnya fokus pada target-target yang selaras dengan visi dan misi, serta mengesampingkan ego sektoral.

Setiap program harus memiliki output yang jelas, parameter, dan indikator yang terukur, sehingga capaian kinerjanya dapat dievaluasi secara objektif.

Menurutnya, sektor utama yang perlu terus didorong adalah pariwisata, meskipun alokasi anggaran tidak harus sepenuhnya difokuskan pada sektor tersebut.

Dukungan terhadap pariwisata dapat diwujudkan melalui penguatan sektor kebersihan, infrastruktur, keamanan, serta pendukung lainnya.

Permasalahan sampah juga menjadi perhatian khusus. Walikota menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang baik agar kebersihan kota terjaga dan menjadi budaya masyarakat.

Selain itu, pemerintah perlu menyiapkan dukungan anggaran dan regulasi yang memadai, serta berkomitmen mendukung program nasional dalam penanganan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

Terkait penataan kota, Walikota menekankan bahwa Kota Manado harus menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali dan menarik untuk dikunjungi. Hal tersebut perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai, transportasi umum yang baik, serta fasilitas publik yang berkualitas.

Walikota mendorong penguatan sektor keagamaan agar kehidupan beragama dapat berjalan dengan baik dan harmonis, sehingga kerukunan di Kota Manado tetap terjaga.

Usai sambutan Walikota, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara oleh Walikota Manado, Anggota DPRD Kota Manado Reza Rumambi, Asisten II Atto Bulo, para Kepala SKPD, serta para Camat. (elka)

Meimonews.com – Tawuran Antarkampung di Kota Manado menjadi sorotan serius sepanjang tahun 2024-2025. Sumber mengurai benang kusutnya mulai dari akar masalah, kasusnya dan memberikan solusinya,

Dari kacamata sosiologi hukum, fenomena ini tidak sekadar aksi kekerasan, melainkan cerminan dari kompleksitas masalah sosial dan penegakan hukum di masyarakat.

“Insiden-insiden berdarah yang terjadi, seperti di Wonasa, Banjer, dan Kampung Ternate Tanjung, menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, Kamis (11/12/2025), sumber lantas menjelaskan faktor sosiologis mengapa pemuda Manado terlibat tawuran.

Analisis sosiolog hukum menunjukkan beberapa faktor utama yang mendasari meningkatnya aksi tawuran di Manado.

Pertama, lemahnya kontrol sosial. Kurangnya pengawasan dan pembinaan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat membuat perilaku menyimpang, termasuk tawuran, lebih mudah muncul.

Kedua, ketidakpercayaan pada hukum. Adanya kecenderungan main hakim sendiri di masyarakat karena kurangnya kepercayaan terhadap aparat penegak hukum menjadi pemicu warga memilih kekerasan.

Ketiga, kondisi sosial ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi dan minimnya lapangan pekerjaan melahirkan frustrasi di kalangan pemuda. Kekerasan menjadi pelampiasan atas rasa putus asa ini.

Keempat, provokasi dan balas dendam. Banyak insiden tawuran dipicu oleh provokasi dari pihak luar atau motif balas dendam atas kejadian sebelumnya. Beberapa kasus seperti di Kampung Ternate Tanjung, secara eksplisit dilatarbelakangi dendam.

Kelima, pengaruh negatif nedia dan miras. Media sosial sering disalahgunakan untuk menyebarkan tantangan dan provokasi, mempercepat eskalasi konflik. Selain itu, pengaruh minuman keras (miras) juga terbukti menjadi faktor pemicu keributan, seperti di Kelurahan Banjer.

Beberapa insiden tawuran yang sempat menggegerkan Kota Manado selang tahun 2024-2025 terdiri dari kejadian di Wonasa dan Banjer (Kelurahan Banjer & Pasar Unyil Tuminting) pada 25 Desember 2024 di mana Polresta Manado menangkap setidaknya 10 orang.atas kasus yang iipicu oleh minuman keras dan ketersinggungan (saat pengambilan obat keras di apotek).

Kejadian di Kampung Ternate Tanjung (Lorong Argentina, Kecamatan Singkil) pada 12 Oktober 2024 yang mengakibatkan dua korban, salah satunya meninggal dunia akibat tusukan senjata tajam dengan motif balas dendam terkait insiden sebelumnya.

Kejadian di Ternate Baru dan Ternate Tanjung pada 13 Oktober 2024 di mana seorang pemuda (AR, 20) tewas karena tusukan pisau akibat tawuran antar kelompok di perbatasan kelurahan.

Terkait dengan tindakan hukum dan solusi komprehensif, sumber menekankan perlunya tindakan tegas dari kepolisian terhadap pelaku tawuran.

Pelaku dapat dijerat dengan pasal-pasal yakni pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Namun, penegakan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan solusi komprehensif yang melibatkan tindakan preventif (pencegahan) dan pendekatan alternatif.

Ada dua solusi yang ditawarkan yakni pertama, solusi preventif dan oemberdayaan. Diperlukan edukasi dan sosialisasi. Mengintensifkan penyuluhan hukum tentang dampak tawuran di sekolah dan komunitas, termasuk kampanye anti-tawuran di media sosial.

Diperlukan pula penguatan karakter. Penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai sosial di lingkungan keluarga dan sekolah sangat penting; Pemberdayaan Masyarakat. Program seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha dapat mengurangi pengangguran dan frustrasi pemuda.

Selain itu, fasilitas positif. Menyediakan fasilitas olahraga dan kegiatan positif lainnya untuk mengalihkan energi pemuda dari kekerasan.

Kedua, peran tokoh masyarakat dan hukum.
Tokoh masyarakat memiliki peran krusial sebagai agen perdamaian dan perubahan; Mediasi dan Ddalog. Memfasilitasi dialog damai dan bertindak sebagai mediator untuk menyelesaikan konflik antar kelompok.

Perlu pula pembinaan. Memberikan pembinaan khusus kepada pemuda pelaku tawuran untuk mengubah perilaku mereka; kolaborasi. Bekerjasama dengan pemerintah, tokoh agama, dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan kondusif.

Selain itu, tidak melindungi pelaku. Tokoh masyarakat harus mendukung penegakan hukum dengan tidak melindungi warga yang terlibat tawuran; Pendekatan restoratif justice. Selain sanksi pidana, pendekatan restoratif justice yang fokus pada mediasi dan pemulihan hubungan antar kelompok juga dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Dengan mengkombinasikan penegakan hukum yang tegas dengan upaya pencegahan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan tawuran antar kampung di Manado dapat diatasi secara efektif dan berkelanjutan,” tandasnya. (AF)

Meimonews.com – Sekitar 100 CCTV telah dipasang Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (Walikota dan Wakil Walikota) di Kota Manado.

“Pemasangan CCTV ini tersebar di wilsyah-wilayah strategis di Kota Manado untuk memantau soal atau hal-hal terkait dengan kebersihan dan keamanan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Manado Erwin S. Kontu kepada Meimonews.com, Rabu (3/9/2025).

CCTV tersebut, sambungnya, terintegrasi dengan jaringan Polda (Kepolisian Daerah) Sulut dan Polresta Manado.

Itulah sebabnya, apa yang terjadi/terlihat di lokasi-lokasi tersebut langsung terpantau dan ada rekamannya.

Dijelaskan,, yang terekam dalan CCTV tersebut menjadi data/pegangan untuk proses lanjut seperti proses tindak pidana ringan (tipiring).

Oleh karena itu, Kontu mengimbau kepada masyarakat Kota Manado dan sekitarnya untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga keamanan setempat.

“Mari torang jadi kebersihan. Jang buang sampah sembarangan. Jang lupa pula jaga keamanan torang pe kelurahan,” imbau Kontu. (elka)

Meimonews.com – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kota Manado tahun 2025 dikukuhkan dalam suatu upacara di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (14/8/2025).

Bertindak swbagai pembina upacara yang dihadiri Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Irene Angouw-Pinontoan, Forkopimda Kota Manado, Asisten II Atto Bulo, Kepala SKPD, pelatih, kepala sekolah, serta orangtua anggota Paskibraka.adalah Walikota Manado Andrei Angouw.

Dalam sambutannya, Wakikota mengingatkan pentingnya memaknai kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan dan pengorbanan besar para pahlawan, serta mendorong generasi muda menjadi ‘petarung’ untuk kebaikan.

“Terapkan nilai-nilai agama, wujudkan Indonesia yang adil dan beradab, serta junjung tinggi persatuan. Ingat, demokrasi tanpa kebijaksanaan adalah anarki,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DORD Sulut ini menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah lolos seleksi.

“Kalian adalah pilihan dari yang terbaik. Tugas ini akan melekat pada diri kalian seumur hidup. Jadilah teladan bagi teman-teman kalian,” ujarnya.

Rangkaian upacara diawali dengan pembukaan, mengheningkan cipta, pembacaan naskah pengukuhan, dan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Putera Indonesia secara serentak oleh seluruh anggota Paskibraka.

Setelah pernyataan pengukuhan oleh Pembina Upacara, dilakukan penyematan lencana secara simbolis oleh Wali Kota, diikuti oleh orang tua. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengungkapkan pentingnya peran pajak dalam pembangunan Kota Manado. Sekitar sepertiga dari APBD Kota Manado bersumber dari pajak daerah.

“Membayar pajak bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk nyata kontribusi kita untuk Kota Manado,” ujar Walikota ketika berbicara pada acara The First Bapenda Award 2025 yang diselenggarakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (15/7/2025).

Mantan Ketua DPRD Mndo ini menjelaskan bahwa penerimaan pajak terbesar berasal dari sektor konsumsi, seperti restoran, hotel, dan transaksi jual beli properti.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Manado terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar omzet pelaku usaha meningkat, karena dari sanalah potensi pajak juga berkembang.

“Jika penerimaan pajak meningkat, infrastruktur kota pun bisa dibangun lebih baik. Jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya bisa ditingkatkan. Infrastruktur yang baik akan menarik investor dan wisatawan, yang pada akhirnya mendorong kemajuan usaha masyarakat. Ini adalah siklus yang perlu kita jaga bersama,” ujarnya.

Walikota menyatakan dukungannya terhadap digitalisasi sistem perpajakan yang saat ini mulai diterapkan, guna menciptakan sistem yang lebih transparan dan efisien.

“Digitalisasi pajak sangat penting agar pelaku usaha bisa mengikuti perkembangan dengan mudah, transparan, dan nyaman. Kami ingin memastikan bahwa proses perpajakan berjalan adil dan mendukung iklim usaha yang sehat,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Walikota kembali mengajak semua pihak untuk taat membayar pajak demi kemajuan bersama. “Bayarlah pajak dengan baik. Karena pajak adalah untuk kita semua. Untuk Kota Manado yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Acara yang mengusung tema Kepatuhan dan Digitalisasi Pajak Daerah untuk Manado Maju dan Sejahtera ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kota Manado kepada para mitra dan wajib pajak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah

Hadir pada acara ini, Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang, Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Bapenda Kota Manado Jefry Mongdong, para pemenang Bapenda Award 2025, serta undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – DPRD Kota Manado menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-402 Kota Manado di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kota Manado, Senin (14/7/2025).

Rapat Paripurna Istimewa ini dihadiri Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richrad Sualang, Wakil Gubernur Sulut Johanes Victor Mailangkay (mewakili Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus), pimpinan dan anggita DPRD Manado, para Kepala Daerah se-Sulut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Irene Angouw-Pinontoan, dan Sekretaris TP-PKK Kota Manado Merry Mawardi,l, Forkopimda Manado, pejabat Pemkot Manado dan undangan lainnya,

Dalam sambutannya, Walikota mengawali dengan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa atas penyertaan dan berkat-Nya sehingga Kota Manado dapat menapaki usia ke-402 tahun.

Walikota menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Forkopimda, para tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat yang terus mendukung jalannya pembangunan di Kota Manado.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menyampaikan terima kasih kepada para Walikota dan Wakil Walikota Manado pada periode-periode sebelumnya yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan Kota Manado.

Walikota berharap agar Kota Manado dapat menjadi kota yang menjanjikan bagi generasi selanjutnya, serta mengajak semua pihak untuk terus bersemangat dan fokus dalam mendorong kemajuan kota ke depan.

Walikota turut menyampaikan berbagai capaian strategis, termasuk pertumbuhan ekonomi melalui PDRB Kota Manado yang mencapai lebih dari Rp. 53 triliun pada tahun 2024, pengendalian inflasi yang hanya berada di angka 1,8 % atau lebih rendah dari rata-rata nasional.

Selain itu, pengembangan sistem transportasi umum yang lebih terjangkau, aman, dan nyaman, peningkatan ketersediaan dan kualitas air bersih, penataan 100 ribu rumah di Kota Manado, pengelolaan sampah, serta upaya nyata dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Dirgahayu Kota Manado, dirgahayu kita semua. Semoga Kota Manado semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemasangan lilin dan pemotongan kue Hari Ulang Tahun ke-402 Kota Manado. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Manado Tahun 2025-2029.

Penandatanganan tersebut dilakukan Walikota pqda Rapat Paripurna DPRD Kota Manado di Ruang Sidang DPRD Kota Manado, Rabu (14/5/2025).

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey ini dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Asisten I Julises Oehlers, Kepala-kepala SKPD, para Camat, serta undangan lainnya.

Walikota Manado Andrei Angouw saat menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD Kota Manado Tahun 2025-2029

Setelah penandatanganan nota kesepakatan, rapat paripurna dilanjutkan dengan penyerahan dokumen Nota Kesepakatan RPJMD Tahun 2025-2029 dari Ketua DPRD kepada Walikota Manado di dampingi Wakil Walikota Manado Richard Sualang.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua, Wakil Ketua, Pansus RPJMD, serta seluruh anggota DPRD Kota Manado yang telah bersama-sama membahas Rancangan Awal RPJMD Tahun 2025-2029 bersama Pemerintah Kota Manado.

Penyerahan dokumen Nota Kesepakatan RPJMD Tahun 2025-2029 dari Ketua DPRD kepada Walikota Manado di dampingi Wakil Walikota Manado Richard Sualang

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menegaskan pentingnya sinergitas antara eksekutif dan legislatif yang selama ini terjalin dengan baik.

Menurut Walikota, kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi mendorong kemajuan Kota Manado dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Semua upaya ini kita lakukan demi kesejahteraan masyarakat Kota Manado yang kita cintai bersama,” ujar orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini. (Afer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menyampaikan rasa syukurnya karena kembali dipercayakan untuk bekerja demi masyarakat kota Manado.

“Ini akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada ibadah oikumene Korpri Kota Manado sekaligus ibadah syukur atas pelantikannya dan Richard Sualang sebagai Walikota dan Wakil Walikota masa jabatan 2025-20230.

Ibadah syukur yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt. Hein Arina ini dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado Kamis (6/3/2025).

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan, Ny. Merry Mawardi, para Asisten, Kepala SKPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, pimpinan KPU dan Bawaslu Kota Manado, Ketua BKSAUA, Pimpinan FKUB, dan FPK Kota Manado, pimpinan FKDM, Camat dan Lurah se-Kota Manado, serta undangan lainnya.

Walikota berharap dukungan dari kita semua dalam membangun Kota Manado tercinta. “Ini tugas bagi kita, dan saatnya untuk bekerja, yang merupakan awal dari tugas kita di periode kedua ini,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengungkapkan bagaimana campur tangan Tuhan terasa selama pelaksanaan Pilkada, di mana seluruh masyarakat bersama-sama menjaga agar pesta demokrasi tetap kondusif.

“Pilkada sudah lewat, dan kita semua harus bersikap profesional. Saya juga meminta dukungan doa dari para tokoh agama agar kami dapat melaksanakan program pembangunan dengan baik untuk masyarakat Kota Manado,” ujarnya,

Orang nomor.satu di Ibukota Provinsi Sulut ini berharap agar masyarakat giat bekerja serta dapat berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Manado. Selain itu,

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Semoga Tuhan menjaga kita semua dan menjaga Kota Manado tercinta,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Kota Manado menjadi pilot project program kolaborasi penyediaan bantuan pembangunan rumah susun (rusun) serta menjadi satu-satunya kota dari 7 Pemda yang menerima bantuan ini.

Itulah sebabnya, Pjs Walikota Manado Clay June Dondokambey menghadiri Seremoni Penandatanganan Nota Kesepakatan atau Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Bantuan Pembangunan Rumah Susun TA 2024 di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar (Bali), Jumat (25/10/2024).

Kehadiran dari Pjs. Walikota Manado ini didasarkan pada peraturan dari Kementerian PUPR RI di mana menurut
Direktur Rumah Susun Kementerian PUPR Bapak Aswin Grandiarto Sukahar, Kota Manado menjadi pilot project dalam Program Kolaborasi Penyediaan Bantuan Pembangunan Rumah Susun melalui Gerakan 1 Tower 1 Program,serta Kota Manado juga menjadi satu-satunya kota dari 7 Pemerintah Daerah yang menerima bantuan ini.

Adapun aturan tentang hal ini terdapat dalam Peraturan Menteri PUPR No. 7 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus serta SK Menteri PUPR No.1052/KPPS/2024 tentang Penerima Bantuan Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Susun Khusus Tahun 2024 beserta Rencana Perubahannya, Program Kolaborasi Gerakan 1 Tower 1 Program, dan Percepatan Pembangunan Otsus Papua.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprajitno dalam sambutannya mengharapkan agar dalam realisasinya, program ini tidak mendapatkan permasalahan.

Ditambahkan bahwa dalam pembangunannya, pihaknya akan terus mengawasi dari awal hingga akhir pembangunan.

Hadir mendampingi Pjs. Walikota Manado, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Manado Peter A. Eman dan Kabid Perumahan Semart Palebangan. (afer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, Kota Manado adalah Kota Multikultur dan rumah bagi kerukunan dalam keberagaman.

Penegasan Walikota Manado tersebut disampaikan ketika memberikan sambutan pada acara Dharma Shanti Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sabtu (16/3/2024).

Hadir dalam kegiatan ini,  Kabag Kesra Setda Kota Manado Otniel Tewal, SS, MM, Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari, Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara dan DPK PERADAH Indonesia Kota Manado, tokoh-tokoh agama Hindu, serta undangan lainnya.

Acara ini terlaksana atas kolaborasi Pengurus Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Sulawesi Utara dan DPK Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia Kota Manado.

“Pemerintah Kota Manado berkomitmen untuk mendukung penuh setiap kegiatan keagamaan yang diselenggarakan semua agama di Kota Manado,” tandas Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengingatkan, acara dan upacara keagamaan seperti ini harus dirayakan, dan masyarakat diharapkan dapat saling mengenal antar umat beragama yang lain agar tercipta kerukunan di Kota Manado.

“Pemerintah Kota Manado sebagai pemerintah mendorong seluruh masyarakat untuk beribadah dengan baik sesuai dengan agamanya,” ujarnya.

Tak lupa pula orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengucapkan selamat merayakan Dharma Shanti Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 untuk saudara-saudara seluruh umat Hindu. (lk)