Meimonews.com – Sebanyak 562 orang yang terdiri dari strata 1(S1) 480 orang, S2 74 orang, dan S3 8 orang lulusan Unima semester genap tahap II tahun akademik 2025-2026 diwisuda pada sidang senat terbuka Unima yang diadakan di Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Tondano, Rabu (24/6/2026).

Para wisudawan tersebut berasal dari Pascasarjana 55 orang (47 S2 dan 8 S3), FT 60 orang (60 S1), FIKKM 40 orang (60 S1), FISH 132 orang (128 S1 dan 4 S2), FEB 78 orang (64 S1 dan 14 S2), FIPP 100 orang (91 S1 dan 9 S2), FMIPAK 45 orang (45 S1), dan FBS 52 orang (52 S1).

Di antara para wisudawan tersebut, ada beberapa orang yang memiliki disabilitas. Oleh karenanya, sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka, Rektor Unima Joseph Philip Kambey memberikan sertifikat penghargaan.

Lulusan yang memiliki disabiliitas mendapat penghargaan berupa sertifikat oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey

Acara wisuda ini dihadiri para pimpinan dan anggota senat Unima, pimpinan Unima baik tingkat universitas maupun fakultas, civitas akademika Unima, para wisudawan dan keluarga, Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas (mewakili Gubernur Sulut), pejabat TNI dan Polri, sejumlah pejabat Pemkab Minahasa serta undangan lainnya.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, dalam sambutannya mengatakan, hari ini, ia mewisuda 562 anak-anak bangsa dan putra-putri terbaik yang berasal dari seluruh Indonesia.. Atas nama pimpinan Unima, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang secara resmi menyandang gelar akademik.

“Gelar yang saudara peroleh bukan sekedar simbol keberhasilan menyelesaikan studi, tetapi juga merupakan amanah untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tandas Rektor.

Foto bersama usai wisuda

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unima dan Wakil Rektor Unima ini menyebutkan, wisuda hari ini memiliki makna yang sangat istimewa karena dilaksanakan pada momentum bersejarah dalam perjalanan Unima. Di antaranya, beberapa waktu lalu telah diluncurkan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima yang ditandai penyerahan surat keputusan pendirian oleh Mendiktisaintek.

Pencapaian ini, menurut Rektor, merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan dukungan berbagai pihak yakni Pemerintah RI, Kemendiktisaintek, Kemenkes, Pemprov Sulut, Pemkab Minahasa serta seluruh pemangku kepentingan.

Di kesempatan itu, Rektor juga menyanpaikan apresiasi untuk Prodi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dan Prodi Akuntasi FEB yang pada beberapa waktu lalu telah berhasil meraih akreditasi unggul, serta adanya ketambahan Prodi Manajemen pada FEB sehingga semakin meningkatkan kualitas layanan dan standar akademik serta memperkuat reputasi Unima sebagai perguruan tinggi dengan akreditasi unggul.

Rektor juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa yang telah meraih prestasi bukan hanya di tingkat nasional tapi internasional. Rektor lantas menyebutkan nama-nama mahasiswa yang berprestasi tersebut baik dari fakultas mereka serta prestasi yang diraih di ajang yang mereka ikuti.

Sidang senat Unima dalam rangka wisuda semester genap tahap II tahun akademik 2025+2026 yang dipimpin Herry Sumual (Ketua Senat)

Kepada para dosen dan, tenaga kependidikan serta seluruh civitas akademika, Rektor memberikan apresiasi dan penghargaan karena telah bekerja dengan dedikasi tinggi dalam mendidik dan membimbing mahasiswa hingga mencapai tahap kelulusan.

Kepada para wisudawan, Rektor berpesan agar jangan berhenti belajar, jangan takut menghadapi perubahan, dan jangan ragu untuk bermimpi besar. “Bangunlah masa depan dengan ilmu, karakter, dan semangat pengabdian. Bangsa Indonesia menbutuhkan generasi muda yang cerdas, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ajaknya.

Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas saat membacakan sambutaan tertulis Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Balitbangda Sulut Yani Lukas menjelaskan, momen wisuda bukanlah sekedwe seremoni akademik atau penyerahan ijazah semata.

“Wisuda adalah tanda keberhasilan dari sebuah proses panjang yang telah dilalui dengan penuh perjuangan, kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan. Di balik toga yang dikenakan hari ini terdapat berbagai cerita tentang semangat belajar, tantangan yang dihadapi, kegagalan yang pernah dialami, serta telad untuk terus bangkit dan menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ujar mengutip Gubernur.

Karena ini, atas nama Pemprov Sulut, Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil mencapai salah satu tonggak penting dalam perjalanan hidupnya. Prestasi ini patut disyukuri, namun sekaligis menjadi awal dari sebuah perjalanan baru.

Unima, menurut Gubernur, merupakan salah satu perguruan tinggi negeri kebanggaan Sulut. Selama bertahun-tahun, Unima telah memberikan kontribuai beaar dalam menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

“Tidak sedikit alumni Unima yang mengabdikan diri sebagai pendidik, akademisi, birokrat, wirausahawan, profesional, maupun pemimpin di berbagai bidang kehidupan,” sebutnya.

Lebih dari itu, tambah Gubernur, Unima juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembentukan karakter generasi muda. Kehadiran perguruan tinggi tidak hanya berfungsi mencetak lulusan tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah.

Karena itu, Pemprov Sulut menaruh harapan besar agar Unima terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundayang saat memberikan pesan dan kesan mewakili alumni/wisudawan

Mewakili alumni/wisudawan, Vanda Sarundayang dalam kesan dan pesannya mengungkapkan, momen hari ini bukan habya menjadi tanda selesainya sebuah proses akademik tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu, menjaga nama baik almamater, dan memberi manfaat bukan saja bagi diri sendiri tapi juga mqayarakat.

“Hari ini memgajarkan kita bahwa keberhasilan tidak lahir dari jalan yang mudah. Setiap capaian adalah buah dari ketekunan, doa, pengorbanan, dan proses panjang yang kadang penuh tantangan. Tanpa perjuangan, tidak ada hasil yang sungguh bernilai,” ujarnya.

Wakil Bupati Minahasa ini, menambahkan, tanpa proses, keberhasilan tidak akan memiliki makna yang mendalam. Karena itu, apa yang diterima hari ini adalah cerminan dari usaha, kesabaran, dan komitmen yang telah dijalani.

Ditegaskan, keberhasilan kita (para wisudawan – Red) juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. “Untuk itu, dengan penuh kerendahan hati, izinkan saya mewakili oara wisudawan dan wisudawati menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Unima : Rektor, para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Kepala UPT, para Dekan dan pimpinan fakultas, para Ketua Program Studi serta seluruh civitas akademika yang telah memberikan arahan, pelayanan, dan ruang belajar terbaik bagi kami,” ujarnya.

Vanda juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah pihak termasuk para dosen serta keluarga wisudawan, para sahabat dan semua orang yang telah menopang para wisudawan-wisudawati dengan doa, kasih sayang, kesabaran serta dukungan yang tiada henti. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 10 guru besar (profesor) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dikukuhkan dalam sidang senat terbuka Unsrat yang dipimpin Ralf Kairupan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (7/5/2026).

Pengukuhan ini berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenediktisanitek RI) Brian Juliarto yang dibacakan Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu.

Kesepuluh guru besar tersebut adalah Steenie Edward Walla, Tiny Mananoma, Dolfie Paulus Pandara, Henny Lieke Rampe, Joy Elly Tulung, Dedie Tooy, Dantje Taroreh, Betsy Agustina Naomi Pinaria, Leonardus Ricky Rengkung, dan
Carnels Djelfie Massie,

Sebelum dikukuhkan, para guru besar tersebut menyampaikan orasi ilmiah (secara singkat) di hadapan pimpinan dan anggota senat universitas, pimpinan unsrat dan fakultas, serta tamu/undangan termasuk Kepala Bapelitbang Sulut, Dewan Pengawas Kemendiktiaaintek, Kabidkum Polda Sulut dan keluarga guru besar yang dikukuhkan.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengatakan, hari ini, di ruangan ini kita menyaksikan buah dari sebuah perjuangan panjang itu. Menjadi guru besar bukan perjalanan yang singkat.

“Di balik toga dan gelar profesor yang hari ini dikenakan, ada malam-malam panjang yang diisi penelitian, ada lelah yang sering disimpan dalam diam, ada kegagalan yang dilalui dengan ketekunan, dan ada doa keluarga yang tidak pernah berhenti menyertai,” ujarnya.

Karena itu, sambung Rektor, pengukuhan hari ini bukan hanya kebanggaan pribadi tetapi juga kebanggaan keluarga, kebanggaan Unsrat dan kebanggaan masyarakat Sulut.

“Hari ini Universitas Sam Ratulangi bersyukur karena memiliki 10 guru besar baru yang akan menjadi cahaya bagi generasi muda, menjadi penggerak lahirnya inovasi dan menjadi suara akademik yang membawa solusi bagi masyarakat,’ tandas Rektor.

Gubernur Sulut dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas mengatakan, guru besar adalah pencapaian luar biasa yang diraih nelalui proses panjang, penuh dedikasi, kerja keras dan ketekunan.

“Tidak semua orang mampu mencapai titik ini, sehingga apa yang diraih hari ini patut disyukuri dan dibanggakan,” ujar Lukas,

Guru besar, menurut Gubernur, bukan sekedar capaian akademik tertinggi melainkan simbol tanggung jawab yang besar. Di balik gelar tersebut, tersimpan harapan agar para.guru besar mampu menjadj pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidik yang membenruk generasi unggul sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Dengan demikian, seorang guru beaar tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga kebijakaanaan serta kemampuan untuk menghadirkan dampak nyata,’ sebutnya. (FA)