Meimonews.com – Gerak cepat untuk mencegah terjadinya tawuran antarsekolah di sekitar Stadion Klabat Manado dilakukan tim Kepolisian Resort Kota Manado (Polresta) Manado, Selasa (10/2/2026). Sebanyak 22 siswa diamankan sekitar pukul 15.40 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto di dampingi Kasi Humas Polrests Manado Iptu Agus Haryono menjelaskan, puluhan siswa tersebut berasal dari beberapa sekolah menengah pertama (SMP) di antaranya SMP Negeri 4 Manado, SMP Negeri 7 Manado, SMP Negeri 14 Manado, SMP Hati Kudus Karombasan Utara, serta SMP Negeri 17 Manado.

Para siswa yang berhasil diamankan Tim Gabungan Polresta Manado langsung digiring ke Mapolresta Manado untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh piket Reskrim.

“Berdasarkan hasil pendataan jumlah siswa yang diamankan sebanyak 22 orang dengan rentang usia 13 hingga 15 tahun. Seluruh pelajar tersebut kemudian dilakukan perekaman sidik jari sebagai bentuk verifikasi identitas, serta dibuatkan surat pernyataan bersama orang tua dan pihak sekolah,” ujar Kasat Reskrim.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui, rencana tawuran tersebut dipicu oleh saling ejek dan tantangan melalui media sosial WhatsApp Saluran bernama SPENTULAS anti BADAY, yang dikelola oleh siswa SMP Negeri 17 dan diikuti oleh sejumlah siswa dari SMP Negeri 4 Manado.

Salah satu siswa yang diamankan, HR (13), siswa SMP Negeri 4 Manado, mengungkapkan bahwa siswa dari SMP Negeri 17 kerap membuat keributan di depan sekolahnya dengan cara berteriak dan menantang untuk berkelahi. “Ia bersama rekan-rekannya kemudian menuju Stadion Klabat yang diduga menjadi titik kumpul siswa SMP Negeri 17,” sebut mantan Kapolsek Malalayang ini.

Ditambahkan, karena tidak menemukan siswa yang dimaksud, rombongan siswa gabungan dari SMP Negeri 4 dan SMP Hati Kudus sempat menuju ke SMP Negeri 17, namun dicegat oleh petugas keamanan sekolah dan diminta untuk membubarkan diri.

Saat kembali ke arah Stadion Klabat, mereka bertemu dengan siswa SMP Negeri 17 di Jalan Santo Josep sehingga sempat terjadi perkelahian. Bahkan, menurut keterangan, beberapa siswa SMP Negeri 17 diduga mengejar menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam.

Keterangan lain disampaikan oleh JS, siswa SMP Negeri 4 Manado, yang mengaku sempat diarahkan anak panah oleh dua orang pelajar berseragam sekolah yang berboncengan sepeda motor, sehingga ia bersama dua temannya melarikan diri.

Setelah dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian, seluruh siswa yang terlibat dikembalikan kepada orangtua masing-masing pada pukul 21.45 Wita. Orangtua dan pihak sekolah juga diberikan arahan agar meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap para siswa guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dari level keluarga, lingkungan rumah sekolah, Toda, Toga dan Tomas berperan aktif melakukan pengawasan dan pendidikan karakter kepada generasi muda, siswa dan anak-anak kita sehingga bisa terhindar dari tindakan yang dapat merugikan diriny sendiri maupun orang lain.

Pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan aktivitas siswa/pelajar, khususnya yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, serta mengimbau agar para pelajar tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif di media sosial. (AF)

Meimonews.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado dan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Manado melaksanakan sidak (inspeksi mendadak) di pasar Bersehati Manado.

Kegiatan yang dilaksanakan Senin (18/3/2024) tersebut bertujuan untuk memeriksa ketersediaan stok dan perkembangan harga sembako di pasar unggulan di Ibukota Provinsi Sulut ini.

Kegiatan ini diikuti beberapa pejabat, antara lain Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado Hendrik Waroka, Kasat Reskrim Polresta Kompol May Diana Sitepu, serta Direktur Pengembangan PD Pasar Manado, Faisal Arifin.

Selama sidak dilakukan, beberapa kios di Pasar Bersehati yang menjadi fokus pengecekan antara lain kios 93, UD. HAS, kios 89, kios 87, kios 36, kios 37, dan kios 23.

Pengecekan meliputi ketersediaan stok dan harga komoditas sembako seperti beras impor dari Thailand yang dijual dengan harga Rp. 10.450 per kilogram, serta minyak goreng curah dengan harga Rp. 19.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng subsidi dari program Disperindag yaitu jenis Minyak Kita kosong di pasaran.

Ditemukan beras impor dari Bulog yang didistibusikan ke pedagang  di Pasar Bersehati  dengan harga Rp. 10.400 per kilogram dijual  kembali dengan kisaran harga Rp. 11.000 hingga Rp. 12.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng subsidi dari program Minyak Kita dibeli oleh pedagang dari distributor dengan harga Rp. 180.000 per karton isi 12 pcs.

Kadis Perindag Kota Manado  Hendrik Waroka menyampaikan bahwa dari hasil  sidak ini menunjukkan, ketersediaan beras Bulog dan minyak goreng subsidi Minyak Kita di Pasar Bersehati sangat kurang, dan tidak semua kios menjual kedua komoditas tersebut.

“Kedepannya  kita akan mengambil langkah berkoordinasi  dengan instansi terkait untuk melakukan operasi pasar dan secara kontinyu untuk  memonitor ketersediaan stok dan perkembangan harga sembako di pasar pasar di Kota Manado untuk memastikan ketersediaan dan harga yang wajar dan dapat dijangkau  oleh masyarakat,” ujarnya. (AF)