Meimonews.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto menerima penghargaan di bidang pengawasan melekat (Waskat) dari Kapolri Jenderal Pol.  Listyo Sigit Prabowo.

Penghargaan diberikan saat kegiatan release akhir tahun yang dipimpin Kapolri di Rupatama Mabes Polri, Rabu (27/12/2023).

“Alhamdulillah kita bersyukur menutup tahun 2023, Polda Sulut mendapat penghargaan dari Bapak Kapolri yaitu juara II lomba pengawasan melekat,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil dari kerja keras serta kerjasama seluruh anggota Polda Sulut dan seluruh jajaran dalam memberikan layanan terbaiknya.

Pada lomba pengawasan melekat tersebut, juara I diraih Polda Jambi dengan skor nilai 78,38, juara II  Polda Sulawesi Utara dengan  skor nilai 77,01  dan juara III Polda Kalimantan Barat dengan skor nilai 76,85. (AF)

Meimonews.com – Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto membuka pelatihan teknik interview dan interogasi bagi Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) yang dilaksanakan Icitap di Hotel Novotel Manado, Senin (4/12/2023).

Pelatihan ini dihadiri  Chief of Operation USDOJ-Icitap, Kejati Sulut, Kepala UPTD PPA Sulut, Pimpinan LSM Swara Parampuang, YKYU, PJU Polda Sulut, para instruktur serta peserta dari Polda Sulut dan Polres jajaran.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Icitap dan Bareskrim Polri serta seluruh pihak yang terlibat atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan pada 4-8 Desember 2023,” ujar Kapolda.

Pelatihan ini, tambahnya, memiliki signifikansi yang sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“UPPA memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu, keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para Penyidik sangat menentukan keberhasilan dalam menangani kasus-kasus tersebut,” jelasnya.

Kapolda berharap pelatihan ini dapat memberikan bekal tambahan dalam meningkatkan profesionalisme dan keahlian teknis Penyidik UPPA sehingga dapat lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya.

“Saya harap peserta dapat berinteraksi secara aktif, bertukar pengalaman, dan belajar secara intensif dari para instruktur yang berkompeten. Junjung tinggi nilai-nilai integritas, keadilan, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai Penyidik. kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi mereka yang tidak mampu melindungi diri mereka sendiri,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Berbagai elemen masyarakat Sulut bersama Forkopimda Sulut melaksanakan kegiatan doa bersama di Godbless Park (Taman Berkat) Kota Manado, Selasa (28/11/2023) pukul 16.30 Wita, dengan tema Mari Ciptakan Kerukunan dan Situasi Kondusif di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Torang Samua Basudara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Jan de Fretes, perwakilan Forkopimda Sulut, para PJU Polda Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut H. Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Sulut Steve HA. Kepel, Ketua FKUB Sulut, Ketua MUI Sulut, jajaran Pemerintah Kota Manado dan Kota Bitung, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mahasiswa, pelajar dan elemen masyarakat, yang jumlahnya sekitar 300 orang.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus FKUB Sulut karena telah menggagas kegiatan ini serta menyiapkan kegiatan yang dilaksanakan.

“Apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus FKUB Sulut karena telah menggagas kegiatan ini. Apresiasi juga kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar serta seluruh elemen masyarakat yang sudah hadir di tempat ini.

“Antar kita sesama walaupun berbeda kami merasakan keindahan, kerukunan dan kebersamaan di Sulut sangat indah,” ujar Kapolda.

Kapolda berharap masyarakat Sulawesi Utara terus mempertahankan kerukunan antar umat beragama. “Mari kita pertahankan kerukunan antarumat beragama ini, kita harus tidak mudah terprovokasi. Kami berharap masyarakat bijak untuk menggunakan sosial media. Mari kita Introspeksi diri kita untuk kembali ke keadaan semula,” ujarnya.

Kapolda mengajak pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi bersama TNI dan Polri guna menjaga stabilitas kamtibmas sehingga dapat beraktifitas dengan aman. “Kita ucapkan bersama sama Torang Samua Basudara,” ujar Irjen Pol. Setyo dan diikuti oleh seluruh hadirin.

Kegiatan dilanjutkan dengan orasi perdamaian oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh adat serta dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin 6 tokoh agama yakni Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu. (AF)

Meimonews.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) adat Minahasa dan organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung menggelar deklarasi damai di Riverside Resto n Cafe, Girian, Kota Bitung, Selasa (28/11/2023) siang.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Sulut dan Pejabat Utama Polda Sulut, Danrem 131/Santiago, Danlantamal VIII Manado, Dandim 1310/Bitung, Kapolres Bitung, Walikota Bitung beserta Forkopimda Kota Bitung, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ketua dan anggota ormas adat Minahasa serta ketua dan anggota organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan naskah deklarasi damai oleh Ketua Ormas Adat Minahasa dan Ketua Organisasi Keagamaan Muslim di Kota Bitung dan diikuti oleh seluruh yang hadir.

Setelah itu, penandatanganan bersama deklarasi damai oleh ketua dan perwakilan ormas adat Minahasa, ketua dan perwakilan  organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung, Kapolda Sulut, Walikota Bitung serta para pejabat lainnya.

Adapun isi deklarasi tersebut adalah pertama, sepakat untuk mengakhiri setiap konflik yang terjadi secara damai; kedua, mendukung penegakan hukum terhadap pelaku yang terlibat, secara transparan, dan berkeadilan.

Ketiga, menolak segala bentuk provokasi, pergerakan massa dari luar Kota Bitung, maupun pemberitaan melalui media sosial yang sifatnya hoax yang berkaitan dengan permasalahan di Kota Bitung; keempat, bersama menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat Kota Bitung

Di penghujung kegiatan, dilakukan doa bersama lintas agama. Berturut-turut dipimpin oleh pemuka agama Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto mengatakan, tujuan deklarasi damai ini adalah untuk menghasilkan sebuah komitmen bersama-sama seluruh masyarakat yang ada di Kota Bitung untuk sepakat dengan beberapa hal yang sudah disampaikan atau dideklarasikan.

“Antara lain patuh hukum, menyesuaikan dan mengembalikan situasi di wilayah ini semaksimal mungkin, secepat mungkin, sehingga masyarakat bisa beraktivitas, bisa menjalankan kegiatannya dengan baik,” ujarnya.

Tentunya, sambung Kapolda, dengan pelaksanaan deklarasi damai ini, diharapkan semuanya sudah selesai, tidak ada lagi hal-hal kecil yang kemudian muncul di antara para pihak tersebut.

Kapolda berharap khususnya kepada seluruh masyarakat bukan hanya di Kota Bitung, umumnya yang ada di Sulawesi Utara kemudian seluruh masyarakat di kota-kota besar lainnya di NKRI, sudah melihat bahwa permasalahan yang ada di Kota Bitung sudah selesai.

“Mohon yang lain-lain tidak lagi kemudian memiliki kepentingan yang tidak baik, kontra produktif, mohon betul-betul dihentikan. Situasi sudah kembali damai, kembali bersahabat, kembali bersaudara, torang samua basudara,” pinta Irjen Pol. Setyo.

Selain itu, Kapolda berharap agar hasil pertemuan dan deklarasi damai di Kota Bitung ini bisa disampaikan kepada masyarakat luas.

“Apa yang sudah dilakukan di sini, nanti bisa secara personal, secara komunitas untuk bisa menyampaikan hasil kegiatan deklarasi damai di Bitung,” sebutnya.

Hasil pertemuan ini, Kapolda mempersilahkan dikemas dengan bahasanya masing-masing. Silahkan diteruskan kepada keluarga, sahabat, baik yang ada di Sulawesi Utara ataupun di kota-kota lainnya. Sehingga semakin meluas informasinya, semakin memahami, mengetahui, dan akhirnya tidak ada lagi yang bertanya-tanya bahkan melakukan tindakan-tindakan yang kontra produktif. (AF)

Meimonews.com – Kondisi Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara pasca bentrokan 2 kelompok yang terjadi Sabtu (25/11/2023) jam 16.30 wita sudah kondusif. Situasi kamtibmas sudah kembali kondusif.

Walau demikian, polisi masih tetap berjaga di beberapa titik di kota yang mendapat julukan Kota Cakalang itu.

Kondisi terkini tersebut disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto
didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Iis Kristian, Direskrimum Kombes Pol. Gani F. Siahaan dan Forkopimda Kota Bitung saat menggelar konferensi pers, yang dihadiri sejumlah wartawan baik, cetak, elektronik dan media online di Polres Bitung, Minggu (26/11/2023) malam.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kota Bitung dan umumnya masyarakat Sulawesi Utara serta seluruh masyarakat Indonesia, sampai dengan malam ini situasi dan kondisi di wilayah Kota Bitung aman dan terkendali,” ujar Kapolda.

Pihak Polda dan Polresta Bitung sudah melakukan banyak kegiatan dari mulai pagi sampai dengan malam hari, dan banyak melakukan pertemuan dengan para tokoh, masyarakat, dan komunitas, malam ini terlihat bahwa aktivitas masyarakat di beberapa tempat berjalan seperti biasa.

“Mereka melakukan banyak kegiatan perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan atau aktivitas dan situasi kondisi di wilayah Kota Bitung ini aman dan terkendali,” tandasnya.

Kapolda memaparkan, pada peristiwa bentrokan antara Ormas Adat dan Ormas Keagamaan, yang menyebabkan 3 korban yakni 2 luka-luka dan 1 meninggal dunia ini, polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku.

“Polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku, yaitu pria inisial RP dan HP yang diduga melakukan penganiayaan di TKP Kelurahan Sari Kelapa dan 5 terduga pelaku di TKP Jalan Sudirman, yaitu pria inisial GK, FL, BI, MP dan RA,” sebut Kapolda.

Selain menangkap para terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 5 sajam jenis parang, pedang samurai, badik dan anak panah, serta 2 buah kayu totara.

Kapolda berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama ikut berpartisipasi menjaga keamanan. “Dukung pelaksanaan tugas baik dari TNI, Polri maupun Pemerintah Kota Bitung, untuk menjaga situasi ini,” imbau Irjen Pol. Setyo.

Ditambahkan, tidak hanya masyarakat termasuk juga para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dibuktikan bahwa kemarin malam sudah dilakukan pertemuan dan sudah ada komitmen ada kesepakatan untuk tidak memperpanjang masalah ini dan kemudian mempercayakan proses penyelesaiannya dilakukan secara prosedur hukum.

Terkait isu-isu yang bertebaran, Kapolda minta agar tidak mudah terprovokasi. “Jangan mudah percaya dengan isu atau informasi yang sumbernya tidak bisa dipercaya, bahkan mungkin sumber-sumber yang berasal dari akun-akun yang anonim, akun-akun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi dengan akun-akun atau isu-isu yang berkembang itu, kalau ada informasi sekecil apapun yang kira-kira itu berhubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di wilayah Kota Bitung.

Kapolda juga mengimbau kepada para pelaku yang melakukan tindak pidana penganiayaan kekerasan secara bersama-sama terhadap para korban agar segera menyerahkan diri.

“Sebaiknya menyerahkan diri, secepatnya datang ke Polres untuk kemudian menyampaikan dengan baik dan akan ditangani secara baik. Saya jamin haknya untuk kemudian diperlakukan secara baik oleh para Penyidik. Kalau tidak nanti pasti akan dilakukan upaya penangkapan atau kalau misalkan melarikan diri pasti akan dilakukan upaya dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang,” tegasnya.

Kapolda menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang telah berpartisipasi untuk menyampaikan imbauan terutama membuat berita-berita secara positif yang tidak tendensius dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar.

“Harapannya kalau rekan-rekan jurnalis menyampaikan secara proporsional, mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera selesai. Kota Bitung bisa cepat normal kembali, sebagaimana biasa, sesuai falsafah torang samua basudara,” ujar Ir. Pol. Setyo. (AF)