Meimonews.com  – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar kegiatan Orientasi Kampung KB dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung KB Sitaro dalam rangka percepatan penurunan stunting (PPS).

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Ondong,  Selasa (3/10/2023) ini dibuka pelaksanaannya oleh Pejabat Bupati Kepulauan Sitaro Joy Etiano Bernadin Oroh ini.

Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas PPPA, PP dan KB Fabiola Papona, S. Sos, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sitaro Maja Eva Oroh Rumengan, SE, Sekda Sitaro Denny Kondoj, M. Si, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian Sekda dan Camat, Kapitalau, Ketua Pokja Kependudukan bersama tim BKKBN Sulut dan Satgas PPS Sulut.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M. Erg ketika memberikan sambutan,, memaparkan kondisi Sitaro dalam kegiatan percepatan penurunan stunting dan Program Bangga Kencana.

Saat ini, ungkap Tandaju, terdapat beberapa hal penting dalam pengelolaan program Bangga Kencana yang memerlukan akselerasi partisipasi dan peranserta seluruh mitra kerja terutama di Kepulauan Sitaro yaitu percepatan penurunan stunting

Disebutkan,  berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Kepulauan Sitaro sebesar 14,4 persen atau turun 8,1 persen dari prevalensi tahun 2021 yaitu sebesar 22,5 persen.

Bila melihat hasil pengukuran bulan Februari 2023 melalui elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) masih terdapat 20 (0,58 persen dari 3.421 anak yang diukur) anak yang dikategorikan sebagai stunting.

Berdasarkan hasil updating data PK22 di Kabupaten Kepulauan Sitaro terdapat 4.311 keluarga yang punya resiko stunting.

Untuk itu, kelompok masyarakat terutama yang berada di Kampung Keluarga Berkualitas, sebutnya, perlu diberdayakan sehingga bersama-sama dengan Tim Pendamping Keluarga dapat melakukan pendampingan bagi anak stunting dan keluarga yang beresiko stunting.

Pejabat Bupati Kepulauan Sitaro Drs. Joy Eltiano Bernadin Oroh dalam sambutannya mengapresiasi jajaran BKKBN Perwakilan Sulut dan Dinas PPKB Kepulauan Sitaro yang telah memprakarsai kegiatan Orientasi Kampung KB dan Pemberdayaan Masyarakat di Sitaro dalam rangka percepatan penurunan stunting (PPS) tingkat Sulut

Kegiatan ini, menurutnya, bernilai penting terutama dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di daerah.

Diharapkan, program ini mampu meningkatkan pemahaman pengelolaan tingkat desa tentang upaya penanganan stunting sebagai wujud komitmen kita bersama dalam menjawab tantangan yang dihadapi.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro gencarkan program Gesit Evas (Gerakan Sitaro Edukasi Intervensi Anak Stunting) demi Percepatan Penurunan Stunting daerah, sehingga melalui lingkungan terkecil yaitu keluarga setiap anak akan mendapatkan perawatan serta dukungan yang layak untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat. (Fer)

Meimonews.com – Guna evaluasi dan strategi percepatan penurunan stunting (PPS) terkait E-PPGBM dan SKI/SSGI di Provinsi Sulawesi Utara, BKKBN Perwakilan Sulut menggelar executif meeting di Best Western The Langoon Hotel Manado, Jumat (29/9/2023).

Hadir dalam pertemuan ini Dinas Kesehatan Sulut, Bappeda Sulut dan Aster Kasdam XIII/Mdk.

Pertemuan ini dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg di dampingi Koordinator Program Manager Murphy Kuhu, STP.

Beberapa hal terkait dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BKKBN Perwakilan Sulut dan jajaran dan pihak termasuk pelaksanaan E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan pelaporan Gisi Berbasis Masyarakat) dan SKI/SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2022 disampaikan Tandaju.

Diketahui, upaya perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu amanat UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009. Upaya perbaikan gizi ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat yang dilakukan pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai usia lanjut, dengan prioritas pada kelompok rawan yaitu bayi, balita, remaja perempuan, ibu hamil dan menyusui.

Diharapkan, dengan adanya pertemuan ini akan tercapai kesepakan-kesepakatan dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting. (Fer)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulawesi Utara Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg di dampingi Ketua Pokja Percepatan Penurunan Stunting Ignasius P. Worung, SE, M.Si hadir dan membawakan materi pada kegiatan Diseminasi Audit Stunting di Tomohon, Jumat (22/9/2023).

Kegiatan yang turut dihadiri Koordinator Program Manajer PPS Sulut Murphy Kuhu, STP, Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting Sulut, Asisten Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Tim Pakar AKS, Tim Teknis, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tomohon dan Tim Satgas PPS Kota Tomohon ini dibuka pelaksanaannya oleh Ketua TP-PKK Kota Tomohon dan Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk -Karundeng

Dalam pemaparannya, Tandaju menampilkan data-data perkembangan stunting di Provinsi Sulut per kabupaten/kota yang ada baik tahun 2020, 2021 dan 2022 dan target untuk tahun 2023 dan 2024 serta perbandingan target dan hasil capaian tahun 2022.

Selain itu, ditampilkan pula realisasi DAK Kabupaten/Kota terhitung sampai dengan 14 September 2023 serta realisasi BOKB kabupaten/kota  sampai dengan 14 September.

Jeand’arc dalam sambutannya pada acara pembukaan, menjelaskan berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan di Kota Tomohon dalam rangka penangan stunting  yang diharapkan dapat dilaksanakan secara sinergis melalui pengaktifan peran pemerintah, perguruan tinggi, swasta, masyarakat dan media.

Sehingga kerjasama dalam program dan kegiatan penanganan stunting dapat dilakukan semakin solid. “Saya optimis Kota Tomohon dapat lebih baik lagi menurunkan angka prevalensi stunting,” ujarnya.

Untuk itu, istri Walikota Tomohon Caroll Senduk ini mengajak seluruh stakeholder untuk turut memberikan dukungan melalui aksi nyata di sektor masing-masing dalam rangka menekan angka stunting di Kota Tomohon. (Fer)

Meimonews.com – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulut menggelar Safari Stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (11/9/2023).

Kegiatan bertempat di Kantor Bupati Boltim ini dibuka pelaksanaannya oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Hendra Tangel, SH mewakili Bupati.

Dalam  sambutannya, Tangel menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan target prevalensi tahun 2023 sebesar 20 persen dan tahun 2024 sebesar 14 persen.

Untuk target PPGBM akhir tahun 2023 maksimal 6 persen prevalensi balita stunting, memastikan dan menjamin pengukuran balita setiap bulannya menjadi 100 persen di semua kegiatan posyandu. Komitmen ini dibuat sebagai acuan dalam penurunan prevalensi stunting.

Kepala Dinas Dukcapil KB Sulut Christodharma Sondakh, SH mewakili Wakil Gubernur Sulut menyampaikan, target pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia untuk menciptakan SDM yang unggul menuju Indonesia Emas Tahun 2045, tertuang dalam amanat Presiden RI melalui Perpres No.72 Tahun 2021 menurunkan angka prevalensi stunting sampai ke angka 14 persen di Tahun 2024.

Tentu saja, sambungnya, hal ini bukan merupakan hal yang mudah. BKKBN yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional sangat menyadari hal ini. Tugas mulia ini hanya dapat dicapai dengan adanya kerjasama yang solid mulai dari pemerintah pusat, daerah sampai ke seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini tertuang dalam Perka BKKBN No. 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI).

Saat ini prevalensi stunting di Sulawesi Utara sesuai SSGI 2022 masih tercatat sekitar 20,5 persen dan untuk Kabupaten Boltim, sesuai SSGI 2022 adalah 30 persen. “Artinya, untuk mencapai target 14 persen pada 2024 kita hanya punya waktu 1 tahun lebih,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, sebutnya, Pemerintah Kabupaten Boltim akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan sumber daya manusia di Provinsi Sulawesi Utara yang Hebat, Unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Dalam kesempatan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, memberikan Materi evaluasi dan penguatan PPS melalui safari stunting.

Balita yang tidak terukur di Februari 2023, sebutnya, sebanyak 1.259 anak yang perlu dikawal dan dipantau oleh Pemerintah Kabupaten serta mendorong agar di pengukuran Agustus 2023, Balita yang diukur bisa mencapai 100 persen.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pelayanan KB Gratis Tim Safari Stunting Sulawesi Utara di Puskesmas Tutuyan dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan oleh seluruh pegawai BKKBN Perwakilan Sulut dengan memberikan makanan tambahan bagi anak stunting di Desa Tutuyan III, Kecamatan Tutuyan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Perwira Penghubung Letkol Infantri Joppy Tijow, Kepala Dinas PP KB Boltim Fera Maria Sewow, S.Sos, Kadis dan Kaban di lingkungan Pemerintah Daerah, Kepala Puskesmas, Camat, Lurah, Koordinator Program Manajer PPS Sulut Murphy Kuhu, S.TP dan Tim PPS Sulut, Kepala TVRI Stasiun Manado Drs. I Ketut Sutakariana, M.I.Kom selaku Duta Penyiaran Stunting Sulut, dan Ketua Pokja Perwakilan BKKBN Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulawesi Utara Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg yang diwakili  Lady D. Ante, S.Pd, MAP (Sekretaris) bersama Tim menghadiri Launching Sekolah Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermanfaat) Pakalowiren di BKL (Bina Keluarga Lansia) Kasamaan Desa Munte, Kabupaten Minahasa Selatan,  Sabtu (9/9/2023).

Dalam sambutan Kaper yang dibawakan Sekertaris mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta dapat mendukung pengembangan Sekolah Lansia di kelompok BKL yang dapat membantu para pemangku kepentingan dalam merencanakan program Pembangunan Keluarga, dalam upaya meningkatkan pengembangan program kelanjutusiaan melalui pelaksanaan sekolah lansia di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di seluruh Indonesia dalam mewujudkan lansia tangguh yang SMART.

Launching sekolah lansia di Kampung KB Kalooranta Desa Munte saat ini, sebutnya, adalah pioner dan percontohan bagi pembentukan sekolah lansia yang lainnya, yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.

Oleh sebab itu, diharapkan para anggota lansia yang ada di BKL Kasamaan Desa Munte yang akan menjadi peserta sekolah lansia dapat memanfaatkan momentum yang baik ini untuk mendapatkan berbagai ilmu sehingga dapat lulus dan mengikuti tahapan wisuda nantinya sehingga dapat  mewujudkan lansia yang SMART.

Pembukaan kegiatan ditandai pembukaan selubung papan nama sekolah oleh Bupati Minsel Frangky D. Wongkar, SH dan Sekretaris BKKBN Sulut di dampingi Kepala Dinas PPKB Kabupaten Minahasa Selatan Meity Tumbuan, S.Pd, M.Si.

Setelah itu, penyematan tanda peserta dan pemberian kelengkapan ATK serta buku bagi seluruh siswa peserta Sekolah Lansia dan Penyerahan Piagam Keluarga Harmonis. (Fer)

Meimonews.com  – BKKBN Sulut menggelar Sekolah Lansia (Pembentukan Sekolah Lansia di Kelompok Bina Keluarga) di Hotel Ibis Manado, Senin-Selasa (14-15/8/2023).

Kegiatan ini dibuka pelaksanannya oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng di dampingi Ketua Pokja Pembangunan Keluarga dr. Alfrida Bayang, M. Kes dan Pelaksana Kegiatan Nelly Mamahit, SH.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Ketahanan Lansia BKKBN Pusat yang diwakili dr. Elsa Pongtuluran, M.Kes, Direktur Institusi Ramah Lansia Dr. Tri Suratmi, M.Pd, Direktur Poltekes Gunung Maria Henny Pongantung, NS, MSN, DN, SC, pengelola program lansia OPD KB, kader/pengurus kelompok Bina Keluarga Lansia, PLKB pendamping kelompok Bina Keluarga Lansia terbaik, Juang Kencana Sulut, PWRI Sulut,  dan Komisi Daerah Lansia Sulut.

Dalam sambutannya, Tandaju mengungkapkan, salah satu permasalahan penting dalam pembangunan keluarga adalah tingkat kualitas hidup lansia yang masih rendah.

BKKBN, sebutnya,  termasuk salah satu lembaga pemerintah yang turutserta melaksanakan program pembangunan keluarga lansia dan rentan dengan tujuan mewujudkan lansia yang SMART (sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat).

Oleh karenanya, perlu adanya upaya pencegahan dan pembinaan non formal mengenai kesehatan, spiritual dan sosial melalui kegiatan sekolah lansia.

Dikemukakan, sekolah lansia merupakan pembelajaran bagi lansia, terutama lansia yang masih potensial di dalam keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan lansia yang SMART melalui 7 Dimensi Lansia Tangguh yakni dimensi spiritual, dimensi fisik, dimensi emosional, dimensi intelektual, dimensi sosial kemasyarakatan, dimensi profesional vokasional dan dimensi lingkungan. (Fer)

Meimonews.com – Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng melaksanakan monitoring ke
Tim Pendamping Keluarga (TPK) Bolaang Mongondouw Timur (Boltim), Senin (7/8/2023).

Mendampingi Tandaju pada kegiatan di Kantor Dinas PPKB Boltim tersebut adalah Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Latbang Agustien Mamahit, SE, M.Si dan staf lainnya.

Hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas PPKB Kabupaten Boltim Fera Maria Sewow, S.Sos, Sekretaris Hj. Nurtini Modeong, SE, Kabid PKB, PLKB Non PNS dan jajaran Dinas PPKB Kabupaten Boltim.

Dalam kunjungan tersebut, Tandaju memberikan arahan untuk meningkatkan kinerja Tim Pendamping Keluarga Boltim serta terkait dengan capaian pemutakhiran PK23 dan pelaksanaan DAK Non Fisik (BOKB).

Tandaju berharap,  tahun 2023 ini prevalensi stunting Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dapat diturunkan sampai 15.99 persen.

Mamahit mengingatkan kepada Tim Pendamping Keluarga di Bolaang Mongondow Timur bahwa ada 243 Pendamping Keluarga ada beberapa kecamatan yang belum melakukan pendampingan dan belum mengisi elsimil, (Fer)