Meimonews.com – Program Kamberu yang merupakan program inovasi dan terobosan pimpinan SMA Negeri 8 (Smandel) Manado mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulut, dalam hal ini, Wakil Gubernur Sulut Steven O. Kandouw.

Apresiasi itu diungkapkan Wagub Sulut ketika ia di dampingi sang istri dr. Kartika Devi Tanos, Asisten I Drs. Denny Mangala, MS dan Kepala Dinas Pendidikan Sulut Dr. Femmy Suluh, MSi berkunjung ke Smandel, Rabu (27/3/2024).

“Inovasi-inovasi seperti ini sangatlah diperlukan untuk meningkatkan minat dan bakat siswa dalam bidang pertanian,” ujar Wagub.

Wagub lagi panen ikan mujair. (Foto : Dokumen eskul perfilman Smandel PSP Kamberu)

Dalam motivasi dan paparannya, Wagub sempat memberikan penilaian atas kenerja sekolah/kepala sekolah dengan nilai 9,8 dari 10 atau 98 dari 100 dan disambut tepuk tangan dan gegap gempita dari 1100-n siswa serta para guru dan yang hadir di lapangan.

Wagub juga menyampaikan hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada keberanian kepala sekolah selaku nahkoda kapal yang mau dan berani menekan tombol Enter.

“Kerjasama sekolah dengan Komite bersama semua orangtua sudah nampak nyata dengan terlaksannya program Kamberu ini,” sebutnya.

Ditambahkan, hal ini yang namanya kolaborasi/sinergitas yang kompak, sekolah, komite sekolah, orangtua siswa dan para siswa semua supaya benar-benar membawa dampak untuk waktu sekarang dan bekal positif berwirausaha setelah selesai dari SMA Negeri 8 PSP Kamberu ini.

Dalam kunjungannya di SMA Negeri 8 Manado ini, Wagub dan rombongan memanen kangkung sehat dan ikan mujair yang ada di kompleks sekolah ini

Program Kamberu (kampanye bertani urban) merupakan sebuah rencana aksi wirausaha pertanian di sekolah yang menggerakkan seluruh elemen sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pertanian berkelanjutan sebagai proyek pembelajaran.

Sebagai sekolah penggerak, sebut Kepala SMA Negeri 8 Manado Drs. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (27/3/2024), harus ada inovasi yang dibuat agar sekolah ini maju.

Makanya, pihaknya membuat terobosan dengan melibatkan Dr. Marten Meruntu, orangtua siswa yang punya kepedulian dan pengetahuan bertani lewat program bertani di sekolah dengan nama Kamberu.

“Lewat program ini, kami ingin agar para siswa tidak malu untuk berkebun/bertani. Sebab, bidang ini cukup menjanjikan, dan bisa membantu masalah-masalah bangsa,” ujarnya.

Dipakainya nama Kamberu, jelas mantan Kepala SMA Negeri 9 Manado ini, terinspirasi dari satu babak dari tarian Maengket yang disebut Maowey Makamberu, di mana gerak dan lagunya mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang berlipat ganda.

Secara etimologis, Kamberu berasal dari bahasa daerah suku-suku Minahasa dan beberapa dialek menyebut juga “kan weru” yang berarti makanan baru.

Dalam kunjungannya ke lembaga pendidikan.menengah atas yang berlokasi di Kelurahan Kairagi Dua tersebut, Wagub memberikan pula motivasi kepada para siswa untuk terus giat belajar dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan dan perguruan tinggi.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk meraih masa depan yang cerah. “Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan kalian. Oleh karena itu, teruslah belajar dengan tekun dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

Dalam kunjungannya di SMA Negeri 8 Manado ini, Wagub dan rombongan memanen kangkung sehat dan ikan mujair yang ada di kompleks sekolah ini. (Fer)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 (Smandel) Manado menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Paradigma Baru sebagai tindaklanjut dari kegiatan Launching Program Unggulan Sekolah Kamberu (Kampanye Bertani Urban).

Workshop dengan peserta baik guru dan pegawai maupun siswa dilaksanakan di kompleks sekolah mulai Senin (17/2/2024) dan akan berlangsung sekitar satu minggu dengan kegiatan praktik langsung di lapangan.

Tampil sebagai narasumber adalah Dr. Marten Meruntu yang di dampingi/dipandu Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd.

Narasumber Dr. Marthen Meruntu saat pemaparan materi dipandu/di dampingi Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd

Yoga, seorang siswa kelas 10 sekolah ini berbagi pengalaman di kegiatan workshop ini tentang apa yang sudah diperbuat yakni Jamur Tiram, yang sudah menghasilkan uang untuknya

Berbagai hal terkait dengan bagaimana pelaksanaan salah satu program unggulan sekolah ini dipaparkan narasumber, yang merupakan orangtua siswa.

Mekanisme pelaksanaan dijelaskan secara rinci berikut contoh-contohnya lewat gambar-gambar yang dipresentasikan lewat lcd dan mempraktikkannya di halaman sekolah, usai tatapmuka di dalam ruangan.

Yoga, salah satu siswa SMA Negeri 8 Manado saat berbagi pengalaman tentang pembuatan jamur tiram

Beberapa hal terkait dengan dilaksanakannya kegiatan yang masuk dalam program P5  ini dijelaskan Mediatrix saat memandu acara.

Menurut Kepala Sekolah Penggerak kreatif ini, program Kamberu ini dimaksudkan agar para siswa maupun guru dan pegawai bisa mendapat pengetahuan yang bermanfaat baik saat ini maupun ke depan.

Dr. Marthen Meruntu (narasumber) saat mempraktikkan cara membuat media tanam berikut campurannya bersama beberapa siswa dan disaksikan guru sekolah

“Dengan adanya program ini, kami ingin ada perubahan di sekolah ini serta bagi siswa serta guru dan pegawai karena program ini bisa dipraktikan di rumah,” ujar Mediatrix.

Mantan Kepala SMA Negeri 9 Manado ini mengingatkan bahwa dalam program Kamberu, yang terpenting adalah prosesnya. Hasilnya penting tapi lebih penting prosesnya.

Diketahui, pada Rabu (7/2/2024), SMA Negeri 8 Manado melakukan Launching program unggulan sekolah Kamberu di kompleks sekolah. Launching dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr. Femmy Sulut, M.Si bersamaan dengan penutupan pelatihan Google for Education yang diadakan Senin-Rabu (5-7/2/2024).

Launching Kamberu ini, seperti diberitakan Meimonews.com 11 Februari 2024 (baca : SMA Negeri 8 Manado Launcing Program Unggulan Sekolah Kamberu) merupakan kelanjutan dari program sekolah penggerak (PSP) Smandel yang digagas untuk membuat branding baru SMA Negeri 8 PSP Kamberu. (Fer)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 Manado melakukan softlaunching program unggulan sekolah Kamberu (kampanye bertani urban) di kompleks sekolah, Rabu (7/3/2024).

Softlaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr. Femmy Sulut, M.Si itu dilaksanakan bersamaan dengan penutupan pelatihan Google for Education yang diadakan Senin-Rabu (5-7/2/2024).

Pelatihan Google for Education dilakukan untuk semua guru-guru karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah rujukan Google di Sulut.

Launching Kamberu ini merupakan kelanjutan dari program sekolah penggerak (PSP) sekolah yang akrab disebut Smandel yang digagas untuk membuat branding baru SMA Negeri 8 PSP Kamberu.

Sekolah yang berfokus pada Merdeka Belajar Siswa dengan mengangkat semangat muatan budaya lokal Minahasa akan berjalan di TP 2025 bekerjasama dengan pelibatan penuh stakeholder (para guru, khususnya walikelas, seluruh orangtua siwa, para siswa).

Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd menjelaskan, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang  ada dipastikan dalam kolaborasi dan terintegrasi dari kegiatan green school, diving hingga robotik serta pihak luar Aqua Danone dalam progres serta persiapan yang sudah berjalan dari Unima yang dimotori  Dr. Mariana Rengkuan.

“Penanggungjawab dan kepanitian program sudah terbentuk,” ujar Mediatrix, yang adalah Kepala Sekolah Penggerak inovatif dan kreatif dalam membangun dan memajukan pendidikan di Sulut ni.

Mediatrix menjelaskan, kamberu merupakan sebuah rencana aksi wirausaha pertanian di SMA Negeri 8 Manado yang menggerakkan seluruh elemen sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pertanian berkelanjutan sebagai proyek pembelajaran.

Nama kamberu digunakan karena terinspirasi dari salah satu babak dalam tarian maengket yang disebut Maowey Makamberu, di mana gerak dan lagunya megungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian berlipat ganda.

Secara etimologis, kamberu berasal dari bahasa suku-suku Minahasa -beberapa dialek menyebut juga kan weru- yang berarti makanan baru. (Fer)