Meimonews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih akibat kondisi musim kemarau, Selasa (15/9/2026).

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Manado dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih selama berlangsungnya musim kemarau,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (15/9/2026).

Masyarakat di Kelurahan Bailang khususnya Lingkungan 2 dan masyarakat Kelurahan Merah khususnya Lingkungan 1 Kecamatan Bunaken Darat ini, sebutnya, didatangi Tim dari BPBD Manado, PDAM Manado dan Balai Penataan Prasarana dan Kawasan Pemukiman Sulut untuk menyalurkan bantuan air bersih tersebut.

“Masyarakat Lingkungan 2 Kelurahan Bailang yang berjumlah 17 KK dengan 83 jiwa serta masyarakat Lingkungan 1 Kelurahan Meras yang berjumlah 11 KK dengan 52 jiwa diberikan air bersih pada kegiatan ini,” jelasnya.

Masyarakat setempat terlihat senang dan berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap permasalahan yang dihadapi mereka karena adanya musim kemarau yang berkepanjangan ini. (elka)

Meimonews.com – Serangan kumbang Ambrosia pada tanaman kelapa menjadi perhatian serius di wilayah Sulawesi Utara.

“Serangan hama ini telah ditemukan di wilayah Minahasa Tenggara dan diduga sudah mulai menyebar ke beberapa daerah lain di Sulawesi Utara,” ujar Jimmy Rimbing kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (31/1//2026).

Kumbang Ambrosia merupakan hama berukuran kecil, namun memiliki kemampuan berkembang biak yang cepat. Hama ini memiliki hubungan simbiosis dengan mikroorganisme (terutama jamur patogen). Mikroorganisme tersebut hidup bersama kumbang dan membantu proses perusakan jaringan tanaman.

Dijelaskan, karena bersimbiosis dengan patogen, dampak kerusakan menjadi lebih cepat, terutama pada bagian batang kelapa. Kumbang membuat lubang-lubang kecil di batang dan membangun terowongan tempat berkembangnya jamur.

Jimmy Rimbing

“Serangan pada batang kelapa akan mengganggu sistem transportasi nutrisi dan air dari akar menuju daun dan pucuk,” sebut akademisi bergeral profesor ini.

Akibatnya, tanaman mengalami layu bertahap, pertumbuhan terganggu, pada kasus berat, pucuk mati (die back). Beberapa pohon bahkan sudah ditemukan mati di lapangan

Gejala ini diduga kuat berkaitan dengan serangan kumbang ambrosia yang membawa patogen.

Dikemukaken, untuk memastikan tingkat penyebaran, jenis spesies kumbang, serta strategi pengendalian yang efektif, diperlukan kajian ilmiah lanjutan.

Tim dari Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) merencanakan kerjasama dengan berbagai institusi terkait untuk Identifikasi spesies kumbang, Analisis mikroorganisme simbion, Studi epidemiologi penyebaran, dan Pengembangan strategi pengendalian terpadu

Upaya pengendalian hama ini diharapkan dapat mendukung empat hal. Pertama, Program peremajaan kelapa, kedua, Peningkatan produktivitas kebun kelapa rakyat, ketiga, Peningkatan pendapatan petani, dan keempat, Penguatan ekonomi daerah

Fakultas Pertanian Unsrat pimpinan Dedie Tooy mendukung penuh program revitalisasi kelapa agar pembangunan sektor kelapa di Sulawesi Utara dapat berjalan maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (FA)