Meimonews.com – Pasca gempa bumi yang berkekiatan 7,6 Skala Richter yang dirasakan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menyampailan imbauan penuh empati kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.

Kapolresta menekankan bahwa situasi seperti ini membutuhkan ketenangan dan kewaspadaan bersama sertq diingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks yang dapat memicu keresahan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kapolresta juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau berpotensi roboh, serta segera menuju tempat terbuka apabila kembali terjadi guncangan.

Perhatian terhadap keselamatan keluarga, sebutnya, menjadi hal utama. Masyarakat diimbau memastikan anak-anak, orang tua, dan anggota keluarga lainnya berada dalam kondisi aman, serta menyiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir atau berencana menuju kawasan tersebut, diingatkan untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait potensi tsunami dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan komitmen pelayanan, Polresta Manado mengoptimalkan layanan kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat, kerusakan, korban, maupun situasi yang membutuhkan kehadiran aparat secara cepat.

“Kami siap hadir untuk masyarakat. Jangan ragu untuk menghubungi layanan 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” jelasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai kearifan lokal, Kapolresta Manado mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli, saling membantu, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, saling menguatkan, dan tetap waspada. Bersama kita jaga Manado tetap aman — Mapalus Torang Jaga Manado Aman,” imbaunya. (AF).

Meimonews.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut June E. Silangen mengimbau kepada masyarakat di daerah ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan membayar pajak.

“Mar kita tingkatian kesadaran dan kepatihan membayar pajak demi kemajuan Indonesia,” ujarnya, Selasa (15/7/2025), sebagai imbauan di momen Hari Pajak Nasional Tahun 2025.

Pajak merupakan salah satu pendapatan untuk membiayai pembangunan nasional/daerah.

Disebutkan, kerjasama dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Itara diharapkan lebih baik lagi menuju Sulawesi Utara maju, sejahteta.dan berkelanjutan.

“Pajak tumbuh, Indonesia Tangguh. Salam Astacita Satu Komando,” tandas pejabat kreatif dan penuh semangat untuk memajukan Bumi Nyiur Melambai ini.

Diketahui, Hari Pajak Nasional ditetapkan setiap tanggal 14 Juli, 34 hari sebelum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun 2025 memasuki tahun yang ke-80.

Hari Pajak berakar dari sejarah panjang bangsa. Tanggal 14 Juli 1945 menjadi tonggak awal ketika kata ‘pajak’ pertama kali dimasukkan ke dalam naskah UUD 1945 oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam sidang BPUPKI.

Kelahiran pajak merupakan penanda lini masa perpajakan Indonesia resmi berjalan.

Para pendiri negeri sepakat menuangkan pajak dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Peringatan hari pajak Indonesia ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 tanggal 22 Desember 2017 dan untuk pertama kalinya hari pajak nasional dirayakan pada tahun 2018.

Tahun pajak adalah jangka waktu 1 tahun kalender (Januari – Desember), kecuali bila wajib pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender. Batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh wajib pajak badan, yakni paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak.5 hari yang lalu. (elka)

Meimonews.com – Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) tidak saja berdampak kepada masyarakat daerah setempat tapi juga masyarakat di sejumlah daerah.

Menyikapi adanya penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Ruang tersebut, Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw (Walikota) dan Richard Sualang (Wakil Walikota) mengimbau kepada masyarakat Kota Manado yang akan beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker.

Abu vulkanik yang tersebar di atas motor yang diparkir di halaman terbuka baru sekitar dua jam

Kenapa harus menggunakan masker ? Karena abu vulkanik yang terhirup bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Setidaknya, sebut imbauan Pemkot Manado tersebut, ada tiga dampaknya. Pertama, radang saluran pernapasan atas akut; kedua, radang pada selaput mata, dan ketiga, dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan radang di paru-paru. (lk)