Meimonews.com – ​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut pimpinan June.E. Silangen (Kepala) menggelar High Level Meeting (HLM) Penguatan Komitmen Digitalisasi Daerah dan Peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Hotel Sentra Manado, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan bagi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dibuka pelaksanaanya oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johanis Victor Mailangkay (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus ini dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Suprationo, jajaran Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) se-Sulawesi Utara.

Sebagai narasumber adalah Kepala Bapenda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut serta Pemimpin Divisi Pengembangan Bisnis dan Jaringan Bank SulutGo (BSG) Jimmy Alexander Lakoy.

​Dalam sambutan tertulis Gubernur Sulut yang dibacakan Wagub, ditekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren global atau pilihan alternatif, melainkan agenda prioritas nasional yang dimandatkan langsung oleh Presiden RI.

Bagi Pemprov Sulut, komitmen ini merupakan wujud nyata dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah. ​”Digitalisasi adalah instrumen utama untuk transparansi dan efisiensi tata kelola keuangan daerah,” ujar Wagub memgutip Gubernur.

​Pada tahun 2025, Sulawesi Utara sukses meraih penghargaan Championship TP2DD Terbaik ke-3 Wilayah Sulawesi. Meski demikian, Gubernur mengingatkan, prestasi ini tidak boleh sekadar dipertahankan, melainkan harus ditingkatkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

​Beberapa tantangan strategis yang masih menjadi perhatian meliputi ​Keterbatasan infrastruktur jaringan, ​Tingkat literasi digital masyarakat dan ​Kebutuhan peningkatan kompetensi SDM pengelola.

​Gubernr mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan HLM ini sebagai titik tolak lompatan besar. “Mari kita bersama mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan cakap digital,” ajaknya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw (AA) menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Manado yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (28/2/2024).

Walikota berharap agar kegiatan TPID dan TP2DD Kota Manado ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi Kota Manado.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini memaparkan beberapa teori ekonomi disertai beberapa contoh konkrit terkait inflasi dan deflasi.

Inflasi, sebut Walikota, merupakan silent killer yang harus diperangi bersama. “Senjata paling memiskinkan adalah inflasi. Negara dengan inflasi tinggi bisa membuat negara hancur,” ujarnya.

Deflasi juga, sambung mantan Ketua DPRD Sulut ini, tidak baik bagi perekonomian.

Di kesempatan itu juga, AA memaparkan tentang kemiskinan struktural yang ada di Kota Manado berdasarkan hasil survei yang langsung ditangani oleh Pemerintah Kota Manado. Demikian halnya tentang PDRB Kota Manado saat ini yang memudahkan perputaran ekonomi di Kota Manado.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Andry Prasmuko, Kepala Biro Perekonomian Sulut Reza Dotulong, Asisten II Atto Bulo, SH, MM, Kepala SKPD, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Manado Ir. Novri Mokoagouw, Camat se-Kota Manado, serta undangan lainnya. (lk)