Meimonews.com – Sejumlah pesan penting disampaikan Rektor Unsrat Oktovian Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada acara Wisuda Unsrat Tahun 2026 dalam sidang senat terbuka di Auditorium Unsrat Manado, Senin (20/4/2026).

Pesan penting tersebut ditujukan kepada para wisudawan dari berbagai program studi (prodi) untuk waktu-waktu ke depan mereka.

Dikemukakan, wisuda hari ini adalah momentum penting, bukan hanya sebagai penanda berakhirnya proses pendidikan formal di bangku universitas, tetapi juga titik awal memasuki babak baru kehidupan yang lebih kompleks, dinamis, dan penuh tantangan.

“Ilmu yang saudara peroleh harus diabdikan untuk meningkatkan martabat manusia, memperkuat keadilan sosial dan membangun peradaban yang baik, seperti Filosofi Dr. GSSJ Ratulangi “Si Tou Timou Tumou Tou” (Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Manusia Lain),” ujarnya..

Rektor juga berpesan kepada para wisudawaan untuk menjadi generasi yang menciptakan peluang, berani berinovasi dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus yang diwakili Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay dalam sambutannya menjelaskan, momentum wisuda adalah hasil dari proses panjang yang telah dilalui dengan penuh ketekunan dan kesabaran.

Setiap langkah yang ditempuh baik dalam ruang kuliah praktik maupun aktivitas kemahasiswaan telah membentuk karakter dan memperkaya pengalaman.

“Tidak sedikit rintangan yang dihadapi, namun semua itu justru menjadi pondasi yang menguatkan pribadi saudara-saudara untuk melangkah lebih percaya diri ke masa depan,” ujar Wagub mengutip sambutan Gubernur.

Diingatkan kepada wisudawan untuk teruslah melangkah dengan optimisme, karena di balik setiap perjuangan, selalu ada pemandangan indah yang menanti di puncak perjalanan. (FA)

Meimonews.com – Konferensi ini bukan hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan tetapi juga momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah dan program kerja ke depan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kominfo Sulut Jaynudin Hilimi pada acara pembukaan Konferensi Provinsi PWI Sulut di Aula BKPSDM Kota Manado, Selasa (30/3/2026).

“Pers memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan demokrasi. Pers bukan hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai pilar demokrasi yang berfungsi sebagai kontrol sosial, edikator publik serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” sebut Gubernur.

Karena itu, tambahnya, keberadaan organisasi profesi seperti PWI sangatlah vital dalam menjaga marwah, profesionalisme, dan integritas insan pers.

Menyadari bahwa di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, ungkap Gubernur, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks.

Arus informasi yang begitu cepat, munculnya berbagai platform digital hingga maraknya berita hoaks dan disinformasi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

“Di sinilah peran wartawan yang tergabung dalam PWI dituntut untuk semakin profesional, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya,” ujar Kadis Kominfo Sulut mengutip Gubernur.

Dikemukakan, melalui pelaksanaan konferensi ini akan lahir kepemimpinan baru baik Ketua PWI Sulut maupun Ketua Dewan Kehormatan, saya berharap proses pemilihan dapat berlangsung secara demokratis, transparan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan serta persatuan.

“Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik menurut mekanisme organisasi dan wajib kita mendukung bersama demi kemajuan PWI Sulut ke depan,” tandasnya.

Turut hadir pada acara pembukaan, Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh, perwakilan Forkopimda Sulut dan Asisten 1 Setda Manado mewakili Walikota Manado Andrei Angouw serta Pengurus PWI Sulut masa bakti 2021 – 2026 yang diketuai Vouke Lontaan dan anggota PWI Sulut.

Konferensi Provinsi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sulut 2026 dilaksanakan untuk memilih Ketua PWI Sulut dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulut masa bakti 2026 – 2031, Tim Formatur dan Menyusun pokok-pokok program kerja dan keputusan lain hasil konferensi provinsi. (elka)