Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Utara dan tim melakukan pemantauan program cegah stunting melalui Gerakan orangtua asuh cegah stunting (Genting).

Ada beberapa kecamatan di Kota Manado didatangi Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan tim yakni Lady D. Ante (Sekretaris), Tim Genting dan Kepala Dinas PPKB Kota Manado Mecky Gosal.

Saat berada di lokasi di sejumlah sasaran kegiatan yang adalah keluarga beresiko stunting, Jumat (28/2/2025), turut hadir aparat Kelurahan, kader dan PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana).

Adapun keluarga-keluarga sasaran yang dikunjungi terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pasca persalinan.

Saat berada di okasi, Kaper melakukan dialog dengan keluarga serta menjelaskan program Pemerintah dan Kemendukbangga/BKKBN punya komitmen untuk berkolaborasi melibatkan banyak pihak secara gotong-royong.

“Program ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Genting sepenuhnya didukung oleh mitra kerja Penthalix. Kita bersinergi bersama,” ujar Kaper.

Program ini juga, tambahnya, mengedepankan metode berbasis data yang terintegrasi (by name, by address), memastikan bantuan tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan, sekaligus memantau perkembangan status kesehatannya untuk mencegah terjadinya risiko stunting.

Menurutnya, melalui program tersebut, bersama kepala daerah, provinsi dan kabupaten, kita akan bersama-sama bekerja keras untuk menyongsong generasi emas 2045.

“Melalui Genting, keluarga dengan balita berisiko stunting akan mendapatkan bantuan gizi, layanan kesehatan, serta edukasi untuk pemberdayaan keluarga,” jelasnya.

Disebutkan, langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup anak-anak dan mengurangi risiko stunting secara signifikan. (elka)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menargetkan jumlah anak stunting yang mendapat bantuan lewat program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) terus bertambah.

“Kalau pada tahun 2023 dan tahun 2024 sekitar 1900-an orang yang sudah mendapat bantuan maka pada tahun 2025 ditargetkan akan mencapai 2000-an orang,” ujar Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Jumat (10/1/2025).

Program BAAS ini, sebutnya, akan disinergitaskan/digabung dengan program nasional BKKBN RI yakni Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Karena Genting merupakan program nasional yang telah dicanangkan sehingga perlu dilaksanakan di daerah ini. “Maka kami akan melaksanakan program Genting bersinergi/digabung dengan program BAAS yang sudeh lama kami laksanakan,” tandasnya.

BKKBN Sulut, sebutnya, berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulut dan pihak lain termasuk Bank SulutGo di bawah kepemimpinan Revino A. Pepah (Direktur Utama) yang telah membantu/bekerjasama dalam program BAAS di daerah ini.

Tak lupa pula, Tandaju berterima kasih kepada staf dan jajarannya yang telah membantu dalam pelaksanaan program ini.

Tandaju berharap kerjasama seperti ini terus berlangsung di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. (elka)