Meimonews.com – Sejumlah nama mencuat untuk.duduk dalam kepengurusan Pengurus Besar (PB) Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) masa bakti tahun 2026-2029 baik sebagai pengurus maupun pembina atau penasehat.

Ada figur lama tetapi banyak pula figur-figur baru yang diharapkan masuk dalam kepengurusan baru PB PneT pimpinan Edwin OJ Poluan, hasil Munaslub yang diselenggarakan di De Tuna Resto Rawasari Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Untuk dua nama yakni Deitje W. Mawuntu dan Stien Rosok sudah dipastikan akan masuk dalam kepengurusan sebagai Sekretaris Umum dan Bendahara Umum, halmana karena sudah ada ‘signal’ dari Ketua Umum terpilih kepada mereka.

Menurut sumber Meimonews.com, Poluan telah meminta kesediaan Ketua Panitia Pelaksana Mubeslub Deitje W. Mawuntu untuk mendampinginya sebagai Sekretaris Umum dan Stien Rosok sebagai Bendahara Umum.

Begitu juga di dalam struktur Dewan Pembina atau Dewan Penasehat, terakomodir figur dan tokoh-tokoh hebat asal etnis Tombulu, yang bersedia untuk membawa perkumpulan ini bersama-sama dengan pengurus untuk bisa memberikan manfaat bagi warga Tombulu itu sendiri dirantau.

Kehadiran figur-figur lama dan baru tersebut diharapkan semakin memantapkan kehadiran organisasi ini ke depan, mengingat organisasi sudah ada sekitar sepuluh tahun dan berbadan hukum (ada akta notaris dan telah tercatat di Kementerian Hukum dan HAM RI) walau sempat fakum beberapa tahun.

Awal berdirinya organisasi ini, ungkap Mawuntu,.adalah atas arahan dan bimbingan Tonaas Wangko Benni Tengker (Ketua KKK), yang dulu pernah tinggal dan bersekolah di Tomohon (SMP Gonsaga saat ini). Tengker merasa bagian dari wanua sub etnis Tombulu.

Selain Tengker (kini telah meninggal dunia), ada juga figur Yessy Wenas (tokoh legendaris bidang budaya dan seni yang menciptakan lagu “Mutiara yang Hilang” yang dinyanyikan artis terkenal Yuni Sarah) yang juga punya andil untuk kehadiran organisasi ini.

Judul lagu tersebut, diharap Mawuntu menjadi semangat bagi tou-tou Tombulu dirantau, untuk tidak menjadi mutiara-mutiara yang hilang, tapi bisa saling memberi manfaat dalam wadah ini, saling menopang, gotong-royong, tolong-menolong.

Selain itu, tetap menjaga budaya dan setia dengan slogan Zumani yang artinya mengedepankan spirit kerukunan, solidaritas, toleransi, kepedulian, dan cinta kasih kepada sesama warga masyarakat, khususnya sub etnis Tombulu, Minahasa (Sulawesi Utara) tanpa membedakan latar belakang agama, politik , ekonomi dan pendidikan serta golongan dan status sosial. (elka)

Meimonews.com – Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) menggelar Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) di De Tuna Resto Rawasari Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Mubeslub diikuti perwakilan wanua-wanua/perkumpulan se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi) baik secara luring (hadir langsung) maupun secara daring (online).

Mereka adalah perwakilan pengurus dari Taratara, Woloan, Kakaskasen, Kembes, Koka, Rurukan, Pangolombian, Talete, Tanawangko, Rambunan, Walian, Kinilow, Tondangow serta dari Sawangan-Tikela-Kamangta, Koka, Kakaskasen. Hadir juga perwakilan perkumpulan KKK Tomohon.

Mubeslub yang dilaksanakan Panitia Penyelenggara yang diketuai Deitje Mawuntu (pendiri/penggagas PneT) ini dipimpin Robby Pandey (utusan Tara-tara) di dampingi Helen Kumenit (Tanawangko) sekretaris dan Jemmy Pongoh (Koka) anggota serta pimpinan sidang sementara yakni Steven Pangkerego (Talete).

Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam Mubeslub yang diawali doa oleh Pdt. Dabby Loula Rombot dan diikuti utusan wanua-wanua/kampung sub etnis Tombulu yang ada di Kawasan Megapolitan di Indonesia ini.

Di antaranya Laporan Pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, Pembahasan AD dan ART serta Pemilihan Ketua Umum Pemgurus Besar (PB) baru.

Peserta Mubeslub secara aklamasi memilih Edwin OJ Poluan (Woloan) sebagai Ketua Umum PB PneT periode 2026-2029.

Dengan terpilihnya Poluan sebagai Ketua Umum PB, maka kepadanya diberi kewenangan untuk menyusun/melengkapi struktur kepengurusan ini sampai dengan waktu satu minggu ke depan.

Setelahnya akan diadakan acara Pengukuhan/Pelantikan PB PneT untuk masa bakti 3 tahun ke depan, yang akan dihadiri oleh semua anggota, warga Tombulu yang ada di Jabodetabek.

“Untuk waktu pelaksanaan akan diatur oleh panitia juga pengurus baru yang akan dilantik, setelah berkoordinasi dengan seluruh calon pengurus juga Dewan Pembina dan Dewan Penasehat yang terakomodir,” ujar Mawuntu kepada Meimonews.com via WhatsApp, Sabtu (9/5/2026).

Mawuntu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama para wanua-wanua atau perkumpulan yang sudah hadir dan memberikan dukungannya bagi ketua umum yang baru serta kepada pimpinan sidang sementara dan pimpinan sidang tetap yang telah memimpin jalannya sidang dengan penuh semangat.

Diketahui, Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) telah telah memiliki akte notaris dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI sejak tahun 2016. (elka)