Meimonews.com – Catatan penting dan bersejarah dilakukan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang kini dipimpin Dekan Ockstan Jurike Kalesaran.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya ikan species langka/purba bahkan dianggap sudah punah karena hidup di zaman Dinosaurus tersebut,

Ikan purba tersebut ditemukan di perairan Pulau Siladen (depan Resort Celebes Diver) oleh nelayan lokal bernama Soni Pontoh sekitar pukul 09.50 Wita saat melaut mencari ikan.

“Ikan purba jenis Raja Laut (Latimeria Manadoensis) tersebut ditemukan di Perairan Pulau Siladen pada Jumat (26/6/2026) pagi ” ujar Ockstan di dampingi Wakil Dekan 1 Daisy M. Makapedua dan Kepala UPA Laboratorium Terpadu Unsrat Stenly Wullur dalam percakapan dengan Meimonews.com di kompleks laboratorium, Selasa (30/6/2026).

Ikan langka/purba tersebut, tambahnya, saat ini telah disimpan di suatu lemari pendingin dengan suhu tertentu di Laboratorium Terpadu Unsrat.

Dibantu staf laboratorium, diperlihatkan isi lemari dan suhu dari lemari pendingin tersebut.

“Spesimen itu sangat penting terutama dunia sains karena species ini sebenarnya sudah tidak ada. Dia hidup di zaman Dinosaurus yang sudah tidak ada tapi ternyata masih ada,” tambah Stenly seraya menambahkan, satu tanda tanya besar di dunia sains, kenapa masih ada jenis ini ?

Berdasarkan informasi yang ada, sejumlah peneliti atau pihak tertentu baik dalam maupun luar negeri sudah berniat untuk datang ke Manado untuk melihat dan melakukan penelitian tentang ikan ini.

Penemuan/fenomena ini, sudah tentu selain membanggakan dan akan ada nilai tambah baik bagi daerah Sulut tapi juga Unsrat dan FPIK Unsrat karena akan ada kelanjutannya. (FA)

Meimonews.com – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmidzi mengumumkan secara virtual adanya satu kasus transmisi lokal varian baru Omicron di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Adanya satu kasus transmisi lokal tersebut menambah jumlah kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia menjadi 47 kasus. Dengan demikian sebanyak 46 kasus merupakan kasus impor dan 1 kasus transmisi lokal.

“Yang terbaru adalah kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri,” jelas dr. Nadia.

Dalam rilisnya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati, MKM disebutkan, pasien bersama istri tinggal di Medan, kemudian ke Jakarta setiap satu bulan sekali. Pada 6 Desember 2021 mereka tiba di Jakarta dan 17 Desember 2021 sempat mengunjungi Mall Astha District 8 SCBD.

Selanjutnya, pada 19 Desember 2021 mereka melakukan pemeriksaan antigen di Rumah Sakit Grand Family, Jakarta untuk kembali ke Medan. Pemeriksaan tersebut menunjukkan hasil positif Covid-19 pada pasien, sementara hasil pemeriksaan antigen istrinya negatif.

Kemudian, dilakukan PCR pada 20 Desember 2021. Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium) didapatkan konfirmasi Omicron pada 26 Desember 2021.

Sebagai tindak lanjut, pasien diisolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso (RSPI). dr. Nadia menyebut ini adalah kasus pertama transmisi lokal, sehingga diperlukan pengawasan ketat oleh tenaga medis dan fasilitas lengkap untuk meminimalisir kemungkinan penularan yang terjadi. Kondisi klinis pasien hingga saat ini tidak bergejala.

“Pengendalian infeksi di rumah sakit itu akan lebih baik dan akan lebih ketat pengawasannya. Oleh karena itu kita membawa yang bersangkutan ini ke rumah sakit RSPI,” sebut dr. Nadia.

Tracing, menurut dr. Nadia masih dalam proses sampai saat ini, mengingat yang bersangkutan banyak melakukan aktivitas. Artinya, kita harus melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif yaitu 14 hari sebelum19 Desember 2021.

Tracing dilakukan untuk menemukan siapa saja kontak erat dengan pasien di antara nya di restoran di wilayah SCBD, apartement tempat pasien tinggal, dan aktivitas lainnya selama pasien di Jakarta.

Pemerintah selalu melakukan pemantauan terhadap peningkatan risiko penularan Covid-19 baik di level provinsi maupun di level kabupaten. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus bekerja sama dengan semua pihak untuk terus memantau terutama jika muncul adanya potensi-potensi cluster.

Hal ini dapat mempercepat investigasi dan penilaian apakah ada keterkaitan dengan varian baru Omicron atau tidak.

“Dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini pemerintah kembali mengingatkan dan meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama dalam masa libur Natal dan tahun baru ini. Hindari kerumunan dan juga selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum divaksin untuk segera divaksin,” ujarnya. (lk)