Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) iSulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) bersama industri jasa keuangan kembali memperkuat komitmen peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Kali ini, kegiatan edukasi dan inklusi keuangan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Boalemo, Desa Bongo III, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SRT 1 Boalemoini dihadiri Bupati Boalemo H. Rum Pagau, Kepala OJK SukutGo Robert HP Sianipar, Direktur Operasional PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo), Louisa J Parengkuan, serta Deputi Pegadaian Wilayah Gorontalo.

Bank SulutGo memberikan dukungan nyata terhadap inklusi keuangan bagi pelajar melalui fasilitas pembukaan rekening serta penyerahan saldo awal tabungan Simpanan Pelajar (SimPel).

Program ini dirancang untuk menanamkan budaya menabung dan literasi keuangan kepada generasi muda sejak dini, sejalan dengan arahan OJK dalam memperluas akses produk keuangan formal di tingkat satuan pendidikan.

Bupati Boalemo mengapresiasi sinergi yang terjalin antara OJK, Bank SulutGo, Pegadaian, dan pemerintah daerah. Menurutnya, edukasi keuangan dan pengenalan perbankan sejak bangku sekolah merupakan fondasi penting untuk membentuk generasi muda Boalemo yang cerdas finansial di masa depan.

Kepala OJK SulutGo,menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat inklusi keuangan di wilayah pedesaan dan sekolah terintegrasi.

Direktur Operasional Bank SulutGo menegaskan komitmen bank kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo ini untuk terus mendampingi pelajar dalam mengelola keuangan melalui produk tabungan yang aman dan mudah diakses.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang saku dan merencanakan masa depan, tetapi juga merasakan langsung pengalaman memiliki rekening tabungan resmi di bank.

Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan lembaga jasa keuangan ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mencetak generasi muda Indonesia yang literat secara finansial. (elka)

Meimonews com – Komitmen memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan secara merata tanpa diskriminasi terus dilakukan PT Bank SulutGo (BSG) bergandengan tangan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Itu terlihat ketika BSG bersama OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026 bagi siswa-siswi penyandang disabilitas serta tenaga pendidik Kota Manado, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan edukasi keuangan ramah disabilitas ini dipusatkan di SLB Cahaya Kasih, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, dan diikuti puluhan peserta didik serta guru pendamping dari SLB Cahaya Kasih, SLB Anugerah, SLB Nasareth Tuminting, dan SLB Bartemeus.

Acara yang dibuka pelaksanaannya oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Manado Frangky J. Porawouw (mewakili Walikota Manado) tersebut dihadiri Deputi Direktur OJK Sulutgo Budiman Siahaan; serta Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan.

Turut hadir, Pemimpin Corporate Secretary Bank SulutGo Heince J. Rumende, Pemimpin Cabang Calaca, Broery Jacobus, Pempimpin Departemen Public Relation BSG Ivone D Goni dan Pemilik Yayasan SLB Cahaya Kasih Antonius Stevanus Sompotan.

Dalam sambutannya Porawouw memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif antara OJK dan Bank SulutGo yang secara nyata merangkul kelompok disabilitas dalam agenda literasi keuangan nasional.

“Pemerintah Kota Manado menyambut hangat pelaksanaan GENCARKAN bagi anak-anak istimewa kita. Pemahaman mengelola keuangan sejak dini adalah hak setiap warga negara tanpa kecuali,” ujarnya

Ditegaskan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam membekali anak-anak disabilitas agar memiliki kemandirian finansial dan percaya diri menatap masa depan.

Deputi Direktur OJK Sulutgo menyampaikan bahwa edukasi bagi komunitas disabilitas merupakan pilar penting dalam mewujudkan inklusi keuangan berkeadilan di Indonesia.

OJK terus mendorong lembaga jasa keuangan agar tak hanya memberikan edukasi, namun juga menyediakan akses layanan yang terjangkau, aman, dan memadai bagi penyandang disabilitas.

Direktur Operasional BSG menjelaskan peran BSG sebagai Campaign Manager GENCARKAN di tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang ramah dan inklusif.

“Setiap anak lahir dengan keistimewaan dan potensi luar biasa. Melalui GENCARKAN, kami ingin mengenalkan kebiasaan menabung yang aman dan menyenangkan lewat produk khusus seperti Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar),” ujarnya.

BSG juga, tanbahnya, terus meningkatkan aksesibilitas sarana cabang serta kesiapan frontliner agar rekan-rekan penyandang disabilitas merasa nyaman bertransaksi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan hadirnya pendampingan intensif dari para guru.

Selain penyampaian materi oleh Eunike Gratia Marentek dari OJK, acara dirangkaikan dengan penyerahan simbolis buku tabungan SimPel dan bantuan edukasi, serta kuis interaktif yang disambut antusias oleh para siswa hingga akhir acara. (elka)

Meimonews.com – Langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di perbatasan utara NKRI terus dipacu.

Itu terlihat ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) bersama PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menggelar kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kepulauan Sangihe, Tahuna, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan edukasi dan inklusi keuangan ini difokuskan pada penguatan literasi keuangan bagi kelompok nelayan, pelaku usaha perikanan, serta masyarakat pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Hadir dalam.kegiatan ini, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Kepala OJK SulutGo Robert HP Sianipar; Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan serta Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Johanis EH Pilat.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa buku tabungan massal dan akses kredit usaha bagi perwakilan nelayan Sangihe.

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi interaktif oleh tim edukator OJK dan Bank SulutGo, yang disambut antusias oleh ratusan warga pesisir Tahuna hingga penutupan acara.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Bupati Kepulauan Sangihe menyampaikan apresiasi dan menyambut positif inisiasi OJK dan Bank SulutGo yang menjadikan Sangihe sebagai sasaran prioritas gerakan nasional ini.

Nelayan dan pelaku usaha pesisir merupakan pahlawan ekonomi daerah kita. Namun, tantangan berupa fluktuasi hasil tangkapan akibat cuaca serta maraknya ancaman kejahatan keuangan digital seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong menuntut masyarakat kita untuk lebih cerdas mengelola keuangan.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sangat mendukung edukasi ini agar hasil keringat nelayan kita dapat dikelola dengan aman dan mendukung kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Kepala OJK SulutGo menegaskan pentingnya pemerataan pemahaman literasi perbankan hingga ke daerah kepulauan dan perbatasan.

Dijelaskan, keberadaan OJK bersama industri jasa keuangan adalah untuk memastikan masyarakat tidak hanya paham cara bertransaksi, tetapi juga terproteksi dari bahaya kejahatan finansial digital.

Direktur Operasional BSG menjelaskan, Bank SulutGo bertindak sebagai Campaign Manager program GENCARKAN di tingkat provinsi.

BSG terus menghadirkan kemudahan akses keuangan praktis melalui jaringan layanan Kantor BSG di pelosok pulau serta akses permodalan terjangkau seperti KUR Mikro Nelayan BSG.

“Pola pendapatan nelayan sangat tergantung pada musim. Melalui GENCARKAN, kami hadir membawa solusi agar nelayan paham strategi menyisihkan pendapatan di masa panen ikan untuk dana darurat, serta memanfaatkan layanan transaksi digital yang aman melalui BSGtouch,” ujar Louisa. (elka)

Meimonews com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus mengakselerasi perluasan literasi dan inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah.

Itu terlihat ketika BSG bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BRI menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa Selatan Minsel), Kamis (30/7/2026)

Rangkaian kegiatan kali ini difokuskan pada penguatan kapasitas finansial kelompok petani, pengurus kelompok tani (poktan), serta pelaku usaha agribisnis lokal.

Agenda strategis ini dihadiri Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan; Asisten Manager Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK & LMS) OJK SulutGo Ahmad Rudy Prasetya dan Nathania Theresia.

Selain itu, Pemimpin BSG Kantor Cabang Amurang Fitri Tuwaidan, Pemimpin Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Amurang Arman Handrianel, serta jajaran pimpinan daerah Minsel yakni Asisten I, Asisten II, dan Asisten III.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Bupati Minsel memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kolaboratif antara OJK, BSG dan BRI.

Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Minsel, sehingga peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan bagi para petani sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga tani serta membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital seperti pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong.

Direktur Operasional BSG dalam sambutannya, menyampaikan komitmen BSG sebagai Campaign Manager Gencarkan tingkat provinsi untuk menghadirkan solusi finansial yang nyata dan mudah diakses oleh sektor pertanian.

BSG hadir tidak hanya membawa materi edukasi perencanaan keuangan hasil panen, melainkan juga mendekatkan layanan transaksi Digital BSG di wilayah pedesaan serta memberikan kemudahan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian BSG berbunga rendah.

Sesi edukasi interaktif dibawakan oleh tim OJK SulutGo, yang membedah strategi pemisahan keuangan usaha tani dengan kebutuhan rumah tangga serta pentingnya aspek perlindungan konsumen.

Sinergi ini diperkuat oleh keterlibatan aktif mitra perbankan dari BRI KCP Amurang yang demi mendorong ekosistem keuangan terintegrasi di Minahasa Selatan.

Melalui kolaborasi yang kokoh antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, OJK, BSG, dan perbankan jejaring, diharapkan kesejahteraan para petani Minsel makin meningkat, menuju masyarakat agraris yang mandiri, cerdas, dan tangguh secara finansial. (elka)

Meimonews.com – Melanjutkan komitmen akselerasi literasi dan inklusi keuangan di wilayah Bolaang Mongondow Raya, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) sukses diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Jumatn(22/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) dengen mengandeng OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolasng Mongondouw Timur (Boltim), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Perbankan ini difokuskan secara khusus untuk mengedukasi kelompok nelayan, petani, dan masyarakat pesisir di wilayah Boltim.

Kegiatan strategis ini dihadiri Bupati Boltim Oskar Manoppo, Direktur Operasional BSG Louisa J. ParengkuanParengkuan, Perwakilan OJK SulutGo Gracia Marentek, Kepala BPS Boltim Indira Lolowang, Kepala Unit BRI Kotabunan Melky Lantang; serta Pemimpin Bank SulutGo Kantor Cabang Tutuyan Faisal Ambarak.

Acara diawali dengan sambutan dari Bupati Boltim sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif cepat Bank SulutGo dalam menghadirkan program Gencarkan di Boltim.

BupatiI menekankan bahwa pemahaman finansial yang kuat sangat mendasar bagi masyarakat pesisir agar dapat mengelola pendapatan hasil laut dan tani dengan bijak, serta terhindar dari maraknya kejahatan keuangan digital.

Direktur Operasional BSG dalam sambutannya menegaskan posisi Bank SulutGo sebagai Campaign Manager Gencarkan tingkat Provinsi. “Inisiatif pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata kami untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Utara, termasuk di Kabupaten Boltim, mendapatkan hak edukasi dan akses keuangan formal yang aman, inklusif, dan merata,” ujar Louisa.

Perwakilan OJK SulutGo membawakan materi utama mengenai strategi cerdas keuangan serta kewaspadaan nasional terhadap investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sementara itu, Kepala BPS Boltim memaparkan sosialisasi pentingnya data statistik dalam membaca peluang pertumbuhan ekonomi mikro di tingkat desa.

Sebagai bentuk nyata dari pilar inklusi, sesi kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan praktis yang dibawakan oleh jajaran staf terpadu dari Bank SulutGo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sinergi perbankan ini memberikan edukasi mengenai pemanfaatan produk tabungan resmi, pengenalan kredit usaha rakyat (KUR) mikro untuk tambahan modal usaha nelayan, hingga digitalisasi transaksi melalui Agen Laku Pandai (Agen BSG) dan layanan unit BRI terdekat.

Melalui sinergi kokoh antara Pemkab Boltim, OJK, BPS, serta kolaborasi perbankan BSG dan BRI ini, diharapkan masyarakat pesisir Boltim dapat semakin cerdas mengelola keuangan guna mendorong kemandirian ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonrws.com – Sekitar 100 petani, nelayan dan pelaku UMKM diedukasi tentang Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) terkait dengan upaya meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional.

Kegiatan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank SulurGo (BSG), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongpndouw Selatan (Bolsel) dan Pegadaian ini diadakan di aula kantor Kecamatan Molibagu, Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), Kamis (21/5/2026)

Hadir dalam agenda strategis ini Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar; Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Direktur Operasional BSG) Louisa J. Parengkuan; Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel Marzansius Arfan Ohy serta perwakilan dari PT Pegadaian Jackson Akay.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Bupati Bolsel menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya wilayah Bolsel, khususnya Molibagu, sebagai tempat pelaksanaan Gencarkan bulan Mei ini.

Ditekankan pentingnya bagi para petani dan nelayan untuk memahami manajemen keuangan modern agar hasil produktivitas sektor pangan daerah dapat dikelola secara produktif dan aman dari berbagai modus penipuan berbasis digital.

Usai pembukan acara, diadakan pemaparan materi literasi keuangan oleh Kepala OJK SulutGo.

Dalam arahannya, Robert mengupas tuntas mengenai strategi cerdas keuangan, pengenalan produk keuangan legal, serta kewaspadaan mutlak terhadap ancaman investasi bodong, judi online, dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menyasar masyarakat di daerah operasional pesisir dan pertanian.

Setelah itu, pemaparan materi Cerdas Keuangan oleh Eunike Gratia Marentek dari OJK, dan Sosialisasi Literasi dan Inklusi oleh Bank SulutGo dan Pegadaian

Melalui sinergi tanpa sekat antara OJK, Pemkab Bolsel, BSG, dan Pegadaian ini, diharapkan masyarakat Molibagu dapat menjadi pelopor masyarakat cerdas keuangan yang mandiri secara finansial demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Direktur Operasional Bank SulutGo (BSG) Louisa J. Parengkuan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (Pemda) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ruang Rapat Sasana Bhakti Praja Gedung C Lantai 3, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026.

Rapat koordinasi tersebut bertujuan mendorong percepatan implementasi SP2D Online melalui integrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan sistem perbankan, serta mendorong pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) oleh pemerintah daerah di seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari transformasi digital keuangan daerah yang modern, transparan, efisien, dan akuntabel.

Kehadiran Direktur Operasional BSG dalam forum nasional ini mencerminkan komitmen BSG untuk aktif berperan dalam percepatan transformasi digital keuangan pemerintah daerah.

BSG selaku Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus mendukung agenda nasional dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.

Implementasi SP2D Online merupakan bagian dari transformasi digital yang menghubungkan SIPD dengan sistem perbankan, sehingga proses pencairan dana pemerintah daerah dapat dilakukan secara cepat, aman, dan akuntabel.

Sementara itu, pemanfaatan KKPD bertujuan untuk meningkatkan efisiensi belanja pemerintah daerah sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai di tingkat daerah. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Business Meeting (BM) Q1-2026 bertajuk Leaders Conference dengan nengusung tema Elevating Trust, Strengthening Impact di Aston Gorontalo Hotel & Convention Center Gorontalo, Rabu (29/4/2026).

Perhelatan ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan menjadi sarana strategis bagi jajaran Direksi dan Komisaris yang baru ditetapkan melalui RUPS pada 10 Februari 2026.

Kegiatan business meeting ini juga dirangkaikan dengan orientasi bagi pengurus baru dalam rangka persiapan menghadapi fit and proper test, sekaligus untuk mendapatkan gambaran besar serta pemahaman mendalam.

Acara yang dihadiri oleh jajaran manajemen dan pimpinan unit kerja ini diawali dengan prosesi sakral yakni pembukaan sekaligus pelantikan pejabat eksekutif yang dipandu Divisi HC dan Panitia.

Momentum strategis ini menandai langkah awal BSG dalam memperkuat struktur kepemimpinan guna menghadapi tantangan perbankan tahun 2026.

Komisaris Utama BSG Godbless Sofcar Vicky Lumentut memberikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya integritas dan landasan diskusi, disusul dengan pemaparan Strategic Direction 2026 oleh Direktur Utama Revino Maydi Pepah.

Dalam sesinya, Direktur Utama memaparkan Outlook dan Grand Strategy 2026, termasuk evaluasi kinerja konsolidasi Q1-2026.

Beberapa poin pentingnya yang dibahas dalam konferensi ini adalah Optimalisasi Dana (CASA): Strategi peningkatan dana ritel dan sinergi bisnis dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) PT Mega Corpora; Kualitas Kredit : Fokus pada ekspansi kredit berkualitas, perbaikan NPL, serta pengembangan pasar konsumer di luar ekosistem Pemerintah Daerah; dan Resiliensi Digital :

Direktur Operasional Louisa J. Parengkuan menekankan pentingnya keamanan teknologi informasi dan akselerasi produk digital untuk mendukung ekosistem pemerintah daerah.

Memasuki sesi sore, pembahasan beralih pada penguatan manajemen risiko dan budaya kepatuhan untuk memperbaiki tingkat kesehatan bank (TKB).

Direktur Umum Joubert RJ Dondokambey memaparkan pentingnya pengendalian biaya umum dan peningkatan kapabilitas pegawai di sektor bisnis demi mendukung profitabilitas perusahaan.

Menutup agenda besar di Q1 ini, Bank SulutGo menggelar acara Halal Bi Halal bersama seluruh karyawan dan karyawati muslim yang bertugas di wilayah Gorontalo.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menyatukan visi seluruh insan BSG dalam memberikan dampak yang lebih kuat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. (elka)

Meimonews.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, secara resmi meluncurkan Samsat Digital Nasional serta Gerai Inovasi Integrasi Samsat (GIIS) sebagai langkah besar dalam transformasi layanan publik

Acara strategis yang diadakan di Kantor Bapenda Provinsi Gorontalo, Rabu (29/4/2026) ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi pemungutan pajak daerah dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat di Bumi Serambi Madinah.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan. Bank SulutGo (BSG), sebagai mitra utama keuangan daerah, menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem digital tersebut.

Mewakili manajemen Bank SulutGo, Pimpinan Cabang Gorontalo Tomi Gobel, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait layanan Samsat Provinsi Gorontalo.

Penandatanganan ini disaksikan oleh jajaran pemangku kepentingan utama, menandai kesiapan infrastruktur perbankan dalam memfasilitasi transaksi non-tunai yang aman dan cepat.

Kehadiran para tokoh penting seperti Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Dian Nugraha, dan Direktur Operasional Bank SulutGo Luoisa J. Parengkuan dalam acara ini menunjukkan urgensi dari program digitalisasi tersebut.

Peluncuran GIIS diharapkan dapat memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan kepada wajib pajak. Dengan integrasi ini, proses administrasi kendaraan bermotor hingga pembayaran pajak kini dapat diakses dengan lebih transparan.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan pelayanan publik yang akuntabel. Kami mengapresiasi dukungan Bank SulutGo dalam mewujudkan ekosistem keuangan daerah yang terintegrasi,” ujar Gusnar.

Louisa menjelaskan, keterlibatan BSG dalam Samsat Digital Nasional adalah bagian dari visi bank untuk menjadi penggerak ekonomi digital di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Melalui peran aktif Bpk. Tomi Gobel di tingkat cabang, BSG memastikan layanan perbankan akan selalu siap mendukung setiap inovasi yang diluncurkan Bappenda,” ujarnya.

Dengan adanya sinergi antara Pemprov, Kepolisian, Bank Indonesia, dan Bank SulutGo, Gorontalo kini selangkah lebih maju dalam penerapan teknologi informasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi pembangunan yang berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Wujud komitmen bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) digelat di Kantor Krecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), Rabu (23/7/2025).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Pembangunsn Pemerintah Kabupaten Bolsel M. Ichsan Utiah ini menghadirian sejumlah pembicara.

Pembicara tersebut adalah Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan, Pemimpin Cabang Bank BSG Molibagu Jerry Tuuk, Peemimpin Departemen Public Relation Bank BSG Nicky Laoh, Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorotanlo dan Maluku Utara (SulutGoMalut) Rizky Betadi Putra, dan Kepala Departemen Non Hadai Pegadaian Area Gorontalo Sudirman Kaharu,

Dalam sambutannya, Utiah menekankan pentingnya pemahaman keuangan bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini. “Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat akan lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara optimal,” ujarnya.

Dalam paparannya, Louisa menyampaikan berbagai program dan layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perencanaan keuangan yang lebih baik.

Senada dengan itu, Rizky mengingatkan pentingnya berhati-hati terhadap investasi bodong dan mendorong masyarakat untuk selalu mengecek legalitas lembaga keuangan kepada OJK.

Salam pemaparannya, Sudirman memperkenalkan berbagai produk Pegadaian yang dapat membantu masyarakat dalam kebutuhan modal usaha maupun kebutuhan konsumtif lainnya dengan skema yang terjangkau.

Jerry Tuuk dan Nicky turut memberikan edukasi mengenai cara menabung yang efektif dan pentingnya berinvestasi sejak dini.

Antusiasme peserta Gencarkan di Bolsel ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat Bolmong Selatan semakin melek keuangan dan dapat mengambil keputusan finansial yang tepat demi kesejahteraan bersama. (Afer)