Meimonews.com – Tiga Wakil Rektor Unsrat Manado berganti. Wakil Rektor 1 dari Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Si ke Dr. Ir. Arthur G. Pinaria, M.Sc, Wakil Rektor 2 dari Prof. Dr. Ronny A. Maramis, SH, MH ke Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi, Sc dan Wakil Rektor 4 dari Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA ke Dr. dr. Billy J. Kepel, M.Med Sc.

Pelantikan dan penandatangan pakta integritas dipimpin Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Betty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng di Kantor Pusat Unsrat Manado, Jumat (5/7/2024).

Turut hadir Ketua dan Sekretaris Senat, Wakil Rektor 3 Dr. Ralfie Pinasang, SH, MH, para Dekan se-Unsrat, Pimpinan Lembaga dan Kepala-kepala Biro Kantor Pusat Unsrat.

Dalam sambutannya, Rektor meminta kepada Wakil-wakil Rektor baru untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara maksimal dan serta menjunjung tinggi etika jabatan.

“Jabatan yang dipercayakan kepada saudara-saudara sebagai wakil rektor itu merupakan jabatan tugas tambahan bagi seorang dosen yang merupakan kewenangan Rektor untuk mengangkat dan memberhentikan sesuai dengan kinerja saudara yang nantinya akan dievaluasi sesuai kontrak kerja, pakta integritas dan loyalitas kerja sesuai unit kerja, ” ujarnya.

Pakta integritas yang telah dibuat, dibaca dan ditandatangani, sebut Rektor, adalah pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugastugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kepada pejabat yang baru saja menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil-wakil Rektor, Prof. Sompie menyampaikan terima kasih dan penghargaan karena telah membantunya selama iniini. “Tuhan pasti akan memberkati pemberian diri saudara-saudara,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia mengumumkan, mulai 2 November 2022 akan menghentikan siaran TV Analog dan akan digantikan dengan TV Digital, atau yang dikenal juga istilah Analog Switch Off (ASO).

“Warga yang berada di wilayah terdampak penghentian siaran TV Analog harus bersiap untuk mulai mengakses tayangan siaran TV digital,” sebut Kepala Dinas Kominfo Minahasa Maya Kainde, SH, MAP, melalui siaran pers, Kamis (27/10/22).

Ditambahkan, untuk menikmati tayangan TV Digital, masyarakat tidak memerlukan jaringan atau kuota internet untuk menangkap siaran karena siaran TV Digital ini bersifat FTA (Free To Air), yang artinya siaran yang dipancarkan untuk ditonton bersifat tanpa bayar alias gratis.

Bagi masyarakat yang masih menggunakan TV Analog bisa memasang perangkat DVB-T2 atau yang dikenal dengan Set Top Box (STB).

”Setelah memasang STB, masyarakat bisa menikmati TV Digital tanpa perlu mengganti perangkat televisi atau koneksi internet. Karena siaran TV digital bisa bebas diakses tanpa biaya,” ujarnya.

Kriteria penerima STB yaitu, rumah tangga miskin, memiliki pesawat TV Analog dan menikmati siaran TV Terestrial, lokasi rumah tangga berada di lokasi siaran TV Digital, bersedia menerima dan memanfaatkan bantuan STB. Kemudian, dalam satu rumah tangga miskin menerima satu bantuan STB.

”Sementara untuk masyarakat di wilayah terdampak ASO yang tergolong tidak mampu dan telah terdaftar di Data Pensasaran Percepatan Pengurangan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Pemerintah juga telah menyediakan bantuan perangkat STB TV Digital gratis,” jelas Kainde.

Dijelaskan pula, melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. P3KE berbentuk data by name by address yang sudah diverifikasi. Kemudian sudah di crosscheck dengan sumber berbagai data yang sudah ada. Seperti dari data BKKBN, DTKS, kependudukan Kemendagri, dan BPS.

”Kabupaten Minahasa saat ini sementara melakukan verifikasi dan validasi data penerima manfaat untuk keluarga miskin di pemerintah desa. Hal itu untuk memastikan penerima manfaat adalah sesuai dengan data P3KE, dan betul merupakan keluarga yang berhak dan layak sesuai dengan 5 kriteria Set Top Box di atas,” ujar mantan Kadis Perhubungan Minahasa ini. (Fer)