Meimonews.com – Puluhan warga Kelurahan Malendeng Kota Manado mendapat edukasi tentang bahaya pengawet dan pewarna yang dilarang ditambahkan dalam makanan serta dilatih deteksi kandungan pengawet dan pewarna.

Kegiatan yang diadakan di rumah salah satu warga di lingkungan 1, baru – baru tersebut diselenggarakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Masyarakat (Poltekkes) Kemenkes Manado yang diketuai Evelina M. Nahor dengan anggota Yos Banne dan Elvie R. Rindengan serta beberapa mahasiswa.

Hadir dalam kegiatan pengabmas yang merupakan perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi ini adalah Lurah Malendeng Sidik Moha, Ketua PKK Malendeng Meidy Katili serta ibu-ibu TP PKK dan masyarakat setempat.

Penggunaan pengawet dan pewarna makanan yang tidak sesuai dengan ketentuan, terutama bahan yang dilarang ditambahkan dalam pangan, dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan dukungan terhadap keamanan pangan, maka tim dosen dan mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Manado melakukan kegiatan pengabmas ini,” ujar Nahor kepada Meimonews.com.

Lurah Melendeng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan serta terimakasih kepada Tim Pengabmas Jurusan Farmasi Poltekkes Manado yang telah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat Kelurahan Malendeng untuk mendapatkan pengetahuan dan pelatihan.

Kegiatan ini, menurut Lurah, sangat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan masyarakat, khususnya terkait keamanan pangan, sehingga masyarakat lebih selektif dan bijaksana dalam memilih makanan yang aman dengan bahan tambahan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan pengabmas diawali dengan pemberian edukasi kepada ibu – ibu TP PKK dan masyarakat tentang bahaya pengawet dan pewarna yang dilarang ditambahkan dalam makanan yang dapat mengganggu kesehatan manusia, sehingga masyarakat bisa menggunakan pengawet ataupun pewarna alami yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Selanjutnya ibu – ibu TP PKK dan masyarakat dilatih dan didampingi bagaimana cara deteksi sederhana pengawet yang dilarang yaitu formalin pada sampel mie dan tahu, dan pewarna yang dilarang yaitu phodamin B pada ikan cakalang dan methanyl yellow pada kerupuk.

Dengan adanya edukasi ini masyarakat memahami pengawet dan pewarna pangan yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah, dan bisa memanfaatkan pengawet alami seperti garam, gula dan lemon, dan pewarna alami seperti kunyit, pandan, kulit jeruk, wortel, kulit buah naga dan ubi jalar ungu, yang lebih aman bagi kesehatan dan mudah didapat dari alam sekitar. (lex)

Meimonews.com – Puluhan warga Desa Sea Tumpengan mendapat edukasi pencegahan dan pengendalian hipertensi dan peningkatan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM (penyakit tidak menular).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah warga, baru-baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

Oleh karenanya Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado yang terdiri dari Elisabeth N. Barung, Djois S. Rintjap, dan Elvie R. Rindengan mengelar edukasi ini.

Kegiatan yang mengangkat tema Edukasi penyakit tidak menular (PTM) pada masyarakat dan pelatihan deteksi dini PTM (Diabetes Melitus dan Hipertensi) pada kader kesehatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, dan pengendalian diabetes melitus (DM) serta hipertensi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan agar mampu melakukan deteksi dini PTM secara tepat dan membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kegiatan dibuka Hukum Tua Desa Sea Tumpengan Filadelfus Kukihi, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kukihi menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit serta mendukung program kesehatan.

Usai sambutan Hukum Tua, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat mengenai DM dan hipertensi, termasuk faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan dan pengendalian melalui penerapan perilaku hidup sehat.

Selain edukasi kepada masyarakat, kegiatan juga diisi dengan pelatihan deteksi dini PTM bagi kader kesehatan.

Kader diberikan pelatihan mengenai tata cara pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah serta pengukuran faktor risiko lainnya, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, termasuk perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Pelatihan dilakukan melalui demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung sehingga kader memperoleh pengalaman dalam melakukan pemeriksaan secara benar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian diabetes melitus dan hipertensi semakin meningkat, sekaligus memperkuat kapasitas kader sebagai penggerak kesehatan masyarakat dan pelaksana deteksi dini PTM di Desa Sea Tumpengan secara berkelanjutan. (lex)

Meimonews.com – Sebanyak 34 siswa SMK Negeri 5 Manado di dampingi Wali Kelas mereka dapat edukasi informasi produk kesehatan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas penggunaan produk melalui Cek KLIK di kompleks sekolah, baru-baru.

Kegiatan ini diselenggarakan Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado yang diketuai Sri Handayani Gurning, dengan anggota Selfie PJ Ulaen dan Resi Yunita bersama sejumlah mahasiswa Jurusan Farmasi tersebut.

Edukasi dilakukan karena berdasarkan data yang diperoleh penyelenggara kegiatan, setiap tahun, BPOM mendapat temuan terkait kandungan berbahaya pada kosmetik, kosmetik yang ilegal atau tanpa izin edar dan obat herbal yang mengandung bahan kimia obat.

Cantik memang tidak perlu yang mahal, tapi harus hati-hati juga dalam memilih produk yang aman dan berkualitas, salah satunya dengan cara Cek KLIK.

Siswa sekolah menengah menjadi sasaran kegiatan ini karena pada masa remaja terjadi banyak perubahan fisik (tubuh dan wajah) yang akan mempengaruhi tingkat percaya diri.

Kosmetik dan obat herbal yang tidak memiliki izin edar tidak menjamin keamanan dan kualitasnya.

Dampak yang dapat terjadi bila menggunakan kosmetik yang tidak menjamin keamanan dan kualitasnya adalah adanya iritasi kulit, gangguan pada organ tubuh (seperti ginjal, hati), penyakit kulit kronis, dan gangguan saraf, sehingga perlu dilakukan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang dalam memilih produk kesehatan menggunakan Cek KLIK.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dari pre-test dan post-test.

Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 92,65 persen pada pre-test menjadi 99,12 persen pada post-test, dengan peningkatan sebesar 6,47 poin (6,98 persen).

Pada aspek sikap, rata-rata skor meningkat dari 88,82 persen menjadi 96,84 persen atau meningkat sebesar 8,01 poin (9,02 persen).

Siswa sangat antusias dengan kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan cara mengecek legalitas produk melalui Cek BPOM serta menggunakan metode Cek KLIK sebelum membeli dan menggunakan produk.

Peningkatan terbesar pada aspek perilaku menunjukkan bahwa edukasi tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga berpotensi mendorong penerapan informasi dalam proses pemilihan dan penggunaan produk kesehatan.

Dengan demikian, kegiatan telah mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum menggunakan atau membeli produk kesehatan. (lex)

Meimonews.com – Puluhan siswa SMP Katolik St. Dominiko Savio Bumi Beringin Manado pimpinan.Betrisiana Lemgkong (Kepala Sekolah) diberikan edukasi tentang Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif)/Narkoba (Narkotika Psikotropika dan Bahan Berbahaya) oleh Ketua KTN Lexie Kalesaran di salah satu ruang kelas sekolah, Rabu (15/7/2026).

Pemberian materi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Monika Korompis di lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Ch. Taulu Kelurahan Bumi Beringin Manado ini,

Materi-materi yang diberikan selama MPLS, Senin – Jumat (13-17/7/2026) tersebut, di antaranya Pengenalan Diri oleh Panitia; Wawasan Wiyata Mandala oleh Kepala Sekolah; Aku dan Sekolahku oleh Frini Wuisan; Aku dan Sekitarku oleh Monika Manoppo; Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat oleh Prisilia Pangemanan; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Korompis.

Kemudian, Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung dan Tes Fleksibilitas oleh Prisilia Pangemanan; Ruang Perjumpaan Murid Baru oleh Frini Wuisan; Siaga Bencana oleh Billi Muskitta; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo; Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrqsi Belajar Muris, Asesmen Literasi Numerasi dan Identifikasi Bakat dan Minat oleh Panitia; Literasi Digital oleh Frini Wuisan; Pencegahan Isu Napza oleh Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo;.

Ada juga tentang Sahabat Hebat : Dengar Peduli dan Hargai oleh Josua Somba; ASRI : Aku, Kamu dan Lingkungan Kita Bersama oleh OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan semua guru; Pengenalan Kurikulum melalui Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif oleh Kepala Sekolah; Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Sekolah oleh Susan Kapoh, Refleksi dan Doa Penutup oleh Susan Kapoh; Pertemuan Pagi Ceria oleh OSIS; Unjuk Karya oleh Billi Muskita.

Pemaparan materi oleh Ketua KTN dibawakan secara interaktif agar para siswa lebih mudah mencerna/memahami pemaparan materi, yang juga ditampilkan lewat LCD.

 

Ketua KTN menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya. Dijelaskan pula kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa, sebutnya, menjadi sasaran empuk bagi pengedar karena cukup rentan. Beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza dirincikan.

Penyebab penyalahgunaan Narkoba/Napza disebutkan agar menjadi perhatian. Ada faktor internal yakni keluarga, ekonomi dan kepribadian serta faktor eksternal yakni pergaulan dan sosial masyarakat.

Oleh karenanya, diingatkan kepada para siswa untuk katakan tidak, tolak dan jangan sekal-kali mencoba Narkoba/Napza. Seharusnya para siswa belajar menahan diri, belajar arti kehidupan dan belajar untuk masa depan.

Disarankan untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik di bidang pendidikan, Pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan,dan lain-lain.

“Jadilah anak muda yang dibanggakan, baik keluarga, sekolah, masyarakat atau lembaga keagamaan,” ujarnya mengajak. (*)