Meimonews.com – Profesi kedokteran menempatkan mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janji pada posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pasien datang dengan harapan untuk memperoleh pertolongan, rasa aman, dan kesembuhan.

Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada Sidang Terbuka Senat Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat yang dipimpin Linda Rotty (Ketua) dalam rangka Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Dokter dan Dokter Gigi di auditorium fakultas, Rabu (20/10/2026).

“Oleh karena itu, kemampuan ilmiah dan keterampilan klinis harus selalu disertai dengan empati, kejujuran, ketulusan, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia,” ujar Pinaria mengutip Plt Rektor.

Ada tiga hal penting yang ingin ditekankan kepada 45 dokter (16 dokter umum, 6 dokter gigi, dan 23 dokter spesialis) dilantik dan diambil sumpah/janji yang turut dihadiri Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan Direktur SDM Yuna Laukati, serta undangan lainnya termasuk orangtua/keluarga yang dilantik dan diambil sumpah/janjinya.

Hal oenting tersebut adalah pertama, junjung tinggi integritas dan etika profesi. Jadikan sumpah yang diucapkan hari ini sebagai komitmen yang terus hidup dalam setiap keputusan dan tindakan. Laksanakan pelayanan berdasarkan ilmu pengetahuan, standar profesi, keselamatan pasien, dan prinsip kemanusiaan.

Kedua, utamakan keselamatan dan kepentingan pasien. Setiap pasien memiliki kondisi, kebutuhan, dan latar belakang yang berbeda. Layani mereka dengan adil, tanpa diskriminasi, serta dengan komunikasi yang baik dan penuh penghormatan. Ingatlah bahwa di balik setiap diagnosis terdapat manusia yang membutuhkan perhatian, pengertian, dan kepedulian.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat saat membacakan sambutan Plt. Rektor Unstat Jamaludin Jompa

Ketiga, teruslah belajar dan mengembangkan diri. Ilmu kedokteran berkembang dengan sangat cepat. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan harus terus diperbarui melalui pembelajaran sepanjang hayat, penelitian, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan kolaborasi antartenaga kesehatan. Jadilah tenaga medis yang kompeten, adaptif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan etika dan nilai kemanusiaan.

“Khusus bagi para dokter spesialis, saya berharap saudara-saudara dapat menjadi rujukan keilmuan, teladan profesionalisme, serta mitra bagi pengembangan kompetensi tenaga medis lainnya.,’ sebut Plt. Rektor.

Bagi para dokter dan dokter gigi, diajak teruslah membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Menurut Plt. Rektor, Unsrat melalui Fakultas
Kedokteran, memiliki tanggung jawab untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian sosial.

Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, termasuk pemerataan tenaga medis, peningkatan mutu layanan, perkembangan teknologi kesehatan, dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang berkualitas serta terjangkau, para lulusan diharapkan mampu mengambil bagian dalam memberikan solusi nyata.

Disadari, masih terdapat berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.

Dalam konteks ini, kehadiran tenaga medis yang kompeten, profesional, dan memiliki semangat pengabdian sangat dibutuhkan.
Saya berharap para lulusan Fakultas Kedokteran Unsrat mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut.

“Di mana pun saudara-saudara bertugas, baik di rumah sakit, puskesmas, klinik, institusi pendidikan, maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya, berikanlah
pelayanan terbaik sesuai kompetensi dan tanggung jawab profesi,” ajaknya.

Sebelum melantik para dokter dan dokter gigi tersebut, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menegaskan, profesi dokter dan dokter gigi adalah profesi yang mulia dan luhur yang harus dijaga dan dipertahankan.

Untuk itu, Dekan mengingatkan lima hal penting. Pertama, senantiasa meningjatkan dan mengembangkan diri dalam keilmuan keahlian, dengan beroedoman pada pendidiksn sepanjang hayat. Kedua, mengembangkan ilmu kesehatan khususnys ilmu kedokteran dengan ikutserta dalam pendidikan dan pelatihan serta mencari penyelesaiannya masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pekayanan kesehatan.

Ketiga memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesi seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya serta menaruh perhatian dan penghargaan terhadap sesama manusia, sesuai debgan etika kedokteran dan etika kesehatan.

Keempat, berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif dan bersifat terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat ke arah yang sama.

Kelima, kerendahan hati harus dipunyai oleh dokter dan dokter gigi yang baik. Kerendahan hati adalah perisai terhadap arogansi intelektual. Kerendahan hati harus sungguh-sungguh, tidak pura-pura dan tidak hanya dirasakan tetapi juga didemonstrasikan. Belas kasihan dan kerendahan hati terkadang mempunyai nilai terapi lebih beaar daripada technical skill atau intelektual brilliant. (FA)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (RSUP Kandou) dan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menandatangani Pakta Integritas PPDS dan Perjanjian Penyelenggaraan Pembelajaran Klinik di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan bersamaan dengan penutupan kegiatan Orientasi, Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima serta Ketahanan Mental bagi peserta PPDS.

Dengan adanya kegiatan tersebut dan setelah menjalani rangkaian orientasi dan pelatihan dasar pelayanan rumah sakit, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Kandou Manado kini siap memasuki tahapan pendidikan klinis.

Para peserta PPDS selanjutnya menjalani proses pendidikan klinis di RSUP Kandou dengan bekal pengetahuan mengenai keselamatan pasien, mutu pelayanan, pencegahan infeksi, keselamatan kerja, pelayanan prima serta ketahanan mental

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menjelaskan, penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol kesanggupan semua pihak untuk menjalankan proses pendidikan secara bertanggung jawab.

Peserta PPDS, sebut Dekan, nantinya tidak hanya menghadapi persoalan akademik dan klinis, tetapi juga berbagai aspek nonakademis ketika berada di lingkungan pelayanan rumah sakit.

“Tidak semua profesi ada pakta integritas. Ini penting karena aspek klinis maupun nonklinis harus diantisipasi saat saudara terjun dalam pelayanan sebagai residen PPDS,” ujarnya.

Diingatkan, proses pendidikan yang akan dijalani selama kurang lebih empat tahun harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpegang pada Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Dekan menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou beserta jajaran yang telah menerima para peserta PPDS untuk menjalani proses pembelajaran klinik. “Terima kasih Pak Dirut dan jajaran. Terimalah mereka untuk belajar di RS Kandou,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan mengatakan, berakhirnya orientasi dan pelatihan menjadi tanda bahwa peserta didik telah siap memasuki pendidikan klinis. “Hari ini penutupan pelatihan. Itu tandanya peserta didik siap mulai dengan pendidikan klinis,” ujarnya.

Memasuki lingkungan klinis, Dirut meminta peserta PPDS menjaga sikap dan menghindari segala bentuk perundungan selama menjalani pendidikan.

Secara khusus, Dirut menitipkan tiga hal kepada para peserta didik, yakni belajar sungguh-sungguh, melayani dengan hati, dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat.

“Jangan membeda-bedakan. Apakah tenaga kesehatan ini atau itu, cleaning service, tenaga kesehatan lainnya, maupun bagian administrasi. Semua harus kita perlakukan dengan rasa hormat,” tegasnya.

Lingkungan pendidikan dan pelayanan rumah sakit, menurutnya, merupakan tempat untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter seorang dokter. Karena itu, peserta PPDS dituntut mampu menunjukkan sikap profesional, menghargai sesama dan mengutamakan kepentingan pasien.

“RS Kandou dan Faked Unsrat memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dokter. Jadilah dokter yang berdedikasi,” pesannya.

Dirut juga mengingatkan, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada kemampuan klinis. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting yang harus dijalankan secara seimbang.

Usai memberikan sambutan, Dirut di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati menutup kegiatan orientasi, pendidikan dan pelatihan peserta PPDS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjanah Jane Niode. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat pimpinan Billy Johnson Kepel (Dekan) menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Dokter Spesialis dan Dokter di The Sentra Medika Hotel dan Hospital, Jl. Ir. Soekarno Desa Maumbi, Minahasa Utara, Rabu (19/8/2026).

Ada sebanyak 37 dokter spesialis dan 109 dokter yang dilantik dan diambil sumpah/janjinya di Tahun Akademik 2026/2027 ini.

Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Arthur Gehart Pinaria dalam sambutannya berharap para dokter spesialis dan dokter yang dilantik dan diambil sumpah/janjinya untuk menjadi dokter yang berkontribusi, berkarakter, dan bermartabat bagi masyarakat karena kalian adalah etalase Unsrat.

Plt. Rektor berharap, sumpah dan janji dokter yang kalian ucapkan, gambaran kalian berhak mengabdikan diri kepada masyarakat, dimana moralitas harus dikedepankan dalam keseharian ketika melayani masyarakat.(FA)

Meimonews.com – Suatu prestasi membanggakan diukir 4 (empat) mahasiswa Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat di ajang

International 47th Asian Medical Students Conference (AMSC) 2026.

Bersama dengan rekan mahasiswa dari Faked Universitas Indonesia, sebut sumber dari Unsrat, mereka meraih posisi kedua (runner up) kategori Scientific Poster di ajang yang digelar sepekan (9 – 15 Juli 2026) di Jakarta.

Keempat mahasiswa Faked Unsrat yang bersama dengan Robby Malik Chandra Sudrajat mengarunkan nama Unsrat tersebut adalah Gresita Novelia Uirianto, Grizelda Sabina, Lilirani Kinanti, dan Carlos Immanuel Miracle Tangkuman.

Melalui penelitian berjudul “Comparing Multiple Mass Drug Administration Prophylaxis Strategies to Reduce Malaria Incidence in Endemic Areas: A Network Meta-Analysis of Randomized Trials” tim ini membandingkan berbagai strategi pemberian obat pencegahan malaria secara massal untuk mencari kombinasi yang paling efektif menekan penyebaran malaria di wilayah endemis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ivermectin + DHP memberikan potensi paling menjanjikan, karena bekerja dari dua sisi sekaligus membunuh parasit di tubuh manusia sekaligus memutus rantai penularan lewat nyamuk.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel mengapresiasi prestasi yang diukir mahasiswa yang bersama rekan dari Faked UI di ajang yang bergengsi tersebut.

Semoga capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh mahasiswa Faked Unsrat untuk terus aktif berkontribusi dalam dunia riset kesehatan, termasuk lewat kolaborasi lintas kampus. (FA)

Meimonews.com -Kontribusi dan dampak signifikan bagi daerah Sulawesi Utara pada khususnya dan negara pada umumnya telah diberikan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat melalaui tridharma perguruan tinggi selama 67 tahun kehadirannya.

Hal tersebut diungkap Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 1 Arthur Gehart Pinaria pada sidang senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-67 Faked Unsrat yang dipimpin Linda WA Rotty di aula fakultas, Kamis (11/6/2026).

Kontribusi besar Faked Unsrat bagi daerah dan menargetkan fakultas ini, menurut Rektor, semakin unggul ke depan.

“Faked Unsrat telah memberikan dampak signifikan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama 67 tahun,” ujar Pinaria mengutip Rektor pada acara yang turut dihadiri antara lain Wakil Walikota Manado Richad Sualang dan istri (Merry Mawardi).

Dies natalis ke-67 ini bukan usia singkat. Faked Unsrat sudah terbukti menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan baik.

“Ke depan kami dorong peningkatan riset dan penjagaan kualitas lulusan agar semakin kompetitif,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik.

Wakil Walikota Manado Richard Sualang dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota Manado mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Faked Unsrat yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kesehatan, termasuk melalui para alumninya yang mengabdi di berbagai unit kerja dan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Manado.

“Semoga Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi senantiasa tetap jaya dan terus menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Wakil Walikota Manado.

Pemkot Manado berharap fakultas ini terus menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam mencetak tenaga medis yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam laporannya, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson mengurai kondisi fakultas saat ini baik mulai dari visi dan misi fakultas, akreditasi progam studi, bidang pendidikan, penelitian, kerjasama, pengabdian pada masyarakat, bidang keuangan dan umum, serta bidang kemahasiswaan.

Saat ini, sudah ada 18 program studi (Prodi) di Faked Unsrat di mana 2 prodi baru diresmikan pada Maret 2026 sehingga belum diakreditasi. 16 prodi lainnya yang sudah terakreditasi dengan perincian 10 akreditasi unggul dan 6 baik sekali.

Jumlah mahasiswa per April 2026 sebanyak 2084 orang. Jumlah dosen tetap 217 orang.

Sejumlah keberhasilan yang dicapai selang setahun terakhir khususnya di bidang kemahasiswaan serta komitmen fakultas dengan visi Menjadi Fakultas Kedokteran unggul dan berbudaya yang berdaya saing di bidang kesehatan pariwisata tahun 2030 dipapar mantan Wakil Rektor Unsrat ini. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia Timur.

Hal ini dibuktikan melalui gelaran Rapat Pimpinan (Rapim) bersama Fakultas Kedokteran Unsrat dan Tim dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Rabu (10/6/2026).

Rapim strategis yang berlangsung di Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat ini menghadirkan Tri Hanggono Achmad, Tenaga Ahli Kementerian Diktisaintek sebagai narasumber utama untuk mematangkan implementasi Academic Health System (AHS) di Sulawesi Utara.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menyambut baik kehadiran tim kementerian dan menegaskan bahwa penerapan AHS merupakan langkah penting bagi masa depan institusi.

AHS bukan sekadar konsep akademik, melainkan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan tinggi, riset, dan pelayanan kesehatan secara terpadu.

“Dengan bimbingan dari Kemendiktisaintek, kami optimis Fakultas Kedoktetan Unsrat mampu mencetak tenaga medis yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat,” ujar Rektor.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel memaparkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta jejaring rumah sakit pendidikan yang selama ini telah menyokong proses pembelajaran mahasiswa kedokteran dan spesialis. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menggelar pembukaan kegiatan menyambut Dies Natalis ke-67 yang dipusatkan di kompleks fakultas, Sabtu (25/4/2026).

Sejumlah kegiatan diadakan di acara pembukaan yang diawali pelepasan jalan sehat oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Kegiatan tersebut adalah lomba yel-yel, senam line dance, mediquiz, lomba poster dan pameran lukisan bagian forensik.

Turut hadir pada kegiatan yang diikuti pimpinan dan sivitas akademika Faked Unsrat adalah dekan atau perwakilan dari beberapa fakultas di lingkungan Unsrat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat mengingatkan, 67 tahun bukan sekedar angka. Ini adalah perjalanan panjang yang hanya bermakna jika menghasilkan dampak.

“Kita tidak hanya sedang mencetak lulusan, namun kita sedang membentuk dokter yang berintegritas dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya,

Rektor berharap, momentum dies natalis ini bukan sekedar perayaan, tetapi titik akselerasi, bukan sekadar refleksi, tetapi keputusan untuk melangkah lebih jauh, dan bukan sekadar bertahan tapi memimpin dan memberi dampak.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel dalam sambutannya menjelaskan antara lain upaya yang dilakukan institusi yang dipimpinnya dalam meraih dan mempertahankan status akreditasi unggul program studi-program studi di Faked Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Alexander Sompie mengingatkan hal penting dan mendasar bagi Dokter Spesialis, Dokter Gigi dan Ners yang bari dilantik dan diambil sumpah/janjinya.

Hal tersebut disampaikan Rektor ketika memberiksn sambutan pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Dokter Spesialis, Dokter Gigi dan Ners Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat di Auditorium Faked, Rabu (10/12/2025).

 

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji ini dilakukan dalam sidang terbuka senat Faked yang dipimpin Linda WA Rotty yang dihadiri, antara lain Rektor, Dekan Billy Johnson Kepel, Wakil-wakil Dekan, dan keluarga mereka yang dilantik.

“Pelantikan ini dalah momentum bagi mereka yang dilantik mengemban tanggung jawab besar sesuai dengan profesi mereka dan menjadikan profesi ini sebagai lahan pengabdian,” ujarnya.

Itulah sebabnya, Rektor mengingatkan gelar yang disandang hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janjinya berjumlah 34 orang yang terdiri dari 15 orang dokter spesialis,15 dokter gigi serta 4 orang ners.

Acara ini ditandai ikrar/janji pelantikan oleh Dekan Faked, pengukuhan oleh Ketua.Senat, pengukuhan sumpah oleh pemuka agama, penyerahan alumni oleh Dekan, sambutan Rektor, sambutan perwakilan orangtua yang dilantik, dan sambutan perwakilan yang dilantik. (FA)

Meimonews,com – Sebanyak 40 tenaga medis dan tenaga kesehatan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado yang terdiri dari 18 dokter spesialis, 35 dokter, 6 dokter gigi dan 1 ners dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji tersebut dilakukan pada sidang terbuka senat Faked Unsrat Manado di Auditorium Faked Unsrat, Rabu (18/6/2025).

Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas yakni Billy Johnson KepelKepel (Dekan), Nurdjannah Jane Niode (Wdek 1 Bidang Akademik dan Kerjasama), Damayanti Pangemanan (Wadek 2 Bidang Administrasi Umum), Frans Wantania (Wadek 3 Bidang Kemahasiswaan), pimpinan dan anggota senat fakultas dan Unsrat serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat mengatakan, hari ini menjadi momen penting bagi para lulusan, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas dan berjiwa pelayanan.

Rektor mengingatkan, gelar ini bukan hanya simbol pencapaian akademik, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab sosial yang besar.

Rektor berpesan, teruslah belajar, jaga etika profesi dan rawatlah empati dalam setiap langkah pelayanan saudara.(FA)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, mempresentasikan rencana aksi strategis untuk memberantas perundungan (bullying) di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), khususnya Ilmu Penyakit Dalam di Aula rumah sakit, Senin (26/5/2025)

Presentasi tersebut menandai komitmen kuat kedua institusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat dan kondusif bagi para peserta didik.

Presentasi ini berfokus pada pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kasus perundungan.

Rencana aksi ini mencakup peningkatan edukasi dan kesadaran akan dampak perundungan, penyediaan mekanisme pelaporan yang mudah dan aman, penguatan pengawasan, serta penegakan sanksi yang tegas bagi pelaku perundungan.

Plt. Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Yuli Astuti Saripawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Faked Unsrat atas kehadiran dan dukungan penuh dalam sosialisasi rencana aksi ini.

Astuti berharap kerjasama yang erat ini akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi peserta didik PPDS di RSUP Kandou.

“Dengan adanya rencana aksi ini, kami berharap Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kemenkes dapat memonitor niat baik kita bersama, sehingga prodi Ilmu Penyakit Dalam dapat kembali beroperasi optimal di RSUP Kandou,” ujarnya.

Ditambahkan, komunikasi dan koordinasi yang intensif akan terus dijaga untuk memantau perkembangan pendidikan di RSUP Kandou dan jejaring Faked Unsrat Manado. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas implementasi rencana aksi yang telah disepakati.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnso Kepel menyatakan bahwa rencana aksi ini merupakan hasil proses yang panjang dan telah menunjukkan progres signifikan. Ia menekankan komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan yang ada, baik dalam proses pendidikan maupun pelayanan di RSUP Kandou.

“Kerjasama ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya seraya menambahkan, pihaknya optimistis bahwa dengan kolaborasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan dan mendukung perkembangan para dokter spesialis masa depan.

RSUP Kandou dan Faked Unsrat berharap implementasi rencana aksi ini akan membawa perubahan budaya positif di lingkungan PPDS, memungkinkan para dokter spesialis masa depan berkembang optimal tanpa terbebani oleh praktik perundungan. Keberhasilan program ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. (Fer)