Meimonews.com – Wujudkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menginisiasi diskusi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Manado, tokoh pemuda, dan komunitas masyarakat Jalan Roda untuk mencari solusi konkret dalam menekan angka pengangguran di Kota Manado.

Diskusi yang berlangsung di kawasan Jalan Roda, Manado, Kamis (29/10/2026) ini menjadi langkah membangun sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan elemen masyarakat dalam memperluas akses kesempatan kerja bagi warga, khususnya generasi muda.

Hadir pada oertenuan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado Fadly Kasim, Kasat Binmas AKP Sonny Soputan, Kapolsek Wenang AKP HRF Sabaja, Kasi Humas Iptu Agus Haryono, serta tokoh pemuda, masyarakat dan komunitas Jalan Roda, serta staf Disnaker Kota Manado.

Program Poliran tidak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga mendorong langkah nyata melalui pendataan jumlah warga yang belum bekerja, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, serta identifikasi peluang kerja yang dapat diakses masyarakat.

Kapolresta Manado menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab persoalan pengangguran. Sinergi dengan Disnaker, tokoh pemuda, perusahaan swasta, dan Balai Latihan Kerja (BLK) diharapkan dapat membuka peluang penempatan kerja sekaligus meningkatkan keterampilan dan kompetensi pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Berdasarkan data ketenagakerjaan yang disampaikan, Kota Manado memiliki 359.983 penduduk usia kerja, dengan 232.680 orang tergolong angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 212.882 orang telah bekerja, sementara 19.798 orang masih menganggur.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Manado tercatat sebesar 8,51 persen, turun 0,22 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Meski menunjukkan perbaikan, angka tersebut menandakan bahwa persoalan pengangguran masih membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 64,64 persen atau meningkat 1,47 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang terlibat dalam aktivitas ekonomi, sekaligus menjadi tantangan untuk memastikan tersedianya lapangan kerja yang memadai.

Melalui Poliran, Polresta Manado mendorong agar data ketenagakerjaan dapat ditindaklanjuti dengan program yang terarah, mulai dari pendataan pencari kerja, penyebaran informasi lowongan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga membangun kemitraan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Keterlibatan tokoh pemuda dan komunitas masyarakat juga dinilai penting untuk menjangkau warga yang belum bekerja, menggali potensi mereka, serta menghubungkan pencari kerja dengan pihak-pihak yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja.

Upaya ini menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun komunikasi, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong terciptanya solusi atas persoalan masyarakat.

Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Manado berharap terbangun kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga semakin banyak warga memperoleh kesempatan bekerja, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Manado. (AF)

Meimonews.com – Polresta Manado bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, tokoh remaja, pemerhati lingkungan, serta masyarakat Kota Manado melaksanakan diskusi terkait solusi mengatasi pengangguran di Kota Manado, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Food Court Pasar Bersehati Manad ini dihadiri Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham.Halid, Kadis Tenaga Kerja Kota Manado Fadly Kasim, Dirum Perumda Pasar Bersehati Rangga T. Paronganan, Camat Calaca AnwarHalidu, FP4T Pasar Bersehati, tokoh agama , tokoh masyafakat dan para pedagang Pasar Bersehati.

Diskusi menjadi ruang terbuka untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk pendataan jumlah pengangguran di Kota Manado dan rencana kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Manado.

Dalam suasana penuh keakraban, para peserta menyampaikan pandangan, saran, dan masukan terkait upaya menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan keterampilan masyarakat. Berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung penyerapan tenaga kerja turut dibahas bersama.

Kapolresta Manado menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, kepolisian, tokoh masyarakat, pemerhati lingkungan, dan seluruh elemen warga dalam mencari solusi terhadap persoalan pengangguran.

Menurutnya, data yang akurat mengenai jumlah pengangguran sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan program dan kebijakan yang tepat sasaran. Selain itu, pelatihan keterampilan dan pengembangan potensi lokal dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Kadisnaker Manado turut memaparkan rencana kerja dinas dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, memperluas akses informasi lowongan pekerjaan, serta mendorong terciptanya peluang usaha bagi masyarakat.

Diskusi yang berlangsung secara santai tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan langkah nyata dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Manado. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar setiap program yang dirancang dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun Kota Manado yang lebih maju dan berdaya saing.

“Bersinergi mengatasi pengangguran, mewujudkan Manado yang sejahtera,” ajak Kapolresta Manado seperti dikutip Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono kepada Meimonews.com, usai kegiatan. (AF)

Meimonews.com – Ketua Tim Asistensi Ditjen Imigrasi Wilayah Sulut Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH berharap perlunya memperkuat seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam rangka mencari solusi terhadap warga / penduduk yang undocumented.

Demikian pula, pelintas masuk dan keluar wilayah laut Indonesia bagian Utara tanpa dilengkapi dokumen keimigrasian izin masuk dan keluar juga belum jelas kewarganwgaraan.

Harapan tersebut disampaikan Sompie ketika bertemu dengan Walikota Bitung Maurits Mantiri di rumah Dinas Walikota, Jumat (12/11/2021).

“Mereka biasanya adalah para nelayan yang tangguh menghadapi tantangan alam di wilayah perairan laut di utara Sulut,” ujar Sompie.

Dengan begitu, sambung mantan Dirjen Imigrasi itu,.bila mereka didata dan diberikan hak kewarganegaraannya, apalagi bisa sebagai WNI melalui sebuah terobosan kreatif yg solutif, maka akan diperoleh manfaat yg sangat positif bagi negara, daerah dan kesejahteraan mereka sendiri.

Kunjungan Ketua Tim Asistensi Ditjen Imigrasi Wilayah Sulut Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH terkait Kerjasama Penanganan Warga Asing tanpa Dokumen yang melintas masuk dari utara Indonesia, khususnya wilayah perairan laut Sulawesi dan berkegiatan di Kota Bitung.

Perhatian Walikota Bitung untuk urusan kerjasama antar instansi Pemerintah, menurut Sompie kepada Meimonews.com, Sabtu (13/11/2021), sangat besar.

Sompie mengungkapkan, Kabupaten Sangihe merupakan Kabupaten yang di bagian Utara Indonesia dan berbatasan laut dengan Philipina. Bitung juga menjadi tempat mereka untuk melakukan aktivitas bahkan tinggal.

“Solusi Pemkot Bintung dipimpin Bapak Walikota Bitung perlu juga diberikan apresiasi dalam berupaya memberikan pengayoman,” ujar Ketua Umum KKKi (Kerukunan Keluarga Kawanua Indonesia) ini. (lk)