Meimonews.com – Tahun ini, Bank SulutGo (BSG) genap berusia 65 tahun. Beberapa kegiatan dilakukan Direksi dan jajaran di momen peringatan HUT tahun ini yang mengangkat tema Elevating Trust, Strenghten Impact (Meningkatkan Kepercayaan, Menguatkan Dampak).

Puncak peringatan dilakukan acara syukuran di Lantai 9 Kantor Pusat BSG, Jln. Pierre Tendean Manado, Rabu (3/6/2026).

Selain Komisaris Utama Godbless Sofcar Vicky Lumentut dan Jacklyn Koloay (komisaris), Dirut Revino Maydi Pepah, Louise J. Parengkuan, Joubert Dondokambey dan jajaran manajemen serta Ketua Ikatan Wanita BSG Esther Mamangkey, hadir pula Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, Ketua TP PKK Sulut Ny. Amik Yulius Selvanus dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur menjelaskan, usia 65 tahun merupakan angka dengan simbol kematangan dan pengalaman yang sudah teruji. “Maka teruslah menjaga Integritas bank daerah ini, dan teruslah melayani bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Gubernur, kinerja bisnis BSG terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak RUPS tahun 2025, laba bersih BSG Rp 425 miliar. Hal ini melebihi target Rp 400 miliar, sangat membanggakan di hari ulang tahun BSG, tambahnya.

Diungkapkan, semangat berjuang dan bekerja dari mulai direksi, komisaris, karyawan tidak pernah padam, yaitu sama-sama ingin BSG maju, sama-sama ingin BSG besar.

Gubernur berharap ke depannya BSG terus tumbuh dengan melakukan inovasi bisnis seperti membuka peluang bisnis di sektor pertambangan dan energi, dan bisa menyamai bank nasional.

“Prospek bisnis bank harus stabil, tak bisa ditawar-tawar, jangan sampai bocor sana-sini. Jika kita kerja benar, maka baik nasabah terutama yang ASN tetap betah dengan kita. Berikan excellent service supaya masyarakat mau dengan kita,” sebut Gubernur. (elka)

Meimonews.com.- Bank SulutGo (BSG) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya di momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/Tahun 2026.

Sebagai wujud syukur dan komitmen untuk berbagi dengan sesama, BSG menyalurkan total 19 ekor sapi kurban yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Prosesi penyembelihan dan pembagian daging kurban dilaksanakan di Lapangan Marina Plaza (belakang Kantor Pusat BSG, Manado), Sabtu (30/5/2026)

Sebanyak 15 ekor sapi disalurkan secara langsung melalui kantor-kantor cabang Bank SulutGo yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, 1 ekor sapi diserahkan secara khusus kepada pengurus Masjid Raya untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar, dan 3 ekor sapi disembelih secara internal oleh pihak bank untuk kemudian didistribusikan kepada pegawai serta masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan kantor,.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen dan perwakilan organisasi keagamaan di lingkungan BSG di antaranya Ketua Bapekis Sofie Yusuf, serta Ketua Bapekris Oske Kaligis.

Kehadiran para pimpinan divisi dan departemen semakin menambah suasana kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama yang terjaga dengan baik di lingkungan internal BSG.

Penyaluran hewan kurban ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan di momen Idul Adha tahun ini.

BSG berkomitmen untuk terus menjaga tradisi berbagi ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Dalam sambutannya, Direktur Umum Bank SulutGo Joubert RJ Dondokambey menjelaskan, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Kegiatan ini, sebutnya, merupakan implementasi dari nilai-nilai spiritual yang kita yakini, sebagaimana perintah Allah SWT dalam QS. Al-Kautsar ayat 2 yakni Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.

“Semoga melalui momentum ini, Bank SulutGo dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat tali silaturahmi dengan lingkungan sekitar,” ujar Joubert. (elka)

Meimonews.com – Melanjutkan komitmen akselerasi literasi dan inklusi keuangan di wilayah Bolaang Mongondow Raya, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) sukses diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Jumatn(22/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) dengen mengandeng OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolasng Mongondouw Timur (Boltim), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Perbankan ini difokuskan secara khusus untuk mengedukasi kelompok nelayan, petani, dan masyarakat pesisir di wilayah Boltim.

Kegiatan strategis ini dihadiri Bupati Boltim Oskar Manoppo, Direktur Operasional BSG Louisa J. ParengkuanParengkuan, Perwakilan OJK SulutGo Gracia Marentek, Kepala BPS Boltim Indira Lolowang, Kepala Unit BRI Kotabunan Melky Lantang; serta Pemimpin Bank SulutGo Kantor Cabang Tutuyan Faisal Ambarak.

Acara diawali dengan sambutan dari Bupati Boltim sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif cepat Bank SulutGo dalam menghadirkan program Gencarkan di Boltim.

BupatiI menekankan bahwa pemahaman finansial yang kuat sangat mendasar bagi masyarakat pesisir agar dapat mengelola pendapatan hasil laut dan tani dengan bijak, serta terhindar dari maraknya kejahatan keuangan digital.

Direktur Operasional BSG dalam sambutannya menegaskan posisi Bank SulutGo sebagai Campaign Manager Gencarkan tingkat Provinsi. “Inisiatif pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata kami untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Utara, termasuk di Kabupaten Boltim, mendapatkan hak edukasi dan akses keuangan formal yang aman, inklusif, dan merata,” ujar Louisa.

Perwakilan OJK SulutGo membawakan materi utama mengenai strategi cerdas keuangan serta kewaspadaan nasional terhadap investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sementara itu, Kepala BPS Boltim memaparkan sosialisasi pentingnya data statistik dalam membaca peluang pertumbuhan ekonomi mikro di tingkat desa.

Sebagai bentuk nyata dari pilar inklusi, sesi kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan praktis yang dibawakan oleh jajaran staf terpadu dari Bank SulutGo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sinergi perbankan ini memberikan edukasi mengenai pemanfaatan produk tabungan resmi, pengenalan kredit usaha rakyat (KUR) mikro untuk tambahan modal usaha nelayan, hingga digitalisasi transaksi melalui Agen Laku Pandai (Agen BSG) dan layanan unit BRI terdekat.

Melalui sinergi kokoh antara Pemkab Boltim, OJK, BPS, serta kolaborasi perbankan BSG dan BRI ini, diharapkan masyarakat pesisir Boltim dapat semakin cerdas mengelola keuangan guna mendorong kemandirian ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonrws.com – Sekitar 100 petani, nelayan dan pelaku UMKM diedukasi tentang Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) terkait dengan upaya meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional.

Kegiatan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank SulurGo (BSG), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongpndouw Selatan (Bolsel) dan Pegadaian ini diadakan di aula kantor Kecamatan Molibagu, Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), Kamis (21/5/2026)

Hadir dalam agenda strategis ini Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar; Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Direktur Operasional BSG) Louisa J. Parengkuan; Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel Marzansius Arfan Ohy serta perwakilan dari PT Pegadaian Jackson Akay.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Bupati Bolsel menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya wilayah Bolsel, khususnya Molibagu, sebagai tempat pelaksanaan Gencarkan bulan Mei ini.

Ditekankan pentingnya bagi para petani dan nelayan untuk memahami manajemen keuangan modern agar hasil produktivitas sektor pangan daerah dapat dikelola secara produktif dan aman dari berbagai modus penipuan berbasis digital.

Usai pembukan acara, diadakan pemaparan materi literasi keuangan oleh Kepala OJK SulutGo.

Dalam arahannya, Robert mengupas tuntas mengenai strategi cerdas keuangan, pengenalan produk keuangan legal, serta kewaspadaan mutlak terhadap ancaman investasi bodong, judi online, dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menyasar masyarakat di daerah operasional pesisir dan pertanian.

Setelah itu, pemaparan materi Cerdas Keuangan oleh Eunike Gratia Marentek dari OJK, dan Sosialisasi Literasi dan Inklusi oleh Bank SulutGo dan Pegadaian

Melalui sinergi tanpa sekat antara OJK, Pemkab Bolsel, BSG, dan Pegadaian ini, diharapkan masyarakat Molibagu dapat menjadi pelopor masyarakat cerdas keuangan yang mandiri secara finansial demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Business Meeting (BM) Q1-2026 bertajuk Leaders Conference dengan nengusung tema Elevating Trust, Strengthening Impact di Aston Gorontalo Hotel & Convention Center Gorontalo, Rabu (29/4/2026).

Perhelatan ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan menjadi sarana strategis bagi jajaran Direksi dan Komisaris yang baru ditetapkan melalui RUPS pada 10 Februari 2026.

Kegiatan business meeting ini juga dirangkaikan dengan orientasi bagi pengurus baru dalam rangka persiapan menghadapi fit and proper test, sekaligus untuk mendapatkan gambaran besar serta pemahaman mendalam.

Acara yang dihadiri oleh jajaran manajemen dan pimpinan unit kerja ini diawali dengan prosesi sakral yakni pembukaan sekaligus pelantikan pejabat eksekutif yang dipandu Divisi HC dan Panitia.

Momentum strategis ini menandai langkah awal BSG dalam memperkuat struktur kepemimpinan guna menghadapi tantangan perbankan tahun 2026.

Komisaris Utama BSG Godbless Sofcar Vicky Lumentut memberikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya integritas dan landasan diskusi, disusul dengan pemaparan Strategic Direction 2026 oleh Direktur Utama Revino Maydi Pepah.

Dalam sesinya, Direktur Utama memaparkan Outlook dan Grand Strategy 2026, termasuk evaluasi kinerja konsolidasi Q1-2026.

Beberapa poin pentingnya yang dibahas dalam konferensi ini adalah Optimalisasi Dana (CASA): Strategi peningkatan dana ritel dan sinergi bisnis dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) PT Mega Corpora; Kualitas Kredit : Fokus pada ekspansi kredit berkualitas, perbaikan NPL, serta pengembangan pasar konsumer di luar ekosistem Pemerintah Daerah; dan Resiliensi Digital :

Direktur Operasional Louisa J. Parengkuan menekankan pentingnya keamanan teknologi informasi dan akselerasi produk digital untuk mendukung ekosistem pemerintah daerah.

Memasuki sesi sore, pembahasan beralih pada penguatan manajemen risiko dan budaya kepatuhan untuk memperbaiki tingkat kesehatan bank (TKB).

Direktur Umum Joubert RJ Dondokambey memaparkan pentingnya pengendalian biaya umum dan peningkatan kapabilitas pegawai di sektor bisnis demi mendukung profitabilitas perusahaan.

Menutup agenda besar di Q1 ini, Bank SulutGo menggelar acara Halal Bi Halal bersama seluruh karyawan dan karyawati muslim yang bertugas di wilayah Gorontalo.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menyatukan visi seluruh insan BSG dalam memberikan dampak yang lebih kuat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. (elka)

Meimonews.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, secara resmi meluncurkan Samsat Digital Nasional serta Gerai Inovasi Integrasi Samsat (GIIS) sebagai langkah besar dalam transformasi layanan publik

Acara strategis yang diadakan di Kantor Bapenda Provinsi Gorontalo, Rabu (29/4/2026) ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi pemungutan pajak daerah dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat di Bumi Serambi Madinah.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan. Bank SulutGo (BSG), sebagai mitra utama keuangan daerah, menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem digital tersebut.

Mewakili manajemen Bank SulutGo, Pimpinan Cabang Gorontalo Tomi Gobel, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait layanan Samsat Provinsi Gorontalo.

Penandatanganan ini disaksikan oleh jajaran pemangku kepentingan utama, menandai kesiapan infrastruktur perbankan dalam memfasilitasi transaksi non-tunai yang aman dan cepat.

Kehadiran para tokoh penting seperti Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Dian Nugraha, dan Direktur Operasional Bank SulutGo Luoisa J. Parengkuan dalam acara ini menunjukkan urgensi dari program digitalisasi tersebut.

Peluncuran GIIS diharapkan dapat memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan kepada wajib pajak. Dengan integrasi ini, proses administrasi kendaraan bermotor hingga pembayaran pajak kini dapat diakses dengan lebih transparan.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan pelayanan publik yang akuntabel. Kami mengapresiasi dukungan Bank SulutGo dalam mewujudkan ekosistem keuangan daerah yang terintegrasi,” ujar Gusnar.

Louisa menjelaskan, keterlibatan BSG dalam Samsat Digital Nasional adalah bagian dari visi bank untuk menjadi penggerak ekonomi digital di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Melalui peran aktif Bpk. Tomi Gobel di tingkat cabang, BSG memastikan layanan perbankan akan selalu siap mendukung setiap inovasi yang diluncurkan Bappenda,” ujarnya.

Dengan adanya sinergi antara Pemprov, Kepolisian, Bank Indonesia, dan Bank SulutGo, Gorontalo kini selangkah lebih maju dalam penerapan teknologi informasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi pembangunan yang berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) terus mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital dan menjaga stabilitas sistem keuangan di Sulawesi Utara.

Hal itu tercermin dalam pertemuan strategis BSG, BI Perwakilan Sulut dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon di Kantor Pusat BSG, Manado, Rabu (22/4/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Operasional BSG Louisa Parengkuan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Darmawan Hutabarat beserta jajaran, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon Denny Liuw serta perwakilan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut.

Fokus utama pertemuan ini adalah penguatan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam mengakselerasi digitalisasi pemerintah melalui perluasan kanal Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Sebagai bank persepsi sekaligus aggregator, BSG berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan sistem transaksi yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien bagi Pemerintah Kota Tomohon.

“BSG terus berinovasi untuk menyediakan infrastruktur pembayaran digital yang mumpuni. Sinergi ini memastikan bahwa pelayanan publik di Kota Tomohon semakin mudah diakses masyarakat melalui kanal-kanal digital,” ujar Louisa,

Selain digitalisasi di Tomohon, agenda pembahasan meluas pada implementasi pelaporan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui kerjasama dengan Bapenda Provinsi Sulut.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat sinkronisasi data dan distribusi pendapatan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Di sisi lain, aspek ketersediaan uang layak edar (ULE) di wilayah kepulauan turut menjadi poin krusial. Perwakilan Bank Indonesia dan manajemen BSG melakukan evaluasi serta optimalisasi pengelolaan Kas Titipan (Kastip) Bank Indonesia yang dikelola oleh BSG Cabang Melonguane dan BSG Cabang Siau.

Hal ini bertujuan untuk menjamin kebutuhan uang tunai masyarakat di wilayah terluar tetap terpenuhi dengan kualitas uang yang baik.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran struktural BSG untuk memastikan eksekusi kebijakan berjalan teknis dan tepat sasaran, di antaranya Jimmy Alexander (Pemimpin Divisi Pengembangan Bisnis) beserta tim, Nasrudin Herlambang (Pemimpin Divisi Operasional Layanan) beserta tim, Pemimpin Cabang (Pincab) BSG dari Cabang Tomohon, Cabang Melonguane, dan Cabang Siau.

​Melalui kolaborasi lintas instansi ini, BSG optimistis mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui kemudahan akses keuangan dan pengelolaan kas negara yang profesional. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang melek finansial dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan lembaga jasa keuangan yakni BSG dan BNI menggelar Program Literasi Keuangan bertajuk Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Plaza Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Kegiatan yang mengusung tema Cerdas Kelola Keuangan dan Bangun Kepercayaan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 ini dilaksanakan pada Rabu (15/4/2026).

Para pelaku UMKM (usaha menengah, kecil dan mikro) di wilayah Mitra hadir sebagai peserta untuk mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang efektif serta pemanfaatan produk jasa keuangan.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari koordinasi strategis antara OJK dan perbankan untuk memastikan program literasi menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah
ini dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi terkait.

Pejabat tersebut adalah Pimpinan OJK SulutGo Robert Sianipar, Wakil Bupati Mitra Fredy Tuda, Sekda Mitra David Lalondos, Regional CEO BNI Kantor Wilayah 11 Didi Suprijanto, dan Esther Rempengan yang mewakili Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Sulut Gorontalo (Bank SulutGo/BSG).

Dalam sesi materi, para pelaku UMKM dibekali pengetahuan oleh para ahli dari OJK serta praktisi perbankan dari BNI dan Bank SulutGo mengenai cara membangun kepercayaan diri dalam berbisnis melalui pengelolaan kredit yang sehat.

Melalui sinergi ini diharapkan para pelaku UMKM di Mitra dapat lebih berdaya saing, memiliki akses yang lebih luas terhadap permodalan, serta terhindar dari praktik keuangan ilegal yang dapat merugikan keberlangsungan usaha mereka.

Gencarkan yang diinisiasi secara masif di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026 adalah untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. (elka)

Meimonews.com – Wujud komitmen berkelanjutan dalam memberikan kontribusi nyata bagi para pemegang saham dan masyarakat, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) secara resmi menyerahkan dividen tahun buku 2025 serta bantuan Tanggung Jawab Sosial (TJS) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, Kamis (9/2026).

Meskipun saat ini pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemkot Gorontalo telah berpindah ke institusi perbankan lain, BSG menegaskan bahwa profesionalisme dan kewajiban kepada pemegang saham tetap menjadi prioritas utama.

Sebagai salah satu pemilik saham, Pemkot Gorontalo tetap berhak menerima bagi hasil atas kinerja positif bank selama tahun buku sebelumnya.

Dalam seremoni yang berlangsung khidmat tersebut, BSG menyerahkan dividen sebesar Rp. 5.202.697.429,- (Lima Miliar Dua Ratus Dua Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Dua Puluh Sembilan Rupiah).

Pemberian secara simbolis ini diterima Sekretaris Daerah Kota Gorontalo) H. Ismail Madjid dan Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo Nuryanto.

Nilai dividen ini merupakan cerminan dari pertumbuhan performa keuangan BSG yang tetap solid sepanjang tahun 2025, yang kemudian dikembalikan kepada daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Kota Gorontalo.

Selain penyerahan dividen, BSG juga menyalurkan dana bantuan Tanggung Jawab Sosial (TJS) senilai Rp. 626.000.000,- (Enam Ratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah). Bantuan ini dialokasikan khusus untuk Pengadaan Road Cleaner (Motor Pembersih Jalan) unit terbaru, dan Penyediaan perlengkapan pendukung operasional kebersihan lainnya.

Bantuan TJS ini diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin Cabang Gorontalo Tommy Gobel, yang hadir mewakili jajaran Direksi BSG.

“Penyerahan dividen dan bantuan TJS ini adalah bukti nyata bahwa Bank SulutGo adalah mitra strategis yang tetap mengedepankan tanggung jawabnya kepada daerah, terlepas dari dinamika bisnis yang ada. Kami berharap motor pembersih jalan ini dapat membantu Pemerintah Kota dalam menjaga estetika dan kebersihan kota demi kenyamanan warga,” ujar Tommy dalam sambutannya.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Sekda Kota Gorontalo, yang menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BSG sebagai “Torang pe Bank” harus terus terjaga, mengingat nilai investasi daerah yang tertanam di bank tersebut memberikan dampak balik (return) yang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan pengadaan road cleaner ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah dan pembersihan jalan protokol di Kota Gorontalo menjadi lebih efisien dan modern, sejalan dengan visi kota yang bersih dan berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan terus dipacu di Sulawesi Utara.

Sehuhungan dengan hal tersebut, bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Kamis (2/4/2026) telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pengelolaan Dana Bantuan Pendidikan Kebanksentralan.

Langkah strategis ini menandai sinergi erat antara bank sentral dengan industri perbankan dalam mendukung keberlanjutan program beasiswa dan edukasi keuangan bagi generasi muda di Bumi Nyiur Melambai.

Acara inti diawali dengan penandatanganan PKS oleh Direktur Utama PT Bank SulutGo (BSG) Revino Maydi Pepah bersama dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto.

Kerjasama ini kemudian diperluas dengan melibatkan jajaran pimpinan perbankan ternama lainnya di wilayah Sulut, yang bertindak sebagai bank pengelola dana bantuan pendidikan tersebut.

Para pimpinan yang hadir dan menandatangani kesepakatan tersebut antara lain Pemimpin Wilayah BNI Kantor Wilayah Sulut Didi Suprijanto, Plt Branch Manager BTN Cabang Manado Rudy Wairata, Branch Manager BSI Sam Ratulangi Dwipry Andica dan Pimpinan Branch Office Head BRI Tondano Ronald Engelbert

Turut menyaksikan prosesi penting ini, Pemimpin Divisi Pemasaran BSG Yunike Paputungan dan Pemimpin Cabang Pembantu (Capem) Ranotana BSG Clief Mamusung.

Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ini dirancang bukan sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga sebagai sarana literasi mengenai fungsi dan peran Bank Indonesia dalam stabilitas ekonomi nasional.

“Sinergi ini merupakan wujud nyata kontribusi sektor perbankan dalam mencetak kader-kader bangsa yang berkualitas. Dengan pengelolaan dana yang transparan dan efisien melalui mitra perbankan, kami berharap bantuan ini tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang,” ujar perwakilan pihak perbankan di sela-sela acara.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah semakin terbuka lebar. Bank-bank yang ditunjuk sebagai pengelola berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan terbaik guna memastikan penyaluran dana berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Penandatanganan ini ditutup dengan sesi foto bersama yang melambangkan soliditas perbankan di Sulawesi Utara dalam mendukung agenda pembangunan manusia yang berkelanjutan. (elka)