Meimonews.com – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melakukan kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana alam gempa bumi di SMP Pionerr Manado, baru-baru.

Kegiatan ini, jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, dalam rangka mitigasi non struktural memberikan informasi awal serta langkah langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi.

“Sasarannya para siswa karena mereka merupakan kelompok rentan dalam kategori bencana,” ujarnya.

Dimulai dari sekolah, sambungnya, karena sebagai pendidikan di usia dini. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado menggelar Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kota Manado yakni Kelurahan Sario Utara, Tingkulu, Karombasan Utara, dan Teling Atas, pada tanggal 4, 9, 10 dan 12 September 2025.

Sosialisasi ini sesuai dengan Program Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang untuk mitigasi pengurangan risiko bencana, juga merupakan langkah strategis BPBD Manado dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat serta perangkat kelurahan dalam mensukseskan program kerja Pemerintah Kota Manado.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara BPBD Kota Manado dan pemerintah kelurahan setempat.

Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para Lurah, perangkat kelurahan, ketua lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga dari masing-masing kelurahan.

Acara diawali dengan sambutan dari Lurah sebagai tuan rumah kegiatan, yang menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sejumlah pejabat turut hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Asisten I Pemerintah Kota Manado Julises Oehler memberikan pemaparan mengenai peran penting pemerintah kelurahan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Dilanjutkan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuagai, yang menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana secara terintegrasi.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mario Karundeng menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh warga dalam menghadapi situasi darurat.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Warga terlihat aktif memberikan masukan dan menyampaikan pengalaman mereka terkait bencana yang pernah terjadi di lingkungan masing-masing.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, BPBD Kota Manado merencanakan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan. Tim ini nantinya akan berperan sebagai ujung tombak dalam respons awal saat terjadi bencana.

Surat Keputusan (SK) pembentukan TRC akan ditandatangani langsung oleh Lurah, sebagai bentuk pengesahan dan tanggung jawab kelembagaan di tingkat kelurahan.

Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kota Manado.

Diharapkan, program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di kelurahan-kelurahan lain demi menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berdaya guna. (elka)

Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado menggelar pelaksanaan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan TRC Multi Sektor dan Simulasi penyelamatan korban bencana genpa bumi dan kebakaran dari bangunan.

Kegiatan yang diadakan di Gedung Sentra IKM Tongkaina, Rabu (9/7/2025) ini bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado.

Sebagai peserta kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-402 Kota Manado ini, sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, adalah personil dari BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan pengelola gedung.

Pelatihan ini, sambungnya, dilakukan untuk menginformasikan tentang kesiapsiapsiagaan personil dalam menghadapi ancaman jika terjadi bencana gempa bumi dan bisa disertai kebakaran.

Sambuaga lantas memaparkan gambaran pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung (contoh gedung perkantoran atau sekolah bertingkat) berdasarkan standar penanggulangan bencana dan prosedur penyelamatan teknis,

Gambaran umum pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung. Pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan bertingkat bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan personel (BPBD, Damkar, relawan, karyawan gedung), mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul aman.

Selain itu, menguji efektivitas sistem peringatan dini, alarm, dan protokol penyelamatan, dan menangani korban cedera atau terjebak secara cepat dan aman.

Langkah-langkah pelatihan dan simulasi penyelamatan adalah pertama, perencanaan dan persiapan; Identifikasi risiko (gempa, kebakaran, ledakan, runtuh sebagian); Penilaian struktur bangunan: jumlah lantai, akses tangga darurat, lift, sistem sprinkler.

Penyusunan skenario simulasi: misalnya “gempa 6,5 SR menyebabkan runtuhnya sebagian lantai 4”.; Koordinasi lintas instansi: BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, pengelola gedung; Sosialisasi awal ke penghuni gedung: agar tidak panik saat simulasi.

Kedua, pelaksanaan simulas yang tetdiri dari Aktivasi Skenario. Bunyi sirene alarm (indikasi bahaya) dan pengumuman evakuasi oleh petugas; Evakuasi Penghuni. Penghuni mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul aman, Petugas safety floor marshal memandu evakuasi per lantai, dan Lift tidak digunakan.

Selain itu, Penyelamatan Korban. Tim SAR Internal/Rescuer masuk ke gedung (menggunakan perlengkapan APD: helm, harness, masker), Evakuasi korban terjebak menggunakan, Tandu lipat, Tali penyelamat (rope rescue), Tangga penyelamat, Crane/bucket truck (jika gedung tinggi), dan Korban luka dievakuasi ke Pos Medis Lapangan.

Ketiga, Penanganan Darurat Tambahan (Opsional) yang terdiri dari Pemadaman titik api (jika skenario mencakup kebakaran); Penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3) jika ada laboratorium atau gudang bahan kimia; dan Pencatatan jumlah orang dievakuasi dan simulasi kehilangan orang (missing person).

Keempat, Evaluasi dan Debriefing yang terdiri dari Pemaparan hasil simulasi oleh komandan latihan; Umpan balik dari peserta dan pengamat (observers); Penilaian waktu evakuasi, respon tim SAR, komunikasi antar unit; dan Rekomendasi perbaikan SOP dan struktur bangunan jika perlu.

Catatan tambahan, sebut Sambuaga, Frekuensi: Minimal 2 kali setahun untuk gedung strategis; Pendekatan inklusif: Melibatkan penyandang disabilitas, lansia, anak-anak (jika gedung publik); dan Peralatan penting: HT, megafon, sistem komunikasi darurat, drone (untuk pemantauan dari udara).

Tim Basarnas dipimpin Kasubda Basarnas Deddy Gosal.

Atas nama Walikota Manado Andrey Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Kalak BPD Manado menyampaikan terima kasih kepada pelabagai pihak yang telah ikut dalam kegiatan ini serta Basarnas Manado yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaannya. (elka)

Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado mengadakan Rapat Kerja (Raker) di aula kantor tersebut, Selasa (22/4/2025).

Raker yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga di dampingi beberapa pejabat di antaranya Mursid Pangalima (Sekretaris) ini diikuti sekitar 40 orang yakni para PNS, P3K, THL dan magang di lingkungan BPBD Manado.

Hasil rapat kerja mencakup beberapa poin penting yang relevan dengan kinerja BPBD sesuai dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan tugas.

Dalam Raker ini, ada 5 poin penting yang dibahas. Pertama, Evaluasi Kinerja BPBD. Realisasi program: membahas capaian program kerja berdasarkan target yang telah ditetapkan dalam SKP.

Identifikasi kendalanya adalah mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, seperti kurangnya sumber daya manusia, peralatan, atau koordinasi lintas sektor.

Solusi perbaikan yakni mengusulkan langkah-langkah konkrit untuk mengatasi kendala tersebut.

Kedua, perencanaan dan strategi ke depan. Prioritas program adalah menentukan prioritas kegiatan untuk periode berikutnya, seperti pelatihan kebencanaan, simulasi, atau pengadaan alat.

Selain itu, koordinasi antar-Instansi yakni memperkuat kerjasama dengan instansi lain, termasuk TNI, Polri, PMI, dan komunitas lokal.

Terkait anggaran, membahas realisasi dan kebutuhan anggaran untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana.

Ketiga, hal-hal yang perlu diperhatikan yakni pncegahan dan mitigasi berupa memastikan program pencegahan dan mitigasi bencana mendapat perhatian utama.

Selain itu, kesiapan penanganan darurat berupa mengevaluasi kesiapan tanggap darurat, termasuk sistem komunikasi, logistik, dan jalur evakuasi.

Selain itu, meningkatan kapasitas SDM berupa melakukan pelatihan berkala untuk meningkatkan kemampuan personel BPBD dalam menghadapi situasi darurat.

Untuk kepatuhan terhadap regulasi berupa memastikan seluruh program kerja sesuai dengan peraturan dan pedoman yang berlaku, seperti UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Keempat, evaluasi kejadian bencana. Analisis kejadian yakni membahas data kejadian bencana terbaru, termasuk penyebab, dampak, dan tindakan yang telah dilakukan.

Rekomendasi tindakannya adalah menyusun rekomendasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan di masa depan.

Kelima, rekomendasi dan tindak lanjut yakni mmbuat daftar rekomendasi untuk dilaksanakan oleh semua bagian di BPBD, membuat tim-tim kerja /satgas utk turun ke lapangan mengecek data data bencana

Di kesempatan itu, Kalak mengingatkan kinerja ASN, di mana.sesusai arahan Walikota yang berdasar pada Permenpan RB No. 6 tahun 3023 tentang pengelolaan ASN, ASan harus berkinerjs yang dibuktikan dengan pelaporan kinerjs dan adanya ekspektasi pimpinan. (Afer)

Meimonews.com Sejumlah rumah warga yang ada di Kelurahan Pandu, Manado terkena darurat bencana pada Kamis (13/2/2025).

Merespons kondisi bencana tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado dan Dinas Sosial (Dinsos) Manado bergerak cepat.

Institusi Pemerintah Kota Manado tersebut mendatangi rumah ke rumah untuk menyerahkan bantuan atas nama Pemerintah Kota Manado pimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (Walikota dan Wakil Walikota Manado).

Bantuan yang diberikan, sebut Kepala Pelaksana Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (17/2/2025) berupa pangan dan terpal.

Beberapa keluarga yang mendapat bantuan adalah Keluarga Mantaili Mamahit dan Keluarga Alenaung Malintoy (Lingkungan 1), keluarga Sadede Makasihidi dan keluarga Ryan Hamzah (Lingkungan 4)

Mendampingi tim saat memberikan bantuan adalah Lurah Pandu dan Ketua Lingkungan I dan Ketua Lingkungan 4. (Afer)