Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado menggelar pelaksanaan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan TRC Multi Sektor dan Simulasi penyelamatan korban bencana genpa bumi dan kebakaran dari bangunan.
Kegiatan yang diadakan di Gedung Sentra IKM Tongkaina, Rabu (9/7/2025) ini bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado.
Sebagai peserta kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-402 Kota Manado ini, sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, adalah personil dari BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan pengelola gedung.

Pelatihan ini, sambungnya, dilakukan untuk menginformasikan tentang kesiapsiapsiagaan personil dalam menghadapi ancaman jika terjadi bencana gempa bumi dan bisa disertai kebakaran.
Sambuaga lantas memaparkan gambaran pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung (contoh gedung perkantoran atau sekolah bertingkat) berdasarkan standar penanggulangan bencana dan prosedur penyelamatan teknis,

Gambaran umum pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung. Pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan bertingkat bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan personel (BPBD, Damkar, relawan, karyawan gedung), mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul aman.
Selain itu, menguji efektivitas sistem peringatan dini, alarm, dan protokol penyelamatan, dan menangani korban cedera atau terjebak secara cepat dan aman.

Langkah-langkah pelatihan dan simulasi penyelamatan adalah pertama, perencanaan dan persiapan; Identifikasi risiko (gempa, kebakaran, ledakan, runtuh sebagian); Penilaian struktur bangunan: jumlah lantai, akses tangga darurat, lift, sistem sprinkler.
Penyusunan skenario simulasi: misalnya “gempa 6,5 SR menyebabkan runtuhnya sebagian lantai 4”.; Koordinasi lintas instansi: BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, pengelola gedung; Sosialisasi awal ke penghuni gedung: agar tidak panik saat simulasi.
Kedua, pelaksanaan simulas yang tetdiri dari Aktivasi Skenario. Bunyi sirene alarm (indikasi bahaya) dan pengumuman evakuasi oleh petugas; Evakuasi Penghuni. Penghuni mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul aman, Petugas safety floor marshal memandu evakuasi per lantai, dan Lift tidak digunakan.
Selain itu, Penyelamatan Korban. Tim SAR Internal/Rescuer masuk ke gedung (menggunakan perlengkapan APD: helm, harness, masker), Evakuasi korban terjebak menggunakan, Tandu lipat, Tali penyelamat (rope rescue), Tangga penyelamat, Crane/bucket truck (jika gedung tinggi), dan Korban luka dievakuasi ke Pos Medis Lapangan.
Ketiga, Penanganan Darurat Tambahan (Opsional) yang terdiri dari Pemadaman titik api (jika skenario mencakup kebakaran); Penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3) jika ada laboratorium atau gudang bahan kimia; dan Pencatatan jumlah orang dievakuasi dan simulasi kehilangan orang (missing person).
Keempat, Evaluasi dan Debriefing yang terdiri dari Pemaparan hasil simulasi oleh komandan latihan; Umpan balik dari peserta dan pengamat (observers); Penilaian waktu evakuasi, respon tim SAR, komunikasi antar unit; dan Rekomendasi perbaikan SOP dan struktur bangunan jika perlu.
Catatan tambahan, sebut Sambuaga, Frekuensi: Minimal 2 kali setahun untuk gedung strategis; Pendekatan inklusif: Melibatkan penyandang disabilitas, lansia, anak-anak (jika gedung publik); dan Peralatan penting: HT, megafon, sistem komunikasi darurat, drone (untuk pemantauan dari udara).
Tim Basarnas dipimpin Kasubda Basarnas Deddy Gosal.
Atas nama Walikota Manado Andrey Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Kalak BPD Manado menyampaikan terima kasih kepada pelabagai pihak yang telah ikut dalam kegiatan ini serta Basarnas Manado yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaannya. (elka)