Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang terus memberi perhatian kepada warga yang.terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Setelah sejumlah warga di kepulauan Manado Tua diberi bantuan air bersih pada pekan lalu, Selasa (8/9/2026) warga di Pulau Bunaken didatangi dan diberi bantuan berupa air bersih.

Sejumlah personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan PDAM Manado dengan memggunakan kapal Pelni (KM Gandha Nusantara 18) membawa 4 tong berisi 16.000 liter air untuk diberikan kepada warga setempat.

“Air bersih diberikan kepada warga Kelurahan Bunaken yang tersebar di 6 lingkungan dengan jumlah 149 KK dan 370 jiwa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Penyaluran bantuan, sebutnya, dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kelurahan Bunaken dan Pemerintahan Kecamatan Bunaken Kepulauan.

Warga setempat berterima kasih dengan adanya perhatian ini karena mereka sedang dalam keterbatasan air bersih. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw telah mengeluarkan Keputusan Nomor 289/Kep/B.06/BPBD/2026 tentang Penetapan Statis Siaga Darurat Bencana Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau di Kota Manado Tahun 2026.

Menindaklanjuti keputusan Walikota Manado tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Toar Lumimuut Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa (11/8/2026).

Rakor yang dibuka pelaksanaannya oleh Assisten 1 (Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) Sekretariat Daerah Kota Manado Julises Oehlers ini diikuti antara pimpinan dari BPBD Manado, Damkar, Satpol PP, Kesbangpol, BMKG, Basarnas, Polresta Manado, BKSAUA, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas LH, PMI, POC, RAPI, dan perwakilan Kecamatan-kecamatan.

Rakor yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga ini dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi, sinergitas, dan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun langkah-langkah penanganan, pembagian tugas, kesiapan sumber daya, dan rencana aksi bersama dalam rangka meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanggulangan bencana serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat di Kota Manado.

Beberapa pembicara tampil dalam rakor ini yakni Kepala Stasiun Metereologi Samratulangi Manado, Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Kabagops Polresta Manado Constantien Samuri (mewakili Kapolrestas Manado) dan Kepala Kantor SAR Kota Manado Berti Kowaas. (elka)

Meimonews.com – Saat ini sejumlah daerah termasuk Kota Manado mengalami fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas batas normal. Fenomena ini mengubah pola angin dan arus laut global, sehingga memicu penurunan curah hujan drastis dan musim kemarau yang lebih kering.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado pimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado melakukan edukasi Siaga El Nino.

Kepada Meimonews.com, di suatu lokasi, Jumat (7/8/2026), Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga menjelaskan, ada enam poin yang diperlukan untuk menghadapi fenonena tersebut.

Pertama, E (Efisiensi menggunakan air). Yang bisa dilakukan adalah gunakan air secukupnya, perbaiki kebocoran kran dan pipa, tampung air hujan saat tersedia, gunakan ulang air yang masih layak untuk menyiram tanaman.

Saat El Nino, sebutnya, curah hujan cemderung berkurang sehingga ketersediaan air bisa menurun. “Air adalah sumber yang sangat berharga. Maka, gunakanlah dengan bijak !” ujarnya.

Kedua, L (Lindungi diri dari cuaca panas).Yang bisa dilakukan adalah gunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar, perbanyak minum air putih, kurangi aktivitas berat pada siang hari, dan jaga kesehatan tubuh agar tetap fit dan terhindar dari headstroke.

Hal itu, jelas Sambuaga, karena suhu udara saat El Nino dapat terasa lebih panas dari biasanya.

Ketiga, N (No bakar sampah). Yang harus dihindari adalah membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di area kering, dan menyalakan api di lahan kosong.

“Yang harus dilakukan adalah segera laporkan jika melihat titip api,” ujarnya seraya menyebutkan nomor telefon yang bisa dihubungi yakni Call Center 112atau WhatsApp 085161167112.

Menurutnya, cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menyebabkan kebakaran. Satu percikan api dapat menjadi kebakaran besar saat musim kemarau. “Mari bersama menjaga lingkungan tetap aman,” imbau mantan Camat Wenang ini.

Keempat I (Ikuti informasi resmi). Sumber informasi resmi adalah BMKG, BPBD Kota Manado, dan Pemerintah Kota Manado.

Pantau perkembangan cuaca dan peringatan dini dari sumber terpecaya. “Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi yang tepat menbantu kita mengambil.langkah yang tepat, selalu ikuti informasi resmi dan terpercaya,” ujarnya.

Kelima, N (Nyalakan kepedulian lingkungan). Yang bisa dilakukan adalah jaga kebersihan lingkungan, lakukan kerja bakti bersama warga, rawat tanaman dan ruang terbuka hijau, serta hemat air dan gunakan seperlunya.

Lingkumgan yang bersih dan terawat, menurutnya, lebih siap menghadapi dampak musim kemarau. “Lingkungan yang terjaga hidup lebih sehat dan resiko bencana berkurang,” jelasnya.

Keenam O (Optimalkan kesiapsiagaan). Dijjelaskan, kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi dampak El Nino. “Tanggao, siap, selamat !” tandasnya seraya menambahkan, siap menghadai El Nino.

“Ingat ! Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan langkah kecil hari ini, kita bisa mencegah bencana besar di masa depan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di SMP Negeri 8 Manado.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga mewakili Walikota Manado Andrei Angouw ini dilaksanakan Senin – Selasa (27 – 28/4/2026).

Hadir pada acara pembukaan, Kepala Sekolah, guru, staf dan para siswa, unsur Tripika Kecamatan Malalayang, Pemerintah Kelurahan Malalayang Satu Barat, TRC BPBD, instruktur Basarnas Manado, serta para relawan dan potensi SAR.

Dalam sambutannya, Sambuaga menjelaskan, Hari Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum penting untuk membangun kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan kita semua dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda yang pasti.

“Kota Manado merupakan wilayah yang memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi budaya hidup, dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk di sekolah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Manado bersama pihak sekolah dan pemerintah setempat melaksanakan apel kesiapsiagaan, edukasi dan sosialisasi kebencanaan, serta simulasi evakuasi gempa bumi

Mantan Camat Wenang ini menjelaskan, kegiatan ini bertujuan agar seluruh warga sekolah memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.

“Saat gempa terjadi, yang paling penting adalah tidak panik, segera melindungi diri, dan mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan. Pengetahuan ini sangat penting, karena keselamatan diri sangat bergantung pada kesiapan kita sendiri,” tegasnya.

Sambuaga mengajak seluruh guru untuk terus menanamkan pendidikan kebencanaan kepada siswa sebagai bagian dari pembelajaran karakter, sehingga tercipta generasi yang tangguh, sigap, dan peduli terhadap lingkungan.

Tema HKB Tahun 2026 yaitu Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana menurutnya, mengandung makna bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangunnya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, meningkatnya kemampuan evakuasi mandiri serta terwujudnya masyarakat Kota Manado yang siap dan tangguh menghadapi bencana. (elka)

Meimonews.com – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melakukan kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana alam gempa bumi di SMP Pionerr Manado, baru-baru.

Kegiatan ini, jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, dalam rangka mitigasi non struktural memberikan informasi awal serta langkah langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi.

“Sasarannya para siswa karena mereka merupakan kelompok rentan dalam kategori bencana,” ujarnya.

Dimulai dari sekolah, sambungnya, karena sebagai pendidikan di usia dini. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado menggelar Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kota Manado yakni Kelurahan Sario Utara, Tingkulu, Karombasan Utara, dan Teling Atas, pada tanggal 4, 9, 10 dan 12 September 2025.

Sosialisasi ini sesuai dengan Program Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang untuk mitigasi pengurangan risiko bencana, juga merupakan langkah strategis BPBD Manado dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat serta perangkat kelurahan dalam mensukseskan program kerja Pemerintah Kota Manado.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara BPBD Kota Manado dan pemerintah kelurahan setempat.

Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para Lurah, perangkat kelurahan, ketua lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga dari masing-masing kelurahan.

Acara diawali dengan sambutan dari Lurah sebagai tuan rumah kegiatan, yang menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sejumlah pejabat turut hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Asisten I Pemerintah Kota Manado Julises Oehler memberikan pemaparan mengenai peran penting pemerintah kelurahan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Dilanjutkan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuagai, yang menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana secara terintegrasi.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mario Karundeng menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh warga dalam menghadapi situasi darurat.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Warga terlihat aktif memberikan masukan dan menyampaikan pengalaman mereka terkait bencana yang pernah terjadi di lingkungan masing-masing.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, BPBD Kota Manado merencanakan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan. Tim ini nantinya akan berperan sebagai ujung tombak dalam respons awal saat terjadi bencana.

Surat Keputusan (SK) pembentukan TRC akan ditandatangani langsung oleh Lurah, sebagai bentuk pengesahan dan tanggung jawab kelembagaan di tingkat kelurahan.

Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kota Manado.

Diharapkan, program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di kelurahan-kelurahan lain demi menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berdaya guna. (elka)

Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado menggelar pelaksanaan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan TRC Multi Sektor dan Simulasi penyelamatan korban bencana genpa bumi dan kebakaran dari bangunan.

Kegiatan yang diadakan di Gedung Sentra IKM Tongkaina, Rabu (9/7/2025) ini bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado.

Sebagai peserta kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-402 Kota Manado ini, sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, adalah personil dari BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan pengelola gedung.

Pelatihan ini, sambungnya, dilakukan untuk menginformasikan tentang kesiapsiapsiagaan personil dalam menghadapi ancaman jika terjadi bencana gempa bumi dan bisa disertai kebakaran.

Sambuaga lantas memaparkan gambaran pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung (contoh gedung perkantoran atau sekolah bertingkat) berdasarkan standar penanggulangan bencana dan prosedur penyelamatan teknis,

Gambaran umum pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung. Pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan bertingkat bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan personel (BPBD, Damkar, relawan, karyawan gedung), mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul aman.

Selain itu, menguji efektivitas sistem peringatan dini, alarm, dan protokol penyelamatan, dan menangani korban cedera atau terjebak secara cepat dan aman.

Langkah-langkah pelatihan dan simulasi penyelamatan adalah pertama, perencanaan dan persiapan; Identifikasi risiko (gempa, kebakaran, ledakan, runtuh sebagian); Penilaian struktur bangunan: jumlah lantai, akses tangga darurat, lift, sistem sprinkler.

Penyusunan skenario simulasi: misalnya “gempa 6,5 SR menyebabkan runtuhnya sebagian lantai 4”.; Koordinasi lintas instansi: BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, pengelola gedung; Sosialisasi awal ke penghuni gedung: agar tidak panik saat simulasi.

Kedua, pelaksanaan simulas yang tetdiri dari Aktivasi Skenario. Bunyi sirene alarm (indikasi bahaya) dan pengumuman evakuasi oleh petugas; Evakuasi Penghuni. Penghuni mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul aman, Petugas safety floor marshal memandu evakuasi per lantai, dan Lift tidak digunakan.

Selain itu, Penyelamatan Korban. Tim SAR Internal/Rescuer masuk ke gedung (menggunakan perlengkapan APD: helm, harness, masker), Evakuasi korban terjebak menggunakan, Tandu lipat, Tali penyelamat (rope rescue), Tangga penyelamat, Crane/bucket truck (jika gedung tinggi), dan Korban luka dievakuasi ke Pos Medis Lapangan.

Ketiga, Penanganan Darurat Tambahan (Opsional) yang terdiri dari Pemadaman titik api (jika skenario mencakup kebakaran); Penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3) jika ada laboratorium atau gudang bahan kimia; dan Pencatatan jumlah orang dievakuasi dan simulasi kehilangan orang (missing person).

Keempat, Evaluasi dan Debriefing yang terdiri dari Pemaparan hasil simulasi oleh komandan latihan; Umpan balik dari peserta dan pengamat (observers); Penilaian waktu evakuasi, respon tim SAR, komunikasi antar unit; dan Rekomendasi perbaikan SOP dan struktur bangunan jika perlu.

Catatan tambahan, sebut Sambuaga, Frekuensi: Minimal 2 kali setahun untuk gedung strategis; Pendekatan inklusif: Melibatkan penyandang disabilitas, lansia, anak-anak (jika gedung publik); dan Peralatan penting: HT, megafon, sistem komunikasi darurat, drone (untuk pemantauan dari udara).

Tim Basarnas dipimpin Kasubda Basarnas Deddy Gosal.

Atas nama Walikota Manado Andrey Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Kalak BPD Manado menyampaikan terima kasih kepada pelabagai pihak yang telah ikut dalam kegiatan ini serta Basarnas Manado yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaannya. (elka)

Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado mengadakan Rapat Kerja (Raker) di aula kantor tersebut, Selasa (22/4/2025).

Raker yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga di dampingi beberapa pejabat di antaranya Mursid Pangalima (Sekretaris) ini diikuti sekitar 40 orang yakni para PNS, P3K, THL dan magang di lingkungan BPBD Manado.

Hasil rapat kerja mencakup beberapa poin penting yang relevan dengan kinerja BPBD sesuai dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan tugas.

Dalam Raker ini, ada 5 poin penting yang dibahas. Pertama, Evaluasi Kinerja BPBD. Realisasi program: membahas capaian program kerja berdasarkan target yang telah ditetapkan dalam SKP.

Identifikasi kendalanya adalah mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, seperti kurangnya sumber daya manusia, peralatan, atau koordinasi lintas sektor.

Solusi perbaikan yakni mengusulkan langkah-langkah konkrit untuk mengatasi kendala tersebut.

Kedua, perencanaan dan strategi ke depan. Prioritas program adalah menentukan prioritas kegiatan untuk periode berikutnya, seperti pelatihan kebencanaan, simulasi, atau pengadaan alat.

Selain itu, koordinasi antar-Instansi yakni memperkuat kerjasama dengan instansi lain, termasuk TNI, Polri, PMI, dan komunitas lokal.

Terkait anggaran, membahas realisasi dan kebutuhan anggaran untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana.

Ketiga, hal-hal yang perlu diperhatikan yakni pncegahan dan mitigasi berupa memastikan program pencegahan dan mitigasi bencana mendapat perhatian utama.

Selain itu, kesiapan penanganan darurat berupa mengevaluasi kesiapan tanggap darurat, termasuk sistem komunikasi, logistik, dan jalur evakuasi.

Selain itu, meningkatan kapasitas SDM berupa melakukan pelatihan berkala untuk meningkatkan kemampuan personel BPBD dalam menghadapi situasi darurat.

Untuk kepatuhan terhadap regulasi berupa memastikan seluruh program kerja sesuai dengan peraturan dan pedoman yang berlaku, seperti UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Keempat, evaluasi kejadian bencana. Analisis kejadian yakni membahas data kejadian bencana terbaru, termasuk penyebab, dampak, dan tindakan yang telah dilakukan.

Rekomendasi tindakannya adalah menyusun rekomendasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan di masa depan.

Kelima, rekomendasi dan tindak lanjut yakni mmbuat daftar rekomendasi untuk dilaksanakan oleh semua bagian di BPBD, membuat tim-tim kerja /satgas utk turun ke lapangan mengecek data data bencana

Di kesempatan itu, Kalak mengingatkan kinerja ASN, di mana.sesusai arahan Walikota yang berdasar pada Permenpan RB No. 6 tahun 3023 tentang pengelolaan ASN, ASan harus berkinerjs yang dibuktikan dengan pelaporan kinerjs dan adanya ekspektasi pimpinan. (Afer)

Meimonews.com Sejumlah rumah warga yang ada di Kelurahan Pandu, Manado terkena darurat bencana pada Kamis (13/2/2025).

Merespons kondisi bencana tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado dan Dinas Sosial (Dinsos) Manado bergerak cepat.

Institusi Pemerintah Kota Manado tersebut mendatangi rumah ke rumah untuk menyerahkan bantuan atas nama Pemerintah Kota Manado pimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (Walikota dan Wakil Walikota Manado).

Bantuan yang diberikan, sebut Kepala Pelaksana Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (17/2/2025) berupa pangan dan terpal.

Beberapa keluarga yang mendapat bantuan adalah Keluarga Mantaili Mamahit dan Keluarga Alenaung Malintoy (Lingkungan 1), keluarga Sadede Makasihidi dan keluarga Ryan Hamzah (Lingkungan 4)

Mendampingi tim saat memberikan bantuan adalah Lurah Pandu dan Ketua Lingkungan I dan Ketua Lingkungan 4. (Afer)