Meimonews.com – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) melanjutkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda, dengan menyerahkan secara simbolis produk Tabungan Bohusami Young pada acara puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Manado, Jumat (24/10/2025) malam.

Penyerahan simbolis tersebut dilakukan oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGoMalut Robert Sianipar kepada Direktur Kepatuhan Bank SulutGo Machmud Turuis, yang di dampingi Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah.

Acara puncak BIK 2025 yang dilaksanakan untuk mendorong akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan ini, menjadi momentum penting bagi Bank SulutGo untuk memperkenalkan lebih jauh Tabungan Bohusami Young kepada publik, sebagai produk yang dirancang khusus untuk mendorong kebiasaan menabung sejak dini bagi usia 17 hingga 35 tahun.

Ketua OJK SulutGoMalut, dalam sambutannya mengapresiasi langkah Bank SulutGo yang terus berinovasi dalam produk tabungan yang menyasar segmen anak muda. “Inisiatif seperti Tabungan Bohusami Young ini sangat relevan untuk menciptakan generasi muda yang sadar dan cakap finansial. Ini sejalan dengan tujuan BIK untuk memperluas inklusi keuangan di wilayah SulutGoMalut,” ujarnya..

Direktur Kepatuhan Bank SulutGo menyatakan bahwa penyerahan simbolis ini menegaskan kembali peran Bank SulutGo sebagai agen pembangunan daerah yang peduli terhadap masa depan generasi muda.

“Kami berharap Tabungan Bohusami Young dapat menjadi kendaraan bagi para pemuda di Sulut dan Gorontalo untuk merencanakan masa depan mereka melalui kebiasaan menabung yang disiplin,” ujarnya.

Direktur Utama Bank SulutGo menambahkan bahwa inovasi produk akan terus dilakukan Bank SulutGo untuk memastikan setiap segmen masyarakat mendapatkan solusi keuangan yang sesuai.

Malam puncak perayaan BIK 2025 ini ditutup dengan meriah oleh penampilan spesial dari artis kenamaan, Wizz Baker, yang sukses menghibur seluruh hadirin dan menambah semarak acara inklusi keuangan tersebut. (Afer

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) secara resmi meluncurkan program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bohusami Bakobong yang fokus pada komoditas unggulan Kabupaten Boalemo.

Peluncuran ini menjadi puncak acara dalam rangkaian penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis antara Bank SulutGo dan Pemerintah Kabupaten Boalemo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Boalemo, Senin (13/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Bupati Boalemo Rum Pagau dalam sambutannya, menyambut baik inisiatif Bank SulutGo. “Program Bohusami Bakobong ini sangat sejalan dengan visi kami untuk memajukan sektor pertanian dan perkebunan, yang merupakan urat nadi ekonomi Boalemo,” ujarnya.

Bakobong yang berarti berkebun dalam bahasa Gorontalo, menurut Bupati, diharapkan dapat menyalurkan permodalan tepat sasaran, sehingga para petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya.

Turut hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati Boalemo Lamhudin Hambali, serta jajaran kepala OPD, termasuk Taufik Kumali (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah), Rahmat Biya (Kepala BKPSDM), serta Andi Hurudji (Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan), yang menjadi pihak penandatangan PKS.

Dari Bank SulutGo, hadir Pius Batara (Direktur Pemasaran), Sam Sachrul Mamonto (Komisaris Bank SulutGo), serta jajaran Pimpinan Divisi Pemasaran, Kredit Komersil, Kredit Konsumer, dan Pemimpin Cabang Tilamuta.

Kehadiran Toar Dotulong (perwakilan Otoritas Jasa Keuangan/OJK SulutGoMalut) menegaskan dukungan regulator terhadap penguatan inklusi keuangan di daerah.

Dalam kegiatan yang sama, sinergi antara Pemkab Boalemo dan Bank SulutGo diperkuat melalui penandatanganan PKS yang meliputi aspek penting tata kelola keuangan dan kepegawaian daerah di antaranya PKS Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), yang menetapkan pengelolaan kas daerah secara terpusat dan terintegrasi melalui Bank SulutGo untuk efisiensi dan transparansi.

PKS Keabsahan Berkas Digital ASN, yabg nerupakan jerjasama dalam pemanfaatan layanan perbankan untuk memastikan validitas dan keamanan berkas kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) secara digital.

PKS Penempatan Deposito, yang merupakan komitmen Pemkab Boalemo dalam menempatkan dana kas daerah dalam bentuk deposito di Bank SulutGo, yang turut memperkuat likuiditas Bank untuk pembiayaan pembangunan daerah.

PKS Integrasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), yang neruakan dukungan Bank SulutGo dalam implementasi pembayaran dan pengelolaan transaksi keuangan daerah yang terintegrasi dengan sistem SIPD Kementerian Dalam Negeri.

Direktur Pemasaran Bank SulutGo Pius Batara menyampaikan bahwa paket PKS ini merupakan bukti komitmen Bank SulutGo sebagai agent of development di daerah. “Bank SulutGo tidak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga memodernisasi tata kelola keuangan Pemda,” ujarnya

Kolaborasi ini, menurut Batara, memastikan dana daerah berputar di daerah melalui KUR Bohusami Bakobong, sementara di sisi lain, tata kelola keuangan menjadi lebih efisien dan akuntabel.

Komisaris Bank SulutGo Sam Sachrul Mamonto menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam Bulan Inklusi Keuangan. “Peluncuran program dan penandatanganan PKS ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan literasi dan akses keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM di Boalemo,” ujarnya.

Mamonto berharap, KUR Bohusami Bakobong ini menjadi trigger bagi kebangkitan pertanian di Boalemo.

Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari komisaris Bank SulutGo kepada Bupati Boalemo dan diikuti foto bersama para pejabat yang hadir. (Afer)

Meimonews.com – Menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Panin Tbk dan PT Bank SulutGo (BSG) menggelar kegiatan sosialisasi/edukasi keuangan bertajuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang secara khusus menargetkan kelompok penyandang disabilitas di Sulawesi Utara, Rabu (1/10/2025).

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan disabilitas, memastikan mereka memiliki akses dan pemahaman yang setara terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Direktur Operasional BSG Louisa Parengkuan dalam sambutannya menyampaikan komitmen Bank SulutGo dalam mendukung program inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para disabilitas.

“Bank SulutGo siap menjadi bank yang ‘ramah’ bagi disabilitas, memberikan layanan yang mudah diakses dan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Sulut/Analisis Kebijakan Muda Rehabilitasi Sosial Muh. Subhan Langga menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kami mengapresiasi langkah OJK dan perbankan yang memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengetahuan keuangan,” ujar Langga ketika memberikan sambutan.

Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman P. Siahaan, dalam sambutannya menegaskan, GENCARKAN merupakan inisiatif nasional OJK untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dalam keuangan.

“Bulan Inklusi Keuangan adalah momentum bagi kita untuk memastikan bahwa hak setiap warga negara, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, terpenuhi dalam mengakses layanan keuangan. Literasi yang baik adalah kunci agar tidak mudah terjerat investasi bodong atau pinjaman ilegal,” tegas Budiman.

Sesi utama sosialisasi diisi dengan penyampaian materi yang mudah dipahami oleh beberapa narasumber.

Gratia Marentek dari OJK menyampaikan edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan pribadi, mengenali produk-produk jasa keuangan resmi, dan tips menghindari penipuan.

Glenn Palar dari Bank SulutGo memberikan paparan praktis mengenai produk perbankan Bohusami Young yang dirancang inklusif dan cara mudah membuka rekening tabungan.

Puncak acara ditandai dengan pemberian Tabungan Bohusami Young dan Santunan secara simbolis kepada perwakilan peserta disabilitas.

Pemberian ini dilakukan oleh Komisaris BSG Jaclyn Koloay, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata sektor jasa keuangan terhadap peningkatan kesejahteraan kelompok disabilitas.

Diharapkan, melalui kegiatan GENCARKAN ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan para penyandang disabilitas di Sulawesi Utara dapat meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan mereka. (Afer)