Meimonews.com – Sebuah prestasi di bidang olahraga tentunya membuat bangga Kodim 1309/Manado khususnya Ranting Inkai Kodim 1309/Manado karena telah berhasil ikut  mengharumkan Inkai Kota Manado pada Kejuaraan Inkai Provinsi Sulut Piala Dandim 1303/BM yang diadakan di Gedung Manggala Kotamobagu, Sabtu (20/5/2023).

Ranting Inkai Kodim 1309/Manado menerjunkan 90 Atlet yang tergabung dalam Ranting Inkai Kota Manado berhasil ikut meraih Juara Umum dengan torehan medali emas 14, medali perak 14, medali perunggu 18, di susul juara 2 Kabupaten Bolmong dengan perolehan medali emas 14, medali perak 10, medali perunggu 20, disusul Juara 3 Kota Bitung dengan perolehan medali emas 9, medali perak 0, medali perunggu 0,

Jenis yang dipertandingkan pada kejuaraan dalam rangka HUT ke-16 Kota Kotamobagu yang laksanakan, Jumat-Sabtu (19-20/5/2023 tersebut adalah kata beregu, kata perorangan dan komite.

Kejuaraan dibuka pelaksanaannya oleh Ketua Umum PP Inkai Laksamana Muda TNI Dr. Ivan Yulivan, SE, MM, CHRMP, M.Tr (Han) dan ditutup Dandim 1303/Bolaang Mongondouw Letkol. Inf. Topan Angker, S.Sos.

Dandim 1309/Manado Letkol. Inf. Himawan Teddy Laksono, S.I.Kom., M.Tr (Han), mengatakan, dirinya bangga atas pencapaian Ranting Inkai Kodim 1309/Manado yang ikut membawa Inkai Kota Manado keluar sebagai Juara Umum.

Dandim mengajak para Kohai, remaja bahkan masyarakat Kota Manado untuk gemar meningkatkan olahraga dan menjaga kesehatan tubuhnya.

“Ada dalam bahasa latin ‘mens sana in corpore sano‘ (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat) maksudnya jika pikiran atau jiwa seseorang yang sehat maka tubuhnya akan menjadi sehat juga,” ujarnya

Simpai Serka Anselmus sebagai pelatih Inkai Ranting 1309/Manado berharap, dengan diraihnya Kota Manado sebagai Juara Umum pada Kejuaraan Provinsi Inkai Sulawesi Utara agar lebih diperhatikan lagi Inkai Kota Manado potensi sekali untuk mencari bibit-bibit yang nantinya bisa dimajukan serta dilatih ke tingkat nasional. (AF)

Meimonews.com – RSUP Prof. Dr. RD Kandou  Manado berjalan sebagaimana mestinya dengan harapan dan programnya tercapai. Salah satunya berkat kontribusi dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Unsrat Manado, atau istilah di RSUP Kandou, Staf Medik Pendidikan.

“Bagian ini betul-betul menyatu dengan Rumah Sakit Kandou dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Dirut RS Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD saat memberikan sambutan pada  acara Re-Akreditasi Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unsrat Manado.

Kegiatan dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM PT-Kes) di Aula RS Kandou (sebutan akrab RSUP Prof. Dr. dr. RD Kandou), Senin (30/1/2023).

Namun, tambahnya, dikarenakan masih pendidikan, maka setiap pelayanan itu ada di dalam supervisi.

Di dampingi Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr. dr Ivonne E.  Rotty, M.Kes, dokter Jimmy (sapaan akrab Dirut) menyampaikan selamat datang kepada tim Assesor LAM PT-Kes, Dr. dr Muhammad Arifin Parenrengi, Sp.Bedah Saraf (K) bersama Dr. dr. Yefta Moenadjat, Sp.Bedah Plastik-Rekonstruksi dan Estetis (K)

“Terima kasih kepada tim Assesor yang berkenan untuk memotret Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unsrat selama 3 hari,”ujar dokter Jimmy.

Dirut patut berbangga di mana dari sekian prodi yang ada di fakultas kedokteran sudah melakukan Re-Akreditasi yang unggul. “Usaha keras itu tidak akan mendustai hasil,” tandasnya.

Menurutnya, ilmu bedah bisa memberikan kontribusi yang besar dalam upaya pelayanan kesehatan maupun program untuk RSUP Kandou, karena pendidikan bedahnya baik.

“Salah satu brand dari RSUP Kandou yang nantinya dimintakan untuk rumah sakit vertikal adalah pelayanan bedah,” ujarnya.

Diakui, teman teman bagian bedah mempunyai visi yang ingin maju. Mereka ingin memposisikan diri untuk memberi kontribusi yang maksimal terhadap pelayanan di RSUP Kandou.

Disebutkan, akreditasi ini mempunyai nilai positif dan bermanfaat, terutama bisa merubah pola pikir mana yang baik dan tidak. Pemahaman baik itu harus dikerjakan terus, sehingga menjadi kebiasaan yang harus dipelihara dan semuanya itu akan menjadi budaya.

“Menuju ke arah situ tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi saya yakin teman-teman staf pengajar bagian B?bedah akan mengejar mutu budaya itu, sehingga pelayanan kesehatan di RSUP Kandou akan semakin baik,”tandasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sulut dr. Fransiskus Andy Silangen, SpB-KBD, Direktur RS Dr.J.H Awaloei dr Abraham Talumewo, MHSM, Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Dr. dr. Billy Johnson Kepel, M.MedSc, para Ketua Bagian dan Ketua KSM, para Koordinator Prodi PPDS-1 FK Unsrat. (Fer)

Meimonews com – Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Drs. Aldrin Hutabarat, S.H., M.Si., menegaskan kembali komitmen BNN RI dalam upaya memiskinkan bandar dengan mengoptimalkan penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengungkapan kasus kejahatan narkotika.

Hal tersebut disampaikan Direktur TPPU dalam arahannya kepada penyidik dan analis bidang pemberantasan di lingkungan BNN Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota pada kegiatan Bimbingan Teknis Penyelidikan dan Penyidikan TPPU Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI di Aruna Senggigi Resort and Convention, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (14/9/2022).

Terdapat sepuluh poin yang menjadi penekanan Direktur TPPU kepada jajarannya terkait TPPU dari hasil kejahatan narkotika. Selain membahas optimalisasi ketersediaan anggaran penyelidikan dan penyidikan TPPU, Direktur TPPU mengimbau para penyidik dan analis untuk lebih sabar dan cermat dalam menganalisa setiap kasus tindak pidana narkotika baik dari profiling tersangka maupun mutasi rekening yang bersangkutan.

Direktur TPPU mengatakan, keberhasilan penyidik dalam mengungkap kasus TPPU dari hasil kejahatan narkotika secara langsung dapat menghentikan langkah bandar atau jaringan sindikat narkotika dalam melakukan kejahatan tersebut.

Pasalnya, melalui penerapan pasal TPPU, seluruh aset milik tersangka, baik uang tunai, tanah, bangunan, serta kendaraan mewah yang diperoleh dari hasil kejahatan, disita oleh negara sehingga bandar menjadi miskin dan tidak ada kemampuan lagi untuk mengendalikan bisnisnya dari dalam penjara.

“Kalau aset sudah tidak ada, sudah miskin dia, tidak bisa lagi mengendalikan jaringan,” tegas Direktur TPPU Deputi Pemberantasan BNN RI, seperti dikutip  Biro Humas dan Protokol BNN RI dalam rilisnya.

Menutup arahannya, Direktur TPPU berharap strategi memiskinkan bandar dapat menjadi tujuan bersama sehingga upaya pemberantasan narkotika dapat maksimal dan berkontribusi terhadap terwujudnya Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). (Fer)