Meimonews.com- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo / BSG) kembali menegaskan fundamental keuangan dan tata kelola bisnis yang solid.

Lembaga pemeringkat internasional PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) secara resmi mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank SulutGo pada level ‘A(idn)’ dengan Outlook Stabil.

Dalam surat keputusan resmi No. 157/DIR/RATLTR/VIII/2026 tertanggal 14 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Direktur Utama Bank SulutGo Revino Maudy Pepah, Fitch Ratings juga mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Pendek BSG pada level ‘F1+(idn)’.

Predikat ini menunjukkan kapasitas perseroan yang paling kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka pendek secara tepat waktu serta didukung oleh profil likuiditas yang sangat baik.

Selain pemeringkatan korporasi, Fitch Ratings turut mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang di level ‘A(idn)’ untuk Obligasi Berkelanjutan I Bank SulutGo Tahap I Tahun 2021. Instrumen obligasi senilai Rp 750 Miliar tersebut dijadwalkan akan berakhir (jatuh tempo) pada tanggal 7 September 2026.

Peringkat ‘A(idn)’ mengindikasikan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar (default risk) yang rendah relatif terhadap emiten atau obligasi lain di Indonesia.

Peringkat ‘F1+(idn)’ menunjukkan profil risiko gagal bayar terendah untuk jangka pendek dengan daya dukung likuiditas yang tergolong sangat kuat.

Ringkasan Pemeringkatan Fitch Ratings (Agustus 2026) : Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank SulutGo: ‘A(idn)’ / Outlook Stabil Peringkat Nasional Jangka Pendek Bank SulutGo: ‘F1+(idn)’. Peringkat Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 (Rp 750 Miliar): ‘A(idn)’ Tanggal Jatuh Tempo Obligasi 7 September 2026

Afirmasi peringkat dari lembaga pemeringkat independen seperti Fitch Ratings menjadi bukti nyata komitmen Bank SulutGo dalam menjaga kualitas aset, efisiensi operasional, serta manajemen risiko secara prudent.

Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 sebesar Rp 750 Miliar pada 7 September 2026 mendatang, perseroan menegaskan kesiapan dan kapasitas likuiditas yang sangat aman untuk menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan perseroan secara tepat waktu.

Bank SulutGo terus berfokus untuk memperkuat permodalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo secara berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya menabung dan peningkatan literasi keuangan masyarakat Sulawesi Utara.

Hal itu tercermin dalam Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang diadakan di Manado, Kamis (20/8/2026).

Acara strategis yang melibatkan lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi se-Sulawesi Utara ini dihadiri Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

Selain itu, Direktur Umum Bank SulutGo Joubert RJ Dondokambey, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulut, pimpinan instansi vertikal, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut, serta jajaran pimpinan dari 16 Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) Robert HP Sianipar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama erat antara pemerintah daerah, perbankan, dan OJK.

Berdasarkan data survei OJK terbaru Nasional: Indeks Literasi Keuangan berada di angka 65,43 persen, sementara Inklusi Keuangan sebesar 75,02 persen.

Provinsi Sulawesi Utara: Mencatatkan capaian mengesankan di atas rata-rata nasional, yakni Literasi Keuangan sebesar 69,98 persen dan Inklusi Keuangan mencapai 94,37 persen.

“Capaian ini menjadi modal berharga bagi pembangunan Sulawesi Utara ke depan. Namun, tantangan kita bersama adalah menutup gap antara inklusi dan literasi, di mana masih ada masyarakat yang menggunakan jasa keuangan namun belum memahami penuh manfaat serta risikonya,” ujar Sianipar.

Ditambahkan, lewat momen Hari Indonesia Menabung yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 2019, kita fokus menyasar segmen pelajar dan mahasiswa yang populasinya mencapai 31 pesen dari total penduduk Indonesia.

Sianipar uga melaporkan perkembangan signifikan dari program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Sulawesi Utara hingga posisi Juni 2026: Jumlah Rekening Tabungan Pelajar mencapai 568.965 rekening (tumbuh 10,88 persen dibanding Juni 2025).Nominal Tabungan Pelajar menembus Rp 218,08 Miliar (tumbuh 7,51 persen.

Edukasi Keuangan: OJK dan industri perbankan telah menggelar 119 kali kegiatan edukasi di 12 Kabupaten/Kota yang menjangkau lebih dari 90.000 peserta.

Dalam kesempatan tersebut, OJK membagikan empat pesan utama bagi para generasi muda: Mulailah Menabung: Lakukan sekecil apa pun nominalnya, yang terpenting adalah konsistensi. Jadilah Duta Literasi: Sebarkan pemahaman keuangan yang benar di lingkungan sekolah, kampus, dan keluarga.

Ajak Lingkungan Cerdas Finansial: Dorong orang-orang di sekitar untuk bijak mengelola keuangan. Manfaatkan Teknologi: Pakai sarana perbankan digital untuk belajar mengelola uang dengan aman

Gubernur Sulut dalam arahannya mengapresiasi semangat ribuan pelajar yang hadir dan mengimbau pentingnya kedisiplinan diri sebagai kunci sukses masa depan. “Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa,” ujarnya.

Menurut Gubernur, tiga hal utama yang harus senantiasa kita jaga untuk masa depan anak-anak kita adalah Kasih Sayang, Perlindungan, dan Masa Depan. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jangan ragu dan jangan berkecil hati.

Pemerintah Provinsi Sulut bersama lembaga keuangan seperti Bank SulutGo, sebut Gubernur, akan selalu siap mendampingi mimpi-mimpi kalian menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (Torang pe Bank), Bank SulutGo terus mengoptimalkan penetrasi produk simpanan yang ramah pelajar dan pemuda, seperti Simpanan Pelajar (SimPel) .

Kehadiran jajaran manajemen (Direktur Umum BSG) dalam puncak peringatan HIM dan BLK 2026 menjadi wujud nyata komitmen bank dalam mendukung percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) serta mencetak generasi muda Sulawesi Utara yang makin cerdas secara finansial. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) pimpinan Revino Maydi Pepah kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi digitalisasi keuangan daerah di Sulawesi Utara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan secara simbolis Merchant QRIS Pajak pada rangkaian kegiatan North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 yang diadakan di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Manado, Jumat (7/8/2026).

Penyerahan Merchant QRIS Pajak ini dilakukan Direktur Umum BSG Joubert RJ Dondokambey kepada Walikota Kotamobagu Wenny Gaib.

Penyerahan instrumen pembayaran digital tersebut bertepatan dengan momentum peluncuran (launching) program unggulan Pemerintah Kota Kotamobagu yaitu Sahabat Pajak (SAPA).

Prosesi penyerahan dan peluncuran program ini disaksikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johanis Victor Mailangkay, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto serta Direktur Kredit Bank SulutGo Ester Rampengan.

Program Sahabat Pajak (SAPA) dirancang oleh Pemerintah Kota Kotamobagu untuk meningkatkan transparansi, kemudahan, dan efisiensi penerimaan pajak daerah.

Dengan hadirnya kanal pembayaran QRIS yang disediakan oleh Bank SulutGo, masyarakat dan wajib pajak di Kotamobagu kini dapat melakukan pembayaran pajak secara cepat, mudah, serta transparan melalui berbagai platform transaksi elektronik.

Kehadiran jajaran direksi Bank SulutGo bersama para pemangku kepentingan dalam North Sulawesi Investment Forum 2026 menjadi bukti nyata sinergi antara perbankan daerah, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dalam memperluas jangkauan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) demi mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sulawesi Utara. (elka)

Meimonews.com – Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 digelar di Kota Tomohon dengan sasaran para petani di ‘Kota Pendidikan’ tersebut.

Kegiatan yang diadakan Anugrah Hall Tomohon, Selasa (28/7/2026) ini menghadirkan narasumber dari Analis Divisi PEPK dan LMS Kantor OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (SulutGoMalut) Yusril Yuma Alfana, Perwakilan Bank SulutGo dan Perwakilan BCA.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Cabang BSG Tomohon Lidya Dondokambey bersama jajaran, Kepala Cabang BCA Tomohon Syerli Imelda Pakasi bersama jajaran serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Michael Joseph ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Walikota (Wawali) Tomohon Sendy Gladies Adolfina Rumajar.

Walikota Tomohon Carol Joram Azarias Senduk dalam sambutannya yang dibacakan Wawali mengungkapkan rasa bangganya karena Kota Tomohon ditetapkan sebagai salah satu wilayah pelaksanaan edukasi langsung Gencarkan tahun 2026.

Penetapan ini merupakan peluang yang sangat baik untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Dijelaskan, sebagai daerah yang memiliki potensi agraris, sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian kota Tomohon. “Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wadah yang positif bagi masyarakat untuk tidak hanya memiliki kemampuan dalam meningkatkan produktivitas usaha pertanian, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan dengan baik, merencanakan investasi, memanfaatkan produk perbankan secara bijaksana, memperoleh akses pembiayaan yang sesuai, serta memahami berbagai risiko keuangan yang mungkin dihadapi,” sebutnya,

Melalui edukasi ini, Pemkot Tomohon berharap masyarakat Kota Tomhon, khusunya para petani semakin memahami pentingnya menabung, memanfaatkan layanan perbankan, menggunakan transaksi keuangan digital secara aman, mengakses kredit usaha secara bertanggung jawab, serta mampu terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal maupun pinjaman online yang tidak berizin.

“Pemerintah Kota Tomohon meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.

Ketika masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, tambahnya, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat, usaha masyarakat akan berkembang, dan pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. jadikan kesempatan ini sebagai ruang edukasi dalam memperluas wawasan sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wawali mengutip Walikota.

“Saya juga berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Tomohon, Bank Sulutgo, Otoritas Jasa Keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam menghadirkan berbagai program edukasi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,’ tambahnya. (elka)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong percepatan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.

Hal itu terjadi lihat ketika BSG bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo. Rabu (10/6/2026).

Agenda yang berlangsung edukatif ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) Robert H.P. Sianipar; Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J.Parengkuan; serta Komisaris Bank SulutGo Rania Riris Ismail.

Kegiatan ini secara khusus menyasar 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai segmen prioritas.

Kegiatan diawali sambutan Kepala OJK SulutGo yang menjelaskan bahwa program Gencarkan merupakan fondasi penting untuk membekali para pelaku usaha agar lebih waspada terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan digital, seperti investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

OJK berharap melalui gerakan masif ini, indeks literasi keuangan masyarakat daerah terus merangkak naik secara berkelanjutan.

Sekda Kabupaten Gorontalo ketika membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada OJK dan Bank SulutGo atas inisiasi pemberdayaan finansial bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo.

Menurutnya, manajemen keuangan yang cerdas dan adopsi layanan perbankan digital merupakan kunci utama agar UMKM lokal dapat berkembang, berdaya saing, dan naik kelas.

Sebagai Campaign Manager program Gencarkan di tingkat Provinsi, Bank SulutGo memanfaatkan momentum ini tidak hanya untuk memberikan edukasi secara teori, melainkan juga memfasilitasi akses keuangan secara riil.

Kehadiran Direktur Operasional dan Komisaris BSG menegaskan dukungan penuh manajemen puncak terhadap penguatan pilar inklusi keuangan daerah.

Dalam rangkaian acara ini, Bank SulutGo melalui Duta Literasi digital yang ditugaskan berkolaborasi bersama jajaran Kantor Cabang Limboto membuka meja layanan inklusi langsung di lokasi.

Para pelaku UMKM yang hadir diberikan pendampingan praktis untuk melakukan pembukaan rekening tabungan massal, pemanfaatan aplikasi BSGtouch, aktivasi QRIS Merchant untuk digitalisasi transaksi usaha, hingga pengenalan skema permodalan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BSG.

Melalui sinergi kokoh antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo, OJK, dan Bank SulutGo, diharapkan para pelaku UMKM di Bumi Panua ini dapat mengelola finansial usahanya dengan lebih sehat, efisien, dan modern demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) memasukan kesiapan layanan perbankan guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.

BSG telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp 1 triliun yang dialokasikan untuk pengisian mesin ATM serta kebutuhan transaksi di kantor cabang sebelum periode libur dimulai.

Hal tersebut disampaikan Dirut Bank SulutGo (BSG) Revino Maydi Pepah kepada wartawan di Manado, Senin (16/3/2026).

“Sehubungan dengan Keputusan Bersama Pemerintah mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri 1447H, Bank SulutGo mengumumkan penyesuaian jadual operasional nya,” ujarnya.

Dirut Bank SulutGo (BSG) Revino Maydi Pepah

Adapun jadual tersebut adalah pertama, penutupan operasional. Seluruh kantor cabang Bank SulutGo tidak melayani kegiatan operasional mulai tanggal 18 Maret sampai dengan 24 Maret 2026.

Kedua, weekend banking. Layanan weekend banking diadakan selama periode libur
tersebut. Ketiga, pembukaan kembali. Layanan perbankan akan kembali beroperasi normal pada Rabu (25/3/2026).

Menurit Pepah, penyiapan dana
sebesar Rp 1 triliun merupakan langkah antsipatf terhadap lonjakan penarikan uang tunai di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Kami berkomitmen agar nasabah tetap dapat merayakan hari raya dengan nyaman. Meskipun kantor cabang tutup sementara, kami telah memasukan ketersediaan dana di seluruh jaringan ATM kami tetap optmal,” ujar pejabat karier perbankan tersebut.

Pepah mengimbau kepada para nasabah untuk memanfaatkan layanan BSG Touch (Mobile Banking), BSGqris dan BSG Direct untuk transaksi non-tunai seperti Transfer antarbank, Pembelian pulsa dan paket data, Pembayaran tagihan listrik, air, dan pajak, serta Top-up saldo dompet digital.

Bank SulutGo juga mengingatkan nasabah untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan bank dan menjaga kerahasiaan data pribadi seperseperti PIN serta kode OTP. (elka)

Meimomews.com – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor UMKM (Usaha Menengah, Kecil dan Mikro) sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Hal ini diwujudkan lewat pelaksanaan Ngabuburit KUR Fest 2026 selama 11 hari (3-13 Maret 2026) bertempat di area lobby parrkir depan gedung Kantor Pusat Bank SulutGo, Jln. Piere Tendean No. 100 Manado.

Di momen ini, diadakan Bazar UMKM, Sosialisasi KUR, Kuliner Buka Puasa, dan Tauziah.

Pembukaan kegiatan, Selasa (3/3/2026) dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris Bank SulutGo, di antaranya Revino Maydi Pepah (Direktur Utama), Mutesa Holdin, Rudiyanto Katili, Ester Rampengan dan Jaclyn Koloay (Komisaris)

Dirut BSG menjelaslan, Ngabuburit KUR Fest bukan sekadar tempat berburu takjil melainkan wadah bagi para pelaku usaha mikro yang merupakan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mempromosikan produk mereka.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di area kantor pusat BSG terasa makin sejuk dengan adanya siraman rohani. Ustad Taufik Adam hadir memberikan tauziah penyegaran rohani bagi para tamu undangan dan pengunjung yang hadir.

Dirut menekankan pentingnya keberkahan dalam berniaga dan semangat berbagi di bulan yang penuh ampunan ini.

“Bank SulutGo mengundang seluruh masyarakat Manado untuk datang, menikmati suasana sore menjelang berbuka, sekaligus mendukung produk-produk lokal UMKM binaan kami,” ajaknya.

Bank SulutGo terus bertransformasi menjadi penggerak ekonomi daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo melalui berbagai inovasi layanan perbankan dan dukungan berkelanjutan terhadap sektor riil. (elka)

Meimonews.com – Berbagai upaya dalam mendorong inklusi keuangan terus dilakukan Bank SulutGo (BSG) termasuk bersinergi dengan beberapa pihak seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terbaru, BSG bersinergi dengan OJK SulutGo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Literasi Keuangan Masyarakat Pesisiir Desa Darunu terkait dengan literasi keuangan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dipusatkan di objek wisata Darunu Mangrove Park ini juga dirangkaikan dengan aksi nyata Gerakan Indonesia ASRI.

Acara ini dihadiri pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran eksekutif perbankan, otoritas keuangan, hingga perwakilan legislatif dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar menekankan pentingnya pemahaman manajemen keuangan bagi masyarakat pesisir agar terhindar dari jeratan pinjaman ilegal dan mampu memanfaatkan produk perbankan untuk pengembangan usaha mikro.

Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey di dampingi Pemimpin Cabang Airmadidi Maykel Rantung menyatakan komitmen BSG untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di Desa Darunu dan sekitarnya memiliki akses dan pemahaman yang cukup terhadap layanan perbankan demi meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Joubert.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Minut Richard JH Dondokambey mewakili Bupati Minut Joune Ganda menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Minahasa Utara sebagai lokasi kegiatan.

Turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minut Jack Paruntu, yang menyoroti potensi besar ekonomi kelautan yang perlu dikelola secara profesional.

Momen penting terjadi saat Anggota Komisi XI DPR-RI Rio Dondokambey hadir secara langsung untuk berdialog dengan warga. Selain memberikan edukasi mengenai kebijakan keuangan nasional, ia juga enyalurkan bantuan langsung untuk pengembangan Desa Darunu.

Di momen itu, Rio juga menyerap aspirasi dari masyarakat pesisir dan kepulauan di Minahasa Utara terkait kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Selain fokus pada edukasi finansial, kegiatan ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Acara yang diagendakan yakni penanaman mangrove dan pembersihan area pantai menjadi simbol komitmen sektor jasa keuangan dalam menjaga ekosistem pesisir tetap hijau dan asri sebagai aset wisata masa depan.

Melalui sinergi antara Pemerintah, Perbankan dan OJK, diharapkan masyarakat Desa Darunu tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga berdaya dalam menjaga kelestarian alam yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. (elka)

Meimonews.com – Bank Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pegawai dan Keluarga bersama RS Hermina dan RSUD Saiful Anwar Malang, Rabu (4/2/2026).

PKS ini mencakup penyediaan layanan pemeliharaan kesehatan, mulai dari pelayanan medis rawat jalan, rawat inap, hingga layanan penunjang medis sesuai dengan ketentuan yang disepakati bersama.

Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh pegawai beserta anggota keluarga.

Kegiatan ini dihadiri pula Agnes Widayu Estiningsih (perwakilan dari RS Hermina) dan, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Saiful Anwar Syaifullah Asmiragani.

Dalam sambutannya, Joubert Dondokambey menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis Bank SulutGo dalam memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, terintegrasi, dan mudah diakses oleh pegawai.

“Kesehatan pegawai merupakan aset penting perusahaan. Melalui kerjasama ini, kami berharap pegawai dan keluarga mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sehingga dapat mendukung produktivitas dan kinerja secara berkelanjutan,” ujar Joubert.

Agnes menyambut baik kerjasama tersebut dan menyatakan kesiapan RS Hermina untuk memberikan layanan kesehatan profesional dan berstandar tinggi bagi pegawai Bank SulutGo.

Hal senada disampaikan Syaifullah yang menegaskan komitmen RSUD Saiful Anwar Malang sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam mendukung pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas.

Dengan ditandatanganinya PKS ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Bank SulutGo, RS Hermina, dan RSUD Saiful Anwar Malang dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai. (elka)

Meimonews.com – Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menerima penghargaan berupa piagam apresiasi dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.

Piagam yang ditandatangani Menteri UMKM Maman Abdurrahman diserahkan dalam acara “Anugerah Mitra Usaha Mikro 2025” di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Rabu (17)12/2025).

Piagam tersebut diterima Group Head Pemasaran Bank SulutGo Iskandar Modjo mewakili Dirut Revino M. Pepah),.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan sinergi aktif Bank SulutGo dalam mendukung pemberdayaan, perlindungan, dan keberlanjutan Usaha Mikro di Indonesia, khususnya dalam wilayah operasional bank di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Acara Anugerah Mitra UMKM 2025 diselenggarakan oleh Kementerian UMKM untuk memberikan apresiasi dan eksposur atas capaian pemberdayaan Usaha Mikro sepanjang tahun 2025, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban publik untuk mendorong sinergi yang lebih kuat ke depannya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci dari pemerintahan, lembaga keuangan, korporasi, asosiasi, hingga akademisi.

Dalam daftar undangan resmi acara yang mencakup lebih dari 200 entitas, Bank SulutGo tercatat sebagai salah satu lembaga keuangan daerah undangan (nomor 123), yang menegaskan posisi strategis bank dalam ekosistem pemberdayaan UMKM nasional.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan nyata atas komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Bank SulutGo dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi untuk memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Iskandar Modjo usai menerima penghargaan.

Agenda acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut diisi dengan laporan kegiatan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro, sambutan dan arahan dari Menteri UMKM, serta prosesi inti penyerahan penghargaan kepada berbagai mitra usaha mikro.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank SulutGo semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai katalisator penguatan ekosistem UMKM menuju ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (elka)