Meimonews.com – Rapat Koordinasi (Rakor) Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 HP yang diadakan di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, Kamis (2/5/2024).

Rakor yang diikuti perwakilan Dinas Dukcapil dan KB Sulut, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut/Satgas PPS Sulut, TP PKK Sulut (Pokja IV) dan Dinas PPKB Kabupaten/Kota dan dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Dinas Dukcapil dan KB Sulut Christodharna SM Putra Sondakh, SH ini membahas beberapa hal.

Pertama, perlu ada kerja keras dan komitmen bersama untuk mencapai target penurunan stunting tahun 2024. Kedua, mendorong kabupaten/kota untuk merealisasikan anggaran. Ketiga, terfasilitasinya pelayanan intervensi sensitif dan spesifik kepada sasaran khususnya pada anak usia 0 – 24 bulan, ibu hamil dan ibu nifas.

Keempat, penyampaian terkait sasaran yang termasuk dalam EPPGBM & KRS, perlu ada pendampingan dan intervensi dari semua pihak terkait. Kelima, memprioritaskan program stunting dalam program anggaran daerah.

Keenam, mendorong peningkatan pengukuran balita di posyandu untuk mencapai minimal 95.persen di setiap kabupaten/kota sehingga intervensi dapat dilakukan tepat sasaran. Ketujuh, inovasi dari desa untuk memaksimalkan penurunan stunting melalui TP-PKK.

Kedelapan, pendampingan keluarga oleh TPK dimaksimalkan (BKKBN dan TP PKK). Kesembilan, perlu melibatkan organisasi untuk menjangkau remaja, keterlibatan genre kabupaten/kota dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus pernikahan dini.

Di rakor ini ada pemaparan materi oleh Ketua Program Manager Satgas  Percepatan Penurunan Stunting Sulut
Danny Lalamentik mewakili Kepala.BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dan Ketua Pokja IV TP PKk Sulut dr. Inggrith Giroth, M.Kes.(Fer)

Meimonews.com – BKKBN Perwakilan Sulut mengadakan Pelatihan Teknis Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting (BKB Emas) di Kotamobagu, Kamis (14/12/2023).

Kegiatan yang dilakukan secara daring dan virtual ini diikuti para fasilitator kabupaten/kota serta kader BKB kabupaten/kota, PLKB kabupaten/kota se-Sulut.

Turut hadir dalam virtual meeting, Ketua Pokja Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Sulut, Kepala Dinas OPD – KB Kabupaten/Kota.

Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg membuka pelaksanaan kegiatan ini.

Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erh saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Tandaju mengingatkan, 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sangatlah penting, karena menentukan dasar dan perkembangan di masa depan.

“Ini adalah jendela peluang yang unik dan kritis ketika fondasi Kesehatan pertumbuhan dan perkembangan saraf yang optimal didirikan (Unicef),” ujar Tandaju.

Ditambahkan, berbagai aspek perkembangan tidak terisolasi dan berdiri sendiri satu sama lain, tetapi saling berinteraksi dan mempengaruhi.

Tantangan dalam satu aspek, jelas Tandaju, dapat menghambat perkembangan aspek lainnya. Oleh karena itu, semua aspek yang mempengaruhi perkembangan sama pentingnya dan semuanya perlu diupayakan agar dapat berkembang secara optimal. (Fer)