Meimo News

Meimonews.com – Berbagai terobosan terkait pengembangan akademik terus dilakuksn Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat Manado.

Setelah berhasil mendirikan dua program studi (prodi) magister yakni magister ilmu pemerintahan (MIP) dan Magister Administrasi Publik (MAP), kini fakultas berjulukan kampus reformasi itu akan mendirikan prodi Doktoral atau Strata 3 (S3).

Untuk mempersiapkan pendirian program tersebut, piminan fakultas mengadakan rapat koordinasi (Rakor) bersama para dosen bergeral doktor se-FISIP unsrat, di ruang rapat fakultas, Kamis (2/10/2025).

Salah satu keputusan rapat yang dipimpin Dekan FISIP Unsrat Ferry Markus Daud Liando adalah pembahasan tentang nomenklatur progran pembahasan sumber daya dosen, kesiapan sarana prasaran dan pasar sebagai sasaran pembelajaran.

Liando menjelaskan, pendirian S3 bukan hanya untuk kepentingan reputasi institusi FISIP, namun lebih kepada kepentingan FISIP dalam menjawab kebutuhan masyarakat terkait pengembangan ilmu pengetahuan. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat yang kini dipimpin Vannetia R. Danes memggelar pembukaan Dies Natalis ke-16 di kompleks fakultas, Kamis (2/10/2025).

Beberapa kegiatan diadakan di awal momen memperingati hari bersejarah tersebut, di antaranya jalan sehat yang diikuti pimpinan, staf dan civitas akademika fakultas serta undangan lainnya.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie yang diwakili Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria dalam sambutannya mengatakan, dies natalis adalah momen istimewa bukan hanya untuk merayakan ulang tahun fakultas.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria

“Tetapi menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan, pencapaian dalam mengembangkan ilmu kesehatan masyarakat, serta kontribusi bagi masyarakat Sulawesi Utara, bangsa bahkan dunia,” ujarnya.

Rektor berharap, dengan bertambahnya usia, Fakultas Kesehatan Masyarakat semakin matang dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, semakin aktif dalam penelitian berdampak pada kebijakan kesehatan.

Selain itu, semakin nyata dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Utara yang lebih sehat dan sejahtera. (FA)

Meimonews.com – Menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Panin Tbk dan PT Bank SulutGo (BSG) menggelar kegiatan sosialisasi/edukasi keuangan bertajuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang secara khusus menargetkan kelompok penyandang disabilitas di Sulawesi Utara, Rabu (1/10/2025).

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan disabilitas, memastikan mereka memiliki akses dan pemahaman yang setara terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Direktur Operasional BSG Louisa Parengkuan dalam sambutannya menyampaikan komitmen Bank SulutGo dalam mendukung program inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para disabilitas.

“Bank SulutGo siap menjadi bank yang ‘ramah’ bagi disabilitas, memberikan layanan yang mudah diakses dan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Sulut/Analisis Kebijakan Muda Rehabilitasi Sosial Muh. Subhan Langga menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kami mengapresiasi langkah OJK dan perbankan yang memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengetahuan keuangan,” ujar Langga ketika memberikan sambutan.

Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman P. Siahaan, dalam sambutannya menegaskan, GENCARKAN merupakan inisiatif nasional OJK untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dalam keuangan.

“Bulan Inklusi Keuangan adalah momentum bagi kita untuk memastikan bahwa hak setiap warga negara, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, terpenuhi dalam mengakses layanan keuangan. Literasi yang baik adalah kunci agar tidak mudah terjerat investasi bodong atau pinjaman ilegal,” tegas Budiman.

Sesi utama sosialisasi diisi dengan penyampaian materi yang mudah dipahami oleh beberapa narasumber.

Gratia Marentek dari OJK menyampaikan edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan pribadi, mengenali produk-produk jasa keuangan resmi, dan tips menghindari penipuan.

Glenn Palar dari Bank SulutGo memberikan paparan praktis mengenai produk perbankan Bohusami Young yang dirancang inklusif dan cara mudah membuka rekening tabungan.

Puncak acara ditandai dengan pemberian Tabungan Bohusami Young dan Santunan secara simbolis kepada perwakilan peserta disabilitas.

Pemberian ini dilakukan oleh Komisaris BSG Jaclyn Koloay, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata sektor jasa keuangan terhadap peningkatan kesejahteraan kelompok disabilitas.

Diharapkan, melalui kegiatan GENCARKAN ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan para penyandang disabilitas di Sulawesi Utara dapat meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan mereka. (Afer)

Meimonews.com – Tim Capacity Building dan Study Visit TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Wilayah Sekarkijang mengapresiasi pengelolaan pasar di Kota Manado yang telah menggunakan sistem digital (digitalisasi).

Apresiasi tersebut disampaikan Koordinator Tim Gunawan (Pimpinan Bank Indonesia Jember) kepada Meimonews.com sebelum mengakhiri kunjungan Tim di Pasar Bersehati Manado, Rabu (1/10/2025).

“Ini bagus sekali. Kami banyak belajar dari Pemerintah Kota Manado, Perumda Pasar Manado bagaimana mengelola pasar yang baik dan benar, yang telah menggunakan digitalisasi,” ujarnya.

Tadi, sambungnya, pak Direktur Bisnis Perumda Pasar Manado (Jefry Salilo – Red) telah menjelaskan bahwa dengan digitalisasi sangat efisien dan pemasukkan bertambah banyak dan pasar-pasar jadi rapih.

Menurutnya, Tim banyak belajar di sini tentang digitalisasi, berbagai transaksi di pasar termasuk tempat parkir dan pembayaran sampah secara digital.

“Dengan penggunaan digitalisasi, penerimaan Pemerintah Kota Manado meningkat pesat dengan sistem digitalisasi itu,” tandas mantan pegawai BI Cabang Manado ini.

Disebutkan, dengan pemanfaatan digital ini, tadi disampaikan Direktur (Jeffry Salilo), jadi enak karena tinggal dipantau dari sistem, langsung terlihat penerimaannya, bisa terlihat kalau penerimaan berkurang dan masalahnya di mana.

Pernyataan Gunawan, mewakili Tim, tidak hanya berdasarkan penjelasan dari pihak Perumda Pasar Manado semata tapi setelah Tim meninjau dan berdialog dengan beberapa pedagang pasar serta melihat langsung penggunaan aplikasi digital Perumda Pasar Manado.

Tujuan Tim berkunjung ke Manado (dan juga ke Tomohon pada Kamis, 2 Oktober 2025), jelas Pelaksana Tugas Dirut Perumda Pasar Manado Jefry Salilo kepada Meimonews.com adalah pertama, untuk memperoleh informasi tahapan, kendala dan solusi elektronifikasi transaksi pemungutan retribusi serta kedua, memperoleh gambaran strategi sosialisasi inklusi digital masyarakat.

Tim yang berkunjung ke Pasar Bersehati Manado berjumlah belasan orang yang terdiri dari perwakilan BI Jember, Bapenda dan Bank Jatim Lumajang, Bapenda dan Bank Jatim Bondowoso, Bapenda dan Bank Jatim Situbondo, Bapenda dan Bank Jatim Banyuwangi dan Bapenda dan Bank Jatim Jember.

Tim diterima Salilo, yang sehari-harinya adalah Direktur Bisnis Perumda Pasar Manado, di dampingi Pimdiv Kerjasama Bisnis Dian Tangoi, Manager Pasar Bersehati Iwan Mantali dan staf serta Koordinator BI Manado Mutmainna dan Kabid IT Bapenda Manado Lufry Gerungan.

Diketahui, pasar/tempat usaha yang dikelola Perunda Pasar Manado adalah Pasar Bersehati, Pasar Pinasungkulan, Pasar Orde Baru Paal Dua, Pasar Buha, Shopping Centre, Jalan Roda, Pasar Wisata Kuliner Manado Bay, Pasar Wisata Kuliner Daseng Karangria, Malalayang Beach Walk dan Pasar Wisata Tematik Tongkaina. (elka)

Meimonews.com – Hari Terakhir program Keringanan Pajak Merah Putih Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay, Bapenda Sulut pimpinan June E. Silangen dan jajaran berhasil mengumpulkan Rp. 5,805 miliar lebih untuk pajak daerah.

Sementara untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil dikumpulkan sebanyak Rp. 5,836 miliar lebih

“Khusus untuk hari terakhir program Keringanan Pajak Merah Putih yakni tanggal 30 September 2025, kami berhasil mengumpulkan Pajak Daerah sebesar Rp. 5.805.602.332, sementara untuk PAD berhasil dikumpulkan sebanyak Rp. 5.836.139.508,” ujar Sekretaris Bapenda Sulut Filma Paula Kepel kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025).

Sekretaris Bapenda Sulut Filma Paula Kepel

Mewakili Kaban June E. Silangen, Filma lantas merincikan pendapatan Pajak Daerah lewat program keringanan pajak tersebut khusus hari terakhir baik yang diperoleh lewat Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Daerah (UPTD PPD) se-Sulut maupun kantor pusat.

UPTD PPD Manado berhasil mengumpulkan sebesar Rp. 1,6 miliar lebih, Minahasa Rp. 508, 8 juta lebih, Bitung Rp. 389,2 juta lebih, Bolmutim Rp. 319,4 juta lebih, Minut Rp. 311,8 juta lebih, Tomohon Rp. 311,5 juta lebih, Minsel Rp. 281,4 juta lebih, Mitra Rp. 124,3 juta lebih, Kotabolsel Rp. 111,9 juta lebih, STS Rp. 22.4 juta lebih, dan kantor pusat Rp. 350,2 miliar lebih.

Untuk PAD (Pendaatan Asli Daerah) yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp. 5,836 miliar lebih tersebut berasal dari PKB Rp. 4,635 miliar lebih, BBNKB Rp. 556.295 juta lebih, PAP Rp. 247 juta, dan Opsen MBLB Rp. 613,322 miliar lebih.

Pimpinan Bapenda Sulut, sebut Filma, mengapresiasi kerja petugaa baik di tingkat UPTD PPD se-Sulut maupun kantor pusat yang telah bekerja dengan penuh semangat dan tanpa mengenal lelah.

“Khusus pada hari terakhir yakni Selasa, 30 September, petugas UPTD PPD melayani masyarakat sampai jam 4 dan 5 sore, kantor pusat sampai jam 9 malam, sementara petugas UPTD PPD Manado sampai jam 11 malam,” jelas Filma.

Ditambahkan, setelah pelayanan kepada masyarakat selesai, para petugas tidak langsung berhenti bekerja tapi meneruskan pekerjaan mereka untuk membuat rekapitulasi, laporan dan lain-lain. (elka)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengingatkan, sebagai insan akademik di Universitas Sam Ratulangi, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

“Sebagai insan kampus kita harus menjadikan Pancasila landasan berpikir, bersikap dan bertindak,” ujar Rektor sebagai Inspektur Upacara ketika memberikan sambutan pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor pusat Unsrat Manado, Rabu (1/10/2025).

Pada upacara dengan komandan upacara Ronny Mandagi yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan kantor pusat Unsrat ini, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Stella Avanti Reppi membacakan Pembukaan UUD 45 sementara Kepala Biro Akdemik dan Kemahasiswaan William Pangemanan membacakan Ikrar.

Rektor menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukanlah sekedar seremoni melainkan momentun refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, sekaligus perekat bangsa Indonesia.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, sebut Rektor, hendaknya menjadi energi bagi kita untuk terus memperkuat integritas, menolak segala bentuk intoleransi, korupsi dan perpecahan serta mengokohkan rasa persaudaraan sebagai satu bangsa Indonesia.

“Hanya dengan demikian, cita-cita menuju Indonesia Raya, Indonesia yang maju, berdaulat, adil dan makmur dapat terwujud,’ ujar Rektor.

Rektor mengajak untuk menjadikan peringatan ini sebagai pengingat sekaligus peneguhan bahwa Pancasila adalah perekat bangsa dan tugas kita bersama adalah menjaga dan mengamalkannya sepanjang hayat.

Terkait tema peringatan tahun ini yakni Pancasila perekat bangsa menuju Indonesia Raya, Rektor menjelaskan, tema ini mengingatkan kita semua bahwa dalam keragaman suku, budaya, bahasa dan agama, Pancasila hadir sebagai kekuatan pemersatu, penuntun arah pembangunan serta sumber nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa bangsa Indonesia pernah menghadapi berbagai ujian, ancaman bahkan rongrongan terhadap ideologi Pancasila.

Namun, berkat kesadaran kolektif, semangat persatuan serta pengorbanan para pahlawan dan pendahulu kita, Pancasila tetap tegak sebagai ideologi negara yang tidak tergantikan. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Walikota Manado Richard Sualang (AARS) menerima kunjungan dari Garuda Sunrise Co., Ltd yang berbasis di Kyoto, Jepang, di Ruang Rapat Wali Kota Manad, Senin (29/9/2025)

Pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Noviyanti Mongkau ini membahas berbagai peluang kerjasama, mulai dari pembangunan daerah, potensi budaya, hingga sektor pariwisata Kota Manado.

Garuda Sunrise menyatakan ketertarikannya untuk memperkenalkan daya tarik Kota Manado kepada wisatawan Jepang, membuka peluang kerja bagi generasi muda dengan SDM mumpuni, serta berkontribusi memperkuat hubungan Indonesia–Jepang melalui kerja sama antarkota.

Bahkan, Garuda Sunrise melontarkan gagasan untuk menjalin hubungan jangka panjang berupa Sister City antara Kyoto dan Kota Manado.

Pihak Garuda Sunrise juga mengapresiasi keindahan alam, infrastruktur, serta kekayaan budaya lokal, termasuk musik kolintang, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.

Walikota Manado menyampaikan bahwa Kota Manado sangat terbuka untuk menjalin hubungan Sister City dengan berbagai kota di dunia, termasuk Kyoto.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengungkapkan, sebelumnya Kota Manado telah menjalin kerjasama Sister City dengan Kota Miyako.

Selain itu, Walikota menekankan pentingnya konektivitas langsung antara Kota Manado dan Jepang melalui penerbangan internasional.

Walikota juga menyinggung potensi kerja3sama di bidang ketenagakerjaan, mengingat banyak tenaga kerja asal Kota Manado yang sudah dikirim ke Jepang melalui LPK, baik untuk magang maupun profesional di sektor perikanan, pangan, pertanian, manufaktur, hingga perawatan lansia (Kaigo).

Wali Kota bahkan mengusulkan agar pada musim dingin di Jepang, warga lanjut usia Jepang dapat berkunjung, berwisata, sekaligus berinvestasi di Kota Manado selama 6 bulan.

Pihak Garuda Sunrise menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Manado, serta berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan. (elka)

Meimonews.com – Puncak peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Negeri Manado (Unima) dilaksanakan di Training Center Unima Tondano Jumat (26/9/2025).

Hari bersejarah bagi perguruan tinggi negeri ini tidak sekedar diperingati secara seremonial melainkan dijadikan sarana refleksi dan deklarasi arah baru universitas menuju pendidikan yang lebih inovatig dan transformatif,

Puncak peringatan ini diwarnai Sharing Session bersama 2 pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemsiktisaintek RI) yakni Khairul Munadi (Dirjen) dan Chatarina Muliana (Irjen).

Kehadiran dua pejabat penting ini menambah bobot acara sekaligus mempertegas posisi Unima sebagai perguruan tinggi yang siap melangkah lebih jauh di kancah nasional.

Selain itu, Monitoring dan Evaluasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menjadi salah satu program strategis Unima dalam menyiapkan tenaga pendidik profesional.

Momentum ini sekaligus menunjukkan keseriusan universitas dalam menjaga kualitas pendidikan dan memastikan output lulusan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini juga dilakukan kegiatan Panen Perdana Tanaman Nilam di area kebun percobaan Unima.

Panen simbolis ini menandai langkah nyata universitas dalam mengembangkan riset berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi di bidang pertanian dan kewirausahaan.

Dengan mengusung tema Dies Natalis sebagai Momentum Deklarasi Inovasi dan Implementasi Pendidikan Transformatif dan Kampus Berdampak, Rektor Unima Joseph Philip Kambey menekankan, momen ini adalah komitmen nyata universitas untuk menghadirkan perubahan.

“Tema ini menjadi penegasan arah baru Unima. Bukan hanya seremonial, tetapi refleksi atas tanggung jawab kami untuk bertransformasi,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Dalam paparannya, Chatarina Muliana mengingatkan pentingnya menjaga marwah perguruan tinggi sebagai ruang akademik yang sehat, inklusif, dan bermartabat. Ia menegaskan bahwa kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan menjadi tempat aman bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas capaian Unima yang berhasil meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, pencapaian ini bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk melahirkan generasi unggul yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Menutup rangkaian acara, Rektor Unima menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam suksesnya Dies Natalis ke-70.

Mantan Dekan FEB dan mantan Wakil Rektor 2 Unima ini menegaskan bahwa kebersamaan dan kerja kolektif menjadi energi utama Unima untuk terus maju. “Melalui momentum ini, Unima mendeklarasikan kesiapan untuk melangkah lebih jauh demi menghadirkan kampus yang benar-benar berdampak,” ujarnya. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sidang Terbuka Senat untuk Pengukihan 8 guru besar di Auditorium Unsrat Manado, Senin (29/9/2025).

Sidang senat yang dipimpin RALF Kairupan ini turut dihadiri Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang dan istri dr. Merry Mawardi, Sp.A (mewakili Walikota Manado Andrei Angouw) dan undangan lainnya.

Kedelapan guru besar yang dikukuhkan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU berdasarkan SK Mendiktisaintek RI Brian Yuliarto tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran (1 orang), Fakultas Teknik (3 orang), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (1 orang), Fakultas Hukum (1 orang) dan Fakultas Peternakan (2 orang).

Mereka adalah Prof. Dr. dr. Jeanette Irene Christiene Manoppo, Sp.A(K), Prof. Ir. Isri Ronald Mangangka ,M..Eng, Ph,D, Prof. Dr. Eng Ir. Liany Amelia Hendrata, M.Si, Prof. Dr. Eng Meita Rumbayan, ST, M.Eng, Prof. Dr Eng Ir. Lusia Manu, M.Sc, Prof. Dr. Emma Valentina Teresha Senewe SH, MH, Prof. Dr. Ir Jola Josephien M. Roosje Londok M.Si, IPU, ASEAN Eng dan Prof . Dr. Ir .Lusia Toar, MP.

Sebelum dikukuhkan para guru besar tersebut menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Manoppo memaparkan orasi ilmiah dengan judul Peran gut brain axis pada tumbuh kembang bayi prematur. Prof. Isri tentang Bangunan terjun miring USBR tipe IX dengan stulling basin. Prof. Hendrata tentang Perubahan penggunaan lahan di daerah tangkaan air tantangan dan strategi pengelolaan berkelanjutan.

Prof. Rumbayan tentang Pengembangan energi terbarukan yang berdampak dan berkelanjutan dari peta jalan ke penerapan. Prof. Manu tentang Integrasi oseanografi dan marikulutur : strategi adaptif budiadaya lobster tropis dalam dinamika perubahan iklim.

Prof. Senewa tentang Harmonisasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam menangani perdagangan manusia melalui kerjasama kawasan Asean regional coorperation. Prof. Londok tentang Optimalisasi potensi fitobiotik dalam pakan pada produksi daging ayam fungsional. Prof. Toar tentang Inovasi pemanfaatan serangga sebagai pakan ternak yang ramah lingkungan.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengungkapkan, Universitas Sam Ratulangi berdiri di tanah Minahasa yang diwarisi falsafah luhur (dari GSSJ Sam Ratulangi – Red) Si Tou Timou Tumou Tou/ST4 (Manusia hidup untuk memanusiakan manusia).

“Falsafah ini sejalan dengan hakikat guru besar bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya untuk dikumpulkan melainkan untuk dimanfaatkan demi membangun sesama, bangsa dan dunia,” ujar Prof. Sompie.

Ditegaskan, dengan bertambahnya 8 guru besar hari ini, kita semakin percaya diri untuk memperkuat Unsrat dalam tiga hal.

Pertama, meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi akademik. Kedua, mendorong penelitian unggulan yang relevan dengan kebutuhan bangsa khususunya kawasan Timur Indonesia. Ketiga, memberi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global – transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, dan kesehatan masyarakat – dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.

“Peran ini sejalan dengan visi Universitas Sam Ratulangi yaitu menjadi Unsrat unggul dan berbudaya berstandar internasional,” ujar Rektor.

Visi ini, sambung Rektor, hanya dapat diwujudkan bila para guru besar tampil sebagai garda terdepan dalam memimpin pengembangan ilmu, menjaga integritas akademik dan memperkuat budaya universitas yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

Sejalan dengan itu, komitmen Unsrat juga mendukung agenda nasional yang digariskan dalam Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, khususnya Asta Cita ke-4 yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

“Universitas Sam Ratulangi melalui peran para guru besar siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rektor berharap, momen pengukuhan guru besar ini sebagai semangat baru untuk terus berkarya berinovasi dan mengabdi.

Dengan sinergi seluruh sivitas akademika, sebutnya, Universitas Sam Ratulangi akan semakin kokoh – bukan hanya sebagai rumah ilmu tapi juga rumah pengabdian yang menebar terang bagi bangsa dan dunia. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 25 wisatawan asal Shanghai berkunjung ke Manado selama beberapa hari (Jumat-Senin, 26-29/9/2025).

Selama berada di Kota Manado, para wisatawan tidak hanya menikmati kuliner khas daerah, tetapi juga mengeksplorasi keindahan alam serta merasakan langsung keramahan masyarakat Kota Manado.

Kunjungan rombongan wisatawan ini menjadi bagian dari persiapan pembukaan penerbangan langsung dari Shanghai ke Kota Manado, yang akan segera beroperasi.

Rute baru ini melengkapi penerbangan dari Shenzhen ke Kota Manado yang dijadualkan dibuka pada awal bulan Oktober mendatang.

Kehaduran wisatawan tersebut disambut Walikota Manado Andrei Angouw, di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel dalam makan malam bersama di Manado Bay, Sabtu (27/9/2025).

Dalam jamuan makan malam tersebut, para wisatawan tampak antusias dan berkali-kali mengungkapkan kekaguman mereka terhadap keindahan alam, kenyamanan kota, serta keramahan masyarakat Kota Manado.

Walikota menyambut baik rencana besar ini dan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kota Manado.

“Kota Manado terbuka bagi wisatawan dunia. Kami akan terus menjaga kota ini agar semakin layak menjadi destinasi kelas dunia,” ujar Walikota. (elka)