Meimo News

Meimonews.com – Memasuki masa Prapaskah Tahun 2026, Paus Leo XIV mengeluarkan Pesan Masa Prapaskah dengan tema Mendengarkan dan Berpuasa. Masa Prapaskah sebagai Masa Pertobatan.

Pesan Pemimpin Gereja Katolik Sedunia ini dikeluarkan dari Vatikan pada Peringatan Santa Agatha, Perawan dan Martir, Kamis (5/2/2026).

Berikut pesan Paus Leo XIV tersebut, yang dikutip Meimonews.com dari suatu sumber.

Masa Prapaskah adalah masa di mana Gereja, dengan keheningan keibuan, mengajak kita untuk menempatkan misteri Allah kembali di pusat kehidupan kita, agar iman kita dapat memperoleh kembali keseimbangan dan hati kita tidak tersesat di tengah kekhawatiran dan gangguan kehidupan sehari-hari.

Setiap gerakan pertobatan dimulai ketika kita membiarkan Sabda menjangkau kita dan menerimanya dengan kerendahan hati. Oleh karena itu, terdapat hubungan antara karunia Sabda Allah, keramahan yang kita berikan kepadanya dan transformasi yang ditimbulkannya.

Karena alasan ini, perjalanan rohani di Prapaskah ini menjadi kesempatan yang baik untuk mendengarkan suara Tuhan dan memperbarui tekad kita untuk mengikuti Kristus, berjalan bersama-Nya di jalan menuju Yerusalem, tempat misteri Sengsara, Kematian dan Kebangkitan-Nya digenapi.

Mendengarkan
Tahun ini, saya ingin menarik perhatian, pertama dan terutama, pada pentingnya memberi ruang bagi Sabda Allah melalui mendengarkan, karena kemauan untuk mendengarkan adalah tanda pertama dari keinginan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Allah sendiri, yang menyatakan diri-Nya kepada Musa di semak yang terbakar, menunjukkan bahwa mendengarkan adalah ciri khas keberadaan-Nya: “Aku telah melihat penderitaan umat-Ku di Mesir dan telah mendengar seruan mereka” (Keluaran 3:7).

Mendengarkan seruan orang-orang yang tertindas adalah awal dari kisah pembebasan, di mana Tuhan juga melibatkan Musa, mengutusnya untuk membuka jalan keselamatan bagi anak-anak-Nya yang diperbudak. Dialah Allah yang terlibat, yang hari ini juga menjangkau kita dengan pikiran-pikiran yang menggerakkan hati-Nya.

Karena alasan ini, mendengarkan Sabda dalam liturgi mengajarkan kita untuk lebih benar-benar mendengarkan realitas: di antara banyak suara yang meresap dalam kehidupan pribadi dan sosial kita, Kitab Suci memungkinkan kita untuk mengenali suara yang muncul dari penderitaan dan ketidakadilan, sehingga suara itu tidak dibiarkan tanpa jawaban.

Memasuki disposisi batiniah penerimaan ini berarti membiarkan diri kita diajar oleh Tuhan hari ini untuk mendengarkan seperti yang Dia lakukan, sampai pada titik menyadari bahwa “kesulitan orang miskin merupakan seruan yang, sepanjang sejarah manusia, terus-menerus menantang kehidupan kita, masyarakat kita, sistem politik dan ekonomi kita, dan, yang tidak kalah pentingnya, Gereja juga.”

Puasa
Jika Masa Prapaskah adalah waktu untuk mendengarkan, puasa adalah praktik konkrit yang mempersiapkan kita untuk menerima Sabda Tuhan. Menahan diri dari makanan, sebenarnya, adalah latihan asketis kuno dan tak tergantikan di jalan pertobatan.

Justru karena melibatkan tubuh, hal itu membuat lebih jelas kita “lapar” akan apa dan apa yang kita anggap penting untuk keberlangsungan hidup kita. Oleh karena itu, puasa berfungsi untuk membedakan dan mengatur “nafsu” kita, untuk menjaga rasa lapar dan haus kita akan keadilan tetap terjaga, membebaskannya dari keputusasaan dan mengarahkannya untuk menjadikannya sebagai doa dan tanggung jawab terhadap orang lain.

Santo Agustinus, dengan kehalusan spiritualnya, memungkinkan kita untuk melihat ketegangan antara pemenuhan masa kini dan masa depan yang meresap dalam pemeliharaan hati ini ketika ia mengamati:

“Selama hidup di bumi, adalah sifat manusia untuk lapar dan haus akan keadilan, tetapi untuk dipuaskan olehnya adalah milik kehidupan selanjutnya. Para malaikat dipenuhi dengan roti ini, makanan ini. Manusia, di sisi lain, lapar akan hal itu; mereka semua mendambakannya. Kerinduan akan keinginan ini memperluas jiwa, meningkatkan kapasitasnya.”

Puasa, yang dipahami dalam pengertian ini, memungkinkan kita tidak hanya untuk mendisiplinkan keinginan, untuk memurnikan dan membebaskannya, tetapi juga untuk memperluasnya, sehingga keinginan-keinginan itu berpaling kepada Tuhan dan diarahkan untuk melakukan kebaikan.

Namun, agar puasa tetap berjalan sesuai dengan kebenaran Injilnya dan menghindari godaan untuk membangkitkan hati dengan kesombongan, puasa harus selalu dijalani dalam iman dan kerendahan hati.

Hal ini membutuhkan tetap berakar dalam persekutuan dengan Tuhan, karena “mereka yang tidak tahu bagaimana memelihara diri mereka dengan sabda Tuhan tidak benar-benar berpuasa.”

Sebagai tanda nyata komitmen batin kita untuk menjauhkan diri, dengan dukungan rahmat, dari dosa dan kejahatan, puasa juga harus mencakup bentuk-bentuk pengekangan lain yang bertujuan untuk memungkinkan kita mengadopsi gaya hidup yang lebih sederhana, karena “hanya kesederhanaan yang membuat kehidupan Kristen kuat dan otentik.”

Oleh karena itu, saya ingin menghantar saudara-saudari pada bentuk pengekangan yang sangat konkret dan seringkali kurang dihargai: pengekangan dari kata-kata yang menyakiti dan melukai sesama kita.

Marilah kita mulai dengan membersihkan bahasa kita, menolak kata-kata kasar, penilaian yang terburu-buru, berbicara buruk tentang mereka yang tidak hadir dan tidak mampu membela diri, dan fitnah.

Sebaliknya, marilah kita berusaha untuk belajar menilai kata-kata kita dan menumbuhkan kebaikan: dalam keluarga kita, di antara teman-teman, di tempat kerja, di media sosial, dalam debat politik, di media, di komunitas Kristen. Maka banyak kata-kata kebencian akan digantikan oleh kata-kata harapan dan perdamaian.

Bersama-sama
Akhirnya, Masa Prapaskah menyoroti dimensi komunal dari mendengarkan Sabda dan praktik puasa. Kitab Suci juga menekankan aspek ini dalam banyak hal. Misalnya, dalam kitab Nehemia, diceritakan bahwa orang-orang berkumpul untuk mendengarkan pembacaan Kitab Hukum secara umum dan, dengan berpuasa, mempersiapkan diri untuk pengakuan iman dan ibadah, sehingga memperbarui perjanjian mereka dengan Allah (lihat Neh 9:1-3).

Demikian pula, paroki kita, keluarga, kelompok gereja dan komunitas religius dipanggil untuk melakukan perjalanan bersama selama Masa Prapaskah, di mana mendengarkan Sabda Allah, serta seruan kaum miskin dan bumi, menjadi bentuk kehidupan bersama dan puasa menopang pertobatan yang sejati.

Dalam konteks ini, pertobatan tidak hanya menyangkut hati nurani individu, tetapi juga gaya hubungan, kualitas dialog, kemampuan untuk membiarkan diri kita ditantang oleh kenyataan dan untuk mengenali apa yang benar-benar membimbing keinginan kita, baik dalam komunitas gerejawi kita maupun dalam dahaga umat manusia akan keadilan dan rekonsiliasi.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita memohon rahmat masa Prapaskah yang akan membuat telinga kita lebih memperhatikan Tuhan dan orang-orang yang paling kurang beruntung.

Marilah kita memohon kekuatan puasa yang juga menyentuh lidah kita, sehingga kata-kata yang menyakitkan dapat berkurang dan ada lebih banyak ruang bagi suara orang lain. Dan marilah kita berusaha untuk memastikan bahwa komunitas kita menjadi tempat di mana seruan orang-orang yang menderita diterima dan mendengarkan menghasilkan jalan pembebasan, membuat kita lebih siap dan bersemangat untuk berkontribusi dalam membangun peradaban kasih.

Dengan sepenuh hati saya memberkati kamu semua dan perjalanan rohani masa Prapaskahmu. (*)

Meimonews.com – Komitmen dan kerja keras tanpa mengenal lelah ditunjukkan pimpinan dan staf Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat.

Itu terlihat ketika lembaga yang dipimpin Max RJ Runtuwene (Kepala) dan Easry O. Laoh (Sekretaris) fokus untuk menuntaskan Dokumen Audit Mutu Internal yang diadakan di Villa Emitta Tomohon, Kamis – Sabtu (12-14/2/2026).

Di saat ASN (aparat sipil negara)/PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) menikmati hari tidak masuk kerja karena libur, mereka tetap bersemangat untuk menuntaskan dokumen itu lewat Focus Group Discussion (FGD).

Lebih menarik, semangat Valentine Day menambah semangat mereka untuk mengerjakan tugas dengan penuh kegembiraan walau keseriusan kerja tetap dijaga.

Pimpinan dan staf LPMPP Unsrat memanfaatkan hari kasih sayang (Sabtu,14/2/2026) sebagai bentuk kebersamaan untuk kemajuan Unsrat, dimana pada hari ini LPMPP Unsrat berkomitmen untuk tetap menuntaskan dokumen tersebut.

Dokumen ini menjadi tolak ukur untuk penjaminan mutu Unsrat (yang kini dipimpin Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie) sebagaimana yang di amanatkan Permenristediktisaintek RI No. 39 Tahun 2025.

“LPMPP Unsrat berkomitmen semua kegiatan/program yang telah direncanakan dan telah tertuang dalam anggaran Unsrat outputnya jelas untuk mutu lulusan Unsrat,” ujar Runtuwene seperti dikutip Reynald J. Pakasi (staf) kepada Meimonews.com di Kantor LPMPP Unsrat, Sabtu (14/2/2026). (FA)

Meimonews.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, civitas RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Jalan Sehat, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pegawai ini dilepas secara oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta  Rampengan.

Turut hadir Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

 

Kegiatan jalan sehat ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat di lingkungan RSUP Kandou Manado.

Rute jalan sehat dimulai dari Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou dan berakhir di Manado Beach Walk (MBW).

Setibanya di garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan civitas hospitalia dalam suasana perayaan HUT.

Dalam salabutannya, Dirut menegaskan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang teratur.

Diingatkan agar olahraga dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan serta kondisi lingkungan sekitar.

“Kesehatan harus dijaga, salah satunya dengan berolahraga. Namun tetap perhatikan keselamatan dan lingkungan, agar aktivitas yang kita lakukan benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.

“Ketua Panitia HUT RSUP Kandou Manado yang juga Manajer Tim Kerja OSDM Ns. Abram Babakal menyampaikan apresiasi dan atas dukungan penuh pimpinan rumah sakit sehingga seluruh rangkaian kegiatan HUT dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Prof Starry Rampengan, beserta jajaran direksi yang terus memberikan dukungan dan support kepada panitia, serta kepada seluruh tim yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan,” ujarnya. (Fer)

 

Meimonews.com – Madang dari Gorontalo dan Meryl Gratia Consolata Nangoi dari Persatuan Atlit Seluruh Indonesia (PASI) Manado menorehkan prestasi membanggakan di ajang Police Run 2026 5 K, Sabtu (14/2/2026).

Madang meriah juara pertama 5 kilometer (5 K) putra dengan catatan waktu 17,21 menit dengan mengalahkan Akbar dari Yonif 712 yang menjadi juara kedua dengan waktu 17,64 menit dan Maivel Pangemanan dari PT Intan Uterx yang menjadi juara ketiga dengan waktu 17,39 menit.

Untuk 5 K putri, Meryl (PASI Manado) menjadi juara pertama dengan waktu 22,53 menit mengalahkan Avriel Seroi (PASI Minut) yang menjadi juara kedua dengan waktu 24,05 menit dan Raysa Betahai (PASI Manado) yang menjadi juara ketiga dengan waktu 24,19 menit.

Lomba lari yang digelar Polda Sulut pimpinan Irjen Pol. Roycke Harry Langie  dan diikuti ribuan peserta ini mengambil start dan finish di halaman Mapolda Sulut. Start dilepas Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Yakub Dedy Karyawan.

Para pemenang lomba langsung diberikan hadiah berupa uang pembinaan dan piagam, sementata semua peserta mendapat medali. (Lexie)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan membuka kegiatan Learning IPM in Manado & Bunaken 2026 (LIM26) yang diadakan di aula lantai dua RSUP Kandou, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (15/2/2026) ini menjadi wadah pembelajaran komprehensif manajemen nyeri intervensional berbasis ultrasonografi bagi tenaga medis di kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratis oleh RSUP Kandou melalui Kandou Pain Rehab Center (KPRC) dan Klinik Eksekutif Mawar Sharon, Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) Fakultas Kedokteran Unsrat, Perdosri Cabang Sulawesi 1, Pain Management Network, Puskesmas Bunaken, serta AMSA Unsrat.

Rangkaian kegiatan meliputi webinar, simposium, dan workshop luring pembelajaran manajemen nyeri intervensional berpandu ultrasonografi.

Usai membuka kegiatan, Dirut didaulat panitia untuk menyampaikan materi bertajuk Beyond Relief: Pain Clinics as the Future of Quality Healthcare.

Dalam paparannya, Dirut menekankan pentingnya penguatan layanan klinik nyeri sebagai bagian integral dari transformasi mutu layanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien, kualitas hidup, dan keberlanjutan sistem pelayanan.

“Pengelolaan nyeri yang komprehensif dan berbasis teknologi mutakhir bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kehadiran klinik nyeri yang terstandar akan menjadi wajah baru layanan kesehatan berkualitas, khususnya di rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Kandou,” ujarnya.

Selain penguatan kapasitas tenaga kesehatan, LIM26 juga menghadirkan bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat Kepulauan Bunaken yang menderita nyeri berat dan berkepanjangan.

Kegiatan ini memberikan layanan intervensi nyeri berpandu ultrasound dengan nilai manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari medical tourism, peserta juga mengikuti kegiatan fun diving serta pelatihan selam bersertifikat PADI.

Dengan LIM26, puluhan dokter umum dan residen mendapatkan pembelajaran manajemen nyeri, sementara puluhan dokter spesialis memperoleh pelatihan intervensi nyeri berpandu ultrasound pada lutut dan bahu, termasuk penggunaan viskosuplementasi dan agen regeneratif. Sebanyak 15 dokter mengikuti pelatihan scuba diving hingga meraih sertifikat open water dan advanced open water diving dari PADI.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari LIM23 yang diselenggarakan pada 1–6 Agustus 2023 dengan pola serupa. LIM dirintis oleh Dr. dr. Theresia CT Novy, SpKFR, FIPM, FIPP, CIPS, pengajar dan penguji kredensial intervensi nyeri dunia (WIP), dan telah menjadi rujukan pembelajaran manajemen nyeri berkualitas. Sejak 2019, Pain Management Network secara konsisten menyelenggarakan pelatihan manajemen nyeri berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan LIM, Kota Manado bersama RSUP Kandou kian mengukuhkan diri sebagai pusat pembelajaran intervensi nyeri berkualitas di kawasan Indonesia Timur. Keberadaan Kandou Pain Rehab Center (KPRC) di Klinik Eksekutif Mawar Sharon juga memperkuat posisi RSUP Kandou sebagai pusat layanan pengobatan nyeri paripurna bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa (LB) Tahun 2026 di Ballroom Kantor Pusat BSG, Manado, Kamis (12/2/2025).

Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam momen tersebut. Selain kinerja BSG tahun buku 2025, ada keputusan penting dilakukan, di antaranya pengangkatan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi baru.

Pertemuan strategis ini menegaskan keberhasilan BSG dalam menjaga pertumbuhan kinerja yang solid dan berkelanjutan selama periode 2023 hingga 2025 di tengah dinamika ekonomi yang ada.

Capaian kinerja keuangan 2025 berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, BSG berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator keuangan utama dibandingkan tahun sebelumnya:

Total aset meningkat menjadi Rp 23,67 triliun, tumbuh dari posisi Rp21,11 triliun pada tahun 2024. Kredit yang diberikan mencapai Rp 16,54 triliun, menunjukkan ekspansi fungs intermediasi yang sehat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 15,92 triliun.

Laba tahun berjalan, BSG sukses membukukan laba sebesar Rp 386,78 miliar, meningkat signifikan dari perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp 300,63 miliar.

Transformasi dan ekspansi strategis, perjalanan BSG dalam tiga tahun terakhir ditandai dengan berbagai langkah berani. Pada tahun 2023, BSG meresmikan Kantor Perwakilan Gorontalo serta Kantor Pusat baru di Kawasan Marina Plaza Manado, yang kini menjadi simbol transformasi BSG menjadi bank regional yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Di sisi layanan, fokus penguatan kualitas pada tahun 2025 membuahkan hasil membanggakan dengan masuknya BSG dalam jajaran 10 besar Bank dengan Pelayanan Terbaik versi Infobank.

Pengakuan ini diperkuat dengan raihan penghargaan Best Regional Bank in Service Excellence 2025 serta penghargaan dari jaringan ATM Bersama atas kinerja transaksi yang unggul.

Reputasi dan penghargaan nasional. Konsistensi BSG juga diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Peringkat A (idn) dari Fitch Ratings Indonesia yang mencerminkan kondisi keuangan stabil dan prospek usaha yang solid; Penghargaan The Best Performing Bank dari Infobank selama lima tahun berturut-turut (2020-2024).

Pengakuan kepemimpinan bagi Direktur Utama BSG Revino Maudy Pepah, yang masuk dalam jajaran Top 100 CEO versi Infobank pada tahun 2023 dan 2024; Paritrana Award atas komitmen terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama Revino Maudy Pepah, Direktur Kepatuhan Mutesa Holdin, Direktur Umum Joubert RJ Dondokambey, Direktur Operasional Louisa J. Parengkuan Direktur Dana Trisuri Rudiyanto Katili dan Direktur Kredit Esther Rampengan

Dalam RUPS, beberapa kepala daerah antara lain Gubernur Gorontalo, Bupati Minahasa Utara, Bupati Boalemo, Bupati Sangihe, dan Bupati Bolaang Mongondow Utara memberikan masukan strategis, antara lain meningkatkan produk digital, memperkuat tata kelola dan ekspansi bisnis agar BSG dapat makin berkembang ke depan.

Direktur Utama Revino Maydi Pepah dalam pemaparan kinerja Perseroan menyampaikan bahwa kinerja keuangan BSG sepanjang tahun 2025 bertumbuh dan menyentuh laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Namun masih banyak kekurangan yang akan diperbaiki di sepanjang tahun 2026 agar bisnis BSG lebih diversifikasi, antara lain melakukan ekspansi bisnis yang berkualitas, optimalisasi biaya serta penguatan tata kelola, agar dapat menunjang keberlanjutan Rencana Bisnis Bank.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus memberikan apresiasi kepada para Pengurus dan seluruh insan BSG selama tahun buku 2025, atas dedikasi dan kerjakeras hingga BSG dapat bertumbuh op􀆟mal di tengah gejolak ekonomi selama tahun 2025.

Gubernur meminta agar semangat dan kerja keras tersebut dibawa terus di tahun 2026 sehingga dapat meningkatkan laba yang berimbas pada meningkatnya dividen/PAD untuk pemerintah. “Seluruh kepala daerah, sebagai pemegang saham dan nasabah, wajib menabung dan mengajak masyarakat untuk simpan uang di BSG” ujarnya.

Dalam RUPS Luar Biasa, selain memaparkan capaian kinerja, disepakati sejumlah langkah strategis kelembagaan. Salah satu agenda utama adalah penetapan perubahan susunan pengurus perseroan untuk memperkuat tata kelola dan menjawab tantangan industri perbankan di masa depan. (Baca : Hasil RUPS LB Tahun 2026, Dirut Tetap Dipegang Revino M. Pepah, Komut Berganti dari RML ke GSVL)

Komisaris Utama dijabat Godbless SV Lumentut, Komisaris Independen Jaclyn Koloay, Rania Riris Ismail dan Djafar Alkatiri, Komisaris Diane ND dan Max Kembuan.

Dengan dukungan penuh dari para pemegang saham dan kinerja yang terus bertumbuh, BSG kian memantapkan posisinya sebagai mitra pembangunan daerah yang terpercaya sekaligus bank pembangunan daerah yang diperhitungkan di kancah nasional. (elka)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) piminan Joeeph Philip Kambey (Rektor) berhasil meraih Predikat A (memuaskan) dengan nilai 84,85 pada penilaian SAKIP Tahun 2025.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi, dedikasi, serta komitmen seluruh civitas akademika dalam meningkatkan akuntabilitas dan kinerja institusi.

Diketahui, SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) merupakan rangkaian sistematis dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk merencanakan, mengukur, melaporkan, dan mengevaluasi kinerja instansi pemerintah guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan berorientasi pada hasil (akuntabel).

Komponen utama dalam SAKIP terdiri dari perencanaan kinerja, rencana strategi (renstra), rencana kinerja tahunan (RKT) dan perjanjian kinerja.

Pengukuran kinerja adalah ndikator Kinerja Utama (IKU). Pelaporan kinerja adalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah atau LAKIP. Evaluasi kinerja adalah penilaian internal dan eksternal.

Tujuan utamanya adalah menciptakan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (FA)

Meimonews.com – Tingkat kepatuhan membayar pajak seperti pajak kendaraan bernotor (ranmor) hendaknya ditingkatkan mengingat penerimaan daerah tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan.

Berbagai kebijakan diberikan pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian/perhatian bagi mereka yang membutuhkan. Di lain pihak, kepatuhan membayar pajak termasuk pajak ranmor seyogianya menjadi pula komitmen/perhatian dari para wajib pajak.

Berdasarkan data yang ada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut, capaian realisasi terhadap target pajak ranmor hingga Desember 2025 baru mencapai 41,16 persen.

Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel (duduk) bersama Joan Pinontoan saat bertemu di ruang saat diwawancarai di ruang kerja Sekretaris Bapenda Sulutu

Itulah sebabnya, berbagai upaya dilakukan Kantor Pusat Bapenda Sulut dan jajarannya yakni Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD PPD) yang ada di Kabupaten/Kota di Bumi Nyiur Melambai ini bisa sesuai target, atau minimal mendekati.

“Capaian realisasi terhadap target sampai Desember 2025 mencapai 41,16 persen dari 312.797 unit (177.095 R2 dan 135.702 R4),” ujar Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Jumat (13/2/2026).

Dari 15 UPTD PPD yang ada di Sulut, Kepulauan Sangihe tertinggi hasil capaiannya yakni 47,54 diikuti Tomohon 44,78 persen dan Manado 43,35 persen.

Dihubungi terpisah di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026), Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel menjelaskam, jumlah total kendaraan bernotor R2 dan R4 sebelum jatuh tempo adalah 760.031 unit dengan perincian R2 sebanyak 545.596 kendaraan, sementara R4 sebanyak 214.435.

Dirincikan, realisasi pajak kendaraan bermomor (PKB) Sangat Patuh (sebelum jatuh tempo) berjumlah 108.388 unit (57.497 R2 dan 50.891 R4), Patuh (sesuai jatuh tempo) 17.561 unit (8.979 R2 dan 8.582 R5).

“Khusus yang Kurang Patuh (Penunggak) sebanyak 186.848 unit (110.619 R2 dan 76.229 R4),” ujarnya di dampingi Joan Pinontosn (Analis Kebijakan Ahli Muda). (elka)

Meimonews,com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menggelar Rapat Rekonsiliasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di ruang rapat Kantor Bapenda Sulut, Jalan 17 Agustus No. 69 Manado, Kamis (12/2/2026).

Rapat yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen ini dihadiri pejabat eselon 3, eselon 4 dan Bendahara Penerima UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah) dan KTU (Kepala Tata Usaha).

Hadir pula Kepala Bidang Akuntansi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulut Idowati Ragukguk, yang juga memberikan pemaparan.

Dalam arahannya, June memaparlan beberapa poin penting terkait dengan peningkatan perpajakan, yang merupakan sumber pendapatan daerah untuk pembiayaan pembangunan di daerah ini.

Poin-poin.tersebut di antaranya, peningkatan kapasitas pengelolaan administrasi perpajakan terkait penerimaan dan pengelolaan data piutang; penginputan laporan penerimaan kedalam SIPD pendapatan secara tepat waktu.

Selain itu, pengawasan secara berjenjang atas pengelolaan perpajakan dan administrasi pendukungnya.

Dikemukakan, realisasi PAD per 31 Desember 2025 mencapai Rp.1.389.956.568.830,25 atau 91,87 persen dari target PAD Rp. 1.512.985.180.160,00

Idowati memaparkan, dalam kaitannya dengan rekonsiliasi penerimaan, diharapkan aplikasi di Bapenda Sulut diintegrasikan kembali dengan sistem keuangan BSG; disiplin melakukan pengimputan secara harian pada aplikasi keuangan daerah.

Selain itu, pengimputan harus dilengkapi dengan bukti setoran yang sah dan melakukan pengecekan pada RKUD atau rekening penampungan bahwa pendapatan sudah benar-benar diterima.

“Rekonsiliasi dengan Bidang Akuntansi BKAD harus dilaksanakan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya,” tambahnya. (elka)

Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Eavaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di Villa Emitta Tomohon, Kamis – Sabtu (12-14/2/2026).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) yang dikoordiner Easry O. Laoh (Sekretaris LPMPP Unsrat) ini diikuti para Kepala Pusat dan seluruh pegawai LPMPP Unsrat.

Pinaria menegaskan, FGD ini sangat penting untuk mengadakan evaluasi/revisi dan sinkronisasi untuk disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Permendiktisaintek) nomor 39 Tahun 2025.

Selain itu, sebut Pinaria saat pembukaan kegiatan, Kamis (12/2/2026), dokumen mutu Unsrat ini wajib diimplementasikan untuk memberikan dampak untuk kemajuan Unsrat Manado.

Dalam sambutannya, Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene menjelaskan tentang hal-hal yang dibahas dalam FGD ini. Pertama, FGD ini difokuskan untuk menyelesaikan dokumen mutu (revisi dan sinkronisasi) terhadap draf yang sebelumnya telah diajukan di Senat Unsrat untuk disahkan.

Kedua, finalisasi form pembelajaran yang ada di website LPMPP dimana form tersebut sangat dibutuhkan dalam proses akreditas; ketiga, revisi standar operasinal prosedur (SOP) BKD (beban kinerja dosen). Keempat, final pembuatan SOP Kurikulum (penggantian dan perumusan).

Kepada Meimonews.com, BPP LPMPP Renakd J. Pakasi menjelaskan, FGD ini juga untuk optimalisasi anggaran di awal tahun dengan otput yang memberikan dampak nyata untuk kemajuan UnsratUnsrat. (FA)