Meimo News

Meimonews.com – Sebanyak 20 personil polisi wanita (Polwan) Polda Sulut dan Polresta Manado di mana 12 personil di antaranya adalah polwan remaja angkatan 50 dan 51 melakukan pendakian ke gunung Lokon, baru-baru.

Proses pendakian yang dipimpin Perwira Koordinator Polwan Polda Sulut AKBP Nonie Sengkey memerlukan waktu tempuh sekitar satu jam dengan berjalan kaki menuju kawasan kawah Gunung Lokon. Kemudian puluhan polwan cantik dan pemberani ini mengibarkan bendera merah putih dan pataka Polwan dilanjutkan dengan senam gembira.

Tujuan pendakian ini, salah satunya untuk pembinaan tradisi kepada personel Polwan remaja yang baru bergabung di Polwan Polda Sulut. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menyambut Hari Jadi ke-74 Polwan RI tanggal 1 September mendatang.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait, SH, SIK menjelaskan, tujuan lain pendakian ini untuk lebih mencintai alam di Sulut, dan sebagai sarana menguji kemampuan fisik para Polwan. “Karena Polwan ini mempunyai tekad tetap eksis dalam situasi apa pun demi melayani masyarakat,” katanya. (af,)

Meimonews.com – Tawuran anak-,anak sekolah (AAS) di seputaran Lapangan Tikala, Manado, Jumat (26/8/2022) berhasil diamankan personil Sabhara Polresta Manado dan Polsek Wenang.

“Adanya informasi warga tentang adanya tawuran AAS di seputaran lapangan Tikala lewat call center 112 langsung ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi TKP (tempat kejadian perkara,” ujar Kasat Sabhara Polresta Manado Kompol Bartholomues Dambe kepada Meimonews com lewat WA, Jumat (26/8/2022) sore.

Saat berada di TKP, para AAS yang ada di lokasi diberikan arahan dan pembinaan agar tidak lagi melakukan kumpul-kumpul di tempat keramaian sesudah pulang sekolah.

Setelah TKP berhasil diamankan dan situasi sudah kondusif aman, petugas patroli rayon gabungan dan Polsek Wenang kembali melanjutkan tugas di tempat lain.

Gerak cepat termasuk merespon cepat laporan masyarakat seperti begini, menurut Dambe, merupakan arahan dari Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait. Hal mana agar situasi dan kondisi Kota Manado aman dan terkendali. (af)

Meimonews.com – Sebanyak 50-an siswa SD GMIM 34 Manado mendapat sosialisasi tentang  Tiblantas (tertib berlalulintas) dan Kamsel keamanan dan ketertiban) yang dilaksanakan PPP (Perhimpunan Putra Putri) Brimob, Jumat (26/8/2022).

Kegiatan sosialisasi diadakan di dalam ruangan kelas dan di halaman sekolah yang terletak di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Manado.

Pembicara/narasumber sosialisasi adalah Staf Satlantas Polresta Manado Ipda Noviandy Hiola dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Pemaparan materi dilakukan dengan peragaan rambu-rambu lalulintas di dalam kelas dan diisi pula dengan praktik menyeberang zebra cross oleh semua siswa baik perseorangan, berdua, bertiga bahkan berempat di halaman sekolah.

Para siswa terlihat antusias baik saat pemaparan materi di kelas karena dilakukan pula dengan dialog/tanya-jawab serta praktik langsung di lapangan (halaman sekolah).

Kepala SD GMIM 34 Manado Telly Timpaulu sangat berterima kasih dengan adanya sosialisasi yang dilakukan PPP Brimob dengan menghadirkan dua pembicara/narasumber termasuk dari Satuan Lantas Polresta Manado (pimpinan AKP Noldy Undap).

“Terima kasih atas kesediaan ini. Terima kasih karena sudah memberikan informasi berkaitan dengan keamanan dan keselamatan berlalulintas dan tertib berlalulintas,” ujar Timpaulu di awal kegiatan.

Informasi dalam bentuk sosialisasi ini, sebut Timpaulu, sangat penting bukan hanya untuk saat ini tapi juga untuk ke depannya. (af)

Meimonews.com – Sebanyak 30 perwakilan SMA/K baik negeri maupun swasta di daerah ini mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Penggiat P4GN yang diselenggarakan BNN Sulut di Hotel Mercure Tateli, Kamis-Jumat, 24-25/8/2022).

Perwakilan yang hadir ada yang berstatus kepala sekolah, wakil kepala sekolah atau staf pengajar/guru.

Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. VJ Lasut di dampingi Sam G. Repy dan Terry Tikoalu (Bidang P2M BNN Sulut) serta Dian Yuni Seria (Panitia) membuka kegiatan tersebut. Sementara moderator adalah Michel Singkoh (penggiat P4GN).

Sejumlah narasumber dihadirkan yakni Brigjen Pol. Lasut, Kabid P2M Repy, Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut Raswin B. Sirait, Ketua KTN Lexie Kalesaran, Dosen Politeknik Negeri Manado Beldi Tombeg, Psikolog Lengkana Nasman, Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan,  Prestasi dan SDM  Jeanner J. Rawung, serta Balai Bahasa Sulut  Dya Erta  Damayanti.

Brigjen Lasut dalam sambutannya menjelaskan tentang upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba (P4GN) yang dilakukan institusi yang dipimpinnya.

Sejumlah program telah dilakukan baik dalam konteks pencegahan dan pemberdayaan, pemberantasan maupun rehabilitasi.

Khusus di lingkungan pendidikan, pihaknya berusaha agar lingkungan ini bersih dari narkoba (bersinar). Oleh karena itu, peranserta pimpinan dan staf termasuk guru-guru sekolah diharapkan berperan untuk upaya P4GN.

“Banyak upaya yang bisa dilakukan dalam P4GN agar sekolah menjadi bersinar (,bersih dari narkoba,” ujar Brigjen Pol. Lasut seraya menyebutkan, untuk itu, BNN Sulut melaksanakan Bimtek ini. (af)

Meimonews.com – Di sela kegiatannya di Desa Tambala Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Selasa (23/8/2022), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengambil waktu untuk mengunjungi beberapa umat di Stasi St. Rafael Paroki Hati Kudus Yesus (HKY,) Tanawangko.

Dengan berjalan kaki, setelah mengikuti Pelatihan Eco Enzym yang diselenggarakan CU Kamberu Tanawangko di rumah salah satu anggota, Keluarga Dareda Sumelang untuk menuju ke Kantor Desa Tambala dalam rangka menyerahkan bantuan paket sembako, Mgr. Rolly (sapaan akrab uskup), mendatangi rumah untuk memberikan berkat kepada beberapa umat yang menderita stroke dan lansia.

Dua umat yang mendapat kesempatan langka tersebut, jelas Jonas Adam (Sekretaris CU Kamberu Tanawangko) adalah Martje Makahekung dan Yance Wowor. Selain itu, diberkati pula seorang lansia bernama Bertin Kaligis (73 tahun).

Martje mengalami stroke sudah sekitar dua tahun sementara Yance tiga tahun. Bahkan ada yang sudah beberapa bulan tidak bisa ke gereja karena kesulitan berjalan.

Dengan kunjungan/kehadiran dan berkat dari Mgr. Rolly yang adalah juga Delegatus Karya Kesehatan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), beberapa umat tersebut merasa terharu, senang, bersyukur dan berterima kasih karena mendapat kunjungan kegembalaan dari Mgr. Rolly, yang tahun ini memasuki lima tahun kepemimpinannya di Keuskupan Manado.

“Saya sangat bersyukur karena bisa diberkati Bapa Uskup karena sudah beberapa bulan tidak ke gereja karena kesulitan berjalan,” ujar Yance.

Jarak rumah Yance ke gereja Stasi St. Rafael hampir 1 kilometer. Di rumahnya, bapak berusia 62 tahun tinggal bersama istri dan cucunya.

“Saya merasa terharu karena Bapa Uskup boleh mampir di rumah dan memberkati saya yang lagi stroke. Sungguh Roh Kudus hadir dan menyapa serta menguatkan saya,” ujar Martje.

Ibu berusia 62 tahun ini tinggal di rumah bersama suami dan seorang anak yang menjaganya. (af)

Meimonews.com – Credrit Union (Koperasi Kredit) Kamberu Tanawangko menggelar Pelatihan Eco Enzym dan Misa Ekologis di Tambala,  Minahasa, Selasa (23/8)2022).

Pelatihan diadakan di rumah anggota CU (Keluarga Dareda Sumelang) sedang Misa Ekologis diadakan di Gereja Stasi Tambala Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tanawangko.

Kegiatan pelatihan diikuti puluhan anggota CU dan  turut dihadiri Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tanawangko Pastor Wilfrids Siunta Pr, Ketua Pengawas CU Kamberu Pastor Rhein Saneba Pr dan Pastor Eky Lalio Pr.

Kegiatan diawali kata pengantar Ketua Badan Pengurus CU Kamberu Pastor Clemens Joy Derry Pr kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik pembuatan beberapa produk eco enzym.

Kemudian pemaparan materi oleh Tim Animasi Laudato Si Keuskupan Manado yakni Sr. Regina Fofid DSY (Ketua Komisi JPIC- KM,/Moderator Tim), Youla Sumakud (Dosen Faperta Unsrat), Lini Tambajong (Kepala Bapelitbang Manado) dan Daphne Esther Tololiu (Ketua Komunikasi Eco Enzyme Manado).

Sr. Regina dalam pemaparannya menjelaskan seputar eco enzym seperti apa itu eco enzym, mengapa eco enzym, cara membuat eco enzym dan manfaat eco enzym.

Walaupun hanya berjalan singkat, namun pelatihan berjalan menarik karena ada produk-produk yang dihasilkan pada program eco enzym oleh para narasumber. Selain itu, dibuat pula racitan produk yang dilatih, yang memang ramah lingkungan.

Menariknya, Uskup Manado didaulat untuk ikut dalam proses pembuatan sesuatu produk eco enzym. Mgr. Rolly, sapaan gembala kelahiran Lembean (Minut) tidak terlihat canggung saat mengiris bahan- bahan yang akan dibuat seperti pewangi dan sabun ramah lingkungan.

Selama beberapa menit, Mgr. Rolly ikut terlibat dalam proses peracitan tersebut sambil sesekali bertanya kemanfaatan dan proses pembuatan produk-,produk eco enzym, yang memanfaatkan bahan-bahan sisa atau yang akan dibuat.

Usai pertemuan, dengan berjalan kaki, Mgr. Rolly dan rombongan termasuk anggota Pengurus dan Anggota CU mendatangi Kantor Desa Tambala untuk penyerahan bantuan sembako.

Sebanyak 30 warga Desa Tambala dan 10 umat  stasi setempat mendapat paket sumbangan dari Lucia Taroreh (Anggota DPRD Minahasa), CU Kamberu dan OFS Manado, yang diserahkan Mgr. Rolly di dampingi Lucia Taroreh dan pengurus CU.

Usai penyerahan sumbangan, Mgr. Rolly dan rombongan kembali berjalan kaki menuju gereja Stasi Tambala untuk memimpin Misa Ekologis.

Saat memimpin misa yang juga diikuti umat stasi, Uskup di dampingi Pastor Joy, Pastor Siunta,  Eky dan Frater Diakon Dedianus Pati Pr.

Pastor Joy (sapaan akrab Ketua BP CU Kamberu) di dampingi Jonas Adam (Sekretaris CU) kepada Meimonews.com di sela kegiatan menjelaskan, koperasi kredit yang dipimpinnya memiliki program pertemuan rutin sebulan sekali dan bergilir ke rumah- rumah anggota.

“Dan, saat pertemuan, kami mengadakan pendidikan atau pelatihan walau dalam waktu singkat, yang bermanfaat bagi para anggota,” ujar mantan Ketua Komisi PSE-KM ini.

Pada pertemuan kali ini, sambungnya, pendidikan atau pelatihan yang diberikan kepada anggota, seberapa yang hadir, adalah terkait dengan program ramah lingkungan dan merawat bumi, sejalan dengan program Keuskupan Manado. (af)

Meimonews.com – Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulawesi Utara membuka kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknik) Penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) Instansi Pemerintah yang diadakan di Hotel Mercuri Tateli, Minahasa, Selasa – Rabu (23-24/8/2022).

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Lasut menjelaskan tentang pentingnya upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam kaitannya dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di samping pemberantasan yang dilakukan BNN dan Kepolisian.

Dijelaskan tentang pentingnya hal tersebut karena peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan. Ada peningkatan yang cukup signifikan penyalahgunaan / peredarannya baik secara nasional maupun di daerah termasuk di Sulut.

Di Sulut, ungkap Lasut yang di dampingi Kordbid P2M Sam G. Repy dan Subkorbid Berdaya Terry Tikoalu, ada peningkatan kasus penyalahgunaannya. “Berbagai upaya kami lakukan. Ada sejumlah kasus berhasil kami ungkapkan, diproses,” tandas Lasut.

Itulah sebabnya, sambung mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini, perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak termasuk instansi Pemerintah baik dalam upaya pencegahan maupun pemberdayaan masyarakat. Maka dalam rangka pemberdayaan masyarakat, BNN Sulut melakukan Bintek bagi Penggiat P4GN.

Kegiatan Bimtek yang digelar BNN Sulut dua hari tersebut diikuti 30 peserta utusan instansi- instansi pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota di daerah ini.

Sejumlah narasumber ditampilkan yakni Kepala BNN Sulut yang membawakan materi Strategi Pencegahan dalam P4GN, Koorbid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) tentang Action Plan,  Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Raswin Bachtiar Sirait tentang Aspek Hukum dalam P4GN, Kerua KTN Lexie Kalesaran tentang Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN.

Dosen Politeknik Negeri Manado Beldie Tombeg tentang Group Dynamic, Psikolog Lengkana Nasman tentang Pengetahuan Dasar Adiksi Dasar Konseling dan Rehabilitasi, Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan,  Prestasi dan SDM  Jeanner J. Rawung tentang Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN, serta Balai Bahasa Sulut  Dya Erta  Damayanti tentang Public Speacking dalam  rangka Penyampaian P4GN. (af)

Meimonews.com – Setelah pelaksanaan RUA (Rapat Umum Anggota) dengan agenda antara lain memilih mandataris RUA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI pada Mei 2022 dan Pelantikan DPC pada 30 Juli 2022 maka DPC PMKRI Cabang Manado menggelar Rakercab.

Rakercab (Rapat Kerja Cabang) DPC (Dewan Pimpinan Cabang) tersebut dilaksanakan di Margasiswa PMKRI, Kampung Kakas Jln Sam Ratulangi Manado, Jumat (19/8)2022). Raker dihadiri 20-an orang.

Semua PHC, biro dan lembaga yang ada di struktur DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PMKRI Manado Sanctus Thomas Aquinas Manado hadir dalam Rakercab yang dipimpin Avidian Kumarurung selaku Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado.

Dalam Rakercab, masing-masing PHC dan lembaga mempresentasikan program kerja masing-,masing untuk satu periode kepengurusan (satu tahun) yakni 2022-2023.

“Setelah PHC dan Lembaga-lembaga menyusun rencana program kerja tersebut pada beberapa waktu lalu, maka di dalam Rakercab ini, program-program tersebut dipresentasikan karena akan menjadi program kerja DPC PMKRI Cabang Manado periode 2022-2023,” jelas Presidium Pengembangan Organisasi (PPO) Jufly Pandey.

Rakercab yang turut dihadiri sejumlah anggota tersebut, sambung Jufry, diharapkan agar mendapat masukkan baik berbentuk kritik, masukkan atau saran. “Dan, ada banyak masukkan yang diberikan,” ujarnya.

Disebutkan, setelah pemaparan tersebut ada banyak masukan yang diberikan oleh para anggota dan secara garis besar para anggota menuntut program kerja yang lebih inovatif, dan tetap bisa menjaga eksistensi PMKRI Cabang Manado itu sendiri, dan mengembangkan kader-kader yang ada di PMKRI Cabang Manado Sanctus Thomas Aquinas..

Sebagai Ketua Presidium yang baru dilantik, tentunya, Avidian Kumarurung menaruh harapan besar dan optimis akan Rakercab ini. “Semoga program-program yang telah dipaparkan oleh Dewan Pimpinan Cabang boleh memberi dampak positif untuk kemajuan cabang,”pintanya. (elka)

Meimonews.com – Setelah terhenti karena pandemi Covid-19 maka di situasi yang kondusif ini, kembali PPP (Perhimpunan Putra Putri) Brimob mengadakan sosialisasi Tiblantas (Ketertiban Berlalulintas) dan Keselamatan Berlalulintas (Kamsel) bagi anak usia dini.

Kali ini, yang mendapat sosialisasi.adalah siswa SD Katolik 21 Gunung Tabor Pakowa Manado. Kegiatan yang dilaksanakan, Jumat (19/8/2022) di kompleks sekolah diikuti 70-an siswa kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, yang di dampingi sejumlah guru.

Kegiatan yang menampilkan narasumber/pemateri Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob) dan Ipda Noviandy Hiola ini diawali pengantar kata oleh Kepala SD Katolik 21 Gunung Tabor Pakowa Linda Lelet.

Lelet menyambut positif kegiatan ini yang bertujuan memberi informasi dini dan bermanfaat jangka panjang kepada para siswa di sekolahnya, walau baru untuk kelas 1 sampai kelas 3.

“Terima kasih kepada PPP Brimob yang berkenan mengadakan sosialisasi Tiblantas dan Kamsel di sekolah kami. Terima kasih pula untuk para pembicara,” ujar Lelet.

Kegiatan ini, penting bukan hanya saat ini tapi juga untuk ke depannya. Pemberian informasi secara dini ini, menurutnya, sangat penting baik untuk bekal masa depan tapi sekaligus juga bisa langsung dirasakan saat ini, untuk keselamatan siswa itu sendiri karena sedari dini mereka sudah mengetahuinya dan bisa langsung diterapkan sepulang sekolah.

Pemaparan materi tidak hanya secara lisan tapi diikuti pula dengan pemaparan alat-alat peraga rambu-rambu lalulintas dan praktik berlalulintas diberikan pembawa materi kepada para siswa yang terlihat senang.

Lebih menarik, saat praktik menyeberang jalan melewati zebra cross yang dipandu Ipda Hiola di dampingi Kalesaran dan Lelet, terlihat para siswa merasa gembira/senang, bahkan ingin mengulangi lagi, namun karena keterbatasan waktu maka hanya diberikan sekali saja tapi diikuti semua siswa.

Orangtua/wali siswa, karena merasa senang, terlihat mengambil gambar dan membuat video ketika para siswa praktik menyeberang jalan yang dipandu pemateri.

Kasat lantas Polresta Manado AKP Noldy Undap  memberikan respons positif terhadap kegiatan ini dan menugaskan personilnya yakni Ipda Noviandy Hiola untuk hadir dan memberikan materi pada kegiatan sosialisasi tersebut. (elka)

                          Oleh :
           Ferlansius Pangalila

Dirgahayu Republik Indonesia. Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Tahun Kemerdekaan RI. “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Merdeka !!!

Sebagaimana setiap Hari Ulang Tahun (HUT) tentu punya doa dan harapan besar, maka menjadi doa dan harapan saya di hari raya Kemerdekaan Indonesia ini adalah Rakyat Indonesia (termasuk saya) Merdeka secara Finansial.

Setidaknya, saya memahami kemerdekaan ini adalah kemerdekaan dari penjajahan utang, terlepas dulu dari masalah utang yang seakan telah menjadi penjajah abadi dalam setiap fase kehidupan. Meskipun hal ini bagi saya masih sebatas harapan dan doa karena dalam kenyataan masih punya utang finansial yang tersebar dimana-mana (belum termasuk utang budi pada beberapa kawan).

Utang finansial dilain pihak sering menjadi pilihan terakhir ketika persoalan hidup diperhadapkan dengan situasi sulit yang setelah dihitung-hitung dapat terselesaikan setidaknya secara strategis dapat menyelesaikan sedikit soal hidup itu. Namun, sering menjadi pilihan gampang dan tidak bijaksana jika semua persoalan hidup diselesaikan dengan berutang, yang ada penjajahan abadi terus terjadi, rong-rongan  debt collector dan serangan moral rasa malu terus menghantui.

Kemerdekaan finansial memang tidak berarti bahwa kita tidak butuh uang lagi, justru yang saya setujui pada definisi dimana situasi saat “uang telah bekerja untuk kita, dan kita “tidak lagi” bekerja untuk uang.”

Tentu saja, mencapai situasi ini tidak segampang mendefinisikannya, apalagi saya sendiri dan banyak di antara kita masih bekerja untuk uang, setiap hari dipenuhi dengan kesibukan dalam bekerja demi bertahan hidup dan memenuhi target keuangan yang sebagian besar hanya untuk membayar cicilan dan membayar utang.

Tetapi doa dan harapan “Merdeka Finansial” tentu bukanlah hal yang tidak mungkin terealisasi dalam fase kehidupan kita. Ini bukan mimpi di siang bolong tetapi visi yang akan menjadi kenyataan jika kita tahu cara berjuang untuk bebas dari penjajahan utang ini. Setidaknya banyak hal yang bisa kita lakukan sembari kita masih bekerja demi uang untuk saat ini. Apa yang bisa kita lakukan dalam situasi penjajahan ini ?

Mental Kaya
Kita, saya dan Anda dilahirkan dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda dan memang tidak adil, kita memulai kehidupan dengan modal yang tidak sama. Ada yang lahir sudah dalam kondisi keuangan orang tuanya boleh dikata berada bahkan sudah merdeka finansial, sementara saya dan barangkali kebanyakan kita dilahirkan dengan kondisi terbatas kalau tidak mau dikata di garis “kemiskinan material” atau di bawahnya. Sehingga tentunya mengawali bahkan sampai di fase kehidupan  ini saya masih terseok-seok dan masih hidup dalam penjajahan utang.

Ada fakta atau setidaknya merupakan kabar gembira bagi kita yang miskin dan bahkan miskin papa,  “Berbahagialah kita yang masih miskin namun punya harapan” bahwa banyak juga orang yang di awal kehidupannya (miskin saat lahir) ternyata sekarang termasuk orang-orang yang kaya dan telah merdeka finansial.

Banyak contoh yang bisa disebut di sini (tapi tak perlu sebut nama dan merek, belum diijinkan oleh yang tersangkut). Mengapa mereka lahir miskin tapi sekarang hidup kaya, bahkan tidak sedikit di antara mereka meninggalkan warisan yang buaaanyak untuk anak dan cucunya ?

Penasaran akan hal ini, saya mempelajari kehidupannya dan pelajaran pertama yang saya temukan (sebenarnya ditemukan oleh banyak orang juga) bahwa pertama-tama orang-orang ini punya “mental kaya”, meski di awal perjuangannya hidupnya penuh dengan penderitaan, miskin dan juga ada yang terjajah oleh utang.

Mental kaya yang saya maksudkan adalah ‘semangat perjuangan’ (boleh diartikan kerja cerdas) dan ‘kebijaksanaan’ teristimewa “kebijaksanaan finansial” yang mumpuni dalam menjalani pekerjaan dan kehidupan mereka.

Kerja cerdas dipahami oleh mereka bukanlah kerja keras saja karena keahlian dan kecerdasan intelektual yang diperoleh dari pendidikan formal seperti kebanyakan di antara kita, tetapi kerja cerdas merupakan keahlian dan kecerdasan yang terakumulasi dari ketekunan/keuletan  (bahasa lain Disiplin) pada apa yang mereka kerjakan, karena orang-orang kaya ini memiliki keyakinan atau mimpi atau visi bahwa mereka akan menjadi orang-orang yang merdeka finansial.

Maka secara spiritual mereka mendoakan apa yang mereka kerjakan, selalu bersyukur dengan apa yang mereka hasilkan dari pekerjaannya, dan bahkan menghidupinya (hasil kerjanya dikembangbiakan lewat penciptaan kerja dan karya-karya kehidupan lainnya). Uang yang diperolehnya digunakan secara bijaksana.

Mereka sangat bijaksana dalam bekerja demi uang dan memanfaatkan uang yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka secara bijaksana sehingga menghasilkan lebih banyak uang lagi. Dengan demikian lambat laun mereka menjadi kaya dan bebas dari penjajahan utang.

Mereka sangat bijaksana dalam bekerja demi uang dan memanfaatkan uang yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka secara bijaksana sehingga menghasilkan lebih banyak uang lagi. Dengan demikian lambat laun mereka menjadi kaya dan bebas dari penjajahan utang.

Mental kaya yang mereka miliki ternyata tidak tergantung pada kecerdasan intelektual/akademik/skolastika yang mereka peroleh dari bangku sekolah (bahkan tidak sedikit diantara mereka tidak lulus sekolah/sarjana).

Sekolah formal kita sibuk mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang kompleks, rumit, terlalu dalam dan melebar yang sering kali membosankan (setidaknya bagi saya), tapi lupa mengajarkan cara bagaimana merdeka finansial.

Sekolah banyak menciptakan ahli hukum, ahli ekonomi, ahli matematika dan banyak sekali ahli-ahli lainnya tetapi dalam kenyataannya sebagian besar ahli ini hidup dalam penjajahan utang, sedikit saja yang termasuk orang-orang kaya yang merdeka finansial.

Boleh jadi sekolah formal hanya menjadikan kita pintar dalam akademik tetapi tidak menjadikan kita pandai dalam kehidupan.

Menarik sekali, ternyata mental kaya ini adalah pelajaran kehidupan yang kita semua bahkan tahu tapi ternyata hanya sekedar tahu saja tanpa mengubah mental ini menjadi kebiasaan yang positif dalam setiap fase kehidupan kita sebagaimana maksud dan tujuan dari pelajaran kehidupan itu sendiri. Apa pelajaran kehidupan yang sederhana namun berdampak kaya dan merdeka finansial ini?

Hemat Pangkal Kaya, Rajin Pangkal Pandai
Saya yakin peribahasa ini kita tidak pernah lupa bagai doktrin yang diulang-ulang saat masih bersekolah dulu atau setidaknya pernah mendengarnya waktu sekolah dasar. Malahan ini sering menjadi bahan candaan “hemat pangkal pelit”, tetapi disisi tertentu ada benarnya bahwa “pelit” dalam arti lawan kata “boros” justru harus ditanamkan saat masih anak-anak dan bahwa selagi belum dijajah oleh utang atau setidaknya selagi masih ada uang atau gaji yang diperoleh sebagai hasil pekerjaan haruslah hidup hemat dalam arti jangan dihabiskan begitu saja untuk memenuhi “kebutuhan hidup” yang sering kali “kebutuhan” ditafsirkan dari kata-kata “keinginan” dan “godaan” hidup.

Meskipun pemenuhan kebutuhan dasar hidup (minimal pangan, papan dan pakaian) menjadi prioritas, tetapi hemat harus menjadi kebiasaan hidup di fase awal kehidupan kita. Kita belum terlambat untuk berhemat setidaknya belum terlambat mengajarkan anak-anak kita untuk hidup hemat dalam arti yang sebenarnya.

Pelajaran dari peribahasa “Hemat Pangkal Kaya” justru tidak bermakna menjadi “pelit” terlebih untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Guru Bahasa Indonesia saya pernah mengajarkan bahwa “Hemat” artinya kita belajar menyisihkan sebagian atau beberapa persen dari pendapatan kita untuk disimpan atau ditabung. “Hidup hemat sebenarnya mau mengajarkan kita untuk terbiasa dan akhirnya menjadi budaya menabung.”

Tetapi apakah dengan menabung dapat membuat kita kaya dan merdeka finansial? Makanya peribahasa ini ada kelanjutannya yakni Rajin Pangkal Kaya.

Rajin bolehlah kita maknai seperti kerja cerdas di atas, yakni soal keuletan dan ketekunan (disiplin) dalam bekerja, mendoakan apa yang dikerjakan dan menghidupinya. Rajin dalam arti ini akan mengakibatkan diri kita menjadi pandai atau bijaksana.

Kebiasaan menabung dan kerja cerdas membawa kita pada satu titik dalam fase kehidupan kita memiliki uang yang cukup dan memiliki kebijaksanaan finansial sehingga kita menjadi pandai memanfaatkan uang tabungan kita untuk menghidupinya (berkembangbiak dalam kreasi pekerjaan dan karya kehidupan lainnya) sehingga boleh membawa kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan finansial.

Pandai dalam arti bijaksana dalam keuangan (boleh dikata Kecerdasan Finansial) tentu bertujuan untuk menjadikan kita bagian dari orang-orang kaya yang merdeka finansial, lantas pelajaran berikutnya adalah memenfaatkan tabungan atau uang yang disisihkan dalam budaya menabung tersebut secara bijaksana, yakni berinvestasi.

Investasi
Tak ada cara lain dalam mewujudkan mimpi merdeka finansial adalah “uang bekerja untuk kita” selain dengan cara berinvestasi. Atau setidaknya memang baru cara ini yang saya pelajari dari orang-orang kaya yang merdeka finansial itu.

Menghemat dalam arti menabung saja tidak dapat membuat kita kaya, tetapi menginvestasikan uang yang kita sisihkan dalam tabungan adalah cara cerdas/bijak dalam meraih kemerdekaan finansial.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam berinvestasi. Misalnya jika cukup uang tabungan sebagai modal bangunlah bisnis sendiri (seperti perusahaan sendiri) atau jika belum cukup buat perusahaan sendiri, investasikan tabungan kita ke berbagai bentuk investasi lain baik membeli saham perusahaan yang sudah ada, dan atau investasikan ke produk/komoditi yang bernilai seperti emas atau perak dan lain sebagainya. Deposito/reksadana ataupun surat berharga/obligasi juga bisa menjadi pilihan dalam berinvestasi.

Tapi perlu pemahaman mendalam bahwa berinvestasi tidak sama dengan berjudi, Kecerdasan finansial menjadi syarat utama yang wajib kita miliki saat melakukan investasi dalam bentuk apapun. Lihat baik bentuk, legalitas dan logis jenis investasi yang akan dipilih untuk menaruh uang tabungan kita (ingat dimana hartamu berada, disitu hatimu juga).

Sesuaikan dengan tingkat risiko yang dimiliki masing-masing. Mental saja tidak cukup tanpa kebijaksanaan yang mumpuni. Tetapi bijaksana saja tanpa mental yang berani hanya membuat kita ragu-ragu dalam memulai investasi.

Oleh karena itu milikilah mental kaya dan milikilah kebijaksanaan finansial untuk berinvestasi, karena dengan demikian kita akan menjadi bagian dari kaum kaya yang merdeka finansial.

Selamat berjuang (untuk saya dan untuk kita) melawan penjajahan utang dan menuju gerbang kemerdekaan finansial.

Merdeka !  Merdeka Finansial ! (Penulis adalah Mahasiswa Doktoral Kriminologi Universitas Indonesia dan Wakil Sekretaris Jendral PP ISKA)