Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado menggelar pelaksanaan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan TRC Multi Sektor dan Simulasi penyelamatan korban bencana genpa bumi dan kebakaran dari bangunan.

Kegiatan yang diadakan di Gedung Sentra IKM Tongkaina, Rabu (9/7/2025) ini bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado.

Sebagai peserta kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-402 Kota Manado ini, sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, adalah personil dari BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan pengelola gedung.

Pelatihan ini, sambungnya, dilakukan untuk menginformasikan tentang kesiapsiapsiagaan personil dalam menghadapi ancaman jika terjadi bencana gempa bumi dan bisa disertai kebakaran.

Sambuaga lantas memaparkan gambaran pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung (contoh gedung perkantoran atau sekolah bertingkat) berdasarkan standar penanggulangan bencana dan prosedur penyelamatan teknis,

Gambaran umum pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan gedung. Pelatihan dan simulasi penyelamatan dari bangunan bertingkat bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan personel (BPBD, Damkar, relawan, karyawan gedung), mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul aman.

Selain itu, menguji efektivitas sistem peringatan dini, alarm, dan protokol penyelamatan, dan menangani korban cedera atau terjebak secara cepat dan aman.

Langkah-langkah pelatihan dan simulasi penyelamatan adalah pertama, perencanaan dan persiapan; Identifikasi risiko (gempa, kebakaran, ledakan, runtuh sebagian); Penilaian struktur bangunan: jumlah lantai, akses tangga darurat, lift, sistem sprinkler.

Penyusunan skenario simulasi: misalnya “gempa 6,5 SR menyebabkan runtuhnya sebagian lantai 4”.; Koordinasi lintas instansi: BPBD, Dinas Damkar, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, pengelola gedung; Sosialisasi awal ke penghuni gedung: agar tidak panik saat simulasi.

Kedua, pelaksanaan simulas yang tetdiri dari Aktivasi Skenario. Bunyi sirene alarm (indikasi bahaya) dan pengumuman evakuasi oleh petugas; Evakuasi Penghuni. Penghuni mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul aman, Petugas safety floor marshal memandu evakuasi per lantai, dan Lift tidak digunakan.

Selain itu, Penyelamatan Korban. Tim SAR Internal/Rescuer masuk ke gedung (menggunakan perlengkapan APD: helm, harness, masker), Evakuasi korban terjebak menggunakan, Tandu lipat, Tali penyelamat (rope rescue), Tangga penyelamat, Crane/bucket truck (jika gedung tinggi), dan Korban luka dievakuasi ke Pos Medis Lapangan.

Ketiga, Penanganan Darurat Tambahan (Opsional) yang terdiri dari Pemadaman titik api (jika skenario mencakup kebakaran); Penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3) jika ada laboratorium atau gudang bahan kimia; dan Pencatatan jumlah orang dievakuasi dan simulasi kehilangan orang (missing person).

Keempat, Evaluasi dan Debriefing yang terdiri dari Pemaparan hasil simulasi oleh komandan latihan; Umpan balik dari peserta dan pengamat (observers); Penilaian waktu evakuasi, respon tim SAR, komunikasi antar unit; dan Rekomendasi perbaikan SOP dan struktur bangunan jika perlu.

Catatan tambahan, sebut Sambuaga, Frekuensi: Minimal 2 kali setahun untuk gedung strategis; Pendekatan inklusif: Melibatkan penyandang disabilitas, lansia, anak-anak (jika gedung publik); dan Peralatan penting: HT, megafon, sistem komunikasi darurat, drone (untuk pemantauan dari udara).

Tim Basarnas dipimpin Kasubda Basarnas Deddy Gosal.

Atas nama Walikota Manado Andrey Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Kalak BPD Manado menyampaikan terima kasih kepada pelabagai pihak yang telah ikut dalam kegiatan ini serta Basarnas Manado yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaannya. (elka)

Meimonews.com – Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut Lady D. Ante menegaskan, data yang dihasilkan dalam pendataan keluarga ini akan menjadi fondasi penting bagi berbagai program nasional.

Program nasional itu mulai dari percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, program Bangga Kencana, hingga kebijakan perlindungan sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Lady pada acara penutupan Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 di Sulawesi Utara, Kamis (10/7/2025).

Workshop ini diselenggarakan Kemendukbangga / BKKBN Perwakilan Sulut di Aston Hotel Manado, Rabu – Kamis (9 – 10/7/2025).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga / BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan ini diikuti para pengelola data dan informasi Dinas PPKB kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, serta PKB/PLKB selaku Manager Data dan Manager Pengelola.

Bahkan, sambung Lady (mewakili Kaper), data ini juga akan digunakan oleh berbagai lembaga dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.

“Para pengelola data di daerah harus mampu membuktikan bahwa data yang dikumpulkan adalah data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Lady yang didampingi Ketua Tim Kerja Pelaporan dan Statistik serta Pengelolaan TIK Fuad Saud menyampaikan 5 (lima) poin penting sebagai arahan yang harus ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota.

Pertama, memahami pentingnya data sebagai dasar intervensi program strategis; kedua, memperkuat koordinasi lintas sektor, dari tingkat provinsi hingga kelurahan/desa.

Ketiga, mempercepat tindak lanjut berupa sosialisasi internal, pembekalan petugas, serta kesiapan logistik dan anggaran; keempat, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan aplikasi SIGA, disertai peningkatan kapasitas SDM; dan kelima, melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menjamin kualitas proses dan hasil pendataan.

“Workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif dan meningkatkan kesiapan seluruh stakeholder daerah dalam menghadapi pelaksanaan Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025,” sebutnya.

Lady menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta workshop atas partisipasi aktif dan komitmen luar biasa selama kegiatan berlangsung.

Di akhir sambutannya, Lady menyampaikan optimisme bahwa provinsi Sulawesi Utara akan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam pelaksanaan pendataan keluarga yang akurat, lengkap, dan berkualitas.

Lady mengajak seluruh peserta untuk kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh demi kemajuan program pembangunan keluarga.

“Berencana itu keren ! Salam sehat dan sejahtera untuk seluruh keluarga di Sulawesi Utara,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang mengadakan kegiatan turun lapangan (turlap) ke 3 lokasi Sentra industri kecil dan menengah (IKM) yang ada di Kota Manado, Rabu (9/7/2025).

Pelbagai kondisi yang ada dilihat langsung oleh Wawali di tiga lokasi tersebut yakni pengelolaan sentra IKM Pasar Restorasi Kayu Bulan, Pengelolaan Ikan di Sentra Promosi IKM Manado dan Sentra Konveksi Pasar Wisata Bunaken.

Diketahui, lewat Kementrian Perdagangan RI, Pemerintah telah menyiapkan sarana prasana yang memadai untuk dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat dalam mengembangkan usaha mereka.

Di Kota Manado sendiri, pengembangan kemitraan, peningkatan kualitas SDM, serta penyediaan sarana dan prasarana IKM tersebut disediakan oleh Pemerintah Kota Manado lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Masyarakat bisa memanfaatkan untuk mengembangkan usaha seperti pengelolaan keripik, ikan tuna, pembuatan furniture serta konveksi.

Dengan peralatan yang modern, ini bukan hanya menjadi tempat untuk kita belajar tapi juga ini harus dimanfaatkan sehingga berkesinambungan.

“Hari ini, saya mengecek dan meninjau langsung pengelolaan sentra IKM yang ada Pasar Restorasi Kayu Bulan, Pengelolaan Ikan di Sentra Promosi IKM Manado dan di Sentra Konveksi Pasar Wisata Bunaken,” ujar Wawali. (elka)

Meimonews,com – Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melaksanakan kegiatan panen jagung bersama Kelompok Tani (Poktan) Poposaden I dan beberapa pejabat Pemkot Manado di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Selasa (8/7/2025).

Kehadiran pejabat Pemerintahan Kota (Pemkot) Manado yakni Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel dan Kepala Dinas Pertanian Kota Manado M. Soyan ini merupakani bentuk dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan lokal.

Panen jagung ini merupakan bagian dari sinergitas antara Kepolisian, Pemerintah Kota, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar ketahanan ekonomi dan pangan.

Kehadiran Kapolresta Manado menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pertanian.

Dalam sambutannya, Kapolresta Manado menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani atas kerja keras dan semangat gotong royong yang ditunjukkan. “Pertanian adalah kekuatan bangsa. Polri siap mendukung masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan produksi pertanian demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Manado juga mengapresiasi keterlibatan aktif kepolisian dalam mendukung program pertanian pemerintah, yang dinilai mampu memberikan motivasi dan dampak positif bagi para petani lokal.

Dengan semangat kolaboratif, kegiatan panen jagung ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kota Manado sekaligus membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah. (AF)

Meimonews.com – Tahun 2025 merupakan momentum nasional untuk kembali melakukan pemutakhiran data keluarga secara menyeluruh.

Karena itu, workshop ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan pemahaman teknis di lapangan, memperkuat proses verifikasi dan validasi (verval) Keluarga Risiko Stunting (KRS), serta membangun komitmen dan sinergi lintas sektor.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan ketika memberikan sambutan pada Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 di Aston Hotel Manado.

Kegiatan yang berlangsung, Rabu – Kamis (9-10/7/2025) ini diikuti 30 peserta yakni 15 pengelola data dari OPD-KB kabupaten/kota dan 15 orang dari PKB/PLKB selaku manager data.

Turut hadir pula pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kaper di dampingi Ketua Tim Kerja Data dan Teknologi Informasi Moh. Fuad Saud adalah seluruh Ketua Tim Kerja di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Sulut.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola data serta memastikan bahwa proses pemutakhiran berjalan dengan baik dan akurat.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain mekanisme teknis pemutakhiran data berbasis teknologi digital melalui aplikasi SIGA, Tatakelola pelaporan dan supervisi berjenjang,

Selain itu, peran strategis mitra kerja seperti pemerintah desa, kader PKK, kader KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK); Strategi identifikasi dan verifikasi keluarga berisiko stunting secara lebih akurat.

Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 dan pemutakhiran data hingga tahun 2024, telah terdata lebih dari 700 ribu kepala keluarga di Sulut.

Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis, mulai dari penentuan keluarga berisiko stunting, intervensi program Bangga Kencana, hingga perumusan kebijakan perlindungan sosial berbasis keluarga.

Sebagaimana diketahui, pendataan keluarga merupakan kegiatan strategis lima tahunan yang dilanjutkan dengan proses pemutakhiran berkala.

Workshop ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemendukbangga/BKKBN tetapi merupakan bagian dari kerja bersama seluruh pemerintah daerah.

Data yang dihasilkan menjadi pijakan dalam menyusun intervensi pembangunan keluarga lintas sektor.

Itulah sebabnya dalam rangka menyukseskan agenda tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut menggelar workshop ini.

Kaper menegskan juga bahwa worksohp ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa data adalah roh dari kebijakan.

“Tanpa data yang akurat dan mutakhir, kebijakan bisa tidak tepat sasaran. Maka dari itu, tanggung jawab seluruh peserta hari ini sangat mulia: memastikan data keluarga Indonesia benar-benar mencerminkan realitas di lapangan,” ujarnya,

Ditekankan bahwa penyediaan data KRS yang mutakhir sangat penting dalam menajamkan sasaran intervensi program percepatan penurunan stunting.

Oleh karena itu, proses verval KRS tahun 2025 dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan pemutakhiran data keluarga.

Di akhir sambutannya, Kaper mengajak seluruh peserta workshop untuk menguatkan komitmen bahwa pemutakhiran data bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas.

Diajak pula untuk menjadikan data keluarga sebagai dasar utama dalam mengatasi stunting, kemiskinan ekstrem, dan ketimpangan akses layanan dasar, serta Mengintegrasikan hasil pemutakhiran dengan sistem informasi daerah guna memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.

Diingatkan bahwa keberhasilan pemutakhiran data sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas SDM di semua tingkatan. (Afer)

 

Meimonews.com – Walikota Palu Hadianto Rasyid di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu Diah Puspita dan rombongan betkunjung ke Manado, Jumat (4/7/2025).

Di momen kunjungan yang sekaligus ajang silaturahmi sekaligus tukar pikiran antardua kota bertetangga yang memiliki potensi besar di berbagai sektor ini, Walikota Manado Andrei Angouw mengantar tamu/undangan ini ke Pasar Tematik Tongkaina.

Mendampingi Walikota Manado dalam kegiatan ini adalah Ketua TP PKK Manado Irene Pinomtoan dan beberapa pejabat Pemkot (Pemerintah Kota) Manado.

Walikota Manado menyampaikan selamat datang kepada Walikota Palu beserta rombongan Pemkot Palu, seraya menjelaskan bahwa Pasar Tematik Tongkaina merupakan bagian dari program strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Walikota juga memaparkan tantangan pembangunan di Kota Manado, terutama keterbatasan lahan yang mendorong dilaksanakannya pembangunan hunian vertikal sebagai upaya menjaga ruang terbuka hijau. Namun, fokus utama tetap diarahkan pada penguatan sektor pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua DPRD Sulut ini turut menyampaikan apresiasinya terhadap pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu, khususnya dari sektor kesehatan melalui rumah sakit.

Menanggapi hal itu, Walikota Palu menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Manado.

Walikota Palu menegaskan, kunjungan ini bukan hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana studi pembelajaran lintas daerah.

Ia berharap, kunjungan ini dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Kota Manado dan Kota Palu. (Afer)

Meimonews.com – Wujud upaya memperkuat komitmen lintas sektoral dalam menjadikan keluarga sebagai pusat dan fondasi utama pembangunan nasional, Pemerijtah Provinsi (Pemprov) Sulut dan jajaran menggelar Apel serentak, Jumat (4/7/2025).

Pelaksanaan apel merujuk pada Surat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI Nomor B-263/KK.02/HARGANAS32/F4/2025, yang kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 005/25.G301/SEKR-DIS-DUKCAPIL yang ditandatangani oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara.

Melalui surat ini, seluruh perangkat daerah, termasuk DPRD Provinsi, instansi vertikal, dan lembaga pemerintahan lainnya, diminta melaksanakan apel serentak sebagai bentuk penghormatan terhadap momen penting pembangunan keluarga.

Apel dipusatkan di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus, Manado, dan dihadiri oleh seluruh kepala perangkat daerah serta ASN yang berkantor di wilayah tersebut. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay. (BACA : Keluarga Kuat dan Harmonis, Lahirkan Generasi Berkualitas, Berakhlak Mulia dan Mampu Bersaing di Era Global)

Sementara itu, bagi instansi yang berkantor di luar jalur 17 Agustus, apel dilaksanakan secara mandiri di kantor masing-masing, yang dipimpin Pejabat Administrator atau Pejabat Fungsional Madya.

Skema pelaksanaan ini mencerminkan semangat sinergi menyeluruh dari seluruh jajaran pemerintahan dalam mendukung pembangunan keluarga secara berkelanjutan.

Dengan pelaksanaan apel serentak di seluruh unit pemerintahan ini, Pemprov Sulut menunjukkan keseriusan dan keselarasan langkah dalam menjadikan keluarga sebagai pusat kebijakan dan fondasi utama pembangunan berkelanjutan di daerah maupun nasional.

Dalam apel tersebut, dibacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia (RI) Wihaji.

Dalam sambutannya, Menteri menekankan bahwa sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN telah meluncurkan sejumlah program strategis Quick Win.

Program ini tidak hanya responsif terhadap isu-isu aktual keluarga, tetapi juga ditujukan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan manusia dan penguatan keluarga.

Adapun lima program unggulan yang diperkenalkan adalah pertama Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Gerakan gotong royong yang menghubungkan Orang Tua Asuh (OTA) dengan satu juta keluarga berisiko stunting melalui dukungan nutrisi, non-nutrisi, pemantauan kesehatan, dan pengasuhan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kedua, Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Penyediaan layanan penitipan anak dengan standar nasional pengasuhan yang membantu orang tua bekerja serta menjawab kekhawatiran sosial terhadap tren child-free, yang muncul karena anggapan bahwa memiliki anak memperberat beban hidup.

Ketiga, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Inisiatif untuk meningkatkan peran ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak, pendampingan remaja dan pra-remaja, serta pembentukan karakter generasi muda yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan.

Keempat, Lansia Berdaya (SIDAYA). Program yang mendorong keterlibatan lansia dan keluarganya agar tetap aktif, sehat, tangguh, dan produktif, dengan dukungan berbagai sektor dan berbasis pada potensi individu lansia itu sendiri.

Kelima, Superapps Keluarga. Platform digital terintegrasi yang menyediakan layanan informasi, konsultasi, data, dan intervensi keluarga, menjawab kebutuhan masyarakat modern akan akses layanan keluarga berbasis teknologi.

Kelima program ini menjadi penopang utama dalam memperluas jangkauan layanan, memperkuat ketahanan keluarga, dan mendorong kolaborasi multisektor dalam membangun keluarga berkualitas di seluruh Indonesia. (Afer)

Meimonews,com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesis (RI) Wahaji menegaskan pentingnya membangun keluarga yang kuat dan harmonis karena memiliki dampak penting bagi masa depan generasi mendatang.

Penegasan Mendukbangga/Kepala BKKBN Ri tersebut disampaikan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay pada upacara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Hargnas) ke-32 tingkat Sulut, Jumat (4/7/2025).

Upacara yang dipimpin Wagub Sulut di lapangan kantor Gubernur Sulut, jalan 17 Agustus Manado tersebut dihadiri berbagai unsur penting baik tingkat provinsi Sulut maupun Kabupaten/Kota se-Sulut.

Wagub Sulut Johanis Victor.Mailangkay yang menjadi pemimpin upacara pada puncak peringatan Harganas ke-32 tingkat provinsi Sulut

Di antaranya, Sekretaris TP-PKK Sulut Merry Mailangkay, Sekdaprov Sulut Tahlis Gallang; jajaran Forkopimda Sulut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan;, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulut; pimpinan instansi vertikal; pejabat tinggi pratama, OPD KB kabupaten/kota; PLKB/PKB, staf khusus gubernur, pengurus TP-PKK dan Dekranasda, Kepala Dinas OPD KB se-Sulut; Ketua IBI dan Juken Sulut, pegawai BKKBN Provinsi, serta perwakilan Generasi Berencana (GenRe) Sulut.

Sebagai bagian dari peringatan Harganas tahun ini, acara diadakan pula peluncuran Aksi Mapalus Cegah Stunting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada 20 keluarga penerima sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di daerah.

Selain itu, berbagai penghargaan dan apresiasi turut diserahkan dalam kesempatan tersebut.
(BACA : Diharapkan jadi Motivasi Terus Berinovasi dan Berkolaborasi, Kemendukbangga/BKKBN Sulut Berikan Penghargaan dan Apresiasi kepada Sejumlah Pemangku Kepentingan).

Menteri menjelaskan, tema Harganas tahun ini, Dari Keluarga untuk Indonesia Maju, menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

“Keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global. Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Menteri.

Oleh karena itu, Menteri menyampaikan tiga prioritas utama dalam pembangunan keluarga: Pertama, Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan keluarga; Kedua, Kewaspadaan terhadap dampak negatif teknologi digital; Ketiga, Peningkatan kualitas kesehatan dan ekonomi keluarga.

Menurut Menteri, keberhasilan pembangunan keluarga memerlukan kolaborasi lintas sektor, sinergi anggaran, serta dukungan semua pemangku kepentingan.

Mengakhiri sambutan, Wakil Gubernur mengajak seluruh pihak di momen Harganas ke-32 ini untuk memperkuat komitmen, perkuat kolaborasi, integritas program serta inovasi layanan untuk menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

“Karena membangun Indonesia Emas 2045 dimulai dari keluarga yang hari ini kita dampingi dan berdayakan,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Sulut memberikan penghargaan dan apresiasi kepada sejumlah pemangku kepentingan.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay di dampingi Sekretaris TP-PKK Sulut Merry Mailangkay, Sekdaprov Sulut Thalis Galang, Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan serta Kadis Dukcapil Provinsi Sulut Chistodharna Sondakh pada upacara Peringatan ke-32 Harganas di halaman Kantor Gubernur Sulut, jalan 17 Agustus Manado, Jumat (4/7/2025).

Penghargaan dan apresiasi diberikan kepada pemangku kepentingan pengelola Program Bangga Kencana dan pendukung percepatan penurunan stunting di Sulut sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi terhadap pembangunan keluarga di daerah ini.

Penghargaan dan apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mendukung ketahanan serta kesejahteraan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Penghargaan dan apresiasi itu, antara lain Piagam Penghargaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang diberikan kepada 15 Kepala OPD KB Kabupaten/Kota di Sulut atas dukungan dan kerja keras dalam menyukseskan program-program Kemendukbangga/BKKBN.

Penyerahan Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG) kepada 10 Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) sebagai dukungan penguatan ekonomi keluarga.

Penyerahan sertifikat dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI yang diberikan kepada dua keluarga yang melahirkan bayi pada 29 Juni 2025, bertepatan dengan Harganas.

Piagam Apresiasi TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) diberikan kepada dua pengelola Tamasya tingkat Provinsi atas kontribusi mereka dalam pengasuhan anak berbasis komunitas.

Piagam Apresiasi SIDAYA (Lansia Berdaya) diberikan kepada lima penerima dari Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, yang aktif dalam pemberdayaan lansia di komunitas.

Penghargaan untuk Kampung Keluarga Berkualitas, Rumah Data Kependudukan, dan Sekolah Siaga Kependudukan diberikan kepada tiga penerima terpilih yang berhasil mengimplementasikan program secara optimal. (Afer)

Meimonews.com – Guna melihat kondisi sarana/prasarana yang ada, Walikota Manado Andrei Angouw melakukan turun lapangan (turlap). Kali ini, Kamis (3/7/2025), setidaknya, ada lima lokasi yang dikunjungi.

Lokasi-lokasi yang didatangi langsung itu adalah Pasar Bersehati, Lapangan Sparta Tikala, Pedestrian Jalan Piere Tendean, hingga ke Marina Plaza dan Kawasan Pasar 45.

Di Lapangan Sparta Tikala, mantan Ketua DPRD Sulut ini mengecek langsung kondisi lapangan dan fasilitas yang tersedia, sambil mengamati aktivitas olahraga masyarakat.

Walikota juga menganalisis kebutuhan perbaikan, khususnya pada bagian belakang tribun dan toilet, demi menunjang kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di lokasi tersebut.

D Pasar Bersehati, Walikota meninjau kondisi area pasar dan sarana yang tersedia, serta membahas rencana penambahan fasilitas.

Walikota kemudian melanjutkan tinjauan lapangannya dengan berjalan kaki menyusuri area Pedestrian Jalan Piere Tendean mulai dari SPBU depan Megamall hingga ke depan IT Center, guna mengecek langsung kondisi pedestrian, fasilitas, serta sistem drainase di sepanjang area tersebut.

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini juga memeriksa detail kualitas pengerjaan pedestrian dan memastikan fungsi drainase berjalan dengan baik.

Selain itu, Walikota turut menyusuri area yang belum dibangun jalur pedestrian, sekaligus menganalisis potensi pengembangan dan pembangunan lanjutan di masa mendatang, guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

Tinjauan lapangan dilanjutkan ke Marina Plaza dan Kawasan Pasar 45, untuk melihat langsung kondisi serta potensi pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut. (Afer)