Meimonews.com – Sepanjang tahun 2025, Bank SulutGo (BSG) menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi sebagai Bank Pembangunan Daerah di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan nasional.

Ketika perekonomian dunia memasuki fase low growth yang penuh kehati-hatian, Bank SulutGo mampu menjaga stabilitas usaha, memperkuat fundamental keuangan, serta tetap berperan aktif dalam mendukung perekonomian Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Secara makro, kondisi ini sejalan dengan kinerja ekonomi regional yang relatif solid.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang berada di atas rata-rata nasional memberikan ruang bagi perbankan daerah untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi, meskipun tekanan eksternal dan ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.

Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc

Dalam konteks tersebut, capaian Bank SulutGo sepanjang 2025 dapat dibaca sebagai hasil dari pengelolaan yang semakin berhati-hati dan profesional.

Dari sisi kinerja keuangan, pertumbuhan laba yang signifikan menjadi salah satu sorotan utama. Laba yang meningkat lebih dari 24 persen (yoy) mencerminkan perbaikan profitabilitas, yang juga tercermin pada kenaikan Return on Asset (ROA) menjadi 1,65 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 17,19 persen.

Likuiditas bank juga menunjukkan perbaikan, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang turun ke level yang lebih sehat. Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Bank SulutGo tidak semata bersifat ekspansif, tetapi juga disertai upaya penguatan struktur keuangan.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang cukup tinggi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank SulutGo. Bagi bank daerah, kepercayaan publik merupakan aset strategis. Tanpa kepercayaan, fungsi intermediasi tidak akan berjalan optimal.
Dalam hal ini, Bank SulutGo berhasil menjaga persepsi positif masyarakat di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Namun demikian, sebagai seorang akademisi ekonomi, saya memandang kinerja tersebut secara proporsional. Pertumbuhan kredit yang relatif moderat serta kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) perlu dicermati sebagai sinyal penting.

Walaupun NPL masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, tren kenaikan ini mengingatkan kita bahwa ekspansi ke depan harus semakin selektif dan berbasis manajemen risiko yang kuat.

Dalam pandangan saya, tahun 2025 dapat disebut sebagai tahun konsolidasi. Bank SulutGo berhasil menjaga kinerja di tengah tekanan, namun tantangan ke depan justru menuntut strategi yang lebih matang. Fokus ke depan tidak lagi semata pada seberapa cepat bank bertumbuh, tetapi seberapa berkualitas pertumbuhan tersebut.

Ke depan, terdapat beberapa catatan penting yang menurut saya perlu menjadi perhatian. Pertama, arah ekspansi kredit perlu semakin difokuskan pada sektor-sektor produktif unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Pembiayaan yang terhubung dengan aktivitas ekonomi riil akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat kualitas portofolio kredit bank.

Kedua, penguatan manajemen risiko dan kualitas aset menjadi kunci. Dalam situasi global yang masih rentan, kehati-hatian bukanlah tanda perlambatan, melainkan prasyarat keberlanjutan. Sistem peringatan dini, kualitas analisis kredit, serta pengelolaan kredit bermasalah perlu terus diperkuat agar stabilitas bank tetap terjaga.

Ketiga, diversifikasi sumber pendapatan juga menjadi penting. Ketergantungan yang terlalu besar pada pendapatan bunga akan semakin menantang di tengah volatilitas suku bunga dan perubahan perilaku nasabah. Inovasi layanan, pengembangan pendapatan berbasis jasa, serta pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.

Keempat, transformasi digital perlu ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola, bukan sekadar modernisasi sistem. Digitalisasi yang tepat akan memperkuat transparansi, mempercepat layanan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Pada akhirnya, kinerja Bank SulutGo sepanjang 2025 patut diapresiasi, tidak hanya sebagai capaian korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga denyut perekonomian daerah. Tantangan 2026 dan seterusnya tentu tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga dinamika fiskal daerah. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun, Bank SulutGo memiliki peluang untuk terus bertumbuh secara sehat.

Bagi saya, ukuran keberhasilan bukan sekadar angka pertumbuhan tahunan, melainkan kemampuan bank untuk tumbuh konsisten, berdaya tahan, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang mampu berjalan jauh, tidak tergesa-gesa, tetapi kokoh dan berkelanjutan. (Penulis : Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc., Ph.D/Guru Besar FEB Unsrat / Ketua ISEI Cabang Manado)

Meimonews.com – PT Bank SulutGo (BSG) kembali mempertegas komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta membangun budaya kerja yang bersih dari segala bentuk kecurangan.

Untuk itu, bertempat di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat BSG, Manado Senin (12/1/2026) dilaksanakan Sosialisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud dan Anti Penyuapan Tahun 2026.

Acara diawali laporan serta sambutan dari Pemimpin Divisi SKAI (Satuan Kerja Audit Intern) Oske Kaligis.

Kaligis menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk membekali seluruh insan BSG dengan pemahaman mendalam mengenai mitigasi risiko fraud dan pentingnya menjaga integritas di setiap lini operasional.

Direktur Utama BSG Revino M. Pepah, dalam sambutannya menyatakan, penandatanganan pakta integritas ini merupakan langkah krusial untuk menjaga kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan.

“Integritas adalah aset terbesar kita. Melalui komitmen Anti Fraud dan Anti Penyuapan ini, kita memastikan bahwa pertumbuhan Bank SulutGo ke depan didasarkan pada fondasi yang jujur, transparan, dan profesional. Tidak ada toleransi bagi tindakan yang merugikan perusahaan dan nasabah,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud dan Anti Penyuapan yang dilakukan oleh jajaran Dewan Komisaris yakni Komisaris Utama Ramoy Markus Luntungan dan Komisaris Djafar Alkatiri.

Setelah itu, oleh jajaran Direksi, yakni Direktur Utama Revino M. Pepah, Direktur Operasional Louisa M. Parengkuan, serta Direktur Kepatuhan H. Machmud Turuis.

Sebagai bentuk komitmen kolektif, penandatanganan juga dilakukan oleh Group Head dan para Pemimpin Divisi yang hadir mewakili seluruh pegawai kantor pusat.

Melalui penandatanganan ini, PT Bank SulutGo secara resmi mendeklarasikan sikap Zero Tolerance terhadap tindakan fraud maupun praktik penyuapan.

Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perbankan yang sehat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh nasabah dalam bertransaksi. (elka)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk memberikan kemudahan/keringanan pembayaran pajak tapi pendapatan/penerimaan daerah tidak sampai berkurang signifikan karena dana dari pendapatan/penerimaan tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah.

Di awal tahun ini (2026), Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay mengeluarkan kebijakan keringanan pajak kendaraan bernotor (PKB).

Sebagai upaya mengurangi beban ekonomi masyarakat Sulut akibat penyesuaian kebijakan PKB. Pemprov Sulut lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menyampaikan kabar baik tersebut.

“Mulai tanggal 8 hingga 31 Desember 2026 pak Gubernur telah memgeluarkan kebijakan berupa keringanan pajak kendaraan bermotor, (PKB),” ujar Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Rabu (7/1/2026).

Di dampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Pendapatan Daerah (UPTPPD) Manado Michael Langelo, June lantas mengurai kebijakan keringanan PKB tersebut.

Kebijakan yang ditetapkan adalah pertama, pemberian keringanan pokok Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 25 persen sehingga mulai diberlakukan kebijakan ini, tidak terjadi kenaikan PKB pada Tahun 2026.

Kedua, pembebasan pajak progresif kendaraan bermotor, sehingga masyarakat yang memiliki lebih dari satu kendaraan tidak lagi dikenakan tambahan pajak progresif.

Ketiga, pembebasan pokok PKB bagi kendaraan luar daerah yang melakukan mutasi masuk ke Sulut.

Sehubungan dengan itu, Pemprov Sulut mengimbau kepada pemilik kendaraan bermotor luar daerah yang beroperasi di wilayah Sulut untuk segera melakukan pengurusan mutasi dan pemindahan administrasi kendaraan di Samsat yang ada di daerah ini.

“Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi masyarakat serta mendorong tertib administrasi kendaraan bermotor di wilayah Sulut,” ujar June, pejabat yang rajin turun ke lapangan. (elka)

Meimonews.com – Sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian terhadap sesama, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Bantuan yang diberikan berupa bahan natura (sembako dan kebutuhan pokok) untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi dan warga terdampak.

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Kecamatan Siau Timur Selasa (6/1/2026). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin Cabang BSG Siau Cheryl Humiang, di dampingi Wakil Pemimpin Cabang BSG Siau Jeffry Tangel.

Kehadiran jajaran pimpinan BSG Siau ini menegaskan komitmen bank sebagai “Torang pe Bank” yang selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah.

Atas nama Pimpinan BSG, Cheryl Humiang menyampaikan rasa empati yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Siau.

“Kami berharap bantuan natura ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang. Ini adalah wujud nyata kepedulian Bank SulutGo untuk selalu bersinergi dan membantu masyarakat di masa-masa sulit,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Siau Timur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas langkah proaktif Bank SulutGo. Bantuan ini akan segera didistribusikan kepada titik-titik pengungsian atau keluarga yang paling membutuhkan di wilayah terdampak.

Aksi sosial ini merupakan bagian dari program BSG Peduli Bencana, yang bertujuan untuk membantu pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Perdana yang dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan baik secara langsung di kantor pusat maupun secara virtual dari kantor cabang yang ada di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Pulau Jawa.

Momentum awal tahun ini menjadi titik tolak strategis bagi BSG untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan digitalisasi.

Dalam arahannya, Komisaris Utama BSG Ramoy Markus Luntungan menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026.

Luntungan menggarisbawahi bahwa industri perbankan adalah industri kepercayaan (trust), sehingga penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) adalah harga mati.

Komisaris Utama BSG Ramoy Markus Luntungan (berdasi) dan Dirut BSG Revino M. Pepah.

Ada 4 poin penting dipaparkan Komut yakni fundamental GCG, Integritas kepemimpinan, kekompakan, dan penyelarasan visi.

Untuk fundamental GCG, Komut mengingatkan agar penerapan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, Fairness) harus menjadi landasan kerja.

Untuk integritas kepemimpinan, Komut menekankan konsep “Tone form the top”, di mana pemimpin harus menjadi suri tauladan dalam hal integritas dan etika.

Untuk kekompakan, Komut mengajak seluruh elemen bank untuk menjaga soliditas. Perbedaan pendapat diperbolehkan di dalam (“hantam di dalam”), namun harus satu suara dan kompak saat keluar.

Untuk penyelarasan visi, Komut meninta mendukung Asta Cita presiden dan visi misi BSG dalam kerangka NKRI, terutama dalam aspek anti-korupsi.

“Satu, dua kesalahan mungkin berpengaruh pada reputasi bank, tetapi lebih dari itu, sangat fatal bagi karier Anda sekalian. Jangan nodai karier Anda,” tandasnya.

Direktur Utama BSG Revino M. Pepah dalam sambutannya memaparkan refleksi kinerja tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang (low to grow) dan pemulihan pasca-Covid yang lambat, BSG berhasil mencatatkan performa yang impresif.

Dirut lantas mengurai Highlight Kinerja 2025 yakni total aset tumbuh 12,51persen mencapai Rp 23,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 21,06 persen mencapai Rp 18,2 triliun.

Laba Bersih mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24,29 persen (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Tantangan: pertumbuhan kredit tercatat 3,94 persen dan rasio NPL (Non-Performing Loan) mengalami kenaikan menjadi 2,97 persen, yang menjadi catatan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2026.

Menatap tahun 2026, Dirut menetapkan strategi besar yang berfokus pada Penguatan Tata Kelola, Ekspansi Bisnis Berkualitas, dan Optimalisasi Biaya.

Dirut lantas mengurai target dan fokus utama BSG di tahun 2026 yakni total aset target pertumbuhannya 6,8 persen, kredit 7,5 persen, dana pihak ketiga 8,8 persen sementara laba 19,1 persen atau Rp. 440 miliar.

Untuk fokus strategisstrategis : pertama, perbaikan kualitas kredit. Memerangi NPL dan meningkatkan kualitas ekspansi bisnis. Kedua, efisiensi biaya: Menurunkan Non-Performing Loan (NPL) dan Overhead Cost.

Ketiga, Keamanan IT. Meningkatkan keandalan sistem IT dan keamanan data. Keempat, Budaya Kerja. Mengusung semangat “Homo Homini Socius” (manusia adalah kawan bagi sesama), di mana pegawai harus saling mendukung dan tidak menjadi serigala bagi sesamanya (homo homini kupus).

Apel perdana ini ditutup dengan semangat optimisme tinggi untuk mencapai target laba Rp 440 Miliar dan membawa BSG menjadi bank yang lebih tangguh, tumbuh, dan terpercaya. (elka)

Meimonews,com – Hari Kelahiran Yesus Kristus (acap disebut Natal) menjadi momen kebahagiaan bagi Aparat Sipil Negara/Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja/Tenaga Harian Lepas (ASN/P3K/THL) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut.

Sebagai bentuk kebahagiaan dan semakin memperat silaturahmi di momen kerohanian/spititual tersebut, Bapenda Sulut mengadakan Ibadah Natal dan Berbagi Kasih, Selasa (30/12/2025).

Ibadah Natal yang dipimpin Pdt. Stenly Emor diadakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Bapenda Sulut, Jln. 17 Agustus Manado sementara berbagi kasih diadakan di Panti Asuhan Bakti Mulia Karombasan dan Panti Jompo Karombasan.

Ketua Darma Wanita Bapenda Sulut Ine Silangen -Pelealu saat menyerahkan bantuan

Kegiatan berbagi kasih ini dipimpin Ketua Darma Wanita Bapenda Sulut Ine Silangen-Pelealu dan Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel.

Kepala Bapenda Sulut, June E. Silangen mengapresiasi semangat kebersamaan pegawai dan menegaskan komitmen Bapenda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah sambil memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan.

Usai ibadah, rombongan Bapenda melakukan anjangsana ke Panti Asuhan Bakti Mulia Karombasan. Mereka membagikan bingkisan Natal, makanan, dan kebutuhan sehari-hari seperti popok dan lainnya kepada anak-anak yatim piatu.

Kegiatan dilanjutkan ke Panti Jompo Karombasan di mana para lansia disambut dengan senyuman lebar setelah menerima santunan dan hiburan doa bersama.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas internal Bapenda, tapi juga menjadi teladan bagi instansi pemerintah lainnya dalam merayakan Natal secara bermakna.

“Kami berharap semangat Natal ini terus terjaga sepanjang tahun untuk mendukung target pendapatan daerah Sulut,” ujar June. (elka)

Meimonews.com – Realisasi penerimaan Pajak Daerah Sulawesi Utara hingga November 2025 mencapai Rp. 962.253.601.808 atau 85,17 pereen dari target perubahan sebesar Rp. 1.143.361.370.444.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi (Dalev) Bapenda Sulut Johanes G. Tamuntuan kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (22/12/2025).

“Jumlah tersebut merupakan hasil capaian sampai dengan 30 November 2025. Dan akan terus diupayakan agar target tahun ini bisa tercapai atau mendekati jumlah yang diharapkan,” ujarnya.

Unsur Tim Pembina Samsat di sela operasi gabungan

Adapun yang menjadi item pajak daerah terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBN-KB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Rokok (PR) Pajak Minieral Bukan Logam dan Batuan lainnya (MBLB) dan Pajak Alat Berat (PAB).

Oleh karena itu, sambungnya, kantor pusat Bapenda Sulut dan jajaran diminta Kaban (Kepala Badan) June E. Silangen untuk tetap bersemangat mengejsr target tersebut karena pajak daerah ini meruapakan anggaran pokok pembiayaan pembangunan daerah.

Pelayanan pajak di Samsat Manado

Dan itu terlihat seringkali tim Tim Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah (UPTD PPD) turun lapangan (turlap) baik secara internal dengan mendatsngi wajib pajak (WP) yang menunggak pajak maupun saat bersama mitra/Tim Pembina Samsat saat operasi gabungan.

Bahkan, seringkali, Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen memimpin lamgsung saat turlap. (elka)

Meimonews.com – Keringanan Pajak Sukacita Natal 2025 memasuki hari terakhir (Sabtu, 20/12/2025). Wajib pajak (WP) terlihat memadati bahkan membludak di tempat pelayanan seperti di Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap) Manado.

Sejumlah WP memanfaatkan momen ini karena merasa terbantukan. Ada banyak biaya yang seharusnya mereka bayar tapi dengan adanya keringanan pajak ini maka biaya yang harus bayar jadi berkurang.

Itulah sebabnya, mereka (WP) terlihat memadati di tempat-tempat pelayanan keringanan pajak program Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay yang dilaksanakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut ini.

Sebagai misal, di Kantor Samsat Manado dan Kantor Pusat Bapenda Sulut. Kendatipun hari Sabtu, di mana instansi-instansi pemerintah libur tapi Aparat Sipil Negara (ASN) di instansi Pemprov Sulut ini tetap melakukan aktivitas untuk melayani para WP tersebut

Dengan keramahtamaan mereka melayani para WP, walaupun ada beberapa yang perlu mendapat perhatian serius terkait dengan kelengkapan berkas atau kendala lainnya.


Bahkan, ada yang memiliki kendala terkait dengan pihak mitra, namun karena ada Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen di lokasi, kendala-kendala yang ada langsung diselesaikan dengan cepat dan membahagiakan para WP.

Demikian pula, ketika di lokasi-lokasi pelayanan pajak lain yang memiliki kendala, Kepala Bapenda Sulut langsung memberikan arahan/petunjuk cara mengatasinya.

Selain menemui dan berdialog dengan para WP, June yang dari kantor Samsat Manado ditemani Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD) Michael Langelo, Plt. Kepala Seksi Pelayanan Nobertus Tandiarrang dan Plh. Seksi Sepatri Yuli Erthina memantau lewat kamera CCTV yang ada serta menghubungi langsung perkembangan di UPTD PPD jajaran.

Gerak cepat dan pelayanan yang diberikan Kantor Pusat Bapenda Sulut dan jajaran diapresiasi para WP setelah selesai dilayani petugas.

Wartawan Meimonews.com yang berada di lokasi untuk memantau perkembangan yang ada, mendengar langsung apresiasi dari beberapa WP yang telah dilayani petugas dengan baik serta gerak cepat dari Kepala Bapenda Sulut. (elka)

Meimonews.com – ​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut pimpinan June.E. Silangen (Kepala) menggelar High Level Meeting (HLM) Penguatan Komitmen Digitalisasi Daerah dan Peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Hotel Sentra Manado, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan bagi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dibuka pelaksanaanya oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johanis Victor Mailangkay (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus ini dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Suprationo, jajaran Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) se-Sulawesi Utara.

Sebagai narasumber adalah Kepala Bapenda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut serta Pemimpin Divisi Pengembangan Bisnis dan Jaringan Bank SulutGo (BSG) Jimmy Alexander Lakoy.

​Dalam sambutan tertulis Gubernur Sulut yang dibacakan Wagub, ditekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren global atau pilihan alternatif, melainkan agenda prioritas nasional yang dimandatkan langsung oleh Presiden RI.

Bagi Pemprov Sulut, komitmen ini merupakan wujud nyata dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah. ​”Digitalisasi adalah instrumen utama untuk transparansi dan efisiensi tata kelola keuangan daerah,” ujar Wagub memgutip Gubernur.

​Pada tahun 2025, Sulawesi Utara sukses meraih penghargaan Championship TP2DD Terbaik ke-3 Wilayah Sulawesi. Meski demikian, Gubernur mengingatkan, prestasi ini tidak boleh sekadar dipertahankan, melainkan harus ditingkatkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

​Beberapa tantangan strategis yang masih menjadi perhatian meliputi ​Keterbatasan infrastruktur jaringan, ​Tingkat literasi digital masyarakat dan ​Kebutuhan peningkatan kompetensi SDM pengelola.

​Gubernr mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan HLM ini sebagai titik tolak lompatan besar. “Mari kita bersama mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan cakap digital,” ajaknya. (elka)

Meimonews.com – Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menerima penghargaan berupa piagam apresiasi dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.

Piagam yang ditandatangani Menteri UMKM Maman Abdurrahman diserahkan dalam acara “Anugerah Mitra Usaha Mikro 2025” di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Rabu (17)12/2025).

Piagam tersebut diterima Group Head Pemasaran Bank SulutGo Iskandar Modjo mewakili Dirut Revino M. Pepah),.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan sinergi aktif Bank SulutGo dalam mendukung pemberdayaan, perlindungan, dan keberlanjutan Usaha Mikro di Indonesia, khususnya dalam wilayah operasional bank di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Acara Anugerah Mitra UMKM 2025 diselenggarakan oleh Kementerian UMKM untuk memberikan apresiasi dan eksposur atas capaian pemberdayaan Usaha Mikro sepanjang tahun 2025, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban publik untuk mendorong sinergi yang lebih kuat ke depannya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci dari pemerintahan, lembaga keuangan, korporasi, asosiasi, hingga akademisi.

Dalam daftar undangan resmi acara yang mencakup lebih dari 200 entitas, Bank SulutGo tercatat sebagai salah satu lembaga keuangan daerah undangan (nomor 123), yang menegaskan posisi strategis bank dalam ekosistem pemberdayaan UMKM nasional.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan nyata atas komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Bank SulutGo dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi untuk memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Iskandar Modjo usai menerima penghargaan.

Agenda acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut diisi dengan laporan kegiatan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro, sambutan dan arahan dari Menteri UMKM, serta prosesi inti penyerahan penghargaan kepada berbagai mitra usaha mikro.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank SulutGo semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai katalisator penguatan ekosistem UMKM menuju ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (elka)